Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
melahirkan


__ADS_3

Tiga jam yang di katakan Elsa rupanya benar adanya , kini ia sudah mulai merasakan kontraksi yang cukup hebat nyeri dari sebelum nya ,bahkan durasi mulas nya pun lebih lama .


Elsa melihat pada kaki nya yang mengeluarkan cairan bening bercampur darah ,ia tak panik karena memang sudah waktu nya ia melahirkan .


Dengan berpegangan pada dinding dan apa saja yang ada di dekat nya ,Elsa melangkahkan kaki nya untuk keluar dari kamar .


Vano yang entah kenapa juga tiba-tiba merasakan sakit di perut nya berniat menghampiri Elsa yang tadi terlelap tidur setelah mereka selesai melakukan pertempuran panas .


Hatinya berdesir kala menyadari jika sebentar lagi buah hati nya akan bisa melihat dunia ,ia pun bergegas dengan langkah cepat menuju kamar nya ,namun sebelum itu Vano meminta Bagas menyiapkan mobil untuk mengantar Elsa ke rumah sakit .


"sayang ....kenapa tak memanggilku ,kalau kamu sampai jatuh bagaimana " pekik Vano saat melihat Elsa yang baru keluar dari dalam kamar


"astaga ,ketuban nya sudah pecah "tak berlama-lama Vano pun langsung menggendong Elsa


Vano meraih tangan Elsa lalu mengecup kening nya ,dan dalam sekejap saja Vano dan Elsa menghilang langsung menuju ke rumah sakit ,mengabaikan Bagas yang sudah siap dengan mobil nya


"ini si Vano kemana sih ,tadi bilang nya suruh cepat-cepat siapin mobil ,kenapa lama banget gak keluar-keluar" gerutu Bagas lalu mematikan mesin mobil yang sedari tadi sudah di hidup kan nya .


"yanx....kamu lihat Vano?" tanya nya pada Tasya yang tengah mengobrol bersama dengan yang lain


"enggak ....kenapa memang nya ?" tanya Tasya balik


"tadi tuh anak nyuruh aku nyiapin mobil ,katanya Elsa sudah mau melahirkan tapi udah di tunggu dari tadi gak muncul-muncul tuh orang "


"apa ....Elsa mau melahirkan " pekik Tasya mengundang perhatian semua yang ada di sana ,termasuk Vina ,Wira , Riska dan Reno


"Elsa mau melahirkan " Vina panik lalu berlari menuju kamar yang sudah di siapkan untuk Elsa


di susul Wira dan yang lain nya ,namun setelah sampai di kamar nya mereka dibuat melongo karena tak ada Elsa maupun Vano di sana ,tapi mereka bisa melihat ada bercak cairan bening bercampur kemerahan di lantai ,mereka mengikuti arah cairan itu namun berhenti tepat di ambang pintu menuju ruangan pesta .


"huuhuuu.....kakak kemana ,....katanya ponakan kecil ku akan lahir tapi kakak nya mana ,....ma...Bu....kakak mana ?" rengek Kenan setelah lelah mencari Elsa


"sabar nak , kakak pasti baik-baik saja ,kamu doakan saja kakak mu ya " ucap Bu Sri menenangkan ,Kenan pun mengangguk dan menengadahkan kedua tangan nya dan berdoa dalam hati


"menantuku " lirih Marsha


"kita langsung cek ke rumah sakit " seru Jay yang di angguki Vina ,ibu Sri pun turut mengangguk ,karena hanya mereka bertiga saja yang mengetahui kemampuan Elsa dan Vano .


"bagaimana ceritanya tuh mereka bisa ujug-ujug berada di rumah sakit , orang kita gak melihat mereka keluar nya kok " gumam Bagas seraya menghidupkan mesin mobil nya dan melajukan nya ,mereka semua turut mencari Elsa ke setiap rumah sakit ,untuk mempersingkat waktu pencarian mereka akhirnya membagi tugas dengan berpencar ke setiap rumah sakit , termasuk pasangan pengantin yang baru di nobatkan sebagai suami istri itu , kedua nya ikut panik hingga mengesampingkan acara bersejarah mereka ,karena hari ini memang hanya ijab qobul nya saja sedangkan untuk pesta resepsi nya akan digelar esok hari .


