Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
extra part kejutan


__ADS_3

"kenapa gue gak bisa baca fikiran Bagas ?" Elsa melirik sekilas Bagas yang tengah mengemudikan mobil nya


"loe mau bawa gue kemana ?" tanya Elsa akhirnya


"ke taman " sahut nya singkat


"ngapain ,ini sudah sangat sore sebentar lagi gelap ,Vano pasti akan segera pulang "


"gue di suruh sama Vano membawa loe ke taman , katanya ada seseorang yang pengen ketemu sama loe " sahut Bagas membuat dahi Elsa berkerut


"seseorang....apa Vano juga ada di sana ?" tanya nya lagi


"iya ada "


Elsa tak lagi bertanya ,ia hanya diam dengan berbagai kegundahan dan pertanyaan di benak nya


hingga akhirnya mobil pun berhenti


Elsa turun dari mobil di ikuti Bagas ,lalu Elsa menatap sekeliling yang sudah nampak gelap ,ya karena tadi Bagas dengan sengaja berhenti di setiap tikungan , ada saja alasan nya , entah itu ingin buang air kecil ,membeli minum , cemilan , atau setiap melihat warung angkringan pun Bagas berhenti hanya sekedar berpura-pura menanyakan makanan yang tak dijual oleh pedagang itu ,


"pak ada es campur tidak " dengan konyol nya Bagas menanyakan es campur pada penjual sate


Bagas sengaja mengulur waktu ,agar pas datang ke taman keadaan sudah gelap


Berkat Shema ,Elsa tak bisa menggunakan kekuatan nya untuk saat ini ,hal itu membuat Elsa bingung dengan diri nya sendiri


"kenapa gelap sekali " gumam Elsa


dengan mengusap perut buncit nya ,Elsa menoleh pada Bagas ,namun Elsa dibuat terkesiap saat tak melihat Bagas .


" gas...Bagas ....Bagas.....loe dimana?" teriak Elsa


"ya Tuhan ....ada apa ini , kemana Bagas pergi ,lalu kenapa gue gak bisa lihat apa pun " Elsa sudah mencoba menggunakan kemampuan nya untuk bisa melihat di kegelapan namun hasil nya nihil


hingga sebuah lilin tiba-tiba menyala dengan sendirinya ,satu persatu lilin itu menyala ,lilin itu menyala berderet mengikuti arah jalan , di samping kiri kanan berjajar rapih pula bunga mawar dan lili , Elsa memperhatikan lilin yang menyala itu hingga tepat di depan air mancur dengan serentak lilin-lilin lain menyala bersamaan , tak sampai di situ saja bahkan air mancur nya pun terlihat menyala dengan sangat indah ,semburat warna pelangi dapat terlihat dengan jelas ,entah bagaimana cara nya bisa seperti itu .


Pandangan Elsa beralih pada tumpukan boneka berkarakter shoun the sheep, namun yang jadi pertanyaan kenapa semua karakter nya hanya Timmy dan Bitzer saja .


"apa jangan-jangan......" Elsa melihat sekeliling yang hanya terdapat bunga mawar dan lili saja serta lilin yang menyala yang apinya bergoyang saat terkena angin ,namun tak sampai padam .


Elsa mengecek ponselnya ,ia memperhatikan no berfoto profil gambar Bitzer


"apa mungkin dia yang melakukan ini ,tapi untuk apa , lalu dimana Vano,Bagas bilang Vano juga berada di sini , tapi....."


TAK


Teeeeeettttt......


tiba-tiba terdengar suara letupan dan bunyi terompet ,taburan kelopak bunga mawar pun berjatuhan menghujani nya .


Elsa terperanjat dan menengadah ,ia pun membalikan tubuh nya saat merasakan seseorang berada di belakang nya .


Seketika Elsa terdiam ,dengan mata yang sudah berkaca-kaca ,ia melihat Vano tengah membawa setangkai mawar putih di tangan nya , tiba-tiba Vano berlutut dengan bertumpu pada satu kaki nya yang di tekuk.


