Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
bergandengan tangan


__ADS_3

Sesampai dirumah, khan masuk kedalam rumah.


“ sanee.?” Panggil khan, namun tidak ada balasan.


Khan naik ke kamarnya, memastikan dia berada dalam kamarnya. Diketuk pintu kamar sanee, namun tidak ada balasan juga. Lalu, masuklah khan ke kamarnya.


“ sanee.?” Panggil khan, memastikan dia ada dikamar mandi. Namun tidak ada respon juga.


Lalu, khan membuka hp, dan dilihatya gps yang sudah dipasang di motor vespa maticnya. Ternyata betul, sanee tidak ada dirumah. Di sedang di warung pak tobang.


“ sedang apa dia di pak tobang? Apa dia membeli bakso.?” Kata khan


Lalu, duduk di ruang tengah sambil melihat acara televisi dan memantau sanee lewat gps hpnya. Sampai gps mengarah dan berhenti di rumahnya. Khan mematikan ponselnya dan meletakkannya di meja di hadapannya. Terdengar seorang membuka pintu utama.


“ Sanee sudah datang" kata khan dalam hati


Terdengar suara langkah kaki, semakin mendekat. Sanee pun melihat khan sudah pulang dan melihat khan duduk sambil menonton televisi. Sanee menghampiri.


“ kamu sudah pulang, bagaimana ujiannya.? Makan yuk aku beli bakso pak tobang loh deket situ.?” Kata sanee banyak. Khan pun tersenyum, sebenarnya dalam hati khan mau bertanya kenapa ke pak tobang. Tetapi sanee sudah membawakan bakso di saat khan memang lapar.


“ Ayo makan khan, aku siapkan dulu yak" kata sanee


lalu pergi ke dapur sambil membawa baksonya. Lalu, kham bangkit mematikan televisi dan mengikutinya.


Dilihatnya sanee menyiapkan bakso tersebut dimeja, khan pun mendekat dan duduk di kursi.


“ Ayo makan, itu punyaku. Kamu sukak siomay kan. Itu tadi aku banyakin siomaynya" kata sanee


“ terima kasih" UCAP khan, sanee hanya membalas senyum. Khan melihat sanee melahap bakso itu dengan cepat, tidak seperti biasanya. Khan melihat sanee makan seperti itu membuatnya geli.


“ Kamu sangat lapar yah sanee.?” Tanya khan


“ ha.?” Jawab sanee bengong sambil mau memasukan sendok kedalam mulutnya


“ habis sholat ashar kita belanja yah" tutur khan


“ Ok" balas sanee sambil memasukkan sendok kedalam mmulutnya.


Tak seperti biasa, kali ini sanee yang terlebih dulu makanannya habis. Sanee pun beranjak dari kursi makan. Dan sanee mencuci piring. Saat itu khan juga mau meletakkan piringnya ke tempat cuci piring, lalu sanee mengambil piring kotor itu dari tangan khan.


“ biar aku yang mencucinya" kata sanee, lalu khan memberikan piring kotor itu. Khan tidak langsung balik ke kamar, khan menunggu sanee yang sedang mencuci piring. Sanee terheran.


“ Kenapa menunggu.?” Tanya sanee


“ sholat jamaah ayo" ajak khan


Sanee terdiam tak langsung menjawabnya. Khan pun berasa tidak enak.


“ Ya sudah , kalau memang tidak mau. Tidak apa - apa" kata khan, lalu hendak pergi meninggalkan sanee.


“ khan, “ panggil sanee, khan pun menoleh.


“ Apa.?” Tanya khan sambil mengangkat dahinya


“ aku mandi dulu setelah itu, aku kekamarku. Kita sholat bareng" jawab sanee sambil tersenyum


“ ya sudah , aku tunggu. Aku juga mau mandi" kata khan. Sanee mengangguk, khan pun melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


....


sanee memakai mukenanya, sambil melihat meja kaca diantaranya. Setelah itu ia bergegas ke kamar khan. Mungkin yang dari tadi telah menunggunya. Diketoklah pintu, namun tidak ada jawaban hanya terdengar suara khan yang sedang membaca al- quran. akhirnya sanee masuk tanpa disuruh. Dilihatnya benar khan memang sedang mengaji, sanee menghampiri. Khan melihatnya, dan diselesaikannya bayarannya.


