Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
selalu ada hikmah


__ADS_3

Keesokan harinya Tasya yang sudah bosan berada di rumah sakit meminta untuk pulang, beruntung kondisi nya sudah lumayan baik dari sebelumnya .


Tasya merebahkan tubuh nya di tempat tidur nya ,ia menatap kosong pada sebuah foto yang ia ambil saat acara kampus dulu , ada Bagas juga di sana ,di foto itu nampak Tasya bersama beberapa beberapa teman nya yang lain tengah berpose.


Tasya menghembuskan nafasnya kasar lalu meletakan secara terbalik foto itu , di saat bersamaan pintu kamar nya pun di ketuk


tok tok tok


"masuk aja bi...." seru nya


ya saat ini Tasya sudah berada di rumah nya ,lebih tepat nya di kamar nya .


ceklek


"bagaimana keadaan mu sayang ?"


Tasya menoleh karena mendengar suara yang hampir ia lupakan


"kata bibi katanya kamu masih harus dirawat , kenapa maksa pulang ?" tanya nya sambil melangkah mendekati ,sedangkan Tasya hanya diam dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca


"maafkan mama ya ,mama tidak ada saat kamu sakit kemarin " ucap nya penuh penyesalan


"bukan hanya kemarin saat aku sakit,bahkan selama ini mama dan papa sama sekali tidak memperdulikan ku ,atau memang kalian tidak sayang pada ku,karena aku terlahir perempuan bukan laki-laki seperti yang kalian inginkan " tutur Tasya mengeluarkan sesak di hati nya , kata-kata yang ingin ia ucapkan namun tak bisa karena mereka jarang bertatap muka dan bicara ,bukan jarang lagi tapi lebih tepat tidak pernah


"tidak sayang ....itu tidak benar ,mama dan papa sangat menyayangi mu " ucap mama nya


"lalu kenapa kalian selalu mengabaikan ku bahkan tidak pernah ada waktu untuk ku , saat aku sakit , saat pengambilan raport sekolah ,saat wisuda dulu ,saat aku butuh bahu untuk sandaran di saat aku terluka ,tidak ada tempat untuk ku berkeluh kesah , kemana kalian selama ini , mama dan papa selalu sibuk dengan dunia kalian masing-masing,apa arti aku buat kalian ?" Tasya sudah terisak ,ia meluapkan semua yang ia pendam selama ini


"maaf kan mama " ucap nya lirih


"sekarang buat apa mama pulang,bukan kah mama sangat sibuk " tanya Tasya lagi


"mama sibuk bekerja juga buat kamu sayang ,buat masa depan mu ,mama ingin memenuhi semua kebutuhan mu " ucap nya


"enggak ,mama kerja bukan buat aku , tapi buat diri mama sendiri, aku tidak butuh uang mama atupun papa yang aku ingin kan hanya perhatian dan kasih sayang mama dan papa , tidak lebih "tutur Tasya dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya


mama nya Tasya pun langsung memeluk putrinya erat ,ia sadar jika dirinya terlalu sibuk dengan urusan nya hingga mengesampingkan putrinya yang sangat membutuhkan pelukan dan perhatian nya .


Pundak Tasya bergetar karena tangis nya yang menjadi semakin tersedu saat merasakan pelukan itu ,pelukan yang sangat ia rindukan sekian tahun lama nya,dan mungkin ia juga sudah lupa bagaimana rasanya dipeluk ibu nya sendiri.


