
Acara pernikahan Riska dan Reno tinggal esok hari ,namun sampai saat ini Bagas tak juga bisa menemukan Tasya ,ia bahkan sudah mencari ke seluruh pelosok negeri ber ibukota Berlin itu namun sama sekali tak menemukan nya.
"harus mencari kemana lagi , negara ini udah gue obok-obok tapi gak ketemu juga , kira-kira dimana tempat nya bermalam ,bahkan seluruh hotel dari yang murah ke yang uwaw gue telusuri sampai ke gang kecil pun gue cari ,duh Tasya .....loe dimana ?"lirih Bagas ,ia menghempaskan b*kong nya di sebuah batu besar buatan di pinggir taman .
"apa gue telpon Vano,atau Riska ya ....tanyain apa Tasya udah balik " gumam nya
Bagas pun melihat dulu arloji nya ,
"di sana sudah tengah malam , pasti mereka sudah pada tidur ,tapi....apa salah nya gue coba" Bagas pun memutuskan untuk menelpon Vano ,namun hingga panggilan ke tiga tak ada jawaban ,Bagas pun berniat menghubungi Riska,namun ia tak ingin mengganggu nya karena mungkin gadis itu tengah terlelap dalam mimpi nya ,lalu Bagas pun memutuskan menelpon ke nomor Reno , baru saja terhubung sudah ada sahutan dari Reno.
"hm....ada apa ?" tanya nya
"calon pengantin belum bobok ?" tanya Bagas
"jijik gue denger nya " cibir Reno
"hahaha.....loe pasti gak bisa tidur ya ? Bagas tergelak
"yo'i gue gugup banget ini , nervous banget gue , loe kapan balik ,tega loe sampai loe gak datang " ucap Reno
"gue masih belum bertemu Tasya ,entah dimana rimbanya , gue malah mau tanya apa ada kabar dari Tasya ,kapan dia balik atau alamat nya gitu ?" tanya Bagas
"lah ,loe gak tahu yah ,di sini malah heboh banget tahu " ucap Reno hingga membuat Bagas mengerutkan keningnya
"heboh kenapa ?" tanya Bagas
"Tasya mau merryed "
"oh.....eh ....APA ....." Bagas terkejut saking terkejut nya ia sampai hampir terjerembab ke bawah
"yang bener lu,sama siapa ?" tanya Bagas shock
"gue sih gak tahu ya sama siapa tapi yang jelas katanya pernikahan nya di gelar di hari Sabtu tanggal 21 bulan 2 tahun ini , pukul 8 malam waktu setempat" ucap Reno
"tunggu hari Sabtu tanggal 21 berarti sekarang dong, jam 8 malam ,berarti sebentar lagi ,loe tahu di mana tempat nya ?" tanya Bagas lagi
"hotel Adlon Kepinski kalau gak salah "
"ok thanks " Bagas pun mengakhiri panggilan telpon nya secara sepihak
di kamar nya Reno tertawa terbahak karena merasa berhasil mengerjai Reno
"hahaha.....rasain gue kerjain ,orang Tasya cuman menghadiri acara nikahan anak paman nya,alias sepupu nya "
Ternyata setelah dua hari Tasya di Jerman ,papanya memberi tahu jika sepupu nya Anton akan mengadakan acara resepsi pernikahan .
__ADS_1
"duh ....gue lupa kan harus nyiapin diri gue buat besok , tuh kan keringat dingin lagi kan gue " keluh Reno ketika kembali teringat masalah nya
Reno yang terlalu gugup malah membuat dirinya tak bisa tidur.
Sementara itu Bagas yang mengetahui letak hotel itu pun segera melajukan mobilnya ke arah hotel yang di maksud Reno , jarak yang ditempuh memang tak terlalu jauh namun karena insiden kecelakaan di depan nya menjadikan jalanan macet parah ,hingga Bagas terus memukul setir karena kesal .
"s*al ...ini kapan maju nya sih dari tadi gak gerak-gerak nih mobil " gerutu nya mengumpat
"Sya.... please jangan nikah dulu,tunggu gue , gue cinta loe Sya " batin nya
"maafin gue yang terlambat menyadari " lanjutnya
Hatinya benar-benar merasa gundah gulana ,resah tak menentu , ia takut jika Tasya akan benar-benar menikah dengan pria lain ,dadanya berdenyut sakit saat membayangkan tiba-tiba ia datang dan Tasya sudah menjadi milik pria lain
"Ya Tuhan....tolong lah hamba mu ini , tolong lancarkan jalan nya agar aku bisa menjemput nya " doa Bagas terdengar lirih
"tunggu gue Sya....gue janji untuk gak menyia-nyiakan loe lagi,tunggu gue Tasya "
Akhirnya setelah beberapa kali maju sedikit demi sedikit kini jalanan kembali lancar normal ,Bagas pun kembali menancap gas mobil nya untuk segera menuju hotel itu tepat waktu .
Saking terburu-buru nya Bagas sampai tak memperhatikan penampilan nya , pakaian nya lusuh, sebelah kemeja nya masih masuk ke dalam celana nya namun sebelah nya keluar , kemeja bagian atas nya pun basah karena keringat ,juga rambut nya yang lepek ,plus wajah kusam nya karena rasa cemas membuat nya tak memperhatikan penampilan ,Bagas pun di tahan saat ingin memasuki hotel itu oleh beberapa orang petugas hotel juga security.
