Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
tertangkap


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


Bima merasa terkejut dengan respon Elsa setelah melihat daftar nama para korban pesawat jatuh itu.


"dokter Elsa , anda tidak apa-apa, apa yang terjadi , apa anda mengenal salah satu korban itu ?"tanya Bima yang kini sudah berjongkok di hadapan Elsa


Tak ada jawaban dari bibir tipis nya ,hanya sebuah isakan saja yang terdengar begitu lirih .


"Elsa ..." seru Reno dan Bagas yang ternyata mengikuti Elsa ,mereka sangat mengkhawatirkan Elsa saat ini .


Reno meraih berkas nama-nama korban yang tergeletak di depan Elsa


"ya Tuhan .... Vano" Reno pun ikut menangis bersama Bagas , mereka sama-sama merasakan sesak di dada nya ,apalagi melihat Elsa yang begitu terpukul .


"siapa Vano ?" batin Bima karena merasa tidak melihat ada nama Vano di berkas itu


"seharusnya ini gak terjadi jika dia tetap berada di sana, buat apa dia kembali jika hanya untuk mengantar nyawa , ini salah gue .....ini salah gue , seandainya saja gue gak ada di hidup nya ,ini semua gak bakal terjadi " Elsa kembali menyalahkan diri nya atas apa yang menimpa Vano sekarang


"apa yang loe katakan ,kenapa loe nyalahin diri loe sendiri ,ini semua takdir ,bukan salah loe ,bukan salah siapapun" sergah Bagas tak terima jika Elsa berkata seperti itu


"kalian gak akan mengerti " lirih Elsa lalu mendongak menatap langit ,ia sudah bisa mendengar suara bising mesin pesawat , meskipun pesawat nya belum terlihat , dan hanya dia sendiri saja yang dapat mendengar nya


Hati nya semakin merasa tak menentu , perih dan sesak yang ia rasakan saat ini badan nya pun bergetar ,hingga ia tak mampu berkata-kata ,saat melihat badan pesawat yang membawa para jenazah itu mulai terlihat.


hanya lelehan air mata nya saja yang menjadi saksi betapa ia sangat terpukul saat ini.


Tak membutuhkan waktu lama pesawat pun akhirnya mendarat , para awak media ,juga beberapa anggota kepolisian juga TNI pun ikut menyambut dan turut menjaga kemanan agar para pencari berita juga para anggota keluarga yang dari tadi menunggu tak terlalu mendekat saat pengevakuasian di langsung kan .


Jenazah akan di bawa dulu ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengecekan ulang seperti mencocokan nama,alamat dan DNA agar tak terjadi kesalahan saat jenazah di pulangkan ke rumah duka masing-masing.


Elsa menatap pilu melihat semua peti-peti mayat itu dimasukan ke dalam mobil ambulans.


...................


"jika ini adalah akhir dari cinta kita maka tidak ada alasan lagi untuk gue berada di dunia ini , sampai kapan pun gue hanya akan sendiri ,hidup gue hanya akan bertemankan sepi ,tak ada lagi yang akan memberatkan hati gue , semua nya sudah berakhir , hidup gue berakhir sampai di sini " batin Elsa dengan tatapan kosong nya


kini ia berada di sebuah taman , ia memilih untuk menyendiri saat ini ,sedangkan Reno dan Bagas mereka turut ke rumah sakit ,bersama keluarga Vano yang sudah berada di sana .


"hanya loe yang bisa buat hati gue nyaman , hanya loe yang mampu membuat gue percaya diri , hanya sama loe gue bisa banyak bicara gue gak bisa seperti ini terus , gue....harus mengakhiri nya,sebelum jatuh korban selanjut nya " gumam nya ,entah apa yang difikirkan nya saat ini,dan entah rencana apa yang akan dia lakukan .


