Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
pijatan khan


__ADS_3

Setelah habis, makanan dipiring sanee. Sanee pun bergegas untuk mencuci piringnya. Khan hanya melihat sanee yang sedang mencuci piring. Dan sanee pun berasa risi diperhatikan oleh khan dari tadi.


“ sanee aku kekamarku dulu yah, setelah mencuci kekamarku lah" perintah khan


“ iya" jawab sanee, sambil membilas piringnya.


Kenapa menyuruhku, pergi ke kamarnya.?batin sanee


....


Didalam kamar khan sedang rebahan di ranjang nya, lalu dinyalakan televisinya. Lalu, sanee pun masuk tanpa mengetok pintu kamar khan. Sanee pun melihat khan yang rebahan sambil melihat televisi. Sanee pun duduk disamping ranjang.


“ Ada apa.?” Tanya sanee sambil memegang lehernya


“ kenapa lehernya sakit.? Tanya khan balik


“ sedikit kaku khan" jawab sanee tanpa menoleh karena lehernya berasa kaku


“ Salah tidur mungkin, makannya lehernya sakit " perjelas khan. Sanee hanya menggapai bahunya, pertanda dia tidak tahu. Khan pun mengambil cream pijat dimeja nakasnya.


“ sini, tidur sini" perintah khan. Sanee pun berdiri, ia takut kalau khan melakukan hal aneh padanya.


“ cepet sini, aku kasih cream ini biar berkurang sakitnya. Aku tidak akan melakukan hal yang aneh padamu" perjelas khan, akhirnya sanee menurutinya.


“ Tapi aku ga mau tiduran” kata sanee sambil menciutkan bibirnya, yang nampak terlihat imut. Khan pun tertawa.


“hahaha, kenapa, takut aku tiduri.? “ tanya khan tertawa lepas

__ADS_1


“ iya" jawab sanee sewot


“ hahaha, tidak mungkin. Meskipun kamu sudah jadi istriku. Aku tidak akan melakukannya kalau kamu dan aku tidak sama – sama suka. Sudah ayo sini duduklah saja" kata khan.


Mendengar penjelasan khan, sanee pun tidak was – was lagi. Sanee pun duduk kembali di tepi ranjang. Khan pun mengoleskan cream


dilehernya sanee yang terlihat putih mulus itu, khan sambil memijatnya sedikit.


Ternyata pijatan khan lumayan juga, terima kasih khan atas perhatianmu. Batin sanee sambil tersenyum.


“ Sudah" kata khan. Lalu khan mengembalikan cream itu ketempat semula. Dan ia pun membuka kaosnya. Saat sanee hendak berbalik. Sanee terkejut dan berteriak.


“ khan?!”Teriak sanee, langsung berbalik lagi menatap ke tembok.khan pun heran.


“ Ada apa.?” Tanya khan merasa tak bersalah


“ Hey hey, aku mau olahraga. Sudah jangan melihat tembok. Akukan tidak telanjang. Tolong buatkan aku susu rasa vanila yang ada di lemari” kata khan, tanpa menjawab sanee pergi nyelonong.


...


“ susu ini.?” Tanya sanee, dibacanya susu menambah massa otot.


inikan susu e*men yang di televisi itu, untuk membentuk dada bidang dan otot getot. Batin sanee


Lalu, sanee membuatkan susu itu. Dan diantaranya ke kamar khan. Yah, dia berada di ruang kerja yang bersandingan dengan kamar tidurnya yang dibatasi oleh dinding kamar. Dilihatnya khan meninju bantalam besar yang sanee pun tidak tau apa itu namanya.diletakkan susu itu dimeja kerja khan, sanee pun duduk di kursi sambil melihat khan. Khan pun menghentikan pukulannya. Lalu, meminum susu yang sudah dibuat oleh sanee. sanee hanya melihat khan tanpa sekata pun.


" mau olahraga.?" tanya khan, sanee hanya menciutkan bibir dan geleng - geleng. lalu, khan lanjut memukuli bantalan besar itu. dilihatnya khan nampak berkeringat sekali.

__ADS_1


" handukmu ada dimana? seperti kau lupa handukmu" kata sanee. khan hanya diam dan fokus. dia tidak menggubris sanee. Lalu sanee mengambil tisu wajah yang ada dimeja khan dan menghanpiri khan. khan pun menghentikan pukulannya. khan dan sanee saling mendekat dam bertatapan.


" dimana handuk mu.? kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku" kata sanee sambil mengusap keringat diwajah khan dengan tissu wajah. khan hanya terdiam dan nafasnya cepat.


" kamu ada masalah .?" tanya sanee, lalu khan pun mengangguk. sanee membuang nafas panjang. karena sanee sudah menduga, pasti ada yang tidak beres. khan memukul bantalan besar itu dengan emosinya bukan dengan kekuatannya.


" kamu mau cerita khan, siapa tau aku bisa kasih solusi" kata sanee


" sudah, aku sudah menyelesaikannya. tapi aku masih emosi" kata khan, sanee hanya mengmengangguk dan diam


" aku ingin jalan - jalan khan, ayo temanni aku " ajak khan. sanee mengangguk sambil tersenyum.


" ayo mandi" ajak khan


" apa.? " tanya sanee


" hahaha, maksudku. kamu mandi dikamar aku mandi dikamarku" jawab khan tertawa lepas


" khan.!" Teriak sanee, sambil berlari menuju kamarnya. sanee nampak malu. namun dibatin sanee


aku senang khan tidak sedih lagi, oleh masalahnya yang aku tak tau kenapa.


Khan pun melihat hpnya, ternyata ada whatsapp dari icha. namun tidak dibuka pesan itu oleh khan, dia malas karena icha hanya masa lalunya yang pernah menyakitinya.


icha sudah menelpon sejak pagi tadi, apa sanee yang mengangkatnya.? Batin khan


khan melihat ponselnya, ia hafal betul nomor icha yang dulu sudah pernah dihapus dari ponselnya yang belum sempat ia blokir. lalu, khan saat itu juga mem blokir nomor dan whatsapp tersebut karena tidaklah penting. dan khan bersiap - untuk jalan dengan sanee.

__ADS_1


...


__ADS_2