Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
Kegelisahan dan ketakutan Elsa


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


.


Langit jingga menghiasi langit sebelah barat , meski terhalang gedung dan bangunan lain nya warna cerah nya tetap bisa terlihat indah.


Malam ini Elsa nampak bahagia melihat adik nya yang sudah dinyatakan sehat dan bisa kembali ke rumah, sesuai yang Elsa ucapkan beberapa hari lalu ,kini Kenan dan ibu Sri sudah kembali tinggal bersama nya ,namun Elsa memilih ia yang pindah ke rumah tempat ibu Sri, dengan alasan dekat dengan sekolah Kenan.


Rumah yang tak terlalu besar,namun cukup untuk menampung mereka ,dengan tiga kamar yang juga sudah ada kamar mandi di setiap kamar , ruang tamu dan ruang tengah yang menyatu dengan hanya di sekat dengan hiasan Aquarium berukuran sedang dengan berbagai ikan hias kecil,hiasan dinding seperti lukisan pemandangan alam juga lukisan kaligrafi menambah suasana rumah menjadi sedap dipandang mata , dapur dan satu ruang kamar di samping nya yang di khususkan untuk mencuci pakaian ,terdapat mesin cuci juga di sana .


"aku senang akhirnya bisa tinggal bareng lagi dengan kakak dan sekarang ada kak Vano juga " ucap Kenan dengan senyum yang terus mengembang di wajah nya


"hm....maafkan kakak ya, kakak sudah membuat mu kesepian selama ini " ucap Elsa menatap sendu adik nya


Bukan hanya Kenan ,Elsa pun merasakan hal yang sama ,ia juga bahagia apalagi ia tahu jika Kenan adalah adik kandung nya ,namun masih ada sedikit ketakutan di hati nya ,meskipun Vano sering menegaskan jika kutukan itu sudah hilang karena dirinya kini sudah menemukan tambatan hati nya , tapi tetap saja ia masih merasa gelisah .


Vano yang bisa merasakan kegelisahan dan ketakutan Elsa pun hanya tersenyum dengan menganggukan kepala nya, sorot mata nya mengisyaratkan jika semua akan baik-baik saja .


"ya sudah kalian istirahat lah sana ,kalian pasti capek " ucap ibu Sri pada kedua nya


"baiklah Bu , kita istirahat dulu ,sayang ...kakak ke kamar dulu ya, kamu juga istirahat" ucap Elsa mengusap rambut anak itu pelan ,dan Kenan pun mengangguk


Tak membutuhkan waktu lama bagi Elsa untuk terlelap dalam tidur nya,tubuh nya sudah sangat lelah karena mengharuskan nya berjaga hampir 24 jam selama beberapa hari untuk mengurusi dan menjaga Kenan , juga kewajiban nya sebagai seorang istri yang juga harus mengurusi Vano ,mulai dari sarapan dan yang pasti pelayanan nya di atas ranjang ,Elsa bahkan hampir tak mengenal tidur selama beberapa hari ini jam tidur nya yang hanya sekejap pan saja ,namun ia tak mengeluhkan nya , ia malah merasa senang dan bahagia.


"kamu pasti sangat lelah , aku bahkan sampai tak melihat mu tidur selama di rumah sakit ,siang malam kamu gunakan waktu mu untuk ku juga Kenan , maaf kan aku sudah membuat mu kelelahan " lirih Vano membelai pucuk kepala Elsa yang terlihat damai dengan tidur nya


cup'


Vano mengecup kening nya penuh kasih


"aku tak tahu ,kenapa aku bisa sangat mencintai mu ,sangat " bisik nya

__ADS_1


Vano pun langsung ikut tertidur di samping Elsa dengan memeluk Elsa erat ,seakan enggan untuk melepas kan .


****


"kenapa gue kembali ke tempat ini ?" fikir Elsa saat melihat sekitar nya yang di penuhi dengan dinding berkilauan seakan ada lampu yang menyorot nya hingga terang benderang , tak hanya dinding yang berkilauan namun terdapat juga stalakmit dan stalaktit yang meruncing dari atas ke bawah dan sebalik nya.


"selamat datang kembali anak ku " ucap sebuah suara yang terdengar menggema dan saling bersahutan


"k...kau....."


