
Alarm menunjukkan pukul 03.00 pagi, khan membaca al-quran sembari menunggu shubuhan. Sampai waktu shubuh tiba ia sholat dan bergegas untuk siap – siap pernikahannya. Diteleponnya lagi sanee. Lalu diangkat
“ assalamualaikum “ ucap khan
“ waalaikum salam, ya khan?” balas sanee
“ kamu mau, minta mahar apa.?” Tanya khan to the point
“ mahar?” jawab sanee bingun
“ Iya, mas kawin “ celetuk khan.
“ uhmmt, aku menerima apa yang kamu berikan kepadaku" kata sanee
Perkataan sanee membuat khan bingung sendiri.
“ ayolah, bilang saja sanee. Jangan membuat aku bingung" bujuk khan
“ seadanya uang di dompetnya aja" celetuk sanee
“ sebentar" kata khan, lalu membuka dompetnya. Ternyata uang di dompetnya hanya tersisah 119 ribu saja. Maklum ia jarang membawa uang cash.
“ Sanee, apa kau becanda.?” Tanya khan. Sanee pun bingung apa yang salah darinya.
“ Kenapa khan?” tanya sanee balik
“ Uang ku didompet tinggal 119 ribu" jawab khan jengkel
“ Ya sudah itu saja maharnya" kata sanee
“ ya sudah , kalau itu mau mu." kata khan, sebelum khan salam sanee sudah mematikan teleponnya. Khan pun geleng- geleng kepala. Lalu, di whatsapp oleh khan.
Khan : kenapa kamu mematikan telepon tanpa salam
Sanee : aku sedang dikamar mandi, apa aku harus salam.?
Melihat balasan sanee khan pun memakluminya. Padahal sanee hanya mencari alasan saja, ia terasa jengkel. Karena, pernikahan ini terlalu cepat baginya. Terdengar suara bel, sanee langsung membukakan pintunya. Yah, waktunya sarapan.
...
Khan pun, memesan dari butik ternama dikota itu melalui aplikasi. Ia membeli barang – barang untuk seserahan pengantin, yah meskipun akad nikahnya dihadiri hanya beberapa orang saja. Namun, khan juga ingin memperlakukan sanee layaknya seorang pengantin. Dibelinya, sajadah, mukena, al-quran. Baju gamis dan tas branded. Sengaja ia tidak membelikan cincin kawin, perhiasan dan sepatu. Karena ia tidak punya waktu dan tidak tau ukurannya. Bel rumahmya berbunyi ternyata itu kakek absy. Disambutnya dengan penuh kebahagiaan. Khan memeluknya.
“ semoga lancar dan barakkah" ucap kakek absy
“ terima kasih kek" balas khan
“ Nenek dan dinnar sudah di hotel untuk menemani sanee" kata kakek absy
Tiba – tiba, bel rumah berbunyi kembali dilihatlah. Bapak oJol, mengantarkan nasi padang kesukaan kakek absy.
“ mas, mau bayar cash atau pakai aplikasi saldo yah" kata bapak ojol.
“ pakai aplikasi saldo yah” kata khan. Khan mengutak – ngantik ponselnya. Tetapi, belum ada notifikasi saldo masuk. Setelah di cek, ternyata ia belum isi ulang.
Astaghfirullah, saldo habis. Batin khan, sambil mencep.
“ pak, tunggu sebentar. Saya bayar cash aja. Saldo habis. Maaf pak yah, tunggu" kata khan. Lalu, di buru – buru masuk kedalam mengambil dompetnya. Setelah itu ia menghampiri bapak ojol tersebut.
“ berapa pak, 110 mas" kata bapak tersebut.
“ ini , pak makasih yah" ucap khan sambil menyodorkan uangnya.
“ Iya mas, sama-sama" balas bapak ojol tersebut.
Lalu, khan menutup pintu rumahnya. Jarak beberapa langkah khan melangkah, tiba – tiba bel berbunyi kembali.
“ Siapa lagi?” kata khan sedikit kesal.Lalu dibukanya, dan ternyata hozen.
“ Kamu.?” Tanya khan heran
“ Nganterin, berkas bos" jawab khan
“ Ayo, masuk" perintah khan. Hozen pun masuk kedalam,dan khan menutup pintunya. Mereka berjalan menuju ruang tamu. Dilihatnya ada kakek absy, hozen pun memberikan salam dan mencium tangan kakek absy.
“ Kek, makan dulu. Ini nasi padang kesukaan kakek” perintah khan. Khan pun meletakkan nasi itu dimeja.
“ khan tinggal ke atas sebentar kek. Zen tunggu disitu sebentar" kata khan
Khan meninggalkan mereka untuk naik ke kamarnya untuk bersiap- siap.