"aku juga gak tau Gas ,udah kita ikutin aja apa kata om Jay , siapa tahu memang benar Elsa dan Vano sudah berada di rumah sakit " ucap Tasya yang juga sama bingung nya


di mobil lain Vina dan Wira juga tak kalah tegang dan panik , apalagi saat tiba-tiba jalanan macet membuat Wira kalang kabut karena sudah sangat mencemaskan putri nya

__ADS_1


"sabar , pasti Elsa baik-baik saja " ucap Vina mencoba menenangkan


"kenapa kamu terlihat biasa-biasa saja tak nampak sekali jika kamu tengah khawatir ,apa kamu tidak menyayangi Elsa?" tanya Wira


"kamu itu malah berburuk sangka ,hati ibu mana yang tak khawatir dan panik jika anak kandung nya akan melahirkan dan tak tahu keberadaan dan kondisi nya saat ini , aku hanya tak ingin melihat kamu tambah panik jika aku juga ikut panik ,bukan berarti aku tak sayang anak kita " terang Vina ,padahal ia sudah tahu dan yakin jika Elsa pasti baik-baik saja saat ini ,namun ia tak mungkin menceritakan jika Elsa punya kemampuan teleportasi bersama Vano


"hhuuufftt..... iya kamu benar maafkan aku " lirih Wira


"iya tak apa " sahut Vina memberikan senyumnya


Dan kebingungan yang sama pun juga di rasakan yang lainnya ,hingga mereka sampai di rumah sakit yang masing-masing tuju dan langsung menanyakan pasien bernama Elsa ,namun tak satu pun rumah sakit yang punya pasien akan melahirkan bernama Elsa yang baru saja masuk ,ada juga pasien bernama Salsa itupun sudah beberapa hari di rawat namun bukan karena melahirkan melainkan karena kecelakaan .


Mereka pun akhirnya saling menghubungi satu sama lain jika mereka tak berhasil menemukan Elsa , hingga harapan tinggal satu yaitu rumah sakit yang akan di tuju oleh Marsha dan Jay,Kenan dan Bu Sri juga ikut bersama mereka .


"jadi harapan nya tinggal di kita Dad?" tanya Marsha menoleh pada suaminya saat setelah bertelepon dengan yang lain


"iya , mudah-mudahan rumah sakit yang kita tuju adalah rumah sakit tempat Elsa melahirkan " jawab Jay


"sebenar nya apa yang terjadi dengan kakak Bu ,kenapa kakak tiba-tiba saja menghilang?" tanya Kenan


Bu Sri nampak bingung menjawab nya , begitu pun dengan Jay , kedua nya hanya diam membiarkan Kenan bergelut dengan pertanyaan nya sendiri ,pun dengan Marsha ,ia tak habis fikir bagaimana anak dan menantunya bisa pergi ke rumah sakit sedangkan mobil nya saja masih terparkir ,juga tak pernah melihat Elsa dan Vano keluar


Melihat istrinya begitu kebingungan Jay hanya bisa mengulum senyum ,ia tak mungkin juga memberi tahu istri nya .


Sementara itu Elsa yang tengah berjuang antara hidup dan mati demi melahirkan sang buah hati pun malah terlihat santai tak seperti ibu yang akan melahirkan pada umum nya ,karena biasa nya wanita yang akan melahirkan akan menangis hingga jerit-jerit dan menjambak hingga mencakar suami nya saat merasakan mulas ,namun berbeda dengan Elsa ,dokter dan bidan beserta perawat yang lain pun di buat bingung , sampai-sampai ada yang menanyakan nya pada Elsa


