
happy reading 😘
.
.
.
.
Setelah menuntas kan apa yang seharusnya terjadi tadi malam ,Vano membawa Elsa ke sebuah restoran sederhana tak jauh dari rumah sakit .
"apa masih sakit?" tanya Vano perhatian
"enggak" Elsa menggeleng malu
"beneran enggak ?" tanya nya
"ya, ...cepat lah pesan makanan nya ,aku sudah sangat lapar " ucap Elsa
"ok , kamu mau pesan makanan apa ?"
"apa aja deh ,yang penting jangan yang di goreng" ucap Elsa ,ia paling menghindari makanan yang di goreng ,sebab ia punya pengalaman tak mengenakan tentang minyak goreng ,padahal tidak semuanya minyak goreng seburuk yang ia fiirkan
Bagaimana tidak , dulu Elsa pernah tak sengaja melihat beberapa orang mengolah kembali limbah minyak jelantah yang sudah berwarna hitam pekat lalu di campur dengan oli ,untuk dijual kembali menjadi minyak goreng , bahkan ada juga pedagang nakal yang menggoreng gorengan di campur plastik atau lilin ke dalam minyak panas nya , hal itu lah yang membuat diri nya kini anti minyak goreng , memasak pun Elsa tak pernah menggunakan minyak goreng,melainkan mengganti minyak goreng dengan margarin.
"hm...kalau begitu kita pesan bebek panggang saja ya " ucap Vano
"hm... itu tak buruk "
Elsa makan dengan lahap ,Vano yang melihatnya pun tersenyum ,ia mengusap sisa saus kecap di ujung bibir Elsa dengan jari jempol nya ,tanpa merasa jijik Vano langsung memasukan ke mulut nya jempol yang ia gunakan untuk mengusap Elsa tadi
"jorok ih" Elsa mendengus
"kenapa jorok ,justru aku suka ,atau mau aku bersihkan bibir mu dengan bibirku ?" tanya nya dengan memainkan alis nya
Elsa menatap tajam
"mesum " cicit nya ,Vano hanya terkekeh melihat wajah jutek istri nya ,ia sangat merindukan wajah jutek nya itu
"jadi mau kamu aku jutekin kamu kaya dulu ?" tanya Elsa
"aku hanya merindukan nya saja ,boleh deh sekali-kali kamu jutek, tapi jangan keseringan juga jutek nya" ucap Vano
"sayang ,coba deh kamu cobain punya aku " Vano menyodorkan daging bebek yang sudah di celup kan ke saus sambal
Elsa sedikit terpaku ,sebab setiap Vano memanggil nya dengan sebutan sayang , hati nya selalu berdesir ,degup jantung nya juga terpompa lebih cepat dari biasa nya
"kenapa diam ,ayo buka baju mu "
"hah" Elsa melotot
"eh salah ,buka mulut nya ,aaaa...." ralat Vano
__ADS_1
Elsa pun menurut
"enak kan ?" tanya Vano
"sama saja " jawab nya singkat
seseorang tiba-tiba datang dan langsung duduk di kursi dekat Elsa
"wah tidak sangka kita bertemu di sini , bagaimana kabar mu dokter Elsa, sudah beberapa hari tak masuk kerja " ucap nya
Vano mencebik tak suka
"kabar saya baik , saya sudah resign "jawab Elsa singkat
"apa " Vano dan Bima nampak terkejut
"ada apa dengan kalian?" tanya Elsa menatap kedua nya bergantian
"sayang kamu serius , sejak kapan kenapa aku tidak tahu?" Vano mengkerutkan kening
"sayang " gumam Bima
"ah iya kita baru saja menikah " ucap Vano seraya menggenggam tangan Elsa
"be ... benarkah kapan ,kenapa aku tak di undang ?" tanya Bima tergugu
"maaf , acaranya hanya di langsungkan anggota keluarga inti saja, itu pun karena istri saya yang meminta , dia tak terlalu suka keramaian " ucap Vano seraya melirik Elsa ,sedangkan Elsa hanya tersenyum yang dipaksakan
Ada rasa tak enak dalam hatinya , sosok Elsa yang diam-diam di kagumi nya tiba-tiba saja sudah menjadi milik pria lain , ada rasa sesak yang tak mungkin ia ungkapkan ,raut yang tadi nya berseri-seri saat melihat gadis yang tak ia temui beberapa hari ini berubah kelam ,namun ia tak mungkin juga menujukan rasa sakit nya,yang ia lakukan saat ini hanya mencoba tersenyum dan mengucapkan selamat
"ya terima kasih " ucap Elsa
"kalau begitu saya harus pergi , maaf jadi ganggu waktu kalian " ucap Bima segera beranjak
"ehm... tak apa " sahut Elsa
Bima pun segera mengayunkan langkah nya gontai pergi meninggalkan Elsa dan Vano.
