
Tak berselang lama rombongan keluarga dan teman-teman nya akhirnya sampai di rumah sakit ,banyak orang menatap heran ,pasal nya pasangan pengantin baru Riska dan Reno masih mengenakan pakaian pengantin mereka , sedangkan yang lain nya pun penampilan nya tak kalah rapih .
"apa aku salah masuk tempat ,apa mereka yang salah tempat ,bukan kah ini rumah sakit ?tapi kenapa mereka berpakaian seperti itu ,mana ada pengantin nya juga lagi " fikir kebanyakan yang melihat
"maaf tuan-tuan nyonya-nyonya ,ini pada mau kemana ya, ini rumah sakit bukan tempat melangsungkan pernikahan" tegur salah seorang staf rumah sakit ,dan tak lama kemudian seorang satpam turut bersama staf lain .
"iya kami tahu ,kami ke sini ingin melihat anak kami yang melahirkan di rumah sakit ini " jawab Vina
"maaf kalau boleh saya tahu siapa nama pasien nya ?" tanya salah satu staf yang tadi membawa satpam
"Elsa Safira, suami nya nama nya Vano " Wira yang menjawab
"Elvano Darren Manuel" sambung Jay
staf itu terkesiap mendengar nama yang di ucapkan Jay ,ia pun sontak menundukan kepalanya saat mengetahui atasan nya berada bersama rombongan itu, ya Jay merupakan pemilik rumah sakit itu.
"maaf pak saya tidak tahu , mari saya antar ke ruangan rawat nya ,tuan muda Vano eh istri beliau sudah melahirkan dan kini sudah di pindah ke ruang inap " ucap staf itu gelagapan
"tak perlu,sebutkan saja di kamar mana kalian menempatkan menantuku " ujar Jay
"di kamar inap VIV khusus " jawab nya lagi
"bagus ....ayok semuanya kita ke ruangan Elsa " ajak Jay pada rombongan
"saya juga pak" seru satpam itu menunjuk diri nya
"kenapa saya harus mengajak mu?" tanya Jay mengerutkan kening
"tadi bapak bilang Bagus ayok semuanya kita masuk berarti tadi bapak mengajak saya juga ,,wah terima kasih banyak pak,tapi mohon maaf pak saya masih harus bertugas menjaga keamanan "
Jay nampak memijit pelipis nya ,ia lupa jika nama satpam itu Bagus, jadi pasti tadi dia GeEr .
"ya udah sana kamu kembali bekerja " ucap Jay kemudian ,ia tak ingin ambil pusing masalah Bagus barusan.
"hahaha.....kok bisa ya dia salah faham gitu " Bagas tergelak di ikuti yang lain juga ikut tertawa .
namun tawa mereka terhenti saat seorang laki-laki paruh baya menyapa Jay
"selamat siang tuan Jay .....wah akhirnya bisa bertemu di sini, maaf saya tidak tahu anda sedang ada acara rupanya ,tapi saya senang karena bisa bertemu anda di sini" ucap nya
"selamat siang juga tuan Yudistira ,memangnya ada keperluan apa ya ,apa masalah pekerjaan,jika ia bisa kita bahas lain waktu ,soal nya saya buru-buru hendak melihat cucu saya yang baru lahir " ucap Jay
"cucu.....anak nya Vano ? kapan menikah nya kok saya tak tahu " tanya nya terkejut
"menikah nya sekitar sepuluh bulanan yang lalu, memang menikah nya tak di hadiri banyak orang ,hanya keluarga inti dan teman- teman saja ,acara nya juga hanya sederhana " sahut Jay lagi
"wah ....saya benar-benar merasa terkejut sekali loh padahal tadinya saya ingin menjodohkan putri saya dengan putra anda yang tinggal satu-satunya itu ,tapi ternyata saya sudah ke colongan ya " tutur nya
"Dad.....ayok..." bisik Marsha
__ADS_1
"maaf ya tuan saya sudah terburu-buru ,kami semua sudah tidak sabar ingin melihat cucu kami " ucap Jay
"oh ya ...silahkan ,maaf sudah mengganggu waktunya " ucap pria paruh baya bernama Yudistira itu
Namum selajutnya dahi Yudistira berkerut saat melihat Tasya ,sama hal nya dengan Tasya ,tadi ia sempat terkejut juga karena bisa kembali bertemu dengan pria paruh baya itu .
"kenapa dia bisa bersama tuan Jay ,siapa nya tuan Jay ,bisa gawat kalau dia buka mulut " batin nya menatap tajam punggung Tasya yang sudah menjauh
Bagas memperhatikan raut wajah Tasya yang berubah gusar dan seperti mencemaskan sesuatu ,Bagas pun bertanya
"kamu kenapa ?"