"apa belum juga mulas Bu?" tanya seorang bidan sedikit panik dan juga bingung


"ini siapa yang mau melahirkan sih kenapa malah suami nya yang terlihat kesakitan ?" batin seorag perawat


bidan dan dokter itu terlihat panik jika Elsa tak bisa merasakan mulas berarti terjadi sesuatu dengan bayi di dalam perut nya,Elsa mengangguk


"dari tadi juga mulas terus Bu dokter,Bu bidan,hanya saja aku tak ingin membuat semua orang khawatir jika aku terlihat kesakitan " sahut Elsa tenang


"malah saat ini aku merasa aku ingin mengejan " ucap Elsa sedikit terbata karena ia hendak mengejan


"ah masa "bidan itu pun langsung melihat ke sela-sela kaki Elsa yang mengangkang ,dan betapa terperangah nya ia saat melihat kepala bayi nya mulai terlihat


"astaga ,benar .....ibu ....saat saya mengatakan aba-aba ibu dorong yang kuat ya Bu " ucap bidan itu berteriak


saat hendak menghitung aba-aba yang akan di anjurkan pada Elsa , tiba-tiba Elsa mengejan dengan kuat ,dan


Oeeekkk......

__ADS_1


Oeekkkk.......


"Alhamdulillah......bayi nya laki-laki " dua orang perawat serta dokter kandungan juga bidan itu pun berucap syukur


"baru kali ini aku dapat pasien yang melahirkan unik kaya gini " batin mereka seakan sudah janjian mengatakan ucapan itu dalam hati nya


"alat USG yang waktu itu dokter katakan memang benar , benar-benar menipu , yang katanya perempuan pas brojol laki-laki" celetuk Vano setelah merasa lega karena anak nya sudah lahir dengan selamat dan sempurna


"ya namanya juga alat buatan manusia pak " sahut dokter itu lagi


"bukan berarti saya tak mau anak laki-laki ya dok ,sebenarnya mau laki-laki apa perempuan sama saja , yang penting itu anak saya dan yang pasti saya akan menyayangi nya" ucap Vano setelah membaca fikiran dokter itu yang mengatakan jika Vano kemungkinan tak ingin punya anak laki-laki


"eh ....kok dia tahu" batin dokter itu


Vano mengabaikan kebingungan sang dokter ,ia mengalihkan pandangan nya pada bayi mungil nya yang masih di bersihkan dengan di lap ,karena bayi baru lahir belum boleh di mandikan sebelum berusia 24 jam , bayi nya tak berhenti menangis ,lalu ia pun menengok pada Elsa yang juga tengah tersenyum memperhatikan bayi nya.


"selamat ya sekarang kamu sudah menjadi ibu , jadilah ibu yang baik untuk anak kita , terima kasih telah memberikan ku malaikat kecil yang sangat lucu ,I Love You " bisik Vano seraya mengecup kening Elsa


Setelah bayi nya selesai di bersihkan Vano pun mengadzani bayi nya ,air matanya jatuh saat lantunan adzan itu mengisi pendengaran bayi mungil mereka .


Kini Elsa sudah berada di kamar inap dengan bayi nya yang juga sudah tertidur di box bayi .


"sayang ,kamu membuat keluarga kita kalang kabut mencari kita ,sudah kasih mereka jalan buat segera kemari , jangan buat mereka berputar-putar terus " ucap Elsa


"hehehe....iya ,baiklah " Vano terkekeh


Vano pun menuruti permintaan Elsa agar keluarga dan teman-teman nya bisa cepat sampai di sana .


***


Akhirnya setelah sekian lama cerita Gibran rilis juga guys ,....


yuk mampir yuk .....




baru dua episode ya guys...... insyaallah jika ramai aku akan up tiap hari.


mampir ya jangan sampai tidak , nanti aku sedih loooooh😭😭😭


jangan lupa masukin ke favorit,

__ADS_1


like nya jangan ketinggalan juga komentar nya ya , bila perlu kasih hadiah juga author kaleng-kaleng pasti sangat suka 😅


di tunggu ya guys......


__ADS_2