"happy birthday "


"Vano...." lirih Elsa


"selamat ulang tahun sayang , maaf tidak bisa menjemput mu " ucap nya


Elsa meraih bunga itu lalu mencium nya , namun tiba-tiba

__ADS_1


Hacciiihhhh......


"sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Vano segera berdiri


"tidak ,hanya bersin saja ,aku lupa memberitahu mu kalau aku sedikit alergi serbuk bunga " ucap nya


"hah ,ya ampun ,maafkan aku tidak tahu " sesal Vano lalu meraih bunga itu dan membuang nya


"kenapa dibuang ?" tanya Elsa


"aku gak mau nanti kamu kenapa-napa lagi " ucap Vano


"aku gak apa-apa,hanya hidung ku saja yang terasa gatal , tadi juga aku udah nahan saat melewati bunga-bunga itu " tutur Elsa


"sekali lagi maaf ya "


"iya gak apa-apa" sahut Elsa


"ayo duduk " Vano menggendong Elsa dan mendudukan nya di kursi yang sudah ia siap kan .


di depan terdapat meja yang sudah ada kue ulangtahun dengan hiasan guguk dan embe ,apa lagi jika bukan Timmy dan Bitzer .


"kenapa tema nya shoun the seep?" tanya Elsa


Vano tak langsung menjawab ia malah duduk bersimpuh di hadapan Elsa


"dulu aku punya teman chating ,kita mempunyai julukan masing-masing, Timmy dan Bitzer ,dan ternyata Timmy itu kamu " ucap Vano


"apa....kamu....." Elsa mengingat saat siang tadi teman chat nya minta bertemu di taman , dan bahkan Bagas mengatakan ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya


"jadi ....kamu ...."


"ya ,....gak nyangka kan , awal nya aku juga gak nyangka saat tahu jika kamu itu sebenarnya teman chat aku "


"sejak .....aku hendak mencari mu ke hutan dulu ,aku mencoba menghubungi mu tapi aku merasa tak asing dengan no ponsel mu ,ternyata cocok "


"kenapa baru mengatakan sekarang ?" tanya Elsa


"lupa " Vano terkekeh


"ah iya ayo tiup lilin nya , mulai sekarang jangan pernah lagi takut menghadapi hari ulangtahun mu, karena kutukan yang kamu bilang itu ,sudah tak berlaku lagi , kamu sudah menemukan cinta mu ,yaitu aku ,aku sangat mencintai mu jauh lebih besar dibanding diriku sendiri ,jadi mari kita rayakan nya ,jangan takut lagi ok " Vano pun mengecup kening Elsa ,dan seketika itupun Elsa dapat kembali merasakan kekuatan nya,ia juga tahu jika ada banyak pasang mata mengintip mereka


"aku fikir kekuatan ku hilang, jadi kamu dan Shema yang memanipulasi ku " batin Elsa saat melihat sosok Shema ular berkepala dua juga turut hadir di sana,Vano hanya tersenyum sambil menaik turunkan kedua alis nya


Riska yang tengah bersembunyi bersama Reno ,hanya menunduk tak ingin melihat kemesraan pasangan suami itu , hati nya sakit melihat nya , Reno yang menyadari itu pun hanya menggenggam tangan Riska , sambil berbisik


"kamu pasti bisa "


Riska hanya merespon dengan anggukan kecil ,tak dipungkiri jauh di dalam hati nya Reno juga merasa sakit saat melihat gadis yang ia cintai masih mencintai laki-laki lain . Saat Reno berusaha menenangkan Riska , sebenarnya Reno juga tengah menenangkan hati nya sendiri.


Sedangkan Bagas yang berada di sisi lain nya ,ia bersama Tasya dan tim sukses lain nya juga bersembunyi


"wah , so sweet banget mereka ,gue jadi mau punya pacar deh kaya Vano" gumam Tasya


"loe mau cowok kaya Vano ,gak bakalan ada" Bagas menyahut seraya berbisik


"yeee....bukan kaya Vano juga .... duh gini ya maksud gue yang romantis seperti romantis nya Vano ke Elsa ,gue gak pernah nyangka tahu , cowok sedingin Vano bisa romantis gitu" ucap Tasya lagi


"ooooh ,kirain ..."


