
jantung mereka berdetak cepat, entah ini sebuah kesalahan atau memang Sudah menjadi catatan takdir. betul atau tidak, mereka sedang melakukan hal - hal menuju malam pengantin. benar atau tidaknya itu selalu dipikirkan mereka. tetapi, khan masih saja Menahan hasratnya untuk bercinta karena ia akan tetap memegang teguh prinsipnya. "tidak akan bercinta jika keduanya tidak ada perasaan dan cinta" kata - kata itu selalu ada dan menancap diotaknya selalu. benar saja, kali ini khan melakukannya hanya untuk membantu sanee melampiaskan hormon yang bergejolak didalam dirinya.
"khan, maaf.. membuat mu harus seperti ini" kata sanee pelan saat khan mencupanginya. khan menghentikan aktifitasnya dan menatap paham sanee.
" Aku tau betul prinsipmu" kata sanee sambil menitikkan air mata. sebelum airmata itu jatuh khan menghapusnya.
"aku ingin melakukannya denganmu, namun tidak dalam keadaan seperti ini. jadi, kumohon jangan meminta lebih dari ini. aku takut kau terluka lalu kecewa" kata khan takut menyesal. sanee mengangguk, dan khan memeluknya.
"kau akan baik - baik saja percayalah" bisik khan, sanee tidak menjawabnya, sanee hanya memeluk khan semakin erat. seakan takut kehilangannya. malam ini mereka tidak keluar kamar sama sekali, orang rumah menganggap sesuatu yang lumrah karena mereka pengantin baru dan suaminya Sudah beberapa hari tidak bertemu dengan istri. mereka yang Sudah berumah tangga dan dewasa pasti mengetahuinya. namun, kejadian dikamar itu berbanding terbalik Dengan apa yang dibicarakan diluar.
waktu Sudah menunjukkan pukul 23.30 wib. sanee Sudah terlelap tidur dan masih menggunakan handuk kimononya. khan mengelus rambutnya.
__ADS_1
maafkan aku sanee, jujur aku ingin melakukannya denganmu malam ini denganmu, namun aku masih terlalu takut membuatmu kecewa. terlebih lagi kau sedang dalam pengaruh permen coklat cinta itu. batin khan
khan menarik selimut ketubuh sanee, dan meninggalkannya terlelap. khan keluar dari kamar, dan berjalan menuju dapur. ternyata ada beberapa orang yang belum tidur dan ada nenek.
" nek, nenek kenapa belom tidur.?" tanya khan
"iya sebentar lagi, masih menyiapkan barang-barang yang perlu dibawa digedung besok" jawab nenek
" acara ijab qabul jam 8 pagi, setelah itu disusul resepsi sampai sore" kata nenek, sambil menyentuh lengan khan dengan tangannya.
"sanee sedang apa dikamar, dari tadi siang sampai sekarang nenek tidak melihatnya keluar dari kamar. apa sanee sakit.? tanya nenek khawatir. segera khan mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan nenek, tidak mungkin sekali khan menjawab kalau dia dan sanee sedang melakukan perbuatan yang tidak seharusnya diceritakan.
__ADS_1
"owh, sanee tadi sedang memijat badanku nek. badanku Teresa pegal sekali. oleh sebab itu sanee tidak keluar sama sekali ku suruh memijat dan kami melihat film tadi. sekarang dia sedang tidur" kata khan
"syukurlah, kalau dia baik - baik saja. nenek khawatir sekali. oiyah, ambilkan makan istrimu dari tadi siang nenek tidak melihat dia makan dan nenek lupa tidak menyuruh pelayan mengantarkan makanan. karena ada beberapa kesibukan" kata nenek
" tenang saja nek, aku Akan membawakan makanan nanti." ujar khan. nenek tersenyum, dan melepaskan lengan khan.
" jaga istrimu baik- baik. nenek may istirahat dulu. besok ada jadwal padat" kata nenek, lalu meninggalkan khan didapur.
" iya nek" balas khan. setelah nenek pergi berlalu, khan mengambil piring yang diisinya nasi dan beberapa lauk. dia juga membawakan untuk sanee.
bersambung...
__ADS_1