Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
di kamar hotel 241


__ADS_3

Happy reading 😘


.


.


.


.


Di dalam kamar hotel bernomor 241


"aku mencintai mu Elsa ....."


cup


Vano mengecup kening nya


"maaf kan aku , aku tidak bisa menahan diri ku ,aku akan bertanggung jawab ,aku akan menikahi mu , jangan lari lagi dari ku ok , sekarang aku dan kamu jadi satu " Vano bergerak ke sisi nya dengan menarik selimut menutupi tubuh polos mereka


"aku juga mencintaimu , maaf jika aku sudah membuat mu sedih , aku janji tidak akan pernah lagi lari dari mu " Elsa tersenyum manis menatap laki-laki yang sudah merenggut mahkota nya


"Vano..."


"hm...ada apa ?"


"lihat lah " Elsa menunjukan benda berkilauan kecil seukuran kelereng , bentuk nya bulat dan pipih berwarna putih kekuningan


"ini......"


"inilah mustika itu ...yang di inginkan Aryopati selama ini, mustika ini akan muncul saat aku pertama kali berhubungan badan, dan akan sangat bahaya bagi ku jika ....


"shyuut.... aku tidak mau mendengar nya , hanya aku yang boleh menyentuh mu , apa kamu tahu aku juga sangat marah dan kesal saat melihat dia meyentuh ini , ingin sekali aku mencincang nya saat itu " Vano kembali teringat saat Aryopati menyentuh bahkan m*r*m*s nya


"aahh......kau " Elsa m*ndes*h saat tangan Vano yang malah menyentuh bagian d*d* nya


"kenapa , mau lagi ?" goda Vano dengan menaik-naikan alis nya


"enggak , sakit tahu " Elsa menolak nya cepat


"sakit tapi enak kan ,kamu terlihat menikmati nya tadi " goda nya lagi


"isshh...."Elsa mengerucut sebal


"hehe ...becanda ko "


"kamu janjinya ini yang terakhir " ucap Elsa tiba-tiba


"maksud mu ,kamu mau pergi lagi ,kan kamu udah janji tadi buat gak pergi" tanya Vano salah faham


"enggak ...bukan begitu , aku hanya tidak mau melakukan nya lagi sebelum kita sah " ucap Elsa membuat Vano merasa lega


"baiklah ,akan aku nikahin kamu ,besok aku akan urus semuanya, tapi.....sekarang aku miskin ,aku tak punya apa-apa,apa kamu masih mau bersama ku ?" tanya nya


"kenapa tidak ,harta bisa di cari tapi cinta dan kenyamanan tidak bisa di tukar dengan apapun ,lagipula aku juga gak akan nuntut kamu banyak ko, toh aku sudah punya semua nya , uang ku banyak dan hotel ini, ini juga punya ku" ucap Elsa jumawa


"hm....pamer tapi itu justru menjatuhkan mental dan harga diri ku ,eh.... tadi apa katamu ,hotel ini....."


"ya ...ini hotel ku ,makanya aku bisa tahu kalau kamu dalam bahaya jadi aku bisa cepat menolong mu dari nya meskipun harus aku yang menggantikan nya " ucap Elsa

__ADS_1


"jadi selama dua hari ini kamu bersembunyi di sini ?" tanya nya


"ehm" Elsa mengangguk


"dasar nakal .... tapi ...apa kamu pasti menyesal " ucap Vano lirih


"aku akan menyesal jika kamu melakukan itu dengan nya , aku memang sempat berfikir untuk menyerah tapi saat melihat kamu dan dia seperti tadi aku gak rela " sahut Elsa lirih


"tapi untungnya kamu datang tepat waktu ,aahh....aku hampir gila tadi , ya sudah lebih baik sekarang kamu istirahat,aku juga sudah sangat lelah " Vano memeluk erat Elsa ,saat ini mereka sama-sama masih polos dan hanya tertutup selimut


Keduanya pun terlelap ,nampak sosok pria berwajah sangat mirip dengan nya kini menatap kedua sejoli yang tengah terlelap itu.


siapa lagi jika bukan Vino,nampak nya arwah nya tak tenang dan masih bergentayangan namun ia tak bisa menemui Vano saat ia bersama Elsa, sebenarnya selama ini Vino selalu mengikuti Vano diam-diam karena ia takut jika adik nya itu akan ketakutan saat melihat penampakan nya , Vano sendiri pun tak merasakan kehadiran kakak nya karena memang Vino hanya memperhatikan dari jauh.


~ flashback ~


Elsa yang sudah siap untuk pergi mengasingkan diri pun memilih untuk mengisi perut nya dulu,karena Elsa yang masih belum diketahui karyawan hotel nya pun berpura-puta membayar tagihan makanan nya setelah selesai mengisi perut.


Namun ketika ia akan berajak dari duduk nya ia tak sengaja melihat Vano yang tengah limbung dengan tubuh yang gemetar di samping nya ada Riska yang membantu Vano berjalan .


"gue fikir cuma perasaan gue saja ,ternyata dia benar-benar ada di sini" lirih nya ia juga melihat Darwin , laki-laki yang sangat ia benci tengah duduk tak jauh dari tempat Vano berdiri


hatinya terasa sakit melihat nya bersama wanita lain .


"apa gue bisa hidup tanpa loe" Elsa menunduk dengan menghirup udara untuk memenuhi paru-paru nya yang terasa sesak .


"gue pasti bisa " Elsa menguatkan dirinya dan langsung pergi dari tempat itu ,namun langkah nya terhenti saat di ambang pintu ketika mendengar Vano menyebut nama nya


"Elsa ...."


tadinya Elsa tetap mencoba tak memperdulikan nya ,tapi hati nya berkata untuk menghampiri Vano .