“ hozen, bagaimana kabarmu nak. Lama sekali kita tidak bertemu?” tanya kakek menanyakan kabar hozen, mungkin kurang lebih tidak pernah bertemu selama 6 bulanan.
“ alhamdulillah kek, baik. Kakek sendiri. Sehat.?” Tanya hozen balik
“ Alhamdulilah sehat" jawab kakek absy
“ alhamdulillah, kakek sendirian.?” Tanya hozen
“ tidak, tadinya bersama nenek dan dinnar tapi mereka menyusul sanee" jawab kakek absy
__ADS_1
“ Sanee?” kata hozen tidak mengerti, sendari kemarin khan juga menyebut nama itu.
“ sanee, calon khan. Hari ini mereka akan menikah” kata kakek absy, hozen pun tak percaya. Kalau sahabatnya dari kecil mau menikah hari ini dan dia tidak pernah bercerita sama sekali.
Tumben sekali, adnan tidak bercerita. Batin hozen
“ Kamu kapan akan menikah?” tanya kakek absy
sambil tersenyum
“ Hehehe, doakan saja kek" jawab hozen nyengir.
Beberapa menit berlalu. khan turun dengan pakaian jaz biru dongker rapi. Hozen pun melihatnya, lalu menghampiri khan.
“ adnan, kamu ini mau menikah. Kenapa tak cerita kepadaku" kata hozen
“ Sorry sob, bukan maksudku begitu. Ceritanya panjang.” Kata khan
“ Semoga lancar yah, selamat adnan, barakkallah" kata hozen sambil memeluk khan
“ Thanks sob" balas khan sambil memeluk hozen. Lalu, mereka melepaskannya.
“ Kau mau ikut, jadi saksi.?” Ajak khan
“ baiklah dengan senang hati sob" kata hozen
...
“ Cantik sekali yah” kata dinnar
“ Iya, cantik" kata nenek absy
Mereka berdua melihat, sanee yang sedang berdiri memakai baju gaun pernikahan berwarna putih.
“ sudah siap” kata perias itu
Lalu, sanee menghampiri dinnar dan nenek absy.
“ Ayo, sanee kita berangkat. Khan sudah on the way" ajak dinnar
“ Iya mba,” balas sanee
“Semoga lancar yah, nduk" ucap nenek absy sambil memegang tangan sanee
“ aamiin" ucap sanee
Lalu, mereka menuju ke KUA. Mereka sudah dijemPut mobil Alpard berwarna hitam. Didalam mobil, sanee deg-deg an.
Sampai halaman KUA , mobil yang ditumpangi khan dan sanee tiba bersamaan. Keluarlah orang – orang di dalam mobil itu. Tak terkecuali khan dan sanee. Mereka sambil melihat dari arah kejauhan. Lalu, mereka mendekat.
“ Kakek" kata sanee lalu mencium tangan kakek absy
“ kau siap nak?” tanya kakek absy.
Sanee hanya mengangguk, sambil mencoba tersenyum. Lalu, mereka berjalan menuju ruangan akad. Sesampai ruangan. Khan bertemu ahmad temannya yang menjadi kepala kau.
“ sudah siap bro.?” Tanya ahmad
“ inshaallah siap” kata khan sambil melirik sanee. Dilihat sanee hanya menunduk.
“ ayo silahkan duduk” kata ahmad kepada semua yang hadir. Semua pun duduk. Tak terkecuali sanee dan khan yang duduk berdampingan karena mereka akan akad.
“ Khan, mana maharnya?” tanya ahmad
“ Mahar?” kata khan bingung, ia teringat bahwa dia belum mengeluarkan maharnya. Sanee pun melihat khan kebingungan.
“Dompetmu”kata sanee pelan.
Lalu, khan mengeluarkan dompetnya. Dan dilihatnya. Khan kaget kalau uang cash nya habis hanya tinggal 9000 ribu.
“ khan ayo, siapkan maharnya. Supaya segera dimulai akadnya" kata kakek absy
Khanpun bingung. Lalu, akhirnya khan mengeluarkan kartu atm. Semuanya bingung. Begitu dengan sanee.
“ kakek, apa sah. Akad ini meskipun aku memberikan mahar berupa atm. Aku lupa tidak menyiapkan uang maharnya" perjelas khan
Semua yang ada tertawa lepas. Kecuali sanee dia tegang.