"huh ....kirain apa ,jangan ngadi-ngadi deh " Tasya mendorong pelan bahu nya Bagas

__ADS_1


Elsa dan Vano terdiam mendengarkan semua isi hati orang-orang yang turut mensukseskan acara kejutan ini , namun pasangan suami istri itu enggan untuk mengurusi mereka , keduanya ingin menikmati malam romantis ini berdua .


"eh iya ,itu tadi lilin-lilin nya kenapa bisa nyala sendiri ya , apa ada sensor atau apa gitu ?" tanya Tasya


"nah itu dia gue juga gak ngerti " jawab Bagas


"lebih baik kita pergi saja , jangan ganggu mereka" Bagas menginterupsi semua orang yang tengah bersembunyi untuk pergi ,dan satu persatu mereka akhirnya pergi meninggalkan taman itu ,hanya ada Elsa dan Vano kini .


***


"mau langsung pulang ,atau mau mampir dulu kemana ?" tanya Reno pada Riska saat keduanya sudah berada di dalam mobil


" hm....mau makan dulu lapar aku , di rumah juga makanan nya itu-itu saja ,aku mau makan ketoprak ,sudah lama juga aku tak makan makanan itu" ucap Riska


"siap ....sekarang juga kita meluncur ke tempat penjual ketoprak " seru Reno lalu menghidupkan mesin mobil nya


Sementaranya itu Bagas yang juga hendak mengantar Tasya pulang mendapat telpon dari mama nya ,ia pun segera menjawab


"ya halo ma, .....apa.....sekarang juga ....gak bisa besok apa ma, ini kan sudah malam ,atau nyuruh orang lain kek" sahut Bagas


Tasya memperhatikan samping nya


"ok ....ok ...aku jemput sekarang " Bagas pun akhirnya memutuskan sambungan telpon nya


"ada apa ?" tanya Tasya


"nyokap nyuruh gue jemput anak temen nya , temen gue juga sih teman masa kecil gue ,cuma dia satu tahun lebih muda dari gue " sahut Bagas seraya menyalakan mesin mobil nya


"emang nya temen loe abis dari mana ?" tanya Tasya lagi


"dia tinggal di kampung , tiap libur sekolah gue suka liburan di kampung nyokap ,kita juga tetanggaan di kampung ,dan katanya dia dapat panggilan kerja di kota " sahut Bagas lagi


"udah lama banget kita gak ketemu ,terakhir kita bertemu itu saat gue masih SMP ,gue kelas dua dia kelas satu" tutur Bagas sambil membayangkan wajah lugu teman perempuan nya


"oh ya ...lama banget ya , apa loe gak bakal salah jemput nanti kan loe gak tahu wajah nya sekarang ?" ucap Tasya


"iya juga ya " Bagas pun memikirkan bagaimana nanti ia akan menjemput nya sedangkan ia sendiri tak tahu seperti apa rupa gadis yang akan di jemput nya


"eh.... stop...stop rumah gue udah kelewat tuh ,hm....pasti sudah gak sabar pengen ketemu teman lama kan jadi nya gagal fokus " ucap Tasya meledek


"hehe....maaf ,iya gue penasaran banget seperti apa wajah nya saat ini , pasti tambah cantik "


deg


Tasya yang sudah melepas sabuk pengaman nya pun sontak terdiam


"loe kenapa ,katanya mau turun kok diem , atau loe mau ikut ?" tanya Bagas


"hah ,enggak kok ,ya udah semoga loe gak salah jemput ya , thanks udah di antar pulang " dengan cepat Tasya turun dari mobil


sambil menatap mobil yang sudah menjauh Tasya bergumam lirih


"jadi teman lama nya perempuan "


***


Hai hai......author kaleng-kaleng nyapa lagi nih , jangan lupa tuk mampir di cerita ku yang lain nya ya ,klik aja deh profil ku ,nanti judul cerita nya juga muncul .


oh iya author kaleng-kaleng ingin minta tolong nih ,tolooooong banget bantu like part tangis bahagia (teror guna-guna)


__ADS_1


makasih🙏🙏🙏


__ADS_2