"gak apa-apa" jawab nya
"jangan bohong ,pasti ada sesuatu kan ?" tanya nya lagi
"a...aku....aku takut"suara Tasya bergetar
"takut kenapa ?" tanyanya lagi
"apa yang kami takut kan ?" tanya Vina yang berjalan di samping Tasya
"aku takut ancaman nya terjadi karena tadi aku kembali bertemu dengan nya " ucap Tasya yang sudah tak bisa menyembunyikan ketakutan nya
"jangan bilang jika laki-laki tadi adalah orang yang mencabut lisensi kebidanan mu?" terka Riska
semua orang berhenti melangkah dan menatap Tasya penuh dengan tanda tanya
Riska menceritakan apa yang Tasya ceritakan waktu itu pada nya , dan hal itu membuat mereka menjadi geram apalagi Jay , ia justru lebih marah apalagi mengingat tentang ucapan nya yang ingin menjodohkan anak nya dengan Vano, apalagi anak Yudistira hanya satu-satu nya jadi berarti Yudistira ingin memberikan anak nya yang sudah bekas orang itu ,Jay tak terima ,apalagi ini sudah termasuk kasus pembunuhan ,aborsi berarti membunuh dan praktek itu sangat tidak di benarkan dan tidak di anjurkan rumah sakit manapun .
Jay pun tak ingin tinggal diam , ia menghubungi beberapa anak buah nya untuk mencari bukti kejahatan Yudistira.
"kamu tenang saja selama ada om dia tidak bisa melakukan apapun pada mu" ucap Jay menenangkan Tasya
"makasih ya om" Tasya bisa sedikit lebih tenang dari sebelum nya , padahal tadinya ia ragu untuk memberi tahu mereka ,tapi jika dia diam saja memendam masalah ini sendiri maka pria bernama Yudistira itu akan semakin seenak nya .
"tak apa,orang seperti itu memang pantas mendapat hukuman, baiklah kalian naik lift yang itu karena kita tidak akan muat dalam satu lift" ucap Jay ketika mereka sudah tiba di depan lift
sementara itu di ruangan nya Elsa sudah selesai memberikan ASI untuk bayi tampan nya
"bagaimana,apa rasanya sama dengan ku ?"tanya Vano menaikkan satu alisnya
"apa an sih " dengus Elsa
"sayang....ayolah beri aku sedikit saja stamina agar aku bisa kuat menjalani puasa ku" rengek Vano
"iih.....kenapa kamu malah jadi seperti ini sih " Elsa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Vano
"please....." Vano menatap penuh harap ,ia sangat tak tahan dari tadi saat melihat pay*dara Elsa yang membesar apalagi melihat bayi nya menyusu dengan sangat lahap ,membuat nya menelan ludah dengan susah
__ADS_1
"nanti saja ,mereka udah sampai tuh " Elsa menujuk gagang pintu yang bergerak-gerak
"janji ya" Vano mengacungkan jari kelingking nya ke hadapan Elsa
" iya...udah ah gak enak sama yang lain,udah sana buka kunci nya " ucap Elsa merasa jengah
begitu pintu terbuka semua langsung berbondong-bondong masuk
"kakak....." seru Kenan masuk paling dulu dengan berlari
"ini keponakan kecil ku kak ?"tanya nya menujuk bayi di dekapan nya
"iya , nanti kamu ajak main ya ,kalau usianya sudah cukup untuk di ajak bermain " ucap Elsa
"tentu dong ,aku akan menjaga nya tak akan ku biarkan siapapun menyakiti nya "ucap nya lagi
semua orang tersenyum mendengar ucapan Kenan
semua rombongan itu masuk ke dalam ruangan VIV ,beruntung ruangan itu sangat luas ,saking luasnya mungkin orang se RT pun bisa muat ,helleh author berlebihan ya kegedean kalau se RT mah ðŸ¤
"sini mama mau gendong bayi kalian " pinta Vina pada Elsa yang masih memangku bayi nya
"eh enak saja,,, aku lah ...Oma nya juga pengen gendong" seru Marsha tak mau keduluan besan nya
"aku juga nenek nya " Vina tak mau kalah
"tapai aku ingin yang pertama yang gendong" seru Marsha
"hey...hey....hey....kenapa malah berebutan ,tuh yang kalian rebutin udah di gendong kakek nya " seru Jay
ternyata Wira sudah mengambil start duluan ,melihat istri dan besan nya ribut ia menggunakan kesempatan itu untuk menggendong cucu nya
"yaaa....keduluan deh " gumam keduanya
"wah ...tampan nya , lucu banget tahu ,iiih gemes...." ucap Tasya yang di angguki Riska
"kalian berdua kapan bikin yang begini ?" tanya Vano pada sepasang pasutri baru
Riska menoleh
"kalian tenang saja cepat atau lambat Riska juga pasti akan hamil ,kita akan buat adonan yang juga sama bagus nya sama buatan kalian " celetuk Reno
"loe fikir bikin donat apa ,pake adonan segala "Bagas menoyor kepala bagian belakang Reno
bluss....
Riska merona mendengar nya
"oh iya apa bayi kalian sudah di beri nama ?" tanya Tasya
__ADS_1
***