“ Bro, apa kamu pinjam uang ku saja. Hahaha" kata hozen sambil tertawa
“ atm nya saldonya ada ga khan, hahahs" kata dinnar
“ Mashaallah, baru kali ini khan ada calon manten kaya kamu.. hahaha" kata ahmad
“Aku lupa belum tarik tunai bro hehehe" kata khan nyengir
“ Nak, atmnya ada saldonya tidak.? Kalau kamu menjadikan itu mahar pernikahan tetap sah. Tapi semua uang yang ada di dalam atm itu adalah milik istri mu. Dan kamu tidak boleh memakainya sepersenpun. karena kamu tidak menjelaskan berapa saldo yang ada didalamnya” Perjelas kakek absy
“ ada kek, ada saldonya. Aku tidak akan memakai uang yang ada didalam atm itu. Karena itu sudah hak istri kek" kata khan
__ADS_1
“ nak senaa, apa kamu ikhlas menerima mahar ini kurang atau lebihnya yang ada di atm tersebut.?” Tanya kakek absy kepada sanee yang dari tadi terdiam
“ iya kek, aku ikhlas" kata sanee sambil mencoba tersenyum
“ Baiklah, kalau semunya sudah siap. Saya mulai. Khan ayo" kata ahmad
Lalu, khan dan ahmad saling menjabat tangan. Mereka membaca basmalah, istighfar , membaca shalawat nabi, dan latunkanlah akad oleh ahmad.
“ khalan" ucapan ahmad terakhir. Langsung khan berbalas :
“qabiltu nikah khaha watazwijaha bil mahril madzkur"
“Sah.?” Tanya ahmad kepada semua
“ sah" jawab serempak semua. Lalu, semua mengangkat tangannya untuk berdoa. Lalu, khan dan sanee saling berhadapan. Lalu, sanee menunduk.
“ Khan, berikan tanganmu ke sanee dan biarkan dia mencium tanganmu. Karena sekarang dia istrimu" perintah kakek absy, khan hanya mengangguk. Lalu, khan menyodorkan punggung tangannya ke sanee. Sanee hanya melihat saja.
“ sanee ciumlah,tangan suamimu" kata nenek absy.
Lalu, sanee mencium tangan khan. Mereka merasakan perasaan aneh.
“ hey, khan kau tidak mencium kening istri mu" celetuk dinnar
Mata khan terbuka lebar, sanee hanya menunduk saja.
“ hahaha, masih malu – malu” kata hozen
“ ciumlah, itu sunnah rasul" kata ahmad
Lalu, khan mencium kening sanee dan berdoa. Sanee semakin deg-deg an. Begitu juga dengan khan.
“ Ini surat nikah kalian yah, semoga sakinah ma waddah warahma" ucap ahmad
“ iya , aamiin. Terima kasih" kata khan
“ Iya, terima kasih" kata sanee juga
Setelah ijab qabul selesai. Kakek absy , nenek absy , dinnar. Pamit pulang langsung.
“ Ya sudah, kami pulang dulu. Pesanku untuk kalian berdua. Jalanin pernikahan ini dengan ikhlas. Karena pernikahan itu ibadah yang paling lama. Percayalah allah akan menumbuhkan cinta diantara kalian" bisik kakek absy kepada khan dan sanee.
“ Iya kek, terima kasih kek" jawab khan
“ makasih kek, hati-hati" kata sanee
“ Kalian jangan lupa maen kerumah yah" kata nenek absy
“ inshaallah" jawab khan dan sanee
“ Pokoknya, kalian langgeng terus yah sampai kakek nenek dan besok hadir yah di pernikahanku. Inshaallah aku kabari hari dan tanggalnya" kata dinnar
“ Inshaallah, kami akan mengusahakannya" kata khan. Sanee pun mengangguk dan tersenyum.
Lalu, mobil mereka melaju meninggalkan mereka. Disini tinggal khan, sanee dan hozen .
“ Pak bos, kita mau kemana.?” Tanya hozen
“ pulang lah" jawab khan singkat
“ ga mau honey moon bos" kata hozen
“ zen, mau ku potong gajimu apa kuku mu" ancam khan
“ Hahaha, kuku bos” tertawa hozen
Sanee hanya terdiam, dia duduk di belakang dengan khan. Sedangkan hozen yang menyetir. Meskipun khan dan sanee duduk berdampingan mereka nampak canggung.
“eheeem.. pengantin baru kaga ada suaranya" celetuk hozen
“ Zen, fokus saja tak usah mulutnya bersenandung" sindir khan
“ Hahaha, baik pak bos" kata hozen
Lalu, sampailah mereka dirumah khan. Didepan rumah.
“ besok kamu jemput aku pagi yah, awas kalo terlambat.” Ancam khan
“ Ok bos” kata hozen
Lalu,mereka turun dari mobil itu.
“ mas hozen, terima kasih" kata sanee
“ ok .. sanee" balas hozen
“ Hati- hati bro" kata khan sambil menepuk pundak hozen
“ Asslamualaikum “ ucap hozen
__ADS_1
“ Walaikum salam" ucap khan dan sanee