
happy reading 😘
.
.
.
.
Setelah Wira di pindahkan ke kamar rawat ,mereka semua ikut masuk ke dalam kamar itu , kamar yang lumayan luas menjadikan ruangan itu tidak penuh sesak walau mereka semua ikut masuk.
"ya Tuhan " lirih Jay saat melihat penampakan Wira kini yang seluruh tubuh nya di balut kain perban ,bak mumi begutulah kira-kira ,hanya memperlihatkan wajah nya saja ,meskipun di wajah juga terluka tapi tak separah yang di tubuh nya ,hanya luka lebam dan goresan di dahi dan pipi sebelah kiri .
"kak....ini ...siapa ?" tanya Kenan polos
"Kenan sayang , kakak tahu kamu pasti bingung dengan kejadian ini ,tapi kakak mau menceritakan sesuatu ,kamu mau dengar ?" tanya Elsa ,Kenan pun mengangguk
"pria yang sedang tidur di sana itu ,dia papa mu ,papa kita dan ini ...." Elsa meraih tangan Vina
"mama kita " ucap Elsa
"tapi....ibu bagaimana?" tanya nya masih bingung
"kamu diselamatkan oleh ibu saat masih bayi , sedangkan yang melahirkan mu ,ini ...mama Vina " jelas Elsa
"aku masih tak mengerti kak " cicit nya
"ya sudah gak apa-apa, nanti kalau sudah dewasa kamu pasti mengerti ,sekarang kamu istirahat gih " pinta Elsa menyuruh Kenan naik ke atas kasur yang ada di samping tempat tidur Wira
"Vano ,Elsa ,Daddy pamit dulu ,ada masalah kantor yang harus segera diselesaikan , mommy mu juga katanya sudah di kantor nunggu Daddy,gak apa-apa ya ,Daddy tinggal dulu ,nanti Daddy ke sini lagi " ucap Jay
"iya Dad,tak apa " sahut Vano
"kabari Daddy jika ada sesuatu" Jay pun langsung pergi
Elsa menatap tajam punggung Jay ,namun bukan ke Jay nya akan tetapi pada sosok yang mengikuti nya dari belakang .
"itu kak Vino" bisik Vano
"oh... pasti dia juga takut pada ku ?" tanya Elsa
"ya , semua hantu takut padamu,tapi pada ku tidak " ucap Vano seraya mengedipkan mata nya
"kamu tunggu di sini,aku mau cari makanan dulu ,kamu pasti lapar kan ?" tanya Vano
"iya ,jangan lama-lama,ingat jangan yang di goreng " pinta Elsa
"siap tuan Puteri " Vano menundukan kepala nya lalu beranjak meninggalkan kamar rawat itu setelah sebelumnya berpamitan pada Vina dan ibu Sri kedua mertua nya
"maafkan mama ,mama tidak menghadiri pernikahan kalian " lirih Vina menatap sendu pada Elsa
"tak apa ma, yang penting doa nya saja "
"iya mama doakan semoga pernikahan mu selalu bahagia , jangan sampai kamu mengikuti jejak mama dan papa mu " ucap Vina seraya menyentuh tangan Elsa
"iya ma ,terima kasih "
__ADS_1
"bi Sri , terima kasih karena sudah mau merawat dan membesarkan anak-anak ku ,aku tidak tahu bagaimana jadi nya jika tidak ada bi Sri " ucap Vina beralih menatap ibu Sri
"iya nyonya ,tidak apa-apa saya ikhlas merawat Kenan " sahut nya
"kenapa hanya Kenan ?" tanya nya
"sebenarnya kita baru saja bertemu 3 tahun yang lalu ,saat aku pergi ke desa tempat tinggal ibu ,lalu aku bertemu Kenan dan entah mungkin karena ikatan batin aku langsung sayang dan tidak mau meninggalkan nya ,makanya aku memboyong Kenan dan ibu ke kota,tapi aku sendiri baru tahu baru-baru ini jika Kenan adalah adik kandung ku" tutur Elsa
"lalu selama ini kamu tinggal bersama siapa ?" tanya Vina lagi
Elsa pun menceritakan perjalanan hidupnya dari mulai meninggal nya sang nenek hingga tinggal bersama keluarga angkat nya ,sampai ia tinggal sendiri karena merasa bersalah dengan kematian kakak angkat nya , Vina menitikan air mata nya setelah mendengar penuturan Elsa , ia merutuki kebodohan nya karena sudah tega menelantarkan anak-anak nya .
"sudah lah ma, tak perlu di sesali yang sudah terjadi ,kita ambil saja hikmah nya ,jika aku tidak mengalami kehidupan seperti itu aku mungkin tidak akan bisa seperti sekarang ,mungkin aku akan menjadi anak manja yang selalu bergantung pada orangtuanya " ucap Elsa lagi saat mendengar isi hati nya
"iya ...kamu benar ...maaf kan mama" lagi ....Vina memeluk Elsa dengan erat
"kak...itu om nya tangan nya bergerak" ucap Kenan menujuk jemari Wira yang bergerak
Elsa pun beranjak dan segera memencet tombol yang tak jauh dari sisi ranjang nya ,hingga tak lama kemudian seorang dokter dan suster pun datang .
