
Semilir angin malam berhembus menerpa wajah pasangan kekasih yang baru jadian , kedua nya tengah menikmati pemandangan malam ibu kota di rooftop sebuah hotel ,kedua nya selesai menghadiri acara resepsi pernikahan salah satu kolega Reno .
Kerlap kerlip lampu kendaraan beserta gedung lain nya menjadi pemandangan indah malam itu apalagi ditambah dengan ratusan juta taburan bintang yang menghiasi langit malam tak kalah indah dipandang mata .
"malam ini cerah ya, banyak bintang bertaburan di langit " ucap Reno
"hm ..iya....cantik banget " gumam Riska sambil terus memandangi bintang di langit
"iya ,kamu cantik "
"dih ,ko aku, aku bilang kan bintang nya yang cantik " ucap Riska
"tapi kamu lebih cantik dari semua bintang yang ada di langit " sahut Reno lagi
"dasar gombal "
"kok gombal sih ,beneran deh ,kamu paling cantik " ucap Reno lagi ,namun Reno tiba-tiba terdiam saat melihat Riska yang tiba-tiba diam nampak melamun
"gue cantik tapi kenapa Vano lebih memilih Elsa " batin nya ,memang Riska masih belum bisa melupakan Vano,hati nya saja masih terasa sakit ketika mengingat Vano, namun ia terus berusaha untuk melupakan nya dan mencari kebahagiaan nya sendiri,meskipun sulit
"Riska ...." Reno menyentuh bahu Riska ,hingga membuyarkan lamunan nya ,Riska pun menoleh
"iyah.....ada apa?" tanya nya
"kenapa ?"
"hem....apa nya ,kenapa ?" tanya Riska
"kamu kenapa bengong ada yang kamu fikirkan ?" tanya Reno ,namun Riska menggeleng
"enggak ada kok ,aku hanya merasa kenapa semua nya nampak tak adil buat ku, dari kecil aku sama sekali tidak pernah merasakan bagaimana rasanya di peluk seorang ibu,jangankan merasakan belaian nya melihat wajah nya langsung pun tak pernah ,hanya lewat foto ,dan itu terasa sakit buat ku dimana aku melihat semua teman-teman ku menceritakan ibu nya,tapi aku ....hanya papa yang ku punya ,hingga akhirnya ada mama Vina yang memberikan kasih sayang nya padaku ,tapi rupanya kasih sayang nya tidak tulus " lirih Riska
"kenapa kamu berfikiran seperti itu?" tanya Reno
"karena ternyata dibalik kasih sayang mama ada campur tangan papa ,papa melarang mama untuk menemui anak nya dan berhubungan lagi dengan nya ,dan hanya harus mengurusku ,apa itu tidak terlihat seperti paksaan , papa memaksa mama Vina untuk menyayangi ku " ucap Riska lagi
Reno menghembuskan nafas sebelum berbicara
"kalau menurut ku Tante Vina bukan nya tidak tulus sayang padamu , dia sangat menyayangi mu sama seperti dia menyayangi Elsa ,cuman rasa sayang dan cinta nya yang juga sama pada papa mu membuat Tante Vina terpaksa menjauhi Elsa karena ingin bersama mu , coba kamu fikir kan apa pernah sekali saja Tante Vina berbicara kasar padamu , memperlakukan mu seperti anak tiri yang ada di sinetron-sinetron?"
"ya ....tidak juga ,selama ini mama Vina selalu memperlakukan ku dengan baik ,tapi apa itu bukan karena ancaman papa ,makanya perlakuan nya seakan dia sangat menyayangi ku?" tanya Riska
"kalau papa mu mengancam nya ,pasti hidup nya tidak nyaman bersama kalian , kalau yang aku lihat Tante Vina nampak bahagia hidup bersama kalian, aku juga pernah melihat betapa romantisnya mereka berdua saat di acara ulangtahun mu dulu,terlihat raut bahagia dari nya ,kalau pun beliau berpura-pura akan sangat terlihat ,tapi aku sama sekali tak melihat kesedihan di wajah nya,dan apa kamu tahu ,saat Tante Vina tahu papa mu meninggal Tante Vina nampak terpukul , dia terus saja menangisi papa mu , setiap hari ia mendatangi makam papa mu ,meskipun ia tahu kesalahan papa mu tapi rasa sayang dan cinta nya lebih besar dari rasa kecewa nya pada papamu ,percayalah Tante Vina sangat menyayangi mu " ucap Reno
__ADS_1
Riska diam tak bergeming,lalu Reno kembali berucap
"terlepas dari kesalahan yang papa mu perbuat itu karena ia sangat menyayangi putri cantik nya ,papa mu tidak mau kamu memiliki kasih sayang yang cacat ,mungkin cara papa mu saja yang salah ,tapi hebat nya Tante Vina bisa memaafkan kesalahan nya, itu karena ia menyayangi mu" Reno menyentuh tangan Riska dan menggenggam nya
"jangan nangis ,nanti luntur bedak nya " Reno mengusap lembut pipi Riska
"isshh kamu tuh bukan nya bilang ,jangan nangis nanti cantik nya hilang seperti kebanyakan cowok bilang sama cewek nya " Riska mengerucutkan bibirnya sambil menahan senyum ,ia malu sendiri dengan ucapan nya
"ya kan aku berbeda , aku Reno Sebastian putra sulung dari Riko Sebastian,calon suami mu "
Riska sontak menatap nya
"kau bilang apa?"
