
happy reading 😘
.
.
.
Suara alarm terdengar nyaring,membuat seseorang yang masih menggulung diri nya dengan selimut tebal nya menggeliat ,rupanya cuaca dingin di pagi hari di tambah rintik hujan membuat nya enggan untuk keluar dari balik selimut ,namun seketika ia mengerjap ketika melihat seseorang di samping nya tengah duduk melamun ,ia pun beringsut duduk dan menatap nya
"kenapa melamun ?" suara nya yang serak khas bengun tidur membuat nya menoleh pada suaminya
"aku tidak melamun , aku hanya sedang merindukan nya mas , sedang apa kira-kira dia saat ini , seperti apa wajah nya sekarang ,aku ingin bertemu dengan nya" ucap sendu
"maksud mu ?" dahi nya berkerut
"aku sudah mengingat nya mas ,aku ingat semua nya , izinkan aku untuk menemui anak ku " ucap Vina dengan tatapan memohon
"sungguh kamu sudah mengingat nya ?" Darwin terkesiap
"iya , aku benar-benar sudah ingat semua nya , mas aku harus segera bersiap ,aku ingin menemui Elsa " ucap nya seraya beranjak ke kamar mandi
"sejak kapan kamu mengingat nya ?" tanya nya mengentikan langkah Vina
"sejak bangun tidur , semua nya seakan mimpi ,dan ketika aku bangun rupanya aku memang sudah mengingat nya " ucap nya sedikit berbohong , padahal nyata nya dari kemarin siang ia sudah mendapatkan kembali ingatan nya , hanya saja ia tidak mau membuat nya khawatir
"oh...." sahut Darwin , Vina pun tak merasakan kecurigaan apapun terhadap reaksi suami nya ia terlalu senang hanya dengan membayangkan memeluk putri kandung nya membuat nya tak sabar ingin segera menemui nya
"sialan ...kenapa dia bisa kembali mengingat apa dia tak meminum obat nya ?" Darwin menduga-duga ,ia pun segera membuka laci meja nya ,terlihat obat-obat itu sudah berkurang
"kalau dia meminum nya ,lalu kenapa dia bisa kembali mengingat nya, padahal jika pun dia sudah berhenti mengkonsumsi nya ingatan yang akan pulih pun tak akan secepat ini , apa dia sudah sangat lama tak meminum nya ,tapi melihat obat-obat nya tersisa beberapa butir mustahil dia tak meminum nya ,kecuali ....jika dia membuang nya ,apa dia sudah tahu fungsi obat ini" gumam nya dalam hati
"tapi jika sudah tahu mungkin dia akan menanyakan nya pada ku ,tapi ini ..dia bersikap biasa seperti biasa nya " batin nya lagi
Siangnya Darwin mau tidak mau mengantar Vina untuk bertemu Elsa ,namun setelah sampai di rumah nya ,rumah nya nampak kosong .
"jadi ibu sudah lama meninggal,terus Elsa tinggal sama siapa selama ini ?" tanya nya lirih
Vina memang tak pernah tahu kabar mengenai mantan ibu mertua nya sebab tak sedikit pun Darwin memberi nya kesempatan untuk mengetahui segala sesuatu tentang mantan ibu mertua nya tersebut,dengan selalu membawa nya liburan ke luar negeri bahkan saat ada perjalanan bisnis ke luar negeri atau luar kota pun tak pernah tak diajak.
"kenapa kamu tak pernah memberi tahu nya mas ?
"maaf ,aku juga tidak tahu " jawab nya
"ya sudah tidak apa-apa, sekarang ayo antar aku ke alamat ini ,aku sudah sangat merindukan nya mas" berbekal secarik kertas yang bertuliskan alamat rumah tempat tinggal yang sekarang yang ia dapat dari satpam kompleks.
dengan menghembus kan nafas panjang Darwin menyanggupi nya ,sebenar nya ia enggan ,dan dalam hati mengumpat
"kenapa dulu aku tak singkirkan saja anak itu ,sama seperti aku melenyapkan bayi itu , merepotkan saja , Riska ....hanya Riska satu-satunya yang harus mendapat kasih sayang nya " batin nya
"kenapa mas ?" tanya Vina saat melihat suaminya hanya diam
__ADS_1
"tidak apa-apa,aku hanya penasaran seperti apa anak mu sekarang " bohong nya
"lihat kan belum apa-apa dia sudah melupakan Riska ,apalagi kalau mereka sudah bertemu , apa dia tidak ingat saat ini Riska sangat membutuhkan nya " geram nya dalam hati
Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah rumah sederhana namun terlihat asri dengan berbagai tanaman di depan nya ,ada dua mobil terparkir di sana ,dan salah satu nya Darwin mengenali nya .
"bukan nya itu mobil Jaeden ,apa yang ia lakukan di sini ?" batin nya bertanya
Tak menunggu lama mereka pun turun dari mobil
tok tok tok
"permisi" Vina mengetuk pintu yang memang tak tertutup ,
"kamu yakin ini rumah nya ?" Darwin menatap Vina
"kita lihat saja nanti"
tak lama seseorang keluar dari rumah itu , dahi Vina berkerut saat melihat wanita paruh baya yang berdiri di ambang pintu ,Darwin terkesiap ia masih mengingat wajah pembantu rumah tangga nya yang tiba-tiba mengundurkan diri bersama suami nya .