"maafkan mama sayang , maafkan mama" lirih nya ikut terisak


"mulai sekarang mama janji akan selalu ada buat kamu , mama juga sudah kehilangan perusahaan , mungkin ini teguran buat mama agar bisa lebih memperhatikan putri cantik nya mama " ucap mama nya lagi


"maksud mama ?" Tasya mengurai pelukan nya lalu menatap mata mama nya meminta penjelasan ia juga mengusap sisa air mata yang masih meluncur dengan deras nya

__ADS_1


"asisten mama ....dia tega menipu mama , semua yang mama punya dari mulai perusahaan, sampai rumah peninggalan almarhumah nenek dan kakek mu juga diambil oleh nya bahkan semua aset milik mama ,diambil tak bersisa ,kini mama tidak punya apa-apa lagi ,selain kamu dan papa mu " jawab nya seraya menangkup sebelah pipi Tasya


"kenapa mama gak berusaha merebutnya kembali?"tanya Tasya


mama nya menggeleng


"karena dia meminta kamu jadi istri nya baru dia akan mengembalikan semua yang sudah ia rampas ,sedangkan dia sudah punya anak dan istri ,mama tidak mau merusak masa depan mu dan kebahagiaan mu ,lebih baik mama kehilangan harta mama ,daripada kehilangan senyum mu ,senyum yang selalu mama rindukan selama ini ,jujur mama juga tersiksa karena tak bisa melihat tumbuh kembang mu , tapi keadaan yang memaksa mama selalu meninggalakan mu ,bahkan papa juga sudah memperingati mama , tapi karena mama beranggapan jika kamu sudah besar dan semakin dewasa kamu akan mengerti dan tidak mempermasalahkan nya ,tapi ternyata mama salah , kamu bahkan kesepian tanpa mama ,maafkan mama " lagi mama nya terisak dan memeluk Tasya


Tadi setelah sampai ke rumah itu mamanya sempat bertanya tentang Tasya pada bi Siti,dan Bi Siti pun menceritakan semua tentang Tasya ,bak terkena bongkahan batu besar menimpa tubuh nya,ia sangat terkejut saat bi Siti mengatakan jika Tasya dulu sempat terkena penyakit mental ,namun itu segera bisa ditangani dengan baik sebab Tasya langsung di tangani oleh psikolog,saat bi Siti melihat ada yang janggal dari tingkah laku Tasya ,itu terjadi saat Tasya masih duduk di bangku SMP .


"kenapa bibi tak pernah memberi tahu ku atau suami ku ?" tanya nya


"saya sudah mengatakan nya nonya namun saat itu nyonya dan tuan tengah buru- buru sebab ada meeting penting " jawab bi Siti pelan


Entah ia harus bahagia ,sedih ,atau marah semua rasa itu hinggap berbarengan, rasa senang karena kini ia bisa kembali merasakan belayan hangat mama nya , tapi sisi lain ia juga sedih dan marah dengan penghianatan asisten mama nya .


"ibu macam apa aku ini yang tak tahu apa-apa tentang anak nya sendiri , maafkan mama nak " lirih nya dalam hati


***


Sementara itu di rumah sakit Bagas yang hendak menemui Tasya pun menjadi bingung karena yang menepati kamar bukan lagi Tasya melainkan orang lain


"maaf pak ,pasien sebelum nya kemana ya?" tanya Bagas sopan


"saya tidak tahu saya juga baru dipindah ke ruangan ini" jawab nya


"maaf sus ,pasien sebelum nya yang bernama Tasya kemana ya ,apa sudah di pindahkan?" tanya nya


"oh pasien yang bernama Tasya tadi pagi sudah pulang mas " sahut nya


"pulang?" tanya nya lagi


"iya mas apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya suster nya kemudian


"tidak ada,ya sudah kalau begitu saya pamit undur diri ,mari suster , pak" ucap Bagas sebelum keluar dari ruangan itu


"kenapa Tasya gak ngabarin gue ya" gumam nya sambil berjalan menuju keluar rumah sakit


"gue ke rumah nya aja kali ya , tapi gue cari makanan dulu lah " fikir nya


Bagas pun membelokan mobil nya ke sebuah kafe yang khusus menghidangkan makanan Nusantara .Karena Tasya sangat menyukai makanan Indonesia terutama gado-gado.


