
sampailah mereka didepan pintu kamar dinnar.
" ini nona, kamarnya nona dinnar. saya permisi dulu" kata bi inem, lalu pergi.
" iya bi, makasih" kata sanee, lalu mengetuk pintu kamar dinnar. terdengar suara "masuk dari dalam kamar. sanee pun membuka pintu itu dan masuk.
" eh, sanee. sini hayo duduk" kata dinnar melihat sanee bersemangat.
" Iya mba" kata sanee
" jangan panggil mba, panggil dina saja" kata dinnar menjelaskan, sanee pun duduk di karpet bersama dinnar.
" kamu sudah sarapan sanee.?" tanya dinnar
" sudah kok mba, barusan. mba sendiri sudah belom.?" tanya sanee balik
" sudah kok tadi, eh.. panggil aku dina. D-I-N-A " kata dinnar sambil mengeja
" hahaha, baik din" kata sanee
" begitu lebih baik" kata dinnar
" kamu sedang apa din.?" tanya sanee yang melihat laptop di hadapannya dinnar
" owh, aku. aku sedang lihat film"jawab dinnar sambil mengutak - ngatik laptop nya
" film apa.?" tanya dinnar ikutan melihat laptop dinnar
" wkwkwk, korea.!?" jawab dinnar riang
" owh, k-pop.?" tanya sanee
__ADS_1
" yah, ga juga. cuman suka aja sama drakor" jawab dinnar
" kamu suka film apa.?" tanya dinnar
" aku apa saja, kecuali horor. heheh" jawab sanee
" owh, phobia hahaha" kata dinnar
" he.em" kata sanee sambil menganggukkan kepala
" eh, sanee dulu kamu menikah rasanya bagaimana.?" tanya dinnar lalu, menatap sanee
" rasanya.?" kata sanee kebingungan
" Iya, cerita dong. aku kan sabtu besok mau nikahan" bujuk dinnar
hey hey, aku juga ga tau rasanya bahagia apa sedih aku juga ga tau. aku kan menikah secara spontan. yah ga ada rasanya. seperti mimpi. batin sanee
" permen dong, ayo dong cerita!" kata dinnar menciutkan bibir
sanee kebingungan, bagaimana ia harus bercerita. sanee saja tak tau perasaannya saat mau menikah.
" apa, kamu bahagia sekali seperti tuan putri yang bertemu pangeran. atau kamu terharu karena kamu sudah bertemu tulang rusukmu dan allah menyatuhkannya" kata dinnar puitis
" hehehe, tutup dulu laptop mu di , bereskan baru aku cerita. hehehe" kata sanee sambil basa - basi sembari merangkai kata - kata yang rapi agar tidak menyakiti apapun.
"ok, baiklah. tapi ceritakan." kata dinnar sambil membereskan laptop dan barang yang berserakan disekitarnya. sanee duduk disampingnya dan berpikir keras.
" sudah, ini cemilannya biar ga garing" kata dinnar menyodorkan beberapa snack dan cemilan ringan. sanee membuka salah satu snack itu dan memakannya, lanjut juga dinnar.
" jadi bagaimana sanee, perasaan kamu menikah" kata dinnar
__ADS_1
" yah, bahagia." kata sanee singkat
" bahagia gimana maksudnya" kata dinnar berbelit- belit, membuat sanee bingung mencari kata untuk menjawabnya
sudah ku duga, ini anak pasti tanya sampai ke akar-akarnya. batin sanee
" yah bahagia, sudah dipertemukan dengan lelaki yang tepat dan yang ku butuhkan." kata sanee sambil memasukkan makanan
" owh, begitu yah. bahagia karena sudah pertemukan dengan laki-laki yang tepat dan kita butuhkan " kata dinnar mengulang perkataan sanee
" Iya,allah itu memang maha baik. dia memberikan apa yang dibutuhkan hambanya. bukan yang diinginkan hambanya" kata sanee
" wah, wah.. cerama agama ini" kata dinnar
" hehehe, dikit" kata sanee
" terus terus?" tanya dinnar yang membuat sanee bingung
" apanya yang terus - terus?" tanya sanee balik
" yah , setelah itu" jawab dinnar.
" yah ijab qabul" jawab sanee*
" iya tau sanee, oiya khan memberimu mas kawin berapa. kan dia memberimu atm. di dalam atmnya saldonya brapa.?" tanya dinnar penasaran
" Iya, aku juga ga tau. kenapa khan memberi atm. padahal aku tidak pernah menuntut untuk mas kawin. " jawab sanee
" berapa saldonya?" ,tanya dinnar
" hehe" sanee nyengir tidak menjawab pertanyaan dinnar. dinnar pun menggelitik tubuh sanee. seakan mereka sudah kenal akrab.
__ADS_1