
setelah, sampai kantor. khan langsung masuk ke ruangannya. dan diteleponnya hozen dengan telepon kantor yang ada dimejanya. 5 menit kemudian, hozen masuk kedalam ruangan.
"ada apa sob.?" tanya hozen
" duduklah" perintah khan, lalu hozen duduk di kursi.
" kamu tau, icha.?" tanya khan padan hozen
" maksud kamu.? icha mantan kamu.?"jawab hozen teringat
" Iya, betul sekali. dia tadi yang menemuiku meeting" kata khan
" apa.? pantesan dia menginginkanmu menemuinya" kata hozen
" lain kali, kalau ada meeting dan kliennya icha.. suruh hesti aja yang pergi" perintah khan, meminta hesti sekretarisnya.
" siap bos" kata hozen
" oiyah, nanti kalau ada kabar dari kantornya icha beri tahu aku. kali ini aku tidak memberikan nomorku langsung kepada klienku. karena aku tidak ingin bekerja sama terlalu lama dengan kantornya" kata khan
" baik bos" kata hozen, hozen tidak langsung seperti biasa. dia masih duduk. khan pun heran.
"kenapa masih disini.?" tanya khan , sambil mengangkat alisnya
" kemarin kamu habis kencan yak, sama istrimu" jawab hozen. khan pun tersenyum. seolah dia sedang dibuntuti.
__ADS_1
" kemarin, aku hanya habis belanja terus makan sudah itu aja" jawab khan sambil membuka berkas
"hahahaha, nampak mesra sekali, ku kira khan tak bisa menggandeng tangan seorang gadis bro" kata hozen lalu berdiri, keluar ruangan itu. khan pun hanya geleng - geleng. khan mengingat betul perasaan aneh itu, saat ia menggandeng tangan sanee. Khan yang sudah lama tidak dekat dengan gadis Merasakan getaran – getaran aneh dihatinya. Khan dulu pernah menjalin kasih dengan icha, namun icha berselingkuh dengan teman satu kelasnya. Oleh karena itu, setelah khan putus dari iicha. Khan sadar betul untuk jaga jarak dengan gadis , ia tidak ingin kejadian pahit itu terulang dan khan takut jatuh cinta. Kali ini khan pun ingin pulang cepat, gegara moodnya tidak baik. Khan pun membereskan berkas yang ia baca tadi dan memasukkannya ke tasnya. Karena khan akan bekerja dirumah saja. cus, khan keluar kantornya dan pulang.
...
Khan pun mengendarai mobilnya dengan laju sedang, saat lampu merah mobilnya pun berhenti. seketika itu khan melihat kearah jalan, nampak dibalik kaca mobilnya ia melihat sosok wanita yang ia tahu betul dia itu siapa. namun, khan tidak yakin. karena, selama ini khan melihat dia memakai kerudung.
" senaa.?" kata khan, sambil melihat, senaa dari dalam kaca mobilnya. ia melihat sanee didalam mobil dengan seseorang laki-laki yang tak tau siapa namanya. khan nampak melihat senaa dengan jelas. karena, kaca mobil yang ditumpangi senaa dibuka lebar. setelah, lampu menyalah hijau mobil mereka melaju cepat. khan pun berada dibelakang, sampai pertigaan khan harus belok kiri dan mobil yang ditumpangi senaa tetap jalan lurus.
“ Apa benar yang aku lihat tadi adalah senaa. Tapi kenapa tidak memakai kerudung?” Tanya khan. Ia seakan dibuat penasaran. Sampai dirumah, mobil sudah terparkir di garasi dalam. Kali ini khan melihat motor yang biasa dipakai sanee ada di garasi. Pertanda sanee ada dirumah dan tidak keluar. Khan pun bergegas masuk kedalam rumah, dilihatnya jam tangan masih pukul 12.30 siang. Khan menaiki anak tangga, dia bergegas masuk ke kamarnya untuk mandi, dan sholat dhuhur. Setelah, sholat khan pun bergegas ke dapur karena perutnya lapar. Dilihatnya dimeja ternyata ada makanan.
