Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
ngigau


__ADS_3

delapan jahitan dan luka itu dibalut perban.


" dia bisa istirahat, tolong jangan suruh dia banyak gerak. Kurang lebih 2 mingguan jahitannya akan tertutup" kata dokter dari kejauhan kepada khan. sanee hanya terduduk dimobil golf. khan menghampiri sanee.


" kau disuruh istirahat" kata khan, sanee mengangguk.


sampai di kamar sanee, khan membantu sanee duduk bersandar di ranjang.


" Terima kasih khan, maaf merepotkanmu" kata sanee


"istirahat lah, nanti kalau butuh apa - apa telepon aku. aku akan datang" kata khan, sanee mengangguk.


" aku balik ke kamar dulu" pamit khan


" khan, tunggu" kata sanee sambil memegang tangan khan, khan melihat tangannya yang di pegang sanee


" ada apa.?" tanya khan


" aku .. aku .. aku ingin kamu disini saja" jawab sanee


" hummt" gumam khan


" ka.. kalau keberatan .. ya sudah .. kamu balik kekamar juga boleh kok" kata sanee melepaskan tangan khan sambil memcoba tersenyum


" aku akan menemanimu, tapi aku ambil barangku dulu yah" kata khan, sanee mengangguk. khan pun bergegas mengambil beberapa barang dikamarnya.


...


khan mengetik laptopnya, tiba - tiba hozen telpon.


" Ada apa.?" tanya khan


" apa besok jadi dijemput?" tanya hozen balik


" iya jadi, besok jam 10 pagi aku usahakan sudah sampai ditempat." jawab khan


" baiklah, ya sudah assalamau'alaikum" ucap hozen


" walaaikum salam" balas khan


sanee mendengar percakapan tersebut bertanya.

__ADS_1


" besok kita balik.?" tanya sanee


" iya, maaf yah sanee besok kita balik" jawabkhan


" tidak ada khan, aku mengerti kok" kata sanee


" emang kamu mengerti apa.?" tanya khan


" kerjaan mu mumpukkan" jawab sanee


khan tidak membalasnya, ia hanya tersenyum.


Aku ingin kita pulang, supaya aku dan kamu bisa menjadi dekat dirumah. aku akan merawatmu sampai kakimu sembuh. batin khan


...


besoknya, setelah menepuh pêrjalanan kurang lebih setengah hari dengan pesawat sampai lah mereka di rumah.


" Aku akan tidur dikamarmu" kata khan


" Apa.!" kata sanee


" aku sudah bisa jalan sedikit - dikit" jawab sanee


" Baiklah kalau tidak mau, aku juga tidak akan membantumu" kata khan


" apaa.!" kata sanee


" naiklah tangga sendiri " kata khan, lalu khan menaiki tangga itu dengan mententeng tasnya


" khan!" panggil sanee


khan menghentikkan langkahnya menaiki anak tangga.


" apa.?" tanya khan


" aku mau sekamar" jawab sanee pasrah


" hehe" khan nyengir nakal


" Awas yah., kalau aneh -aneh" kata sanee

__ADS_1


khan menghampiri sanee


" sini aku bantu" kata khan, lalu sanee menggandeng tangan khan. mereka berdua menaiki tangga


...


" aku tidak mau tidur disofa, akukan sudah bilang. badanku pegal nanti .. kakiku juga sakit" kata khan saat sanee menyarankan dirinya tidur disofa


" baik - baik, kau tidur bersamaku.! tapi ingat batasanmu" kata sanee


"ok, nah begitu lebih baik" kata khan


...


malam harinya, mereka tidur diranjang yang sama. hanya terhalang guling berwarna merah jambu.


kenapa aku deg-degan seperti ini aku insomnia .batin sanee


khan sudah tertidur dari setengah jam tadi, sepertinya ia kelelahan.


sanee melihat punggung khan dari belakang.


kenapa aku deg - degan seperti ini, padahal tidak jadi apa - apa. aku percaya khan sekali kalau ia tidak akan aneh - aneh. tapi kenapa aku masih deg - degan. punggungnya lebar sekali seolah body goals idaman wanita dan lelaki. maafkan aku tuhan yang selalu tidak adil dengan orang yang menemani aku tidur ini. maafkan aku tuhan, maafkan aku khan. batin sanee


tiba - tiba khan merubah posisi tidurnya, kini sanee menatap wajah khan yang sedang lelap tertidur.


ya tuhan, ini kenapa wajah gantengnya aku pandangi. sedang tidur aja masih seganteng ini. batin sanee


" zen, siapkan berkas yang akan ku tanda tangani cepat" kata khan mengigau


sanee kaget, baru kali ini ia melihat khan mengigau saat tidur. sanee mehanan tertawanya.


" zen, cepat.! awas ku potong gajimu" ngigau khan


pipi sanee memerah menahan tawanya, akhirnya sanee tertawa.


" hahahaha" sanee tertawa tapi khan tidak terbangun, ia lanjut mengigau memanggil nama sahabat sekaligus asissten pribadinya.


" Zen!" kata khan


wah wah, sedekat dan secinta itu yah kamu pada hozen. sampai - sampai namanya kau sebut dalam mimpi. batin sanee

__ADS_1


__ADS_2