
happy reading 😘
.
.
.
.
Jay masih merasa penasaran dengan apa yang Reno ketahui tentang Darwin , pria paruh baya itu pun menghubungi Reno dan mengajak nya bertemu .
Di sini mereka saat ini,di sebuah villa milik Jay yang berada di kawasan puncak , tak banyak yang tahu tentang villa itu , dengan menatap tajam Reno yang terlihat gelisah sedari tadi .
"ayo lah Reno ,cerita kan apa yang kamu tahu ,apa kamu sudah diancam untuk tidak berbicara ?" tanya Jay yang masih mencoba bersabar
"tidak om, dia bahkan mungkin tidak tahu jika saya mengetahui nya" sahut nya
"nah itu justru bagus kan kalau dia tidak tahu , apa yang harus kamu takutkan ?" tanya nya lagi
"masalah nya ini menyangkut mental saya om" sahut nya bergetar ,Jay pun nampak menghela nafas
"baiklah ,om tidak akan maksa kamu lagi ,tapi om minta kapan pun kamu siap bicara segera hubungi om" ucap Jay mengalah
"me ...memang nya kenapa om sangat ingin sekali tahu tentang itu?" tanya Reno ragu
"ada kejanggalan di laporan keuangan perusahaan akhir-akhir ini, dan itu ada sangkut paut nya dengan perusahaan Darwin , bukan itu saja bahkan beberapa staf menghilang ,dan selalu berganti yang baru " tutur Jay
Memang benar sudah tiga bulan terakhir ada saja staf dan karyawan nya yang berganti, awal nya Jay tak merasa curiga sama sekali ,namun setelah ia tak sengaja mencuri dengar saat para staf itu berbincang baru lah ia merasa curiga .
"bagaimana ,apa kau sudah membuat pak Presdir menandatangani nya ?"
"sayang nya belum , dia terlalu teliti ,bahkan dokumen setumpuk pun ia baca semua , tak peduli mata nya sudah lelah , aku takut ketahuan , kau sendiri bagaimana ?" tanya nya balik
"sama , jika saja dia tidak mengancam keluarga ku aku sudah lari dari tempat ini , tak mau aku mengikuti perintah nya " lirih nya
drt...drt....
ponsel salah satu nya berdering
"tuh dia menghubungi , bagaimana ini angkat tidak ?" tanya nya
"terserah "
"biarin saja lah " ia malah men senyap kan bunyi ponsel nya lalu megantongi nya di saku celana nya
"sebenarnya siapa yang memerintahkan kan mereka ?" fikir Jay
"om...." Reno menepuk pundak Jay yang tiba-tiba saja terdiam
"ah ....maaf , kalau begitu kau boleh pulang , seperti nya om bermalam di sini saja , pulang juga pasti akan berdebat " ucap Jay meminta Reno untuk segera pulang namun tiba-tiba Reno berucap
__ADS_1
" aku pernah melihat dia menembak beberapa orang sampai tewas ,dan bukan itu saja bahkan mayat nya di lempar begitu saja ke kandang harimau , dan dia menyaksikan tubuh mayat-mayat nya di lahap sampai tak tersisa"
"apa " Jay terperanjat mendengar nya
"kamu yakin dengan apa yang kamu lihat ?" tanya Jay
"lalu bagaimana cerita nya kamu bisa sampai melihat kejadian itu ?" tanya Jay lagi
"kebetulan saat itu aku sedang mencari udara segar di bukit karena sudah merasa penat dengan kegiatan ku sampai ketiduran disana ,aku terbangun karena mendengar suara letusan ,karena penasaran aku mencari sumber letusan itu , dan ternyata ada dua orang yang sudah tergeletak ,dan aku menyaksikan langsung saat ia menembak yang satu nya lagi , setelah itu ia meminta beberapa anak buah nya untuk menyeret nya dan memasukan nya ke kandang harimau , aku baru tahu ternyata di sana ada kandang harimau nya "
"lalu "
"ya aku tetap diam bersembunyi sampai mereka pergi " tutur nya
"terus bagimana kamu bisa yakin kalau dia adalah Darwin ?" tanya Jay lagi
"meskipun keadaan sudah gelap tapi aku masih bisa mengenali nya apalagi suara nya ,dan ini " Reno menyerahkan sebuah ponsel
"untuk apa ponsel ini?" tanya Jay
"di dalam nya ada rekaman kejadian nya" jawab nya lagi
"God .....ok akan saya pelajari ini, terima kasih informasinya , kamu tak usah takut selama dia tidak tahu jika kamu mengetahui nya" ucap Jay menepuk pundak Reno
"iya om ,aku jadi sedikit merasa lega sekarang " ucap nya lagi
"ini sudah terlalu malam ,sebaiknya kamu nginap saja bersama om di sini kita pulang besok pagi" ucap Jay
"baiklah om ,aku juga sudah sangat lelah " sahut nya menurut
Di dalam kamar ibu Sri nampak gelisah ,ia masih merasa terkejut dengan kondisi saat ini , ia tak pernah menyangka jika Vina ,mantan majikan nya itu adalah ibu kandung Elsa, ia fikir Elsa tinggal sendiri itu karena orangtua nya sudah meninggal .