“ Sanee masak sop dan perkedel “ kata khan sambil membuka tudung saji, khan pun mengambil piring dan sendok. Duduklah dia di kursi setelah mengambil nasi dimagic com, dan diambillah sup dan perkedel itu. Dan makanlah khan dengan lahap, seolah dia melupakan kejadian tadi. Khan memakan dengan lahap, sampai dipiringnya tak ada sisa. Khan pun mencuci piringnya, dan setelah itu khan bergegas masuk ke dalam kamarnya. Saat didepan pintu kamar khan, khan berpikir dari tadi khan tidak bertemu sanee. Akhirnya dia mengetuk pintu kamar sanee. Diketoklah pintu kamarnya namun tidak ada respon. Dibuka pintu kamar sanee ternyata tidak dikunci. Khan pun masuk ke dalam kamar sanee, Dilihatnya dia tertidur diatas sajadah.
“ Sanee bangun" kata khan lagi, sambil mencoba menggoyang – goyang badannya. Namun juga tidak ada respon. Khan hanya menggeleng – geleng kepala.
Lalu, khan pun bergegas masuk ke kamar mandi sanee dan mengambil air untuk dicipratkan ke sanee agar bangun. Memang terdengar jahat sekali, tapi bagaimana lagi?? dicipratkan percikan air itu oleh jari tangan khan. Tak beberapa lama sanee bangun. Sanee keheranan sambil mengosok matanya dan menguap beberapa kali.
“ Khan.?” Kata sanee sambil melepas mukenanya
“ kau sudah sholat dhuhur apa belom?’ tanya khan yang ada di depannya.
“ Sudah" jawab sanee melipat mukenanya
“ maaf sudah membangunkanmu seperti ini" kata khan merasa bersalah
__ADS_1
“ tidak apa khan” kata sanee berdiri lalu duduk di tepi ranjang setelah merapikan sajadah dan makanannya. Sanee nampak masih mengantuk. Khan pun menghampiri sanee, khan pun duduk disebelahnya.
“ Masih mengantuk.? “ tanya khan
“ ega tau, kenapa badan berasa capek. Mungkin kelamaan tidur" jawab sanee sambil garuk-garuk rambutnya yang semakin berantakan. Khan melihat itu tertawa.
“ kenapa tertawa.? Tumben.. kamu .. kamu jam segini sudah pulang.?” Tanya sanee
“ hahaha,biarkan saja. Aku ingin berduaan denganmu" jawab khan menggoda
“ khan.?”teriak sanee takut
“ hahaha, sudahlah. Ayo makan. aku sudah makan. Lumayan juga masakanmu" kata khan
“ sudah makan.?” Tanya sanee
“ Iya, aku sudah makan, ayo kamu makanlah" ajak khan. Lalu , sanee dan khan bergegas ke dapur. Khan pun menyiapkan makanan untuk sanee. Sanee yang duduk di kursi nampak heran.
Khan , kamu kenapa.? Batin sanee
“ Ayo makan” Perintah khan. Sanee pun memakannya. Khan yang berada di hadapannya hanya melihat sanee makan, seakan dia tidak punya pekerjaan lagi. Sanee yang makan sambil diperhatikan khan, menjadi gugup dan salah tingkah.
Berhenti memerhatikanku dan melihatku seperti itu, khan!?!Teriak sanee dalam hati.
baru kali ini khan menemani sanee makan siang, semenjak menikah dengan sanee. Khan memang setiap hari, selalu belajar mencintai sanee. Sesuai kemampuannya. Entah, sampai kapan allah akan membantu menumbuhkan cinta itu. Sanee pun nampak canggung sekali makan siang pertama kali ditemani khan.
__ADS_1