Sosok ular besar dengan kepala menyerupai naga itu muncul dari balik kabut putih ,tak jauh di depan Elsa berdiri


"hm.... ku ucapkan selamat untuk mu ,maaf aku baru bisa mengucapkan nya sekarang " ucap nya


"I ...iya ..tapi untuk apa ?" tanya Elsa


"untuk pernikahan mu " ucap nya ,ia bergerak semakin mendekat pada Elsa


"apa kutukan ku sudah hilang ?, apa aku tidak akan kehilangan orang yang aku sayang lagi nanti ?" tanya Elsa langsung menanyakan apa yang membuat nya resah


"karena apa?" tanya Elsa was-was


"karena aku belum bisa memastikan berapa dalam dan tulus nya perasaan kalian berdua , harus ada pengorbanan , entah itu kau atau dia yang harus berkorban demi pasangan nya" ucap nya sedikit menggeram dan dalam kejapan mata ia berubah menjadi seekor harimau putih ,Elsa tidak terkejut karena dia sudah tahu.


"pengorbanan ,maksud nya ?" dahi Elsa berkerut tak mengerti ,ia ingin mendengar isi hati ular yang sudah berubah jadi harimau putih itu ,namun sayang ia tak mampu menembus fikiran ular itu


Elsa mengerjap pelan dengan deru nafas yang sudah tak beraturan ,ia mengusap pelipis nya dan melirik jam di dinding yang menujukan pukul 2 dini hari


"masih malam rupanya" Elsa menghela nafasnya ,lalu melirik pada pria yang sudah berstatus suami nya dengan dengkuran kecil nya , Elsa tersenyum namun seketika senyum nya sirna saat mengingat mimpi barusan


"apa maksud nya pengorbanan,.. pengorbanan seperti apa" kembali Elsa menghela nafas nya


"aku tak mau kamu kenapa-napa, jangan lakukan apapun yang dapat membahayakan diri mu " Elsa menatap sendu , di usap nya rambut Vano ,tak terasa air mata nya pun menetes begitu saja


"aku tak ingin dan tak akan sanggup kehilangan mu , tetap lah di sini untuk ku ,jangan lakukan apapun, berkat mu aku kembali merasakan rasa nya di sayangi, dibutuhkan, senyum yang sudah lama tak menghiasi bibir ku kini kembali merekah itu semua karena kamu ,aku tak lagi merasa kesepian ,saat kau jauh aku juga tak pernah merasa kesepian karena dua sahabat mu yang ikut menemani ku ,dan itu karena kamu " lirih nya dengan suara sedikit tercekat


Elsa baper dengan mimpinya ,tapi ia merasa itu bukan lah sebuah mimpi semata , rasa takut dan gelisah kini melanda diri nya .

__ADS_1


"Puteri....."


Elsa menengok pada Shema yang tiba-tiba datang , ia akan datang jika dipanggil juga di saat Elsa tengah merasa gelisah


"Shema "lirih nya


"tenangkan fikiran mu Puteri"


"bagaimana aku bisa tenang , aku takut sesuatu yang ku takut kan terjadi , aku baru saja merasakan kebahagiaan ,dan tak ingin kehilangan kebahagiaan ku lagi " tatapan Elsa beralih pada Vano yang menggeliat


"dalam hidup pasti ada rintangan nya dan untuk mencapai kebahagiaan itu memang butuh perjuangan juga pengorbanan Puteri , Puteri pasti bisa menghadapi rintangan itu "


"entahlah ....apa aku bisa Shema "


"Puteri pasti bisa " Shema memberikan semangat nya


"dan seperti nya Puteri harus bersiap-siap , aku merasa akan terjadi sesuatu yang akan membahayakan nyawa orang di sekitar Puteri" ucap Shema menundukan kepala nya


"Ya Tuhan .......apa lagi ini " keluh Elsa mengusap wajah nya kasar


Perasaan nya benar-benar kacau saat ini,entah hal apa yang dimaksud Shema , tapi Elsa selalu berharap dan berdoa semoga semua nya akan baik-baik saja ,meskipun ia tak yakin


"jika memang harus ada korban , biar aku saja yang menggantikan nya , ini semua tidak akan terjadi jika aku tak terlahir ke dunia "


.


.


.


.


.


.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2