Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
untuk mama


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


.


.


.


Jay mengurut pelipis nya yang terasa pusing mendengar protesan sang istri tentang pernikahan Vano,.


"pokok nya mommy gak mau ya terima dia ,mommy gak rela ,kan Daddy sudah tahu kalau dari awal mommy maunya Vano sama Riska , Daddy juga setuju tapi sekarang Daddy malah merestui mereka ,Daddy gimana sih " cerocos nya


"dan sekarang Riska kenapa tiba-tiba di tahan ,apa kesalahan nya ? ini pasti karena seseorang memfitnahnya ,Daddy juga harus lakukan sesuatu dong kasihan Riska "


"kenapa diam....?" tanya Marsha


"ya Daddy harus apa , mau bicara daritadi mommy nyerocos terus " ucap nya seraya menghela nafas


"mom denger Daddy , Vano lebih mencintai Elsa ,dan Daddy lihat Vano bahagia bersama Elsa ,apa mommy tega merusak kebahagiaan nya , dan asal mommy tahu Elsa ternyata anak kandung Vina dari pernikahan nya yang terdahulu " ucap Jay


"Daddy bercanda "


"mana ada Daddy bercanda dengan hal seperti ini , Elsa memang benar-benar anak kandung Vina ,dan mommy ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Jay


"memangnya apa yang terjadi ?" tanya nya balik


"Darwin memisahkan mereka dan masalah Riska yang di tahan polisi itu juga karena kesalahan nya bukan kesalahan Elsa seperti yang mommy bilang tadi "


"mommy tidak mengerti " ucap nya


Jay pun terpaksa menceritakan apa yang sudah terjadi ,itu karena ia tak ingin istrinya terus saja salah faham .


"apa benar apa yang Daddy katakan ?" tanya nya lirih


"ya...Daddy sendiri lihat keadaan Wira sangat mengenaskan , sekujur tubuh nya dipenuhi luka "


"apa mommy mau bertemu mereka , Vano akan merasa senang jika mommy nya datang menemui nya " ucap Jay seraya menyentuh tangan istrinya


"kenapa harus mommy yang harus menemui nya ,harusnya kan sebagai anak dia yang datang "


"jika Vano ingin ,dia pasti akan menemui mu ,tapi dia takut jika kedatangan nya malah membuat mu kecewa , yang Vano lakukan hanya menanyakan bagaimana keadaan mommy pada Daddy " terang Jay


"baikhlah nanti aku ke sana " gumam nya lirih ,Jay pun tersenyum dan langsung membawa Marsha ke pelukan nya


"jangan marah-marah terus gak baik buat kesehatan mommy " Jay mengusap punggung Marsha dengan penuh kasih


Sedangkan dari tadi sosok Vino yang terus memperhatikan mereka pun hanya bisa tersenyum setelah melihat mereka berpelukan .


"andai waktu bisa di putar mommy ingin memperbaiki kesalahan mommy ,terutama pada Vino , Vino...maafkan mommy " Marsha terisak


"sudah lah Vino sudah tenang di sana ,kita doakan saja yang terbaik buat nya " ucap Jay , bohong jika ia tak merasa sedih , ia juga sama terpukul nya namun ia harus tegar demi istri dan anak nya ,jika bukan Jay yang menguatkan mereka ,siapa lagi


"terima kasih mom , Dad, aku juga minta maaf karena tidak bisa menjadi anak yang baik buat kalian " Vino mendekat dan ikut memeluk ke dua orang tua nya


Semetara itu


Wira menatap anak laki-laki seusia 9 tahunan yang tengah bergelayut manja bersama Elsa dan Vano ,kedua nya sangat memanjakan Kenan .

__ADS_1


"jadi dia juga anak ku ?" tanya Wira pelan pada Vina


"iya ,maafkan aku ,aku tidak tahu saat itu tengah mengandung " lirih Vina


"aku yang seharusnya meminta maaf pada mu , aku yang salah ,jika saja aku tak menolong wanita itu waktu itu ,mungkin semua nya tidak akan terjadi " lirih Wira


"tidak ini semua salah ku ,jika saja aku tidak terus menerus menemui Riska mungkin anak itu tidak akan meminta aku jadi mama nya , ini salah ku " Vina kembali terisak


"sudahlah kalian jangan saling menyalahkan diri, ini semua sudah jalan nya seperti ini , untuk sekarang kita bersyukur saja karena kita sudah bisa kembali berkumpul dan mengetahui kebenaran nya " ucap Elsa menengahi ke duanya


"sekarang sebaik nya papa istirahat ,mama dan ibu sebaik nya kalian pulang saja istirahat dulu di rumah " ucap Elsa


"gak ,mama mau di sini saja ,sebaiknya kamu saja yang pulang " tolak Vina


"sepertinya mereka membutuhkan waktu berdua sayang , lebih baik kita pulang dulu,kasihan Kenan dan ibu juga pasti sudah lelah " ucap Vano


"heeeehhh.....baiklah, mama benar tidak apa-apa sendiri di sini "tanya Elsa


"iya ,sudah sana pulang "


"baiklah , papa, Elsa pulang dulu"pamit nya


"iya ,kalian hati-hati "


"lama sekali aku tak melihat nya , tahu-tahu dia sudah menikah " batin nya sambil menatap punggung Elsa


Dulu setelah tahu jika Elsa tak tinggal bersama Vina ,ia mencoba mencari ke rumah orangtua nya ,namun keadaan rumah nya kosong sedangkan ibu nya sudah meninggal ,ia merasa terpukul dan menyesal saat itu ,ibu nya meninggal tapi dia tidak tahu ,dan ia pun tak tahu dimana anak nya berada ,mencari pun tak kunjung menemukan nya ,hingga saat Elsa menolong dan membawa nya ke rumah sakit saat itulah ia mengetahui jika itu anak nya yang ia cari sebelum ia di sekap .