“Shodaqallah hul adzim” ucap khan, lalu menutup quran itu, diciumnya dan meletakkannya dimeja nakasnya.


“ sudah siap.?” Tanya khan


“ he.em" jawab sanee, sanee pun menggelar


sajadahnya. Lalu, mereka sholat. Sampailah mereka pada salam takhiyatul akhir. Setelah itu mereka mereka berdoa. Dan khan menoleh kebelakang, dilihatnya sanee masih berdoa. Khan menunggu sanee sampai sanee melihatnya. Mereka berhadapan, lalu khan menyodorkan tangannya. Diciumnya tangan khan oleh sanee. Lalu khan tersenyum. Setelah itu sanee membereskan sajadahnya.


“ Sanee, kalau aku dirumah. Dan kamu tidak berhalangan. Apa boleh aku mengajak kamu sholat berjamaah.? “ tanya khan sambil melepas pecinya


“ sholat berjamaah.?” Tanya sanee balik


“ Iya, yah minim maghrib dan isya'" jawab khan


“ iya boleh" kata sanee, khan pun tersenyum.


“ Aku balik ke kamar dulu, mau siap-siap. Kita jadi belanjakan.” Tanya sanee


“ iya dong jadi" jawab khan


Sanee bergegas kekamarnya untuk siap – siap. Dipakainya cream wajah dan lipstik. Dipakainya kontak lensa minusnya. Disisirnya rambut pendek yang kekecoklatan. Khan menunggu dibawah, di garasi. Sanee menuruni anak tangga, dan khan memanggilnya.


“ Sanee aku digarasi" kata khan


“ Iya" balas sanee sambil menuruni tangga, lalu sanee berjalan menuju garasi. Tiba – tiba sanee mendengar bel berbunyi.


“ Siapa yah.?” Tanya sanee pelan


Setelah dibuka pintu, ternyata ada bapak kurir yang mengantarkan paket.


“ maaf dengan tasanee sunee.? “ tanya kurir itu

__ADS_1


“Iya pak, saya sendiri.?” Jawab sanee kebingungan


“ tolong tanda tangan disini" perintah kurir itu, lalu sanee mentanda tanganninya. Dan menerima paketan itu, dilihatnya kotak yang besar berbalut kertas apik bergambar hati dan bunga. Tidak ada siapa pengirimnya. Khan pun yang di garasi menghampiri sanee yang dari tadi ditunggu tidak muncul – muncul. khan sempat kaget melihat, betapa cantiknya sanee saat berdandan. khan melihat dimeja Ternyata barang yang dipesan khan untuk sanee beberapa waktu yang lalu sudah datang. Sanee nampak kebingungan, pasalnya khan tidak memberitahu kalau dia yang memesannya.


“ khan, ada paket untukku tapi tidak ada pengirimnya” kata sanee sambil mencari siapa pengirimnya, diperhatikan baik - baik tulisan yang menempel di kotak itu.


“ buka saja sanee, kan memang untuk mu" kata khan


“ Aku takut, karena tidak ada nama pengirimnya. Bagaimana nanti kalo aku buka, ternyata isinyayang aneh aneh" kata sanee takut


“ Aku yang memesannya untukmu" kata khan, lalu sanee melihat khan.


“ untukku.?” Tanya sanee meyakinkan


“ iya untukmu" jawab khan meyakinkan


“Wah terima kasih khan" kata sanee spontan lalu memeluk khan. Lalu, sanee melepaskan pelukkan itu. Lalu mengambil kotak itu dibawahnya ke kamarnya.


“ Aku ke kamar dulu yah, mau menaruh ini dulu. Nanti saja aku membukanya. Setelah belanja" kata sanee


gembira lalu, dia naik ke lantai atas. Khan yang melihat sanee nampak gembira , khan berasa senang nampak dari wajah khan yang tersenyum lebar.


...


Khan sudah duduk di mobilnya, dia menunggu sanee.


“ Maaf yah khan, lama. Aku tadi menggambil atm mu" kata sanee


“ Iya gapapa, ayo masuk" perintah khan


Lalu mereka berkendara, meninggalkan rumahnya. Khan menyalahkan radio, agar suasana tidak sepi.


