Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
Amarah Elsa


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


.


.


Elsa sungguh terkejut dengan apa yang terjadi ,ia sangat takut dan marah tapi dia mencoba untuk tenang karena bagaimana pun ia tidak ingin menujukan kekuatan nya pada siapa pun.


"jangan ada yang mendekat ,atau bergerak..!" ancam Darwin


"mas apa yang kamu lakukan ?" Vina bicara dengan air mata yang sudah berlinang


"aku melakukan ini juga untuk mu ,untuk kita ,aku sudah lakukan segala cara untuk bisa hidup dengan mu ,tapi anak sialan mu itu selalu saja merecoki dan aku benci ,hanya aku dan anak ku saja yang boleh kau sayangi " ucap Darwin


"kau egois Darwin " sentak Jay


"hahaha ...ya itu nama tengah ku , kau ....berani sekali kau berkhianat pada ku dan menikahkan anak mu dengan gadis sialan ini ....kau juga pembantu tidak tahu diri berani-beraninya membawa kabur bayi yang ingin ku lenyapkan ,sekarang juga matilah kalian semua " teriak nya seraya menodongkan senjata api nya pada ibu Sri


"tutup mulut mu ....berani sekali kau mengatakan kata-kata buruk pada menantu ku " Jay menatap garang


"huh....memang seperti itu kenyataan nya " Darwin mendengus


"jangan ...ku mohon " tubuh Vina sudah bergetar karena ketakutan di sertai air mata yang sudah mengalir deras


"diam kau "bentak nya


"kakak....takut ..." Kenan memeluk Elsa erat


"jangan takut ada kakak disini, pindahlah ke belakang kakak,peluk kakak dari belakang " bisik nya ,Kenan pun mengangguk dan langsung berpindah ke belakang tubuh Elsa dan melingkarkan tangannya di perut kakak nya itu


Melihat Darwin yang sudah siap melepaskan peluru nya Elsa dan Vano keduanya saling berpegangan tangan ,menyatukan telapak tangan mereka ,mereka berinteraksi dalam diam hingga sedetik kemudian mereka saling lirik dan mengangguk ,hingga kemudian suara letusan senjata api pun terdengar menggema di ruang itu


DOR


"aakkkhh...."


Darwin memekik saat merasakan sakit di kaki nya darah segar pun mengalir deras


Seketika itu Vina pun terlepas dari rengkuhan nya dan menghindar dari nya


Tentu saja hal itu membuat semua yang berada di sana melongo dan terkejut ,bagaimana bisa senjata api yang di todong kan nya pada orang lain tapi justru peluru nya malah berbelok dan bersarang di betis nya sendiri


"bagaimana ini bisa terjadi " rintih nya


Ia merasa heran dan bingung sendiri kenapa tembakan itu malah mengenai nya sendiri ,padahal jelas-jelas moncong senjata api nya ia arahkan pada orang lain ,tapi kini malah diri nya yang mengerang kesakitan


"jangan pernah mencoba untuk menyakiti orang-orang yang aku sayangi ,karena aku tidak akan tinggal diam " ucap Elsa menatap tajam


"kau ... gadis kurang ajar ,apa yang kau lakukan padaku hah...?" tatapan nya nyalang menatap Elsa


"aku....memang nya aku melakukan apa ?" ucap Elsa balik menatap nya tajam


"aku bukan gadis lemah lagi yang selalu bisa kamu ancam sesuka mu , tapi aku juga berterima kasih pada mu ,berkat mu aku bisa menjadi seperti sekarang ,kini aku tak takut lagi pada mu " teriak Elsa

__ADS_1


"seharusnya kamu juga melenyapkan mu ,sama seperti aku melenyapkan Wira,aku fikir kamu hanya lah gadis lemah yang tak akan melakukan apa-apa,tapi rupanya aku salah " ucap nya sedikit terkekeh


"apa kau bilang ...apa yang kamu lakukan pada papa ku ?" Elsa terkejut mendengar ucapan nya