***


Seminggu sudah berlalu kini keadaan Wira semakin membaik ,luka di sekujur tubuh nya pun berangsur pulih,perban yang menutupi hampir seluruh tubuh nya pun kini sudah di lepas ,terlihat bekas luka-luka yang berwarna kehitaman di permukaan kulit nya .


Selama di rumah sakit Vina tak sedikitpun meninggalkan nya.


Elsa dan Vano tengah menyiapkan makan siang sekaligus menyambut kepulangan Wira dari rumah sakit ,sedangkan ibu Sri sedang bersama Kenan membantu nya mengerjakan tugas sekolah .


Ting tong


"kenapa ....?" tanya nya


"mommy mu datang ,aku gugup" cicit nya


"tenang saja ,mommy bukan tipe mertua galak ,mungkin mommy memang pernah tak menyukai hubungan kita ,tapi sekarang mommy sudah menerima mu , yuk kita ke depan " ajak Vano seraya meyakinkan Elsa


Sebelum nya Jay pernah memberitahu Vano dan Elsa jika Marsha sudah mau menerima Elsa sebagai menantu mereka ,dan kedatangan Marsha ini adalah pertama kali nya .


Ting tong


bel kembali berbunyi


ceklek


"mommy " Vano menyambut nya dengan senyuman ,namun Marsha malah mengabaikan nya ,Marsha menatap wajah Elsa yang menurut nya tak asing


"kamu yang dulu pernah nolong saya di pusat perbelanjaan ,iya kan ,saya masih ingat wajah mu " ucap nya


"ehm ...iya " sahut Elsa mengangguk


"ini kenapa pada berdiri di luar ?" Jay menginterupsi


"ah...iya lupa ...yuk mom Dad masuk "ajak Vano


"maafkan mommy " ucap Marsha tiba-tiba

__ADS_1


"mommy tidak salah apa-apa ,yang harus nya minta maaf itu aku ,karena aku belum bisa menjadi anak yang bikin mommy and Daddy banggakan " ucap Vano


"ini ....silahkan di minum" ucap Elsa setelah meletakan dua gelas jus buah


"terima kasih , Elsa ....nama mu Elsa kan ?" tanya Marsha,Elsa pun mengangguk


"sini duduk ,maaf mommy pernah meragukan mu , kamu mau kan memberikan kesempatan "


"tentu " sahut Elsa tersenyum


"terima kasih " Marsha pun memeluk Elsa


"maafkan mommy yang pernah berniat menggagalkan pernikahan kalian " ucap Marsha dalam hati nya


Elsa dan Vano saling lirik mendengar nya


"seperti nya papa sudah datang " ucap Elsa mengurai pelukan nya


mereka menuju ke luar dan benar saja sebuah mobil Toyota hitam berhenti di susul sedan hitam yang berhenti tepat di sampingnya


Bagas dan Reno dengan sigap membantu Wira


"selamat datang di rumah " ucap Elsa seraya menghambur memeluk Wira yang sudah di dudukan di kursi roda


"ini rumah mu?" tanya nya


"rumah kita" sahut Elsa lalu meraih pegangan kursi roda nya dan mendorong nya masuk ke dalam rumah bersama Vina di belakang nya


Setelah itu mereka langsung menuju halaman belakang untuk melakukan makan siang,karena meja makan nya tak muat makanya Elsa sengaja membuat acara makan siang nya di luar beralaskan tikar.


Selesai makan siang ,mereka berbincang-bincang sekedar meng akrabkan diri,tapi tiba-tiba Handri datang dengan membawa sebuah dokumen di tangannya.


"dia lagi.... sebenarnya siapa dia?" batin Jay


"dia bukannya manager hotel itu ,kenapa bisa di sini?" batin Vina bertanya-tanya


"kamu sudah bawakan yang aku minta " tanya Elsa


"iya nona , ini " Handri menyerahkan dokumen itu


"terima kasih" ucap Elsa


"mama...."pandangan Elsa beralih pada Vina


"ini hadiah dariku buat mama ,mama sangat menginginkan nya ,desain nya itu adalah desain buatan mama ,aku hanya mencoba mewujudkan nya" Vina menerima dengan hati bertanya


"ini...apa ?" tanya nya


"lihat saja " pinta Elsa tersenyum


"ini.....hotel .... hotel ini.....ya ampun apa maksud nya ini ?" Vina masih tak mengerti ,Vina memang mengingat saat membuat desain itu tapi ia tak mengerti , Elsa membangun hotel itu .... tapi bagaimana bisa


begitulah fikiran nya saat ini


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


to be continued


__ADS_2