Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
masalah 4


__ADS_3

saat pesanan bakso khan sudah ditangan. segera ia masuk ke dalam mobil. langit sudah tidak hujan selebat tadi, kini hanya gerimis. khan masih melihat lita berjalan menelusuri trotoar sambil berlindung dibawah payungnya. khan membunyikan clakson dan berhenti. litapun seketika berhenti dan melihat kearah samping. khan membuka cendela mobilnya.


" rumah mu masih jauh.? apa butuh tumpangan.?" tanya khan


" akh, tuan khan hanya kurang 1 kilo setengah saja dari sini" jawab lita


" naiklah aku akan mengantarkanmu" perintah khan


" ha.? terima kasih tuan" jawab lita bahagia


yang benar saja, aku duduk disebelah tuan khan. bos besar. aku senang sekali. batin lita


setelah lita naik, khan membiarkan kaca jendela terbuka lebar. karena ia tidak ingin ada fitnah yang timbul dikemudian hari.


" tuan, kenapa jendelanya tidak ditutup.?" tanya lita


" aku ingin menghirup udara setelah hujan, terasa segar" jawab khan ngeles


" owh." balas lita. mobil melaju stabil. didalam perjalanan 3 menit itu lita melancarkan aksinya yaitu ingin mendekati khan.


" oiya tuan, boleh aku bertanya.?" tanya lita pada khan


" owh, silahkan" jawab khan fokus menyetir


" apa tuan sudah.." kata lita terpotong karena serasa kurang tepat kalau dia menanyakan prihal urusan pribadinya untuk saat ini. apalagi kalau menanyakan status dia masoh single atau menikah.


" apa tuan sudah makan tadi.? kok masih beli bakso.?" tanya lita ngeles


" owh, ini aku suka bakso" jawab khan

__ADS_1


" uhhmmt.. aku bisa masak bakso tuan." kata lita


" benarkah?" tanya khan


" iya, tuan mau saya buatkan.?" tanya lita


" oowh, kapan - kapan saja boleh" jawab khan


yes! akhirnya aku punya kesempatan untuk bertemu tuan khan lagi. batin lita


" yah sudah kapan - kapan kalau saya masak saya kasih" kata lita senang.


" boleh. rumah mu mana.?" tanya khan


" nah itu, sebelah apotik." jawab lita


" rumahmu sebelah mana.?" tanya khan


" gang kecil itu masuk tuan. aku kost disitu" jawab lita


khan merengut, seakan penasaran.


" boleh aku melihatnya.?" tanya khan


" owh, boleh tuan tapi.. "jawab lita terputus


" kenapa." tanya khan


" kadang kost saya depannya banjir tuan. apa tuan tidak.." jawab lita terputus karena khan menjawabnya

__ADS_1


" sudah tidak apa. ayo tunjukam kostmu" kata khan


lita menganggukan kepalanya, khan berjalan dibelakang lita. khan mulai memasuki gang yang lumayam sempit itu hanya bisa dilewati satu sepeda motor saja. gang itu becek ada genangan air. sampailah di didepan kost lita dan yamg diomongkan lita benar. depan kostnya tergenang air.


" apa itu kostmu.? apa pernah banjir.?" tanya khan


" yah, tergantung. kalau hujan terus menerus yah banjir tuan" jawab lita


" uhmmt.. baiklah kalo gitu yang sabar yah. kalo memang kamu tidak betah disini kamu bisa tidur di basement kantor hubungi pak heru. kalo tidak salah disana masih cukup untuk di huni beberapa orang. basement perempuan masih lengang setauhu saya" kata khan


" oowh, saya tidak tau tuan." kata lita


" iya. mungkin pak heru masih belum mengkonfimasi, karena mungkin kamu masih pegawai baru. kebijakan dari kantor memang minim karyawan kantor bisa tidur di basement masa kerja sudah masuk 3 bulan. dan selama dia belum menikah dia boleh tinggal disitu untuk beberapa lama. untuk listrik dan pdam ditanggung kantor. untuk urusan keperluan lainnya ditanggung oleh anggota basement"kata khan menjelaskan


" owh, begitu" kata lita


" maka dari itu bekerja keraslah. supaya bisa menjadi bagian di nusa group. kamu masih training kan masih masa kontra" kata khan


" baik tuan. terima kasih atas dukungannya" kata lita


" yah sudah, saya izin pulang dulu. jaga kesehatan. selamat sore" ucap khan


" sore tuan, hati - hati" kata lita


khan hanya tersenyum datar. lalu meninggalkannya. khan sudah tidak kelihatan batang hidungnya. lita loncat - loncat kegirangan bisa pdkt dengan khan.


" hore.! selangkah lagi" kata lita


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2