"sebenarnya apa yang sudah terjadi , jika Elsa adalah anak kandung nyonya Vina ,apa itu berarti Elsa juga anak dari tuan Darwin , tapi seperti nya bukan ,mana mungkin seorang ayah tega memisahkan anak dari ibu nya ,apa mungkin tuan Darwin itu ayah sambung ?" ibu Sri nampak berfikir , ia ingat saat Elsa menayakakan tentang papa nya pada Jay saat itu
"iya seperti nya tuan Darwin itu ayah sambung ,makanya ia tega memisahkan mereka , sama hal nya dengan Kenan saat bayi , ia juga dengan tega nya ingin membuang bayi yang baru lahir bahkan ingin melenyapkan nya " lirih nya
"dan itu berarti Kenan dan Elsa ....mereka saudara kandung "
"apa....."
sebuah suara menyentak ibu Sri hingga ia menengok
"Elsa...."
"apa maksud ibu ......aku dan Kenan..... saudara kandung,bagaimana bisa ?" tanya Elsa sedikit terkejut ,suara nya hampir tercekat
"kamu kenapa ada di sini , terus Kenan siapa yang jaga ?" tanya ibu Sri
"tolong katakan Bu ,apa maksud ibu ? bagaimana mungkin aku dan Kenan saudara kandung ,sedangkan kalian kan dari desa " tanya Elsa tanpa menghiraukan pertanyaan nya
"tolong ceritakan Bu " lirih nya
__ADS_1
"baiklah akan ibu ceritakan " ibu Sri nampak mengambil nafas panjang sebelum berbicara
* flashback
Sepuluh tahun yang lalu
Vina yang saat itu tengah hamil besar ,usia kehamilan nya pun sudah menginjak sembilan bulan , hanya tinggal menghitung hari saja untuk dapat melihat buah hati ke dua nya lahir ke dunia ,ia sangat antusias menyambut anak kedua nya itu yang sudah diketahui jenis kelamin nya yaitu laki-laki .
Saat itu ia telah menikah dengan Darwin , Darwin pun sangat terkejut saat mengetahui jika wanita yang ia nikahi baru satu bulan itu tengah mengandung dua bulan lebih ,yang berarti itu adalah benih dari suaminya terdahulu yaitu Wira yang tak lain papa nya Elsa.
Namun Darwin berpura-pura akan menerima anak itu dan menganggap nya anak sendiri karena Vina mengancam akan kembali pada mantan suami nya jika Darwin tak mau menerima nya , mengingat Elsa yang ia tinggalkan saja sudah membuat nya merasa bersalah apalagi jika bayi nya juga tak diterima.
Hingga suatu hari saat Vina hendak ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan nya ,ia mengalami kecelakaan saat mobil yang ia tumpangi terlibat tabrakan beruntun .
Mobil nya ringsek karena terhimpit mobil lain ,sang supir tewas di tempat sedangkan Vina sendiri juga sudah tak sadarkan diri dengan luka di bagian kepala juga tubuh nya yang terjepit badan mobil .
Beruntung Tuhan memberikan keajaiban ,bayi nya lahir dengan selamat setelah dilakukan tindakan operasi sesar,namun begitu bayi itu lahir Darwin meminta anak buah nya untuk membuang atau melenyapkan nya ,ia tak ingin bayi itu ada di antara mereka, dan ia beralasan jika bayi nya tak selamat .
Ternyata Wanto suami nya ibu Sri mengetahui niat buruk majikan nya ,ia pun bernegosiasi dengan anak buah Darwin untuk membawa bayi itu pulang kampung , karena Wanto dan ibu Sri yang tak mempunyai anak ,maka dari itu mereka ingin mengadopsi bayi itu.
Anak buah nya pun memberikan bayi itu , dengan syarat mereka harus pergi dan saat itu juga kedua nya langsung pulang kampung, namun Darwin juga tak tahu menahu jika bayi itu di bawa oleh kedua pembantu nya .
Namun setelah Kenan berusia dua tahun Wanto meninggal dunia karena sakit yang di derita nya .
*flashback end
Elsa menutup mulut nya dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipi nya ,ia pun menangis sesegukan di pelukan ibu Sri .
"hiks...jadi ....Kenan ....dia ...adik kandung ku ..." ucap Elsa sesegukan
"iya nak " ibu Sri mengusap punggung Elsa
"pria itu dia memang manusia biadab tak berhati , awas kau Darwin aku akan membuat mu menyesal " Elsa mengepalkan tangannya dengan kuat dan tarikan nafas yang memburu
Antara marah ,sedih , senang karena ternyata perasaan nya pada Kenan tak pernah salah, ia sangat menyayangi nya sejak pertama bertemu .
"ya Tuhan ,Elsa ....mata mu " ibu Sri terkejut saat melihat kedua mata Elsa yang sudah berubah
"aku harus pergi , ibu di rumah saja " Elsa pun bangkit dan berlari ke luar ,lalu ia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi
"Ya Tuhan jangan sampai Elsa melakukan hal yang dapat membahayakan nya " lirih nya menatap pilu pada mobil Elsa yang sudah menjauh
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
to be continued