" bagaimana ini, apalagi gue juga gak punya undangan nya ,gue gak bisa masuk ,tapi kalau gue gak masuk gimana nanti Tasya , jangan sampai Tasya keburu sah jadi istri orang , gue gak sanggup Tuhan " hatinya berkecamuk pilu , ia tak ingin kehilangan Tasya
Hingga akhirnya Bagas memiliki sebuah ide ,konyol tapi ini jalan satu-satunya agar dia bisa menyelinap masuk .
Bagas terus menunggu momen dimana para petugas dan security-nya lengah ,baru ia akan menerobos masuk .
Bagas melengos pergi ke tempat yang tak terlihat saat salah satu security melihat ke arah nya ,namun security itu bukan lah orang bodoh apalagi di negara yang terkenal sebagai penghasil olahan susu , security itu berjalan mengikuti Bagas diam-diam .
dalam bahasa Jerman security itu bertanya
"maaf tuan , apa yang tengah anda lakukan di tempat ini ,gerak gerik anda sangat mencurigakan ?"
Bagas pun menjawab dalam bahasa yang sama meskipun sedikit kaku dan banyak yang salah nya
"kan saya sudah katakan saya ingin menemui teman saya tapi kalian tidak mengizinkan saya masuk karena saya tak ada undangan nya , makanya saya menunggu di sini " jawab Bagas
security itu mengangguk walau sebenarnya ia tak faham maksud nya
"baiklah ayo ikut saya " ajak security itu
"ah akhir nya " gumam Bagas
Bagas pun turut berjalan di belakang security itu ,namun perasaan Bagas berubah tak enak saat tiba-tiba saja security itu malah belok ke kiri , tepat nya ke pos ,di pos itu security itu menghubungi pihak kepolisian ,tentu saja Bagas terkejut bukan main .
__ADS_1
"waduh ini security geblek banget ya , masa gue di laporin ke polisi sih " batin nya
melihat security itu lengah Bagas pun tak membuang kesempatan ,ia pun berlari menuju pintu masuk hotel ,tepat para security dan petugas itu tengah menyambut tamu yang cukup banyak .
Tak membuang kesempatan lagi Bagas pun masuk menerobos para tamu ,melihat itu mereka pun langsung mengejar Bagas yang berlari tak tentu arah ,ia celingukan mencari bagian hotel yang mana yang di jadikan tempat pesta pernikahan itu .
hingga ia masuk ke dalam sebuah ballroom hotel yang sudah di desain apik dan mewah dengan dekorasi warna gold dengan rangkaian bunga tulip dan mawar putih mendominasi.
"TASYAAAAA......HENTIKAN PERNIKAHAN INI GUE CINTA SAMA LOE " teriak Bagas lantang dan menggema ,mengalahkan suara MC yang berbicara menggunakan microfon .
Semua yang berada di sana sontak menoleh dan menatap heran pada Bagas ,apalagi dengan penampilan Bagas yang amburadul begini ,tak terkecuali Tasya sendiri, namun mata Bagas belum bisa menemukan dimana Tasya berada .
"Bagas...." lirih Tasya
"a...apa tadi katanya....dia mencintai gue ,....gak gue pasti salah dengar ,bukan itu yang Bagas ucapkan tadi " Tasya menggelengkan kepala nya ,ia tak percaya jika Bagas benar-benar mengatakan hal itu
"tangkap orang itu " seru salah satu security menujuk Bagas
"eit.....kalian mau apa ,menjauh dari gue " Bagas menghindar dengan terus berlari ke sana kemari , tentu saja acara resepsi yang sudah di rancang sebegitu memukau nya jadi berantakan , gara-gara ulah Bagas
Para tamu pun banyak yang berteriak kala Bagas berlari dan berlindung di antara tubuh mereka, tak jarang juga Bagas mendapat geplakan dari mereka
"HENTIKAN " Tasya berseru
"gue akan berhenti kalau loe batalin pernikahan ini ?" teriak Bagas pula,ia masih mengindari tangkapan petugas ,ia belum menyadari jika gadis yang ia cari kini tengah menatap nya tajam bahkan Bagas belum melihat Tasya ,hanya suara nya saja yang bisa ia dengar ,dan ia fikir Tasya kini tengah berdiri di pelaminan.
hingga akhirnya Bagas berhenti di hadapan Tasya , Bagas memperhatikan penampilan Tasya dari bawah kaki hingga ke kepala ,tak ada tanda-tanda jika Tasya hari ini menikah .
"siapa yang nikah , orang ini acara resepsi sepupu gue " ucap Tasya tepat saat itu para petugas berhasil mencekal dan melumpuhkan Bagas hingga Bagas berlutut .
"jadi bukan loe yang nikah " tanya Bagas lagi seraya mendongak menatap Tasya
Tasya menggeleng
"woy....lepasin sakit ! " pekik Bagas pada dua orang yang memegangi nya
"pak lepas kan ,dia teman saya " ucap Tasya pada para security itu
"nona yakin?"
"ya" jawab Tasya
akhirnya mau tidak mau Bagas pun dilepaskan , karena mereka sangat tahu siapa Tasya jadi mereka mencoba percaya dengan apa yang di ucapkan Tasya tadi .
"loe apa-apa an sih lihat gara-gara ulah loe pesta pernikahan orang berantakan ,loe harus tanggung jawab " ucap Tasya
__ADS_1
"APA.....pernikahan orang ???"
***