Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
extra part bertemu


__ADS_3

Elsa dan Vano kini sudah kembali ke rumah mereka , Bu Sri dan Kenan yang tadi juga ikut merasa cemas pada Vano pun menjadi lega saat melihat Elsa pulang bersama Vano.


"syukurlah kamu tidak apa-apa,kami tadi sudah sangat khawatir pada mu ,ya sudah lebih baik kalian istirahat " ucap ibu Sri ,yang di angguki kedua nya


"Bu,...mana kakak?" tanya Kenan saat kembali ,tadi anak itu sempat berlari ke kamar nya hendak membawa hasil gambar nya untuk di perlihatkan pada kakak nya


"kakak mu sudah masuk kamar " jawab ibu Sri


"eh...mau kemana ?" tanya ibu Sri saat melihat Kenan beranjak


"mau ke kamar kakak ,mau nunjukin ini" Kenan mengacungkan buku gambar milik nya


"besok saja ya ,kasihan kak Elsa harus istirahat" ucap Bu Sri ,Kenan menghela nafas


Melihat raut kecawa dari anak angkat nya itu ibu Sri merasa tak tega


"ya sudah sana pergi ke kamar kak Elsa ,tapi ketuk pintu dulu ya jangan langsung masuk " ucap ibu Sri membuat Kenan kembali tersenyum dan mengangguk cepat


tak berlama-lama Kenan pun berlari menuju kamar kakak nya


tok tok tok


Elsa dan Vano sudah mengetahui jika yang mengetuk pintu adalah Kenan ,Vano pun kembali memakai pakaian nya dan beranjak membuka kan pintu ,beruntung mereka belum sempat melakukan apa pun .


ceklek


"Kenan ,ada apa "tanya Vano berpura-pura tidak tahu padahal aslinya ia sangat tahu apa yang membuat Kenan datang mengetuk kamar nya


"mau menunjukan ini pada kakak" ucap Kenan


"ya sudah yuk masuk " Vano mengajak Kenan masuk ,dan Kenan langsung berlari menuju Elsa yang tengah duduk bersandar di sandaran tempat tidur


Elsa tersenyum melihat Kenan


"kak ini lihat lah ini tugas sekolah ku , ibu guru menyuruh ku menggambar pemandangan alam ,bagus gak kak?" ucap nya


Elsa membuka buku gambar nya , ia terpana melihat hasil menggambar Kenan , diusia nya yang terbilang masih sangat muda sudah bisa menggambar sebagus ini , namun tiba-tiba saja Elsa mengerutkan kening nya saat mata nya melihat ke sisi gambar nya


"Kenan,....ini gambar apa ?" tanya Elsa menujuk pada gambar yang di maksud , Kenan menjawab

__ADS_1


"oh ini...ini ular kak ?" jawab nya


"ular ....tapi kenapa kepalanya dua ?" tanya Elsa menatap netra hitam adik nya ,Vano pun ikut memperhatikan


"hm.....soal nya aku pernah bermimpi melihat kakak naik ular besar kepalanya dua " sahut anak itu


"oooh.....hanya mimpi?" tanya Vano dan Kenan pun mengangguk


"tapi kenapa di sini gambar nya kecil ,kan kata kamu ular nya besar ?" tanya Vano ,hingga Elsa beralih melihat pada nya


"kan ibu guru menyuruh ku menggambar pemandangan alam , kalau ular ini aku hanya buat sebagai pelengkap saja ,di sini juga kan ada burung ,jadi biar burung nya gak kesepian jadi aku bikin gambar ular di sini" tutur Kenan lagi


"oh gitu .....kamu hebat sayang , kakak saja tidak bisa menggambar sampai sebagus ini , setelah ini kakak mau belikan kamu peralatan melukis ya ,kakak mau kamu kembangkan kemampuan menggambar mu " ucap Elsa seraya mengusap kepala adik nya


"benarkah ....terima kasih kak, kalau begitu aku mau ke kamar ya ,mau tidur ,besok takut kesiangan " ucap Kenan seraya berlari ke kamar nya


"sayang .... Kenan sudah ke kamar nya ,kita lanjut yang tadi ya " Vano menatap genit


"tapi....


"ayolah .....aku pengen banget ini ...kamu lihat naga ku sudah bangun " Vano menujuk bagian bawah nya yang sudah terlihat menegak dari balik celana nya


"ini sesak sekali " rengek nya


"tuh kamu ngerasa kan dia nendang ,dia udah mau aku tengokin" ucap nya lagi


"iiih....kamu " wajah Elsa sudah bersemu merah


mau tidak mau Elsa pun menuruti keinginan Vano dan melayani nya dengan tulus .


Malam ini pun kedua nya larut dalam kehangatan yang mereka ciptakan ,setiap sentuhan yang di berikan Vano selalu membuat Elsa ingin melayang .


Setiap rasa yang kedua nya rasakan pun tak dapat mereka ungkapkan dengan kata-kata,hingga kedua nya terkulai lemas dengan peluh yang bercucuran dari tubuh kedua nya.


Vano menarik Elsa dan memeluk nya ,di tatap nya mata sayu Elsa ,dengan nafas yang masih terengah Elsa tersenyum .