"sepertinya dia menyukai mu" ucap Vano berpindah duduk di samping Elsa
"terserah lah aku tak mau memikirkan nya" ucap Elsa cuek
"bagus , karena aku mau kamu yang selalu memikirkan ku " ucap nya lagi
"hm....lebih baik kita kembali ke rumah sakit" ucap Elsa
"ok "
cup' Vano mengecup pipi Elsa sebelum beranjak
"Vano ,ih apa-apa an kamu , kamu gak lihat dari tadi kita di perhatikan terus " seru Elsa mencebik kesal lalu berjalan lebih dulu meninggalakan Vano yang tengah terkekeh sambil melirik pada orang yang sedari tadi memperhatikan
Ya ,memang sedari tadi ada yang terus memperhatikan dengan tatapan tidak suka ,wanita paruh baya tengah duduk bersama beberapa wanita paruh baya yang lain nya yang merupakan teman arisan nya
__ADS_1
"justru aku sengaja ,ingin menujukan pada mommy betapa aku sangat mencintai mu " ucap Vano mengejar Elsa
"hah...dia mommy mu ?" tanya Elsa menatap Vano ketika mereka sudah berada di parkiran
"ya , ayo masuk , hati-hati kepalamu " Vano membuka kan pintu depan dan menghalangi kepala Elsa takut-takut ia akan terantuk mobil
Vano pun menggerakan mobil ke arah rumah sakit.
"jadi perempuan itu yang sangat di gilai Vano, huh apa bagus nya dia bahkan penampilan nya saja biasa saja cantik sih tapi sangat tidak berkelas ,dia pasti hanya menginginkan uang Vano " geram nya dalam hati
Sementara itu
Sepulang dari rumah sakit menjenguk Kenan Vina benar-benar merasakan sakit di kepala nya ,ia hanya berdiam diri di kamar dengan memejamkan mata di atas tempat tidur ,ia mencengkram kuat rambut nya ,keringat dingin sudah membasahi nya .
"ma, nanti Elsa akan mengikuti pentas seni ,nanti mana sama papa datang ke sekolah ya "
"sayang , lihat lah putri kita cantik kan "
"iya ,Elsa sangat cantik seperti mama nya "
Sekelebat bayangan percakapan nya bersama keluarga kecil nya dulu terlintas di ingatan nya ,semua nya sangat jelas ,anak perempuan itu begitu cantik dengan senyum manis nya ,seorang laki-laki tampan yang selalu memeluk nya , mereka berjalan bersama , berlari ,dan tertawa , hingga bayangan saat pertengkaran hingga perpisahan nya pun ia lihat dengan jelas .
"ya.....aku ingat , putri ku .. .Elsa ....Wira ....aaakkkhh...." lagi-lagi ia meringis menahan sakit di kepala nya
BRRAAAKK
Linangan dan bau amis darah ,mobil yang saling bertindih dan terguling ,suara jeritan ,rintihan ,terdengar nyaring di telinga nya , kecelakaan yang merenggut nyawa banyak orang juga diri nya yang ikut jadi korban ,pernyataan bayi nya yang tak selamat pun ia mengingat nya
"ya Allah ya Gusti nyonya ....nyonya kenapa?" pekik mbok Sumi melihat majikan nya tengah meringis dengan mata terpejam dan meras kepalannya
"saya ....tidak ... apa-apa...."
"saya akan menghubungi tuan "
"jangan kasih tahu suami saya" cegah Vina
"tapi nyonya "
"saya bilang tak usah ,mbok ambil kan teh manis lemon saja ,saya hanya ingin istirahat" suara nya terbata
"ba...baik nyonya" mbok Sumi menurut
sepeninggal mbok Sumi , Vina pun pingsan karena tak mampu lagi menahan rasa sakit yang mendera nya
.
.
.
.
.
__ADS_1
to be continued
mendekati ending ya .....