"Puteri " Shema datang seakan tahu apa yang akan dilakukan tuan Puteri nya


"ada apa?" tanya Elsa datar


"saya mohon jangan lakukan apapun yang akan membahayakan mu Puteri " pinta nya


"huh...kau sudah tahu , aku hanya tidak ingin ada korban lagi , sudah cukup bagiku menyaksikan orang-orang terdekat ku celaka sampai kehilangan nyawa nya, kini aku harus mengakhiri nya "


"tidak Puteri , jangan lakukan itu ,tolong aku mohon fikirkan lagi ,jika itu sampai terjadi maka bukan hanya kami saja yang celaka ,Puteri juga akan kehilangan nyawa Puteri , tolong Puteri " Shema memohon sampai menunduk kan kepalanya hingga menyentuh ujung kaki Elsa


Tentu Elsa sangat egois ,jika dia tidak melihat dan peduli akan nasib Shema dan para siluman ular lain nya ,tapi ia juga sudah muak dengan hidup nya yang selalu membawa petaka bagi siapa pun.


Tidak mungkin juga ia mengorbankan mereka hanya karena keputus asa an nya .


"heeeeehhh....." Elsa menghela nafas panjang sambil memejamkan mata nya

__ADS_1


"lantas aku harus bagaimana , apa aku harus menjauh dan mengucilkan diri "lirih nya


"mungkin memang benar aku ditakdirkan untuk sendiri " lirih nya lagi


Kekalutan nya membuat dirinya tidak fokus dengan keadaan sekitar , dan rupanya seseorang tengah memperhatikan nya


"Puteri ....ada yang melihat kita " seru Shema yang mulai menyadari


"kalau begitu kau pergilah,atau biarkan saja ,siapapun tak akan ada yang bisa melihat wujud mu " sahut Elsa datar


"tapi Puteri " sergah Shema


"pergilah ,biarkan aku sendiri dulu" pinta Elsa yang memang saat ini tak ingin di ganggu


"tap....


"pergi " seru Elsa menghentikan ucapan Shema


"baiklah,jaga diri Puteri baik-baik, selalu waspada dan berhati-hati pada siapa pun " ucap Shema akhirnya mau tidak mau ia harus pergi meninggalkan Elsa sendiri , meski ia sangat berat ,karena entah mengapa Shema tiba-tiba saja merasa tidak enak saat melihat seseorang yang tengah memperhatikan dari kejauhan .


"akhirnya.....aku menemukan mu " ucap seseorang mengejutkan Elsa yang tengah melamun


"dokter Arya " Elsa menengok ke samping nya


Elsa nampak terkejut melihat Arya yang tiba-tiba berada di sampingnya ,ia merasa belum siap bertemu dengan nya ,apalagi dalam keadaan sepi seperti ini .


Ia yakin ada yang tidak beres dengan dokter yang bernama Arya itu , di saat ia belum tahu fakta tentang nya ,ia malah di pertemukan langsung dengan nya.


"memangnya ada hal apa hingga dokter Arya mencari ku ?" tanya Elsa tanpa tahu maksud dari ucapan nya


"huh...." dokter Arya mendengus


"maksud dokter Arya?" tanya Elsa ,namun bukan nya menjawab dokter Arya malah tersenyum menyeringai


"gawat ,seperti nya memang benar kalau dia adalah Aryopati" gumam Elsa dalam hati nya


"maaf ,saya harus pergi "


Namun dengan cepat dokter Arya menghalangi langkahnya , hingga Elsa dibuat terkesiap,untung saja ia bisa langsung berhenti ,jika tidak bisa saja tubuh mereka bertabrakan.


"mau lari kemana lagi heh" seringai nya


dokter Arya hendak menyentuh tangan Elsa , namun dengan cepat Elsa menghindar


"jadi kamu ........


"ya ,aku yang dari dulu mencari mu ,tapi bagaimana bisa kau bisa menyamarkan aura tubuh mu ,hingga aku kesulitan mencari mu " tandas nya


"apa mau mu?" tanya Elsa berpura-pura


"seperti nya kau sudah tahu jadi tidak perlu lagi aku menjawab pertanyaan mu " ucap dokter Arya yang memang adalah pangeran Aryopati.