"calon suami mu,kenapa ....tujuan sebuah hubungan kan menikah ,memang nya kamu tidak mau menikah ?" tanya Reno
"bukan begitu, tapi sampai saat ini aku masih belum bisa ....
"tidak apa-apa, pelan-pelan saja ,aku juga tidak akan memaksa ,aku akan menikahi mu jika kamu sudah bisa mencintaiku ,tapi kalau belum juga ....ya aku akan tunggu sampai kapan pun "
"tapi ....bagaimana jika aku malah jatuh cinta pada laki-laki lain?" tanya Riska tiba-tiba
"aku akan bunuh laki-laki itu ,enak saja aku yang udah stand by dari jaman kuliah malah jagain kamu doang ,orang lain yang dapet " celetuk Reno
"astaga ...itu tidak akan pernah terjadi ,aku gak mau kamu jadi pembunuh gara-gara aku , baiklah aku akan berusaha ,tapi kamu juga harus membantu ku " Riska tak habis fikir kenapa Reno sampai berfikir akan jadi pembunuh ,padahal Reno hanya bercanda ,ia tak akan mungkin melakukan hal itu, baginya apapun asal gadis yang bersama nya bahagia ia rela meskipun melihat nya dengan laki-laki lain .
Reno tahu apa yang ia harapkan tak mungkin sama dengan apa yang terjadi di masa nanti ,ia hanya berharap apapun yang terjadi ia akan bisa menerima nya dengan lapang dada.
Sementara itu
Vano dan Elsa yang selesai dari menonton memilih untuk berjalan-jalan di taman ,suasana malam tak menjadikan tempat itu sepi , mungkin karena malam ini adalah malam Minggu jadi banyak pasangan muda-mudi memilih tempat itu untuk sekedar pacaran atau semacam nya , entah lah ....
Elsa tiba-tiba ingin pergi nonton film yang tak pernah ia suka ,namun mendadak menyukai nya , Vano pun sebagai suami yang sangat mencintai nya bersedia mengantar nya jangan kan hanya sekedar nonton ,membeli gedung bioskop pun jika Elsa mau akan ia belikan ,hingga Elsa terkekeh dengan ucapan suami nya.
"kamu ini ada-ada saja ,aku hanya ingin pergi menonton bukan mengingin kan gedung bioskop nya "
"kita duduk di sini " ajak Vano saat melihat kursi yang baru saja di tinggalkan orang sebelum nya
"kamu mau itu?" tanya Vano menunjuk pedagang permen kapas
"mau "
"tunggu sebentar" Vano pun beranjak membelikan permen kapas yang tak jauh dari tempat mereka berada
__ADS_1
Vano berdiri mengantri dengan beberapa pembeli lain dengan sesekali melirik Elsa seraya melayangkan senyuman nya .
Elsa tersenyum dan meraih ponsel nya saat merasakan ponsel nya bergetar,dilihat nya notifikasi dari berbagai berita online ,Elsa mengabaikan nya dan kembali memasukan ponsel pada saku jaket nya .
Namun tiba-tiba saja ia terbatuk-batuk saat merasakan kepulan asap berbau tembakau menerobos indera penciuman nya
"uhhuk.... uhhukk......"
Vano yang mendengar Elsa terbatuk menoleh dan langsung berlari ke arah Elsa .
"sayang .....kamu tidak apa-apa"
"tidak apa-apa" Vano melirik pada laki-laki yang berdiri tak jauh dari tempat mereka pun lalu menegur nya
"mas ,maaf ya ,itu rokok nya bisa di matikan atau minimal jangan terlalu dekat ,asap nya mengenai istri saya" tegur nya mencoba sopan
"apa masalah mu heh, .... apa aku meminta mu membayarkan rokok ku, seenaknya nya saja nyuruh matikan " laki-laki itu tak terima dan malah balik marah
"tapi.....
"sudah lah sayang ,kita lebih baik mengalah ,maaf ya mas " ucap Elsa lalu beranjak mengajak Vano pergi
"baiklah " kedua nya pun pergi meninggalkan laki-laki yang masih asik menikmati hisapan rokok nya
Namun tiba-tiba saja laki-laki itu mengaduh saat rokok yang ia hisap tiba-tiba saja bertukar posisi
Laki-laki itu mengumpat saat merasakan bibir nya yang terasa panas ,lalu membuang rokok yang masih menyala dan menginjak-injak nya dengan kesal .
"emang enak " cicit Elsa
"sayang kamu ini jahil sekali ya" Vano terkekeh melihat keusilan Elsa ,yang dengan sengaja menukar posisi rokok itu ,sehingga laki-laki itu malah menghisap ujung yang menyala
Dari atas pohon dekat laki-laki itu berdiri sosok kuntilanak tengah nangkring lalu melempari nya dengan belatung yang menghuni kepala nya .
pluk'
"ini apa an , kok kaya belatung ,tapi dari mana asal nya ?" tanya laki-laki itu pada diri nya sendiri sambil memperhatikan benda yang menggeliat-geliat di tangan nya , laki-laki itu celingukan
pluk'
"hah ,ada lagi?" kali ini lebih banyak , laki-laki itu mendongak ke pohon yang tak jauh dari nya,sontak saja laki-laki itu berteriak
"huaaaaaaaaa.............."
__ADS_1
"khikhikhikhi........ khikhikhikhi......." kuntilanak itu tertawa cekikikan melihat laki-laki itu lari terbirit-birit