
mobil khan sudah terparkir digarasi rumah. dengan semangat ia masuk kedalam rumah. ingin menemui sanee.
" sanee, pesananmu" kata khan kepada sanee yang sedang mengutak - ngatik hpnya.
" yeee.!" kata sanee kegirangan seperti anak kecil
" ini" kata kham memberikan semangko bakso
" terima kasih khan. pas bener cuaca kek gini" kata sanee
" makanlah!"perintah khan, sanee langsung memasukkan bakso kedalam mulutnya. khan menatap wajah cantik sanee yang sedang mengunyah bakso.
" enak.?" tanya khan
" iya enak. ini bukan bakso pak tobang yah.?" tanya sanee
" bukan. aku beli di daerah sana kearah timur" jawab khan
" owh, pantesan enak sekali kenyal baksonya. coba dech" kata sanee refleks menyuapi khan dan khan pun membuka mulutnya.
" iya beneran enak." kata khan
" benerkan! coba ini siomaynya" kata sanee menyuapi khan lagi. khan membuka mulutnya lagi. khan tersenyum. nampaknya sanee tidak menyadarinya
" bagaimana.? apa enak.?" tanya sanee
" iya enak, apa lagi kamu yang menyuapinya" jawab khan
seketika itu wajah sanee langsung memerah.
" kau malu yah, aku menggodamu.?" tanya khan
__ADS_1
" tidak.!" jawab sanee ketus
" ya sudah kalau begitu. suapi aku lagi" perintah khan
" apa.? baksonya nanti habis. kenapa kamu belinya hanya satu.?" tanya sanee ngeles
" eeh, itu bukan 1 porsi. sengaja dua porsi dijadii satu. biar aku yang kamu suapin" jawab khan sambil nyengir
" dasar.! aku kira porsi nya sebanyak ini. ternyata ini kelakuanmu" kata sanee
" ayo suapi aku lagi" perintah khan
akhirnya sanee hanya bisa menuruti khan.
...
khan belum tertidur begitupun juga sanee. masing - masing sibuk dengan gadget nya. sampai terdengar petir mengelegah mengagetkan semua.
sanee dan khan sadar untuk mematikan ponsel mereka karena keadaan yang tidak memungkinkan. ditambah lagi hujan deras memperburuk sinyal mereka.
" duaaar." bunyi petir lagi membuat sanee ketakutan. ia menutup telinganya. khan melihat sanee menutup kedua telinganya terlihat heran.
" kau ketakutan.?" tanya khan
" tidak. aku hanya kaget!" jawab sanee masih ngeles
" ya sudah. tinggal bilang aku takut saja apa susahnya." kata khan
" aku tidak.." kata lita terputus ia memeluk khan karena mendengar petir
" duuuar.. duaaar" bunyi petir
__ADS_1
" kau takutkan.?" tanya khan sekali lagi
" iya iya aku takut" kata sanee sambil memeluk khan
" selain kau takut film horor,takut gelap, petir lalu apa lagi.?" tanya khan
" kecoa aku benci kecoa" jawab sanee cepat
" awas ada kecoa terbang.!" teriak khan
" khan!" teriak sanee sambil memeluk khan erat
" hahahaha" khan tertawa karena berhasil memgerjai sanee
tiba - tiba lampu mati. sanee semakin ketakutan. ia semakin memeluk khan dengan erat. khan pun merasakan getaran aneh di dadanya. sekarang khan menjadi deg-degan.
" khan nyalahkan senternya atau apalah biar tidak terlalu gelap" perintah sanee
tanpa bosa basi, khan meraba meja nakas disana ada ponselnya. lalu dinyalahkan senter dari hp itu. kamar yang tadinya gelap menjadi remang - remang. sanee mulai melepaskan pelukanya. tapi tangan khan mencegahnya.
" peluklah aku seperti tadi. aku merasa nyaman berada disampingmu" kata khan pelan
mendengar khan berkata seperti itu, sanee menjadi deg- degan. nafasnya tidak beraturan.
" khan.." kata sanee pelan
" maaf sanee atas kekurang ajaranku. aku lelaki normal. kalau tidak keberatan peluklah aku seperti tadi. " kata khan
" khan.. maafkan aku tadi.. aku melebihi batasanku" kata sanee
" aku suka kau melanggar batasanmu sendiri" kata khan tersenyum. mereka saling bertatapan. khan memeluk sanee, kali ini sanee tidak menolak. sanee juga merasa bahagia dipeluk oleh khan.
__ADS_1
bersambung..