"minggir lah aku harus pergi kita urus masalah kita nanti " ucap Elsa


"enak saja ,sudah susah payah aku mencari mu ,ketika sudah menemukan mu lantas aku harus membiarkan mu pergi begitu saja ,....tentu tidak,jadi ikutlah dengan ku " Aryopati menarik paksa Elsa ,karena ia yang memang bukan manusia , kekuatan nya pun jauh lebih kuat dari tenaga manusia pada umum nya


"astaga tenaga nya kuat sekali " batin Elsa , ia mencoba menarik tangan yang di cengkram erat itu ,namun sia-sia ,karena tenaga nya yang jauh lebih kuat dari nya


Elsa mencoba sekuat tenaga untuk menggerakan batu , kayu ,dan apapun itu dengan kekuatan nya ,dan langsung ia hantam kan pada Aryopati yang terus saja menyeret nya


"hahaha.....serangan seperti ini tidak berarti apa-apa ,kau tahu ... bahkan ini tak terasa sakit sama sekali " ucapnya tergelak

__ADS_1


"lepas ...." teriak Elsa


"tidak akan "


"dokter Arya ....apa yang kau lakukan,kau menyakiti nya " seru Bima yang rupanya tak sengaja melihat ke duanya saat dalam perjalanan kembali ke kantor polisi


"kau jangan ikut campur...!" tatapan nya tajam


"tapi kau menyakiti nya, lepaskan dia jika tidak ...."


"jika tidak apa ? aku sama sekali tak takut ,peluru mu itu tak dapat menyakitiku " potong Aryopati


"kau...." Bima pun mengeluarkan pistol nya ,tujuan nya hanya ingin menggertak namun ia tak tahu seperti apa orang di depan nya ini


hingga sebuah letusan senjata api pun terdengar di barengi suara teriakan


Dorr.....


"aakkhh"


"pak Bima......" teriak Elsa


Aryopati membuat Bima menembak kaki nya sendiri , ia pun menyeringai menatap Bima yang tengah mengerang kesakitan memegangi kaki nya


"ba...bagaimana mungkin " gumam nya


"hahaha.....kau tak tahu tengah berhadapan dengan siapa ,jadi saya tegaskan sekali lagi untuk tak mencampuri urusan ku " Aryo membuat sebuah tong sampah melayang ke arah Bima ,namun dengan cepat Elsa menahan tong sampah itu sebelum mengenai Bima , hal itu membuat Bima menatap tak percaya dengan apa yang di lihat nya ,bagaimana bisa sebuah benda sebesar itu bisa melayang begitu saja ,tepat di depan mata nya .


Bima melirik pada Elsa yang menghentakan sebelah tangan nya membuat tong sampah itu pun terlempar jauh


"hah.....ba bagaimana mungkin" Bima berguman


"wah....wah ....rupanya kau sudah tak sungkan lagi menunjukan kemampuan mu ,bagus lah dengan begitu aku jadi merasa lebih yakin lagi jika kau adalah titisan Dewi Nantini" tandas Aryopati


"dan kau siluman menjijikan yang menggunakan wajah orang yang sudah lama tiada " ucap Elsa


"hahaha.....kau sudah tahu " tanpa membuang waktu Aryopati langsung membawa Elsa pergi dan dalam sekejap pan mata Elsa pun lenyap bersama Aryopati .


Bima nampak shock dengan yang ia lihat tadi hingga membuat nya sedikit limbung ,jika saja tidak ada yang menahan tubuh nya ,mungkin saja tubuh nya sudah jatuh tersungkur .


"anda tidak apa-apa?" tanya seseorang yang membantu nya berjalan


"saya tidak apa-apa,tapi teman saya ,dia dalam bahaya ,entah apa yang saya lihat ini nyata atau tidak ....." Bima pun menceritakan perihal tadi pada orang asing yang menolong nya


"itu.....itu ponsel teman saya " tunjuk Bima oada sebuah ponsel yang tergeletak di tanah


orang itu pun meraih ponsel itu ,ia begitu terkejut melihat wallpaper pada ponsel nya


"sial ....."


.


.


.


.


.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2