
" jangan lupa nanti jam 8 malam, temui aku di caffe. kita dinner" kata khan saat mereka turun dari kapal dan berjalan menuju kamar masing - masing.
saat jam menunjukkan waktu 19.45
" ini aku harus Pakai baju apa.? semua baju ku tidak cocok utk dineer" kata sanee sambil melempar Baku ditempat tidurnya.
" sudahlah aku Pakai baju pantai ini biar saja khan mengomeliku , dan juga kenapa kita tidak pergi bersama - sama padahal kamar kita bersebelahan" ngomel- ngomel sendiri. saat dilihat jam tangannya 20.05 menit.
" ya ampun, aku telat. bisa ngomel ini khan. diakan on time sekali." kata sanee, lalu menutup pintu dikamarnya dan berlari menuju caffe, jarak antara kamar dan caffe cukup jauh 500 meter.
" yang benar saja, ini aku maraton malam - malam" kata sanee kesal sambil
dicaffe, khan menatap jam tangannya. 20.12 menit.
" selalu saja, tidak tepat waktu apa dia lupa.?" kata khan sambil melihat sekelilingnya dan dilihatnya sanee memasuki caffe dengan nafas terpenggal - penggal. khan melambaikan tanganya. sanee mengampirinya berjalan pelan. saat Sudah di hadapan khan, sanee duduk tanpa dipersilahkan khan dan mengomel - ngomel.
" maaf aku telat, habisnya kamu tau kan jarak antara kamar dan caffe lumayan. kenapa tidak brangkat bersama saja. aku ini habis maraton." sanee mengomel
" minumlah" kata khan sambil menyodorkan minuman dihadapannya. sanee tidak menolaknya. sanee meminum fantasy lava ice yang dipesannya diselah menunggu kedatangan sanee. sanee nampak kehausan di minum minuman itu sampai mau habis.
khan menatapnya mendalam
" kenapa melihatku seperti itu" kata sanee
" ponimu berantakan" kata khan, lalu merapikan poninya, reflek sanee tersedek.
" hey, kau baik - bail saja" kata khan
kau menanyakanku baik - baik saja, tapi lihatlah kau membuatku menjadi gugup. batin sanee
sanee memegang buku menu, dia tak seberapa paham dengan kata - kata nama menu disini.
__ADS_1
" jadi, mau pesan apa.?" tanya khan
" aku pesan apa yang kamu pesan" jawab sanee sambil nyengir
" ya Sudah mba, lobs barbeque mozz 2 porsi, cake volcano volcad 2 porsi , fantastic lava ice 2 gelas dan jangan lupa air putih 2 gelas" kata khan kepada waiters yang mencatat pesanan tersebut.
" baik, silahkan menunggu pesanannya. terima kasih" kata waiters itu
setelah beberap menit menunggu, pesanan Sudah di meja. sanee bingung harus memakannya seperti apa.
" kau bisa memakannya.?" tanya khan
" tunjukan aku caranya?" jawab sanee, lalu khan menunjukkan caranya, sanee menirunya. saat suapan pertama. sanee merasakan makanan yang baru ia asalkan pertama kali dalam hidupnya.
" ini enak sekali" kata sanee reflek
" benarkah.? syukurlah kalau kau menyukainya." kata khan
setelah mereka menikmatinya gajian makan malam, khan mengajak sanee.
" kau Sudah kenyang.?" tanya khan
" alhamdulillah Sudah, kenapa.?"tanya sanee balik
" ayo berdiri, ikuti aku" jawab khan, lalu berdiri. sanee berjalan ditepat belakangnya khan.
kenapa untuk makan malam saja, dia memakai baju serapi itu. beda tidak seperti aku. aku tidak menayadarinya khan begitu tinggi badannya dari pada aku. jika kami berjalan beriringan aku hanya sebahunya. terlebih lagi badannya yang tegap dan Atletis menjadi idaman setiap wanita. kadang aku Merasa, aku dan dia seperti batu kali dan batu permata. batin sanee dalam hati
" buurugk.!" bunyi jidat sanee terbentur punggung khan
" aduh" kata sanee sambil mengusap jidatnya
__ADS_1
khan membalikkan badannya, mematiskan sanee jidatnya tidak kenapa - kenapa.
sykurlah, jidatmu tidak memerah.batin khan
sanee mengusap - usap jidatnya.
" makanya, kalau jangan Pakai mata, jangan Pakai cinta" kata khan ternsyum
sanee hanya membalasnya dengan menciutkan bibirnya sambil kesal.
" Kita mau apa disini tidak ada orang - orang" kata sanee melihat sekeliling, hanya terlihat lampu hias yang menyinari.
" aku mau menciummu" kata khan menggoda
" beraninya kau" kata sanee sambil memukul lengan khan
" Kita mau menyalakan Kembang api, kau berani.?" tanya khan
" siapa takut" kata sanee
lalu, khan mengambil beberapa kembang api. yang Sudah dipesannya. sanee memegangnya, khan menyalakan kembang api yang dipegang sanee. kembang api itu memang berukuran lumayan besar. saat kembang api pertama mekar di langit. sanee bertiak.
"aaaaaaaakh!" teriak sanee
dengan sigap khan berada di belakang tubuh sanee dan ikut memegangi kembang api itu.
" semua akan baik - baik saja" kata khan menenangkan sanee
sanee hanya menganggukan kepalanya, lalu mereka melihat kembang api yang satu persatu mekar diudara.
terima kasih khan, Sudah menemaniku sampai saat ini. jujur aku takut memegang kembang api. aku berbohong padamu agar aku tidak nampak menjadi lemah dimatamu. percayalah, saat ini aku berjuang demi mendapatkan cintamu dan menghabiskan sisa perjuangan hidupku denganmu. batin sanee
__ADS_1