Kedua nya saling melempar senyum ,tak ada yang mampu melukiskan betapa ke duanya sangat bahagia saat ini , tanpa mengucapkan kata apapun kedua nya tertidur dengan senyuman yang tak pernah luntur .


***

__ADS_1


Bagas masih celingukan di stasiun ,Bagas mendapat kabar dari mama nya jika gadis yang hendak di jemput nya sudah sampai dari tiga puluh menit yang lalu ,namun hingga detik ini Bagas tak juga menemukan gadis yang si maksud


"duh ....mana sih sudah setengah jam gue di sini kok gak ketemu juga ,lagian mana mungkin gue bisa mengenali wajah nya kalau yang dikirim sama mama itu foto nya yang masih SMP , pasti beda banget lah wajah nya saat ini " Bagas terus menggerutu


Bagas berbalik saat merasakan pundak nya ada yang menepuk


Saat Bagas berbalik Bagas terdiam memperhatikan gadis yang berdiri sambil membawa tas jinjing ,gadis itu tersenyum dengan manis ,Bagas dapat mengenali senyuman itu ,lesung pipi yang terlihat seperti bolong di kedua pipi nya serta mata sipit nya membuat Bagas yakin menyebutkan nama gadis di hadapan nya .


"Novi....kamu Novi kan ?" gadis itu mengangguk


"Ya Tuhan Novi kamu bikin pangling tahu, beda banget kamu sama yang dulu " seru Bagas tak percaya dengan yang ia lihat , ia bahkan melihat ke foto di ponsel nya dan kembali melihat pada sosok gadis cantik berlesung pipi .


"iya ....aku tahu....aku dulu itu jelek ,item ,kurus gak perlu kamu jelaskan lagi , aku yang sekarang bukan aku yang dulu lagi ,ingat itu" ucap gadis bernama Novi itu


"iya ya...kamu yang sekarang jelas bukan kamu yang dulu ,gaya dan cara bicara mu juga berubah ,ya sudah jelas kan saja nanti kenapa kamu bisa berubah drastis seperti ini ,sekarang sudah larut malam ,kenapa kamu harus datang selarut ini ,bagaimana jika terjadi sesuatu padamu ,kau itu kan perempuan mana aman bepergian sendiri ,jauh lagi " ucap Bagas seraya membawakan tas jinjing nya lalu membawa Novi masuk ke dalam mobil nya


"malam ini kamu tidur di rumah ku dulu ,besok baru aku antar kamu ke tempat mu ok " ucap Bagas


"hm...iya terserah kamu saja " sahut Novi


"gila dia kenapa bisa jadi secantik ini sekarang , kulit nya kuning Langsat , tubuh nya tinggi ,rambut sebahu , penampilan nya juga gak terlihat seperti dari kampung , berbeda banget seperti yang dulu , tapi hanya satu yang tidak berubah dari nya , senyuman nya yang bikin gue klepek-klepek dari dulu ahay......" batin Bagas seraya mencuri pandang dengan terus melirik gadis yang nampak memperhatikan jalanan dari samping nya


"ngapain sih ngelirik-lirik aku terus ,aku cantik ya " ucap Novi


"hehe....iya ....ko bisa sih kamu berubah jadi sangat cantik seperti ini ,padahal kamu kan dulu......gak seperti sekarang ini " ucap Bagas sedikit kikuk karena ke gep terus melirik ke arah gadis di samping nya


"hanya satu alasan ku kenapa aku merubah semua di diriku , aku hanya bosan terus di bully ,makanya aku belajar bagaimana cara bersikap di hadapan semua orang , bagaimana cara nya agar orang merasa segan dan tak ingin merendahkan ku , semuanya aku pelajari ,aku ingin membungkam mulu-mulut yang terus usil mencari kekurangan ku dengan menunjukan bahwa aku mampu melakukan apa yang tak bisa mereka lakukan , aku juga melakukan perawatan , menjaga pola makan , berolahraga dan melakukan hal yang positif dengan selalu berfikir positif juga " tutur gadis itu


"jadi ini alasan kenapa kamu jadi setinggi ini ,padahal dulu kamu tak sampai sebahu ku loh " ucap Bagas lagi dan Novi hanya tersenyum sambil mengangguk


"kita sudah sampai " ucap Bagas seraya menghentikan mobil nya tepat di depan pintu rumah nya


"ini rumah mu ? wah besar sekali bagus ..." Novi berdecak kagum


"hem....rumah orangtua lebih tepat nya ,aku cuman numpang hidup saja di sini ,ya udah yuk turun "


kedua nya pun keluar dari dalam mobil ,Bagas lalu menyerahkan kunci mobil nya pada pak Mar untuk di parkirkan dengan benar ,pak Mar merupakan tukang kebun sekaligus penjaga rumah itu .


Di tempat lain nampak Tasya tengah gelisah ,ia tak dapat tidur ,gadis itu sudah mengisi perut nya dengan mie instan agar bisa cepat ngantuk ,namun usaha nya sia-sia ,matanya masih betah melek

__ADS_1


"haaah....ya ampun kenapa ....ada apa dengan gue ,kenapa ini mata susah banget diajak meremnya "


***


__ADS_2