Padahal bisa saja Bagas membeli gado-gado di warung angkringan ,namun Bagas merupakan pria yang sangat mencintai kebersihan dan segala sesuatu harus berlebel higienis


Namun saat ia memasuki kafe itu netra nya melihat Novi bersama Bima yang tengah berbicara serius ,entah apa yang di bicarakan mereka yang jelas Bagas jadi kepo ,ia pun mendekat namun menjaga jarak ,ia bahkan mengenakan masker dan topi yang ia pinjam dari pegawai kafe .

__ADS_1


Bagas duduk di meja yang berdampingan dengan meja Novi dan Bima , ia memasang telinga dengan berpura-pura melihat buku menu .


Namun yang tak terduga pun terjadi,saat Bagas sudah standby di posisi nya Novi dan Bima tiba-tiba saja beranjak lalu pergi meninggalkan kafe itu setelah membayar makanan di kasir .


"huuuuuuuhhhh.....dasar sompreto...kampreto.... deliciouso.... "


Bagas membuka topi nya kesal lalu membanting nya ke meja


"maaf mas ,itu topi saya masih baru jangan di giniin " tegur si pemilik topi


"ellleh ... hanya topi beginian juga ,nih buat ganti topi nya takut ada yang cedera " Bagas memberikan uang dua lembar seratus ribu pada pemilik topi itu


"mas nya jangan mentang-mentang kaya ,punya banyak uang ya bisa seenaknya " ucap nya


"maksud loe apa , gue udah bagus mau ganti ,lagian gak kenapa-kenapa juga kan itu topi,udahlah ambil aja tuh duit ,anggap aja rezeki gue ikhlas ko" ucap Bagas lagi


"wah kalau gitu makasih ya mas " ucap nya girang


"lah ,kenapa nih orang dasar aneh " batin Bagas memperhatikan pelayan kafe laki-laki itu


"ah iya ,gue pesan gado-gado satu porsi aja lalu bungkus ,cepet jangan pedes juga gak pake lama " ucap Bagas kemudian


"ok , siap laksanakan" pelayan itu melebarkan telapak tangan nya lalu di letakan di pelipis seperti orang yang berhormat


"ck...ada ya orang kaya gitu ,tadi dia sewot sekarang ...lah bodo amat deh " Bagas pun memilih tak ambil pusing dengan tingkah pelayan itu ,ia pun menyibukkan diri dengan bermain ponsel seraya menunggu pesanan nya


Tak berapa lama kemudian pelayan itu kembali dengan membawa pesanan Bagas


"ini pesanan nya mas "


"iya gue tahu " sambil beranjak Bagas kembali berucap


"uang yang tadi buat bayar ini makanan,sisa nya buat loe " Bagas pun pergi meninggalkan pelayan itu yang mematung di tempat nya berdiri


"hadeuuh berarti tinggal 50 rebu bagian gue " gumam nya menepuk jidat ,kafe itu memang terkenal dengan harga nya yang wah , dan hanya kaum berduit saja yang sering keluar masuk kafe itu , namun meskipun harga nya tak ramah di kantong itu sangat sebanding dengan rasa nya yang lebih enak dari yang lain . Dan harga segitu termasuk harga yang paling murah di kafe itu .


Sedangkan di rumah nya Tasya yang mood nya sudah kembali membaik karena kembali nya sang mama ,mengusulkan untuk menyusul papa nya ke Jerman ,bukan tanpa tujuan ,ia hanya ingin mengistirahatkan hati nya dari kemelut cinta sepihak nya , ia ingin merefresh hati dan fikiran nya.


Selalu ada hikmah dari setiap kejadian , dan mungkin Tasya harus merasa bersyukur atas kasus penipuan yang di lakukan asisten mama nya ,dengan begitu kini mama nya akan selalu ada di samping nya .


Keinginan nya pun akhirnya di acc oleh mamanya ,dan besok mereka berangkat .


"semoga aja di sana aku ketemu jodoh bule Jerman " kelakar nya pada sang mama


***

__ADS_1


*maaf baru up ,dari kemarin mood ku anjlok , jadi otak ku gak bisa diajak kompromi 🙏😅


__ADS_2