
saat sanee dan khan bercakap-cakap dengan kakak dinnar yang ke-3 bernama kak mila dan anaknya. tiba - tiba hp khan bergetar. ia melihat ada pesan dari farid teman kuliahnya.
farid : khan, 2 hari lagi kita wisuda. besok ada yudisium.
khan minta izin keluar gedung untuk menelpon. sanee hanya mengangguk.
...
saat ditempat parkir, khan menelpon menanyakan perihal yudisium dan wisuda. setelah menelpon farid khan kendak masuk kedalam gedung. ia disapa lita.
"khan.!" panggil lita, sambil melambaikan tangan. khan mencari suara itu dan dilihatnya seorang yang nampak asing dengan rambut terurai, namun nampaknya mereka pernah bertemu. diingat-ingit lagi oleh khan
siapa dia? sepertinya perempuan yang kemarin.? aku lupa namanya.kenapa dia ada disini.? batin khan
" khan, ini aku lita yang kemarin dikereta" kata lita memperkenalkan diri lagi
" owh, iya" kata khan pelan
" kau juga diundang disini.?" tanya lita
" iya, aku saudaranya dinnar" jawab khan
kenapa dinnar tidak pernah menceritakan kalau dia punya saudara tampan seperti ini? tanya lita dalaman hati
" owh, jadi kamu saudaranya dinnar.? Aku teman sma nya. kita bertemu lagi yah" kata dinnar sok akrab
" iya, sudah dulu yah. Aku ada keperluan di dalam" kata khan berpamitan
"iya, sampai jumpa lagi yah" kata lita berharap mereka bertemu lagi.
khan tidak menjawabnya, hanya tersenyum tipis.
lita melihat, khan berlalu.
__ADS_1
lihat saja, pelan-pelan kita akan bertemu dan berjumpa lagi. batin lita
...
" nanti sore, kita harus pulang. besok aku ada yudisium dikampus" bisik khan kesanee. sanee melihat khan dengan heran
" kenapa harus mendadak seperti ini" kata sanee
" ada informasi mendadak dari temanku" kata khan
" ya sudah lah, ayo siap-siap sekarang dan pamit kepada kakek, nenek dan kakak semua" ajak sanee
akhirnya sanee dan khan berpamitan.
" bila ada waktu, main lagi kerumah yah" kata nenek absy kepada khan dan sanee. mereka hanya mengangguk dan tersenyum.
...
setelah sampai dirumah dan berkemas. mereka berpamitan dengan pelayan dirumah. setelah itu mereka diantar supir pribadi ke stasiun dan mereka sudah berada didalam kereta. saat sanee ingin selfie dihpnya. ia melihat bekas cupangan dilehernya.
" khan" panggil sanee
" iya, ada apa.?" tanya khan
" aku malu" kata sanee
" kenapa.?" tanya khan heran
" ini" jawab sanee sambil menunjuk bekas di daerah lehernya. khan menelan ludah.
kenapa sekarang nampak, padahal tadi tidak ada. batin khan
" tadi aku menutupinya dengan bedak, dan ternyata luntur" kata sanee
__ADS_1
"kau malu.?" tanya khan sambil menatap sanee dalam
" aaaku.. aaaku.. aaku" jawab sanee gagap
" hahaha" khan tertawa, sanee terdiam malu dan sambil mengosok lehernya
" mau lagi.?" bisik khan, sanee hanya melotot sambil menatap khan.
" hahaha, aku becanda. kau taukan prinsipku" kata khan menang
" dasar.!" kata sanee, lalu mencubit lengan khan.
khan mengutak ngatik hpnya, sanee hanya melamun di perjalanan sambil melihat ke jendela. sampai khan selesai bermain dengan hpnya, sanee menatap ke jendela sambil melamun.
"hey, kau melamun.?" tanya khan
"ha.?" tanya sanee kaget
" melamun apa., apa yang sedang kau lamunkan dan kau pikirkan?" tanya khan penasaran
" aaaa.. aku" jawab sanee terbata - bata
" mulai, gagapnya. jawab saja kenapa.? Atau kau melamun tentang kejadian semalam.? heeey, kau sedang dalam pengaruh permen kemarin. dan aku hanya membantumu" kata khan panjang, sambil mengetuk kening sanee dengan jari telunjuknya
" iya,, aku tau. apa aku harus berterima kasih kepadamu hah.?!" kata sanee kesal
cih, kenapa aku harus berterima kasih. itu juga kesalahannya. batin sanee
khan hanya tersenyum, geli. sanee mengejeknya dengan mengangkat bibirnya manyun.
"kau melamun apa.?" tanya khan masih penasaran dan menatap sanee serius
*hey, berhenti menatapku seperti itu. aku takut. melihat mu dengan wajah serius seperti itu. batin sanee.
__ADS_1
bersambung*..