
sanee tertidur, didalam mobil. khan yang menyetir mobilnya menyusuri jalanan. sampai rumah, sanee tetap tertidur. khan melihat sanee tersenyum. khan pun membuka pintu mobilnya, ia turun untuk membawa barang belanjaan sanee ke dalam rumah. ketika itu sanee tersadar bahwa ia ketiduran dan sudah sampai dirumah. melihat khan yang tidak ada di mobil. sanee menoleh ke dalam bagasi mobil. ternyata khan memasukkan barang-barangnya. setekah itu sanee melihat khan berjalan menuju mobil.
" sanee, kamu sudah bangun" kata khan ketika membuka pintu mobil
" he.em, maaf yah aku ketiduran" ucap sanee, khan hanya tersenyum. lalu mereka berdua masuk kedalam rumah. kali ini sanee selalu membuntuti khan, sampai khan mau masuk ke kamarnya. khan pun merasa heran dengan sikap sanee.
" kenapa sanee.?" tanya khan
" ha.. apa.?" tanya sanee balik sambil gelagapan
" kamarmu disitu, ini kamarku" kata khan sambil menunjuk pintu kamar sanee. sanee menciutkan bibir
" khan" kata sanee pelan
" apa.?" balas khan sambil menangis
" aku takut" kata sanee sambil menyiutkan bibirnya
khan hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"kalau takut sama film horor, mending ga usah lihat film itu" kata khan sambil menyentil kening sanee dengan pelan. sanee hanya terdiam kaget sambil mengusap- nginap keningnya.
" tidurlah sana, aku mau sholat isya lalu tidur. capek ngantuk" goda khan. sanee hanya menciutkan bibirnya. khan masuk kekamarnya. namun sanee tidak bergeming masuk kedalam kamarnya pula. khan pun melihat sanee ingin tertawa namun menahannya.
" khan" kata sanee sambil mencegah khan menutup pintu
" aku takut" kata sanee, khan pun geleng-geleng sambil tertawa.
" hahaha, lalu kamu maunya apa.?" tanya khan
" aku tidak bisa tidur, kalau tidak kamu jagain" jawan sanee. khan pun ngangkat alisnya yang tebal itu.
" jarang sekali" jawab sanee
"lalu, ,saat tidur harus dijagain" kata khan
sanee hanya menggeleng-geleng.
" sudah tidur sana" perintah khan, sanee pun wajahnya mulai berkaca-kaca. seakan menyesal sudah melihat film horor. khan pun melihat sanee rasanya ingin tertawa, karena khan sudah sukses menggodanya.
__ADS_1
" aku benci khan!" teriak sanee lalu ia bergegas masuk kedalam kamarnya. khan pun merasa bersalah, mungkin dia keterlaluan menggodanya. lalu khan mengikuti sanee masuk kedalam kamar. ditariknya tangam sanee lalu tanpa sengaja wajah sanee menempel ke dada khan. refleks khan memeluk sanee sambil mengelus rambut sanee yang pendek itu. khan paham dengan sanee, dia mungkin sedang takut karena kamar ini tidak seperti kamarnya yang dulu dirumahnya sendiri, mungkin terlalu sempit beda dengan kamar dirumah khan yang memang luas dan besar. tetapi yang paling mendasar sanee takut dengan halusilasinya sendiri.
" maafkan aku sanee, aku hanya bercanda. maafkan aku" kata khan. sanee hanya terdiam sambil menahan tangisnya. entah kenapa sanee merasa nyaman dipeluk khan, seolah sanee menemukan kedamaian.
" sanee aku minta maaf yah, maaf kalau becandaku keterlaluan" kata khan tulus. sanee hanya menganggukkan kepalanya. lalu sanee melepaskan pelukan itu begitu juga khan. sanee mengusap air matanya.
"besok jangan lihat film horor lagi yah" kata khan
" iya khan,tidak lagi" kata sanee sambil menunjukkan jarinya piss
" ya sudah, tidurlah. aku akan duduk disini menjagamu" kata khan lalu duduk di kursi. sanee pun berjalan menuju tempat tidurnya ditariknya selimut itu dan dipejamkan matanya. khan yang duduk di depan meja rias sambil melihat sanee tertidur ingin sambil tersenyum lebar.
ternyata dia ini penakut, batin khan yang tau akan salah satu kelemahan istrinya.
setelah berada dikamar sanee setengah jam, dilihatnya sanee juga tertidur pulas. khan pun beranjak dari kursi itu. dilihatnya sanee dari dekat.
wajahnya yang putih bersih, merona dan bibir merah mudanya. khan pun tersenyum.
cantik juga istriku. batin khan
__ADS_1
lalu meninggalkan Sanee yang sudah tertidur pulas, ditutuplah pintu kamar dengan pelan. khan masuk kamarnya dia segera mengerjakan sholat isya'nya. setelah itu khan membaca quran seperti biasa. dan tak terasa khan ketiduran sambil memeluk al-qurannya.