"nyo...nya...tuan..." lirih nya
"bi Sri " gumam Vina
"nyonya..." gumam nya nyaris tak terdengar
"bagaimana kabar bibi, maaf selama ini aku tidak mengenali mu" ucap Vina
"a..apa yang membawa nyonya dan tuan datang kemari ?" tanya nya sedikit tergugu
"aku ingin bertemu ....
belum sempat Vina menyelesaikan ucapan nya ,Elsa keluar
"siapa Bu?" tanya Elsa ,padahal Elsa sudah tahu jika yang datang adalah Vina dan Darwin
"Bu Vina" gumam Elsa matanya melirik tak suka pada Darwin yang juga menatap nya tajam
"El.... Elsa....." lirih Vina nampak berkaca-kaca
"kalau begitu ,silahkan masuk kita bicara di dalam "Elsa mengajak tamu nya duduk di kursi ruang tamu
Vina tak dapat lagi menahan air mata yang sudah menggenang sedari tadi ,ia masih bertanya-tanya apakah gadis yang ia kenal selama ini adalah anak nya ,namun setelah melihat mata dan senyuman Elsa ia jadi sangat yakin jika gadis itu benar-benar anak kandung nya yang sudah ia telantarkan demi suami baru dan anak sambung nya
"ibu ambil air minum dulu " ucap ibu Sri memecah kecanggungan di antara mereka
"tak usah kita tidak akan lama " sergah Darwin
Vina menatap suaminya
"mas " Vina menggeleng dan kembali menatap Elsa
__ADS_1
"Elsa....kamu Elsa anak mama ?" tanya nya setengah terisak
"mama sudah mengingat nya ?" kini Elsa pun turut menitikan air mata,ia senang jika mama nya kini sudah kembali mengingat nya
"kamu benar-benar Elsa putri kecil mama ,putri cantik mama " Vina dengan isakan nya yang semakin menjadi
"iya ...aku Elsa nya mama ,Elsa Safira putri kandung mama" Elsa mengangguk Vina pun langsung memeluk Elsa erat ,ia menangis ,rasa sakit,sesak ,bercampur haru dan sesal kini menyrlimuti nya
"ya Tuhan ...maafkan mama sayang ,mama begitu egois ,mama sudah meninggalkan mu , tapi satu hal yang harus kamu tahu nak ,sedetik pun mama tidak pernah tenang jauh dari kamu sebelum kecelakaan itu merenggut ingatan mama ,kenapa kamu tak pernah mengatakan jika mama ini mama mu?" tanya Vina yang masih mendekap Elsa
Darwin termangu saat mendengar nama lengkap dari Elsa ,sebuah nama yang pernah Riska sebutkan ,dan sebuah nama yang rupanya ia lupakan ,dan kini ia terbelalak saat mengetahui jika Elsa yang selama ini ia benci rupanya Elsa yang sama dengan Elsa yang merebut kebahagiaan putri nya ,ia melihat Vano dan Jay ikut bergabung bersama mereka ,juga anak laki-laki berumur 9 tahun setengah berlari ke arah Elsa
"tidak mungkin " batin Darwin
Ia sangat yakin jika bayi yang dulu sudah ia lenyapkan oleh anak buah nya ,tapi saat melihat anak itu entah kenapa ia merasa jika ia tengah melihat wajah Wira,pandangan nya kini beralih pada ibu Sri yang terlihat gugup ,melihat itu Darwin yakin ada yang tidak beres
"kurang ajar ,rupanya pembantu sialan itu sudah membawa bayi itu ,pantas saja dia langsung mengundurkan diri di hari itu " batin nya
"ini tidak boleh dibiarkan " geram nya
Elsa membiarkan Darwin dengan segala umpatan di hatinya ,fokusnya kini hanya pada Vina
"ma....ini Kenan ,Vano Arkenan anak mana juga ,yang dulu sempat ingin di lenyapkan oleh seseorang" ucap Elsa membuat Vina terperangah
"a...apa ...jadi ..." Vina tak mampu lagi berkata-kata, ia begitu shock dengan dengan apa yang baru saja ia ketahui,pada saat ia tersadar setelah kecelakaan itu ia tak tahu jika ia sedang mengandung ,yang ia tahu ada luka sayatan di perut nya ,dan Darwin mengatakan itu bekas operasi pasca kecelakaan , dan kini ia baru ingat jika dulu ia sempat mengandung
"seseorang yang yang tidak mengingin kan kehadiran nya ,sama seperti dia menjauhkan ku dari mama dulu " tatapan nya tajam pada Darwin
Vano dan Jay pun mereka menatap Darwin yang sudah mengeratkan rahang nya
"ada apa ini " lirih Vina
Namun tiba-tiba saja Darwin mengeluarkan sebuah pistol keluaran terbaru yang baru saja ia dapat kan dari salah satu kolega nya ,pistol jenis G2 Elite yang merupakan salah satu pistol produksi PT.Pinded dengan kaliber 9×19 mm parabellum .Pistol ini memiliki magazine yang mampu menampung 15 butir peluru.Pistol ini juga memiliki keunggulan berupa pisir belakang yang bersifat adjustable , dengan panjang laras 5 inchi,akurasi yang di hasilkan tidak dapat di ragukan.
Darwin menarik Vina dan mengarakhan pistol itu tepat di kepala istrinya
ibu Sri berteriak ,Kenan ketakutan ,suasana kini berubah jadi tegang
"apa yang kau lakukan mas ?" tanya Vina dengan nada bergetar
pergerakan nya yang cepat juga tak ada kata apa pun dalam hatinya membuat elsa dan Vano tak dapat membaca pergerakan nya
.
.
.
.
to be continued
__ADS_1