
Reno masih setia menunggu jawaban Riska ,ia menatap penuh harap pada kekasih nya itu .
"ayo dong jawab ....lama banget mikirnya ,bikin gak tenang aja ,kan gue jadi pesimis jadinya " batin nya lirih
"jadi gimana ....apa aku sudah bisa masuk ke dalam hatimu ,dan maukah kamu menikah dengan ku di akhir bulan ini ,aku tidak mau menikah dengan wanita lain ,tapi aku juga gak bisa mengecewakan orang tua ku, please berikan aku jawaban " ucap Reno lirih
Ia sudah sangat siap dengan apapun jawaban Riska , meski sakit,tapi ia tak bisa memaksakan kehendak nya, Riska harus bahagia meski tak bersama nya begitu fikir nya
"maaf " lirih Riska seraya menunduk, tak ingin menatap mata Reno yang sedari menatap nya
"heeeeh....ok baiklah ,tidak apa-apa aku tidak akan memaksa ,tapi aku harap kamu akan bisa menemukan kebahagiaan mu sendiri,terima kasih karena kamu sudah mau memberikan ku kesempatan untuk bisa merasakan memiliki kekasih , kalau begitu aku ke kamar dulu ya ,dan mungkin besok pagi aku akan langsung pergi , kamu istirahat lah " Reno berjalan menuju kamar tamu ,hatinya berdenyut sakit saat mendengar kata maaf keluar dari mulut kekasih nya dan mungkin sekarang jadi mantan
Namun saat Reno sudah sampai di ambang pintu , tubuhnya mematung saat merasakan tubrukan dari belakang dan langsung memeluk nya
"maaf ....maaf jika selama ini aku hanya bisa menyakitimu ,maaf " Riska terisak sembari memeluk Reno
"iya tidak apa-apa, kan perasaan itu tidak bisa di paksakan " Reno masih mencoba untuk tersenyum
"bukan itu maksud ku, dengarkan dulu ucapan ku " ucap Riska masih terisak
"maaf, aku selalu membuatmu tersakiti karena sikap ku ,aku bingung harus jawab apa , jujur aku sudah merasa nyaman bersama mu, dan ...dan saat melihat mu bersama wanita lain hati aku sakit ,aku gak tahu apa yang aku rasakan , entah itu cinta atau apa yang jelas aku gak suka lihat kamu bersama wanita lain " tutur Riska jujur
mendengar itu Reno pun menghela nafas ujung bibir nya tertarik ,ia menarik lengan Riska yang masih memeluknya dari belakang,lalu berbalik menatap Riska yang juga menatap nya
"itu namanya kamu cemburu , cemburu itu tanda cinta ,kamu sudah jatuh cinta padaku , benarkan ?" suara Reno terdengar merdu di telinga Riska ,seakan terhipnotis Riska pun menganggukan kepalanya
"akhirnya ..terima kasih sudah membalas perasaan ku " Reno menarik Riska dalam pelukan nya
Ia sangat bahagia karena pada akhirnya perasaan nya terbalas setelah bersabar sekian puluh purnama,dan berkat akal-akalan nya pun akhirnya Reno tahu bagaimana perasaan Riska pada nya .
"kamu akan tetap menikah di akhir bulan ini?" tanya Riska membuat Reno terkesiap
"haiiihh....itu kan cuman akal-akalan saja ,tapi...kesempatan emas tak usah di sia-sia kan ,mumpung sudah ada lampu hijau entar keburu dia berubah fikiran " batin nya menyeringai
"ya,tentu saja ,dan siap tidak siap akhir bulan ini aku akan meminang mu dengan bismillah,jadi persiapkan dirimu baik-baik,jaga pola tidur dan makan , biar tetap sehat sampai hari bahagia kita , agar malam pertama kita nanti kamu akan fit, aduuuuhh...." Reno memekik saat mendapat cubitan di pinggangnya
"kok aku di cubit ...." tanya Reno melepas pelukan nya dan mengusap pinggang nya yang terasa panas
"habis nya kamu tuh ya " dengus Riska kesal
"aku apa ,aku gak ngelakuin apa-apa" kilah Reno yang masih mengusap-usap pinggangnya
"tau ah ,aku mau tidur " Riska berlari menaiki tangga dan langsung ke kamar nya
Reno terkekeh saat melihat tingkah Riska ,ia tadi dapat melihat betapa merah nya kedua pipi gadis nya itu setelah mendengar ucapan Reno tentang malam pertama .