"kau jahat mas , aku tidak sangka kamu bisa melakukan hal keji itu , menjauhkan aku dari anak-anak ku bahkan ingin melenyapkan bayi ku,dan kau apa yang kamu lakukan pada Wira ...?kau bukan manusia , aku membenci mu , pergi kamu dari hadapan ku , aku tak ingin lagi melihat mu " teriak Vina mengusir Darwin


"kau mengusir ku sayang , .... " tatapan mata nya berubah jadi gelap ,ia terlihat seperti orang yang haus darah ,seperti binatang buas yang ingin menerkam mangsa , disertai kekehan Darwin mengatakan


"hahaha......" tiba-tiba saja Darwin tergelak


"kau benar-benar sakit " gumam Jay


" apa ini kamu yang sebenarnya " Vina menatap nanar pria yang tak lain adalah suami nya itu , sungguh ia sama sekali tak menyangka ,jika laki-laki yang selalu memperlakukan nya dengan lembut ternyata itu hanya bagian dari sisi lain nya saja ,dan sebenarnya dia lebih menakutkan dari yang Vina bayangkan


"Dad,aku harus pergi ,papa nya Elsa saat ini kritis dia masih hidup "seru Vano menatap Jay


"darimana kamu tahu , lalu bagaimana dengan nya ?" tanya Jay menujuk Darwin


"Elsa bisa mengatasinya , ya kan sayang ?" tanya nya menatap Elsa yang di jawab anggukan kepala


"memangnya kau tahu tempat nya calon menantu ku " Darwin terkekeh


"aku sama sekali tak sudi jadi calon menantu mu,memimpikan nya saja tak ingin , jadi stop bicara apapun padaku ,karena tanpa kau beritahu pun aku bisa tahu dimana kau menyekap mertuaku " Vano langsung pergi meninggalkan rumah itu


Elsa menatap tajam Darwin yang masih terkekeh menatap punggung Vano yang berjalan menjauh ,dan ketika Darwin mengalihkan lagi tatapan nya pada Elsa ,Elsa pun terhenyak saat melihat gambaran kejadian yang sudah terjadi lewat kedua mata Darwin


Seorang pria tengah di ikat kedua kaki dan tangan nya di papan yang berbentuk lingkaran ,papan lingkaran itu pun di putar oleh satu orang sesuai perintah orang yang berdiri di depan nya


Seorang laki-laki yang tak lain adalah Darwin berjalan ke samping nya meraih beberapa benda-benda tajam seperti pisau belati dan suriken ,ada cambuk juga di meja itu.


tak


belati itu menancap tepat di samping kelapa sebelah kiri nya


tak


Darwin kembali melemparkan satu suriken ,dan yang ini tepat mengenai kaki nya


"aaakkhh...." pria itu merintih menahan sakit juga pusing karena putaran itu,darah pun menetes ke segala arah akibat putaran .


"karena kamu sudah mengetahui segalanya ,maka kau harus merasakan akibat nya , sudah beruntung aku hanya membuat kalian bercerai ,dan tak langsung melenyapkan mu, tapi kau malah berniat membongkar semua kerja keras ku " ucap Darwin datar sambil terus melempar belati demi belati ,juga suriken nya


beberapa meleset namun ada beberapa juga yang mengenai tubuh nya , keadaan nya sangat mengenaskan sekarang ,tubuh nya sudah berlumuran darah ,wajah nya memucat ,rasa mual dan pusing yang timbul mengiringi rasa sakit di sekujur tubuh nya , ia ingin berontak tapi keadaan nya yang lemah juga terikat kuat membuat nya harus pasrah dengan keadaan .


"kurang ajar,apa yang kamu lakukan,kau menyiksa papa ku ,dasar iblis tak punya hati " geram Elsa


Habis sudah kesabaran nya ,ia benar-benar tak bisa lagi menahan emosi nya setelah penglihatan nya barusan , kini mata nya sudah berubah membuat Darwin terkejut dan terhuyung ke belakang .