Elsa dan yang lain menunggu di luar ,sementara Wira di periksa
"ada apa, apa terjadi sesuatu pada papa?" tanya Vano datang dengan membawa beberapa kantong kresek warna putih
"papa tadi jari nya bergerak , dokter sedang memeriksa nya " ucap Elsa seraya terus menatap pintu
tak lama pun pintu terbuka
"bagaimana dokter ?" tanya Elsa
"Alhamdulillah papa anda sudah siuman ,silahkan jika ingin melihat nya " ucap dokter paruh baya itu
"apa dokter Elsa serius sudah mengundurkan diri ?" tanya dokter paruh baya itu sebelum beranjak
"iya dok , ada hal yang harus saya lakukan dan saya akan menjadi sangat repot dan tidak bisa membagi waktu jika terus mengemban pekerjaan sebagai dokter " jawab Elsa
"oh ya baiklah ,tapi saya berharap anda akan kembali bergabung lagi ke rumah sakit ini " ucap dokter itu lagi
"iya dok " sahut Elsa sekenanya
dalam hati dokter itu berkata
"padahal tidak ada dokter yang seberani dia , semua nya pada takut "
Elsa hanya terkekeh pasal nya ia sudah mendengar dari Bagas dan Reno jika semenjak keluar nya Elsa ,keadaan kamar mayat jadi semakin horor ,jangan kan malam hari siang hari pun beberapa tim forensik di buat ketakutan dengan keisengan pada tak kasat mata yang berada di sana .
"kamu seorang dokter?" tanya Vina
"hm ... hanya dokter forensik" sahut nya ,Vina pun kembali menangis ,ia sangat merasa bersalah ,ia tak tahu apa-apa tentang Elsa ,makan nya ,pakaian nya ,pendidikan nya ,darimana Elsa mendapatkan uang untuk bisa menyelesaikan pendidikan nya
"mama tak usah sedih dan tak perlu menyalahkan diri mama atas apa yang sudah terjadi , seperti yang aku katakan tadi,aku tidak akan menjadi seperti sekarang jika aku tidak mengalami kesulitan dulu " ucap Elsa
"tapi darimana kamu bisa membayar biaya sekolah dan kuliah kamu nak?"tanya Vina
"Alhamdulillah...aku memiliki cukup uang ,nanti aku kasih tahu mama ,aku juga ada kejutan buat mama " ucap Elsa yang tak ingin dulu mengatakan nya
"lebih baik sekarang kita ke dalam ,papa pasti sudah merasa bingung saat ini " ucao Vano
__ADS_1
dan benar saja setelah mereka masuk ke ruang rawat Wira ,Wira nampak kebingungan ,bagaimana dia bisa berada di tempat ini ,dan siapa uang sidah menolong nya
"papa sudah bangun ?" ucap Elsa berdiri di sisi nya
"ka...ka..kamu ...si...a...pa..?" tanya nya
"papa minum dulu ,papa haus kan ?" Elsa menyodorkan air minum dengan menggunakan sedotan ,dan langsung di sambut Wira ,ia menyedot air minum itu hingga tersisa sedikit
"sepertinya papa sangat haus sekali " Elsa tersenyum
"kamu ...."
"aku Elsa pa,....putri papa " Elsa menitika air mata
"E.... Elsa.... putri ku ..... sungguh kau putri ku ?" tanya nya
"ehm....iya ,maafkan aku ya pa,aku baru tahu jika papa di sekap " ucap Elsa seraya menghambur ke pelukan Wira
"papa juga minta maaf , karena tidak bisa menjaga mu " lirih nya
pandangan Wira teralih pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usia nya
"Vi...na...."
"iya ,ini aku , maaf ini semua terjadi karena aku" ucap Vina
Elsa pun melepas pelukan nya
"tidak ,ini bukan salah mu ,kita hanya korban ,korban dari keegoisan nya " ucap Wira sambil menerawang jauh pada kejadian bertahun-tahun yang lalu
"Kenan sini duduk sama kakak " pinta Vano untuk duduk di sofa sedangkan ibu Sri duduk di kursi plastik tanpa sandaran di dekat pintu
Wira melirik sekilas pada Vano dan Kenan ,lalu berucap
"kamu ingat saat liburan kita ke Bali dulu , liburan yang bisa dikatakan adalah liburan terakhir kita " Vina pun mengangguk
Flashback
Saat itu Vina yang memang sudah dekat dengan Riska karena Elsa dan Riska bersekolah di sekolah menengah pertama yang sama namun keduanya tidak dekat karena Riska yang selalu murung dan menyendiri waktu itu .
Vina yang merasa kasihan karena tahu Riska yang tak memiliki ibu pun selalu datang menghibur nya , namun meskipun begitu baik Riska maupun Elsa mereka tak pernah bertemu,karena meskipun mereka bersekolah di sekolah yang sama kelas mereka berbeda.
Semenjak kedekatan mereka Riska tak lagi murung ,senyum dan tawa nya pun kembali hadir dalam diri gadis kecil itu , melihat itu Darwin pun merasa bahagia , dan ketika Riska mengutarakan keinginan nya untuk menjadikan Vina mama nya Darwin pun mencari cara agar bisa mengambil hati Vina , ia pun mulai menyusun siasat agar rumah tangga Vina dan Wira berantakan .
Saat tahu jika Vina pergi berlibur di Bali ia pun mulai menjalan kan rencananya
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
to be continued