“ khan, tadi bagaimana ujiannya?” tanya sanee


“ Owh, alhamdulillah.. lancar" jawab khan


“ pasti ujian seperti itu sudah biasa kamu lalui “ kata sanee


“ hahaha, tidak juga.” Kata khan merendah sambil tertawa


“ kamukan sudah biasa presentasi ke klien, menangani masalah kantor. Masalah ini itu dan segala permasalahan yang ada. Lalu ujian tesis di kampus yah kecil lah . “ kata sanee sambil membunyikan jari tangannya. Khan hanya geleng- geleng kepala sambil tersenyum. Dalam perjalanan khan merasa – raba sakunya dicari handphonenya. Sanee yang melihatnya pun bertanya.


“ Kenapa khan,.?” Tanya sanee sambil melihat khan


“ handphone ku mana.?” Jawab khan


“ Kamu taruh mana tadi.?” Tanya sanee balik


“ Kita balik.?” Tanya sanee


“ Tidak usah, biarkan saja yang pentingkan


dompetnya tidak ketinggalan.” Kata khan sambil mengangkat kedua alisnya yang tebal itu.


...


Sampailah mereka disalah satu mall, diparkirnya mobil khan. Lalu mereka masuk ke mall. Sanee pun merasa gembira sekali.


“ Khan besar sekali yah, ditempat dulu tidak sebesar ini “ celoteh sanee. Khan hanya tersenyum heran. Lalu, mereka masuk di swalayan besar didalam mall tersebut. Diambilnya troli .


“ Ambillah, barang yang kamu perlukan untuk kebutuhanmu dan kebutuhan rumah" kata khan


“Iya" kata sanee, lalu sanee melihat ada konter atm. Sanee pun menuju ke tempat itu, khan pun mengikutinya.


“ khan tunggu sebentar yah. Aku mau tarik tunai dulu.” Kata sanee.


“ Ingat yah, pin nya “ kata khan


Sanee mengangguk, dan masuk lah ia. Lalu, dilihatnya saldo di atm itu. Ternyata tertulis 159.590.000.00.- sanee terkaget, ternyata banyak sekali. Dan dibatalkannya untuk tarik tunai. Diambilnya kartu itu dari mesin atm. Keluarlah sanee dari tempat itu. Khan yang sedari tadi menunggu sambil memainkan troli.


“ khan" panggil sanee


“Sudah.? Ayo belanja" ajak khan


“ ini, kamu tidak salah.?” Tanya sanee meyakinkan


“ kenapa, apa tidak ada saldonya.?” Tanya khan balik


“ ada, tapi ini apa ini semua untukku.?” Tanya sanee balik


“ Atm itu mas kawin dariku, jadi itu punyamu semua. Ayo belanja" jawab khan, sambil menarik tangan sanee dengan lembut. Lalu khan meletakkannya pada pegangan troli.


“ khan, terima kasih" kata sanee dalam hati


Khan pun memasukkan kebutuhannya didalam troli. Begitu juga sanee. Waktu mengambil pembalut, sanee berasa malu sendiri. Baru kali ini dia beli kebutuhannya dengan seorang pria. Lalu mereka berjalan di area sayur, buah dan daging. Setelah, mereka sudah dapat keperluan yang dibutuhkan mereka menuju ke kasir.


“Totalnya 1.750.490 ribu" kata kasir itu


“ Ini “ ini khan sambil mengeluarkan kartu kreditnya.


“ Khan tidak pakai uang atm ini.?” Tanya sanee pelan


“ itukan uangmu, itu sudah jadi hakmu. Jangan dicampurkan dengan yang ini. Nanti Aku berdosa" jawab khan. Setelah membayar, khan menuju parkiran mobil untuk meletakkan barang belanjaanya di bagasi mobil.

__ADS_1


“ khan, kita langsung pulang.?” Tanya sanee


“ terserah, aku nurut aja" jawab khan


“ aku ingin jalan – jalan sebentar" kata sanee


“ ayo" kata khan


Lalu, sanee dan khan berjalan masuk kembali ke dalam. Saat mereka berjalan dihadapan mereka , ada pasangan muda mudi bergandengan tangan. Khan dan sanee nampak melihat mereka canggung sendiri.


“ sanee, ayo kita beli donnat" kata khan mengalihkan rasa canggungnya. Sanee hanya mengangguk. Masuklah mereka di sebuah toko donnat. Setelah itu, mereka melanjutkan jalannya lagi.