Elsa pun berbalik dan tak mendapati Vano di sana ,bahkan Darwin pun juga tak ada


"Vano ...... Vano....." Elsa terus memanggil nya si dalam hati


Elsa pun menghubungi Hendri untuk melihat cctv dan mencari tahu kemana Riska dan Darwin membawa Vano.


Setelah Elsa tahu no kamar tempat Vano berada , ia langsung menuju kamar itu , di lihat nya Darwin berdiri di depan pintu hotel dengan senyum mengembang.


"kau kemari lah " Elsa memanggil cleaning servis yang tak sengaja lewat


"ada apa ya mbak " tanya nya menghampiri


"kau lihat di sana"tunjuk Elsa pada Darwin


"memang nya ada apa mbak?" tanya nya


"kamu kesana, buat seolah kau tak sengaja menjatuhkan ember ini dan harus mengenai nya "


"waduh mbak ,maaf saya tidak bisa,saya takut mbak ,pemilik hotel ini terlalu tegas dan menakutkan,saya tidak mau nanti di pecat " tolak nya


"gak akan ,aku kenal dekat dengan nona Fira ,dia juga pasti mendukung rencana ku, ayo cepat lah sebelum terlambat " desak nya


Elsa sudah tidak tahan mendengar ******* dari kamar itu , ia tahu Vano mencoba untuk menghindar tapi efek dari obat itu membuat nya tak bisa mengelak .


"ayoooo" Elsa sedikit membentak dengan suara tertahan namun cleaning servis itu tak mau juga menuruti nya .


"astaga kenapa gue sampe lupa " Elsa menepuk kening nya

__ADS_1


tanpa menghiraukan cleaning servis yang masih di dekat nya ,Elsa membuat ember berisi air kotor yang di bawa cleaning servis itu mendekat ke arah Darwin ,dan ....


Bruukkk


ember itu tiba-tiba jatuh mengenai Darwin ,nampak pakaian nya pun basah dan kotor


Terlihat Darwin pun pergi dengan menggerutu ,


Dan Elsa pun langsung mendekati pintu kamar itu , namun cleaning servis tadi nampak bengong dengan wajah pucat nya , melihat ada ember bergerak sendiri dan menyiramkan air nya tanpa ada yang menyentuh nya .


Semakin mendekati kamar itu hati Elsa semakin merasa sakit dan sesak , nafas nya mulai tersengal ,ia tak tahan karena telinga nya menangkap suara-suara yang menyesakan dada nya itu .


Karena kondisi Elsa yang sudah pulih benar ,Elsa bisa dengan mudah membuka pintu nya hanya dengan sekali tendangan kaki nya


BRAAAKKKk


pintu pun terbuka


membuat Riska terperanjat ,namun ia malah semakin memeluk erat Vano yang sudah membuat nya setengah telanjang


"dasar ****** " dengan cepat Elsa melesat dan menarik kuat rambut Riska membuat si pemilik rambut berteriak


"aaaaakkkkkhhh.....lepaskan ...."


"dasar ****** , berani sakali loe menjebak nya , ayah dan anak kelakuan sama saja " Elsa menarik paksa Riska ke luar kamar


brukkk


"aaahhh" Riska meringis kala tubuh nya jatuh mengenai lantai , beberapa orang yang juga kebetulan lewat pun menghentikan langkah mereka


"dengar ya sekali lagi loe ganggu Vano , loe akan tahu sendiri akibatnya ,dasar p*lac*r tidak tahu malu " Elsa yang begitu emosi pun tak dapat mengendalikan diri nya ,semua kata-kata kasar pun lolos begitu saja dari bibir nya ,bahkan kini kedua kornea mata nya pun sudah berubah , hal itu membuat Riska terkejut karena tadi ia melihat mata Elsa masih biasa saja ,namun sekarang tiba-tiba berubah.


Elsa menyadari itu dan ia langsung menutup rapat pintu itu dan mengunci dari dalam


"wah gak nyangka ya cantik-cantik p*lac*r " cibir orang-orang yang tengah memperhatikan nya , Riska yang hanya mengenakan pakaian dalam pun hanya menangis karena malu.


di dalam kamar


"Elsa .....Elsa ....itu benar-benar kamu ?" tanya Vano


"hm ..i..iya ..." mendadak Elsa gugup


"tolong aku ...." Vano menatap dengan mata sayu


Elsa pun membawa Vano ke kamar mandi dengan tujuan untuk mendinginkan tubuh nya, tiba di kamar mandi Elsa mengguyur Vano dengan shower ,lalu ia menggosokkan telapak tangan nya ke bagian pipi dan leher Vano.


"br*gs*k , dia berani menyentuh mu di sini , di sini " maki Elsa dengan terus menggosok nya namun pergelangan tangan Elsa di tahan oleh Vano ,Vano yang sudah di penuhi na*su pun mendorong Elsa hingga membentur dinding , Vano langsung melahap bibir Elsa , Elsa yang terkejut pun sontak mendorong tubuh Vano yang semakin merapat pada nya , namun tenaga nya kalah karena ciuman memabukkan Vano membuat Elsa pun turut terhanyut ,ia mulai membalas ciuman nya ,kedua nya saling bertautan ,kini tangan tangan Vano pun sudah tidak bisa lagi di kondisikan,hingga terjadilah sesuatu yang seharus nya terjadi .


~ flashback off~


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


to be continued


__ADS_2