"selamat malam , semoga mimpi indah " Reno pun masuk ke dalam kamar tamu itu dan segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah menutup pintu.
di kamar lain Riska tengah memegangi kedua pipi nya yang terasa panas
"tuh orang ngapain sih pake bahas malam pertama segala , kan gue malu ,astaga ....akhir bulan ini gue marryed " Riska masih tak percaya ia akan menikah secepat itu ,hanya membayangkan nya saja jantung nya sudah berdegup dengan kencang ,apalagi jika nanti pas acara pernikahan nya .
tring
sebuah pesan masuk ke ponsel nya
( jangan memikirkan apapun , gaun pengantin,gedung ,dan undangan biar aku yang urus ,kamu hanya tinggal persiapan diri mu saja )
begitulah isi pesan nya ,seketika Riska pun tersenyum.
__ADS_1
***
Tasya pagi ini tengah bersiap ke hotel , hotel di berhentikan sementara pengoperasian nya oleh pihak kepolisian, pihak polisi di bantu tim anti teror atau Densus 88 juga masih berada di sana demi mengantisipasi jika masih ada serangan lain pasca penyerangan kemarin .
Hotel juga akan dilakukan beberapa renovasi akibat kerusakan yang di lakukan para perusuh itu .
"non Tasya sakit? "tanya bi Siti karena melihat Tasya nampak pucat
"enggak kok bi ,hanya kurang istirahat saja,apalagi insiden kemarin membuat aku tak bisa tidur nyenyak" jawab nya
"ya udah kalau gitu non Tasya istirahat saja,tak usah berangkat "
"enggak apa-apa kok bi, gak enak kalau aku gak datang,Tante Vina dan yang lain juga pasti sudah berada di sana " tutur Tasya
"ya sudah tapi non Tasya jangan terlalu kecapean ya " ucap bi Siti lagi
"iya , bi...apa ....mama atau papa ada nelpon gak bi?" tanya Tasya
"enggak non?" jawab Bu Siti menggeleng pelan
"haaah....sudah ku duga ,mereka memang tak pernah peduli padaku , kaya nya kalau aku mati juga mereka bodo amat "
"astaghfirullaahal'aziim....non Tasya gak boleh berbicara seperti itu ,pamali " bi Siti nampak terkejut mendengar ucapan Tasya
"ya udah kalau gitu aku berangkat ya Bi, assalammualaikum...." Tasya pun berangkat setelah sebelum nya mencium pipi bibi mantan pengasuh nya itu ,tak hanya itu Tasya pun melemparkan senyum pada semua pembantu rumah tangga nya .
"ya ampun kasihan sekali non Tasya,apa anak-anak kita di kampung juga berfikiran seperti itu ,merasa di abaikan karena kita gak pernah pulang kampung ?" ucap salah satu pembantu rumah tangga nya
"tapi saya mah jika pulang kampung masih bisa sempet ngurus anak , apalagi kalau mau sekolah ,saya siapkan air hangat ,seragam ,makanan ,sampai membuatkan bekal, tak seperti tuan dan nyonya ,mereka masih bisa pulang tapi malah bersikap acuh pada anak nya " sambung yang satu nya
"hus ....kalian masih pagi juga malah pada gosipin majikan ,entar dapet SP 1 baru nyaho kalian " seru bi Siti menegur
"hehehe.....maaf " kedua nya cengengesan dan kembali melakukan pekerjaan masing-masing
"Tasya .....kamu kenapa sakit ?" tanya Vina ketika Tasya sudah sampai
Novi yang juga berada di sana pun menengok
"enggak Tante , aku cuma kurang istirahat saja " sangkal nya ,padahal saat ini Tasya merasakan badan nya meriang ,suhu tubuh nya juga meningkat ,namun Tasya tak ingin terlihat sakit ,toh tak ada juga yang peduli pada nya ' fikir nya
"masa sih ,maaf ya mbak " Novi menyentuh kening Tasya
"ya ampun mbak ,mbak demam loh , kenapa bilang gak apa-apa " seru Novi
"kita ke rumah sakit sekarang " timpal Vina
"gak usah Tante , aku gak apa-apa kok " tolak Tasya
"tapi Tasya kamu demam , bagaimana jika terjadi sesuatu pada mu ?" seru Vina
"sudah biasa kok Tante ,nanti juga sembuh sendiri ,udah gak apa-apa " Tasya masih kekeuh tak mau ke rumah sakit
"tapi Tasya....