"Bu, Dad, bawa Kenan dan mama pergi ,aku tak bisa membiarkan nya begitu saja ,setelah apa yang ia perbuat pada keluargaku , dia harus membayar nya " ucap Elsa tanpa menengok ,ia mengepalkan kedua tangan nya


"tapi....


"kau....siapa kau sebenarnya....."ucap Darwin terbata ,terlihat sekali ketakutan di dirinya


"kenapa ....kau takut ,dan ini lah aku " Elsa berkalan perlahan dan Darwin mundur


tanpa menghiraukan mereka yang masih berdiri di belakang nya ,Elsa mengarahkan tangan nya dan seketika itu juga tubuh Darwin terangkat ke udara


"untuk perceraian orang tua ku "

__ADS_1


bruk


Darwin terjatuh di atas lantai berubin


"untuk adik kecilku " Elsa kembali membuat tubuh nya melayang di udara dan


bruukk


Darwin kembali menghantam lantai


"untuk diri ku sendiri yang hampir mati oleh mu, meskipun aku tidak menyesal karena memberikan darah ku untuk ibu ku sendiri ,meskipun keadaan ku yang tengah sakit, mati pun tak apa ,asal melihat ibuku selamat,tapi caramu yang tidak berprikemanusiaan , yang aku tak bisa memaafkan mu"


brukk


"ahh...." Darwin merintih saat tubuh nya kembali menghantam lantai


"dan ini.....untuk papa ku " Elsa mengangkat tinggi-tinggi tubuh Darwin hingga membentur langit-langit rumah


ketika Elsa hendak menjatuhkan nya, Shema datang mencegah nya


"hetikan Puteri "


"kenapa aku herus berhenti ,orang ini sudah banyak membuat hidup ku menderita " ucap Elsa tersengal


"tapi Puteri sudah melakukan yang seharusnya , sekarang biar orang itu mempertanggung jawab kan kejahatan nya ,


jika Puteri melakukan lebih bahkan membunuh nya ,lantas apa beda nya Puteri dengan nya " ucap Shema ,yang entah kenapa Elsa merasa tak habis fikir dengan ular itu , bisa-bisa nya dia berkata seperti itu ,dia itu siluman atau malaikat ,kenapa kata-kata nya sangat bijak sekali


Elsa pun luruh dan menurunkan Darwin yang sudah sangat shock karena ini merupakan pengalaman pertama nya dapat melayang tanpa bantuan alat apapun ,dan ini begitu tak masuk akal bagi nya ,bukan hanya Darwin saja ,Jay ,ibu Sri ,Vina ,dan Kenan pun mereka sampai tak bisa berkata-kata melihat hal tak masuk akal di depan mata nya .


brukk


Elsa menjatuhkan nya setelah jaran nya tinggal satu meteran saja mengenai lantai , dan Darwin pun langsung pingsan seketika.


Bertepatan dengan itu polisi datang dan langsung membawa Darwin


"siapa yang lapor polisi " batin Jay ,namun ia merasa heran karena beberapa polisi itu sama sekali tak mengucapkan sepatah kata pun , tapi tidak bagi Elsa ,ia menyunggingkan senyum nya , setelah tahu siapa polisi-polisi itu .


"Elsa.....tadi itu.....


Jay masih belum bisa mengerti dengan apa yang dilihat nya ,apalagi Elsa yang terlihat berbicara pada seseorang namun tak ada satu pun yang dapat melihat lawan bicara nya


Nanti aku jelaskan sekarang aku harus menyusul Vano, kalian tetaplah di sini


.


.


.


.


.


.


to be continued


👉sepertinya masih ada beberapa part lagi menuju end , tadi nya aku mau bikin tamat satu atau dua part lagi ,tapi ternyata itu jauh dari ekspektasi ku

__ADS_1


__ADS_2