“Khan aku haus" kata sanee


“ ayo beli minum" ajak khan


Lalu, mereka membeli minuman. Saat hendak membayar, khan melihat sanee sedang mencoba foto dengan minuman yang diminumnya. Khan hanya tersenyum. Melihat tingkah sanee.



“ Kamu tidak beli,khan.?” Tanya sanee, karena


melihat khan tidak membawa minuman.


“ Uang cash ku habis, belum tarik tunai.” Jawab khan


“ apakah kamu haus.?” Tanya sanee merasa tak enak


“ sedikit, tapi aku bisa menahannya. Ayo jalan lagi" aja khan


“ tidak, aku tidak mau. Kamu harus minum dulu ini" kata sanee sambil menyodorkan minumannya


“ sudahlah, aku tidak seberapa haus" kata khan


“ Ayo lah, kalau tidak mau minum aku ga mau jalan- jalan lagi" ancam sanee


“ yah sudah, sini aku minum sedikit" kata khan. Sambil menyedot minuman itu dari tangan sanee. Beberapa detik, khan mengehentikan minumnya


“ Sudah, aku sudah minum seperti apa yang kamu mau. Sekarang ayo jalan lagi” kata khan. Sanee mengangguk. Dilihatnya lagi pasangan muda mudi bergandengan tangan di hadapannya. Rasa canggung itu muncul lagi. Khan pun melihat jamnya sudah masuk sholat maghrib.


“ Sanee, ayo kita cari tempat sholat dulu.” Ajak khan


“ Iya ayo" balas sanee.


Sampai mereka ditempat sholat. Kali ini mereka sholat masing- masing di tempat yang sudah disediakan. Setelah sholat maghrib, mereka mampir ke food ccourt untul makan malam.


“ Kita pesan, steak saus tereyaki 2 porsi, jamur krispy mimumannya mega mendung 2 dan air putih yah mba" kata khan kepada pramusaji itu sambil mencatat pesanannya.


“ baik ditunggu yah" kata mba pramusaji iitu.


Khan pun teringat, bahwa ia lupa uang cashnya sudah habis.hanya tinggal 5000 ribu untuk bayar parkir. Ia bum tarik tunai.


“ sanee kamu disini dulu yah.” Perintah khan sambil beranjak dari kursi


“ kamu mau kemana.?” Tanya sanee


“ Tarik tunai dulu" jawab khan


“ sudah, pakai uang ku saja" kata sanee


“ apa pakai uang mas kawin?” tanya khan


“ tidak, uang pertama kali kamu kasih le aku masih ada” jawab sanee


“ sungguh.?” Tanya khan


“ Iya khan" jawab sanee


Lalu khan duduk dikursinya kembali. Setelah makanan itu sampai dimeja. Sanee langsung menanyakan berapa totalnya.


“ Mba berapa totalnya.?” Tanya sanee


“ 160 ribu mba" jawab mba pramusaji itu


“ ini mba uangnya" kata sanee sambil meyodorkan uang pas


“ Makasih mba" kata pramusaji itu. Sanee hanya senyum.


Lalu , sanee dan khan makan bersama. Seperti biasa mereka sangat lahap.


...


Setelah perut mereka kenyang, mereka memutuskan untuk pulang. Saat mereka berjalan menuju parkiran. Dihadapan mereka nampak pasangan muda mudi lagi yang bergandengan tangan. Lalu, sanee dan khan mereka menoleh dan saling bertatapan.


“ apa boleh.?” Tanya khan


“ tentu saja, hanya bergandengan tangan kan.?”tanya sanee balik


“ Iya" jawab khan, sanee pun menyodorkan


tangannya. Khan pun menggandeng tangan sanee. Saat itu pula mereka merasakan perasaan aneh dan deg – deg an. Mereka nampak canggung namun, tetap berpegangan tangan. Ketika mereka bergandengan tangan. Dari kejauhan hozen yang mau me lihat bioskop dengan pacarnya. Memergoki khan dan sanee sedang kencan anggapnya.


“ Wah, si boss lagi kencan pertama" kata hozen dalam hati sambil melihat khan dan sanee dari kejauhan

__ADS_1


__ADS_2