"Tante ,udah gak apa-apa ,Tante tenang saja " Tasya pun beralih pada para polisi yang tengah memeriksa kamera cctv yang rusak
***
Siang berjalan dengan cepat , kini saat nya mereka makan siang ,Vina mengajak Tasya juga Novi makan siang di kafe depan hotel , namun Tasya menolak ,ia beralasan ingin istirahat saja di ruangan nya
__ADS_1
"nanti aku pesan via online saja makan siang nya tan,Tante gak usah khawatir " ucap Tasya memberi alasan
"baiklah kalau ada apa-apa hubungi kami ya " ucap Vina dan langsung pergi meninggalkan Tasya
selepas kepergian Vina dan Novi ,Tasya pun menuju sofa di ruangan nya dan berbaring di sana , perlahan pandangan nya buram hingga akhirnya Tasya menutup mata nya .
Sementara itu Vina dan Novi yang tengah menunggu pesanan makan siang nya di kejutkan dengan kedatangan Bagas yang tiba-tiba .
"DORRR..."
"astaghfirullaahal'aziim....." seru kedua nya
"ih kamu tuh ngagetin aja tahu gak ,sampai melorot kan jantung aku ,untung gak langsung copot jantung ku " seru Novi seraya mengusap d*da nya
"tau ih nanti kalau Tante kena serangan jantung gimana ?" timpal Vina
"hehehe....maaf , eh tapi Tasya mana gak ikut makan bareng ?" tanya Bagas
"sepertinya mbak Tasya sakit , tadi aja badan nya demam " sahut Novi
"apa ,sakit ,terus dia dimana sekarang ?" tanya nya merasa khawatir
"di ruangan nya ,tadi katanya mau istirahat ,Tante udah bujuk dia ke rumah sakit tapi Tasya menolak" Vina yang menjawab
"ya udah kalau gitu aku mau lihat Tasya ,takut nya kenapa-kenapa dia" Bagas pun beranjak dari sana
"dia terlihat sangat mengkhawatirkan kondisi mbak Tasya " gumam Novi dalam hati
"semoga Bagas bisa membujuk Tasya agar mau di bawa ke rumah sakit " ucap Vina pelan
"iya Tante ,semoga saja " sahut Novi
beberapa saat kemudian pelayan datang membawakan pesanan mereka ,mereka pun segera menyantap makanan nya .
Dengan langkah tergesa Bagas terus berjalan menuju ruangan Tasya ,ia mengabaikan sapaan para petugas kepolisian termasuk Bima yang baru saja sampai .
"kenapa tuh orang " gumam nya
tok tok tok
Bagas mengetuk pintu namun tak ada seruan dari dalam , Bagas pun membuka pintu itu perlahan
"Sya.....Tasya ...." Bagas memanggil namun tak ada sahutan
"Tasya ...." kembali Bagas memanggil
"kemana dia " gumam nya ,Bagas pun melihat sekeliling ruangan nya ,pandangan matanya tertuju pada sofa di belakang meja kerja Tasya , karena posisi sofa membelakangi maka tidak terlihat jika Tasya tengah terbaring di sana ,maka Bagas pun berjalan menuju sofa itu .
"pantesan aja gak nyahut ,tidur rupanya " Bagas mendekat dan mengulurkan tangan nya pada kening Tasya , karena menurut Novi tadi Tasya demam .
"astaga beneran demam "
"Sya ....Tasya ....bangun Sya ...." Bagas membangunkan Tasya ,namun Tasya tak juga terbangun
"Tasya .....Sya ...." Bagas menyentuh pergelangan tangan nya
"Ya Tuhan denyut nadi nya lemah ,Sya ....Tasya ..."
"dia pingsan "
__ADS_1
Dengan segera Bagas pun membopong Tasya dan langsung membawa nya ke rumah sakit .
***