
Riska bersembunyi di balik kursi dengan menutup mata dan telinga nya , karena sosok hantu itu terus memanggil nya
"Riska .....Riska ...Riska ...."
"tidak ...jangan ganggu gue ...pergi....gue gak denger....gue gak lihat apapun ,pergi.....hikkkss....pergi ..." lirih nya
Reno yang mencari keberadaan ponsel nya pun menghentikan kendaraan nya
"hp gue kemana sih ,perasaan tadi ada deh " gumam nya
"apa jangan-jangan gue lupa terus tertinggal di rumah Riska,tapi gue yakin banget ko sebelum gue keluar dari rumah nya gue pegang tuh hape mana mungkin bisa tertinggal " Reno mulai bertanya-tanya
"apa gue balik lagi aja kali ya, siapa tahu emang gue yang lupa" tanpa berfikir dua kali akhirnya Reno pun memutar balik mobil nya"
Setelah sampai di depan rumah Riska ,dahi Reno berkerut
"kenapa pintu nya masih terbuka ,apa ada tamu lagi ?" fikir nya , Reno pun lantas keluar dari mobil nya dan segera masuk untuk memastikan
"gak ada siapa-siapa" gumam nya
terdengar suara isakan tertahan ,Reno merotasikan mata nya ke seluruh ruangan sambil memanggil pemilik rumah itu
"Riska ....Ris.....Riska ....kamu dimana ?"
namun tak ada jawaban ,yang ada hanya suara isakan yang semakin jelas di telinga nya ,Reno pun berjalan ke arah suara itu perlahan ,karena jujur dia pun merasa takut saat ini ,bisa jadi apa uang di dengar nya ini tidak lah nyata ,hingga Reno terbelalak saat melihat Riska yang sudah sangat gemetaran sambil berjongkok di belakang kursi
"astaga....Riska ....kamu kenapa ?" pekik Reno langsung meraih Riska dan memeluk nya
"hiks...hiks...gue ....takut ...hiks..." lirih nya dengan nada bergetar
"it's ok tidak apa-apa,udah ada aku di sini" ucap Reno membawa Riska duduk di kursi
"kamu bisa ceritakan apa yang sudah terjadi ,untung aku balik lagi ,coba kalau enggak "
"gu...gue ...gue...lihat hantu di sana ,dia ngeliatin gue serem banget huuuuhhuuu..." tangis nya pecah hingga membuat Reno kelabakan menenangkan nya
"duh hantu kata nya ,oh my God,beneran ada hantu nih" batin nya ,ia kembali teringat akan kejadian di rumah sakit beberapa bulan lalu ,yang membuat nya ingin keluar dari pekerjaan itu,apalagi setelah Elsa memutuskan untuk berhenti ,ia pun memantapkan hati nya juga untuk ikut berhenti dan fokus mengembangkan perusahaan papa nya ,begitu pun dengan Bagas .
"cup cup cup ....udah dong nangis nya , aku juga takut nih ,nanti orang-orang kira aku jahatin kamu lagi ,udah ya cup cup cup" ucap Reno reflek menepuk paha nya Riska
sontak tangisan Riska pun berhenti ,bukana karena takut orang salah sangka ,naaun karena tepukan tangan nya itu
"ih loe modus banget sih " ketus nya
"nah gitu dong berhenti ,maaf bukan maksud aku untuk modus ,tadi reflek aja " ucap Reno
"cih ...alasan "
"heeeeehhh......." Reno menghela nafas ,namun tiba-tiba netra nya membulat saat melihat ponsel nya di atas meja
"nah ini dia hp ku, berarti benar aku yang lupa " ucap nya girang karena sudah menemukan ponsel nya
"ya udah kalau gitu aku pulang ya,kamu gak apa-apa kan sendiri" ucap Reno
"hah.... pulang"ulang Riska
"iya "
"bisa temenin gue malam ini ,please gue takut " ucap Riska menunduk , sebenarnya ia merasa malu namun ia yang masih merasa takut pun mau tidak mau meminta Reno menemani nya
"hm...." Reno berfikir ,melihat wajah pucat Riska Reno pun tak tega ,akhirnya ia mengiyakan nya saja
"baiklah ,kalau gitu ,aku tutup pintu nya dulu" ucap Reno
"sana masuk kamar kamu ,aku tidur di sini,atau kamar tamu " ucap Reno
__ADS_1
"ko gitu?" ucap Riska
"maksud nya?" Reno mengernyitkan dahi
"sama aja bohong dong ,gue tetep sendiri" ucap Riska seraya menatap sekeliling rumah nya
"jadi maksud nya ini gimana ,aku tidur di kamar kamu gitu,satu kamar ?" tanya Reno,Riska pun mengangguk
"seriusan,satu kamar ?" tanya Reno
"iya, ayo " Riska pun menarik tangan Reno dan membawa nya ke kamar nya
"waduh ,ini pertama dalam sejarah loh aku masuk kamar gadis " ucap Reno
"pertama apa nya ,waktu dulu kan kita juga pernah sekamar waktu di desa K "
"lah itu mah kan kita sama-sama lagi nginep ,bukan cuma kita berdua juga" kilah Reno
"terserah ,pokok nya gue gak mau tidur sendiri malam ini " ucap Riska
"ok ok , ini buka aja ya pintu nya "
"eh jangan nanti kalau ada yang melintas kan kelihatan ,gue takut" cegah nya
"haduh Riska ,bikin aku takut aja tau gak " dengan cepat Reno pun menutup pintu nya
"eh kok di kunci ?" pekik Riska
"lah nanti kalau ada yang tiba-tiba buka pintu nya gimana dong ?" ucap Reno
"hiiii....ya udah" Riska pun menggulung diri nya dengan selimut
"loe ngapain masih di situ ?" tanya Riska saat melihat Reno malah berdiri di depan pintu
"enggak ko ,ya sudah kamu tidur lah ,aku numpang ke kamar mandi dulu " Reno pun bergegas ke kamar mandi
duk..... duk ....duk .....
"astaga ,suara apa itu?" lirih nya
terdengar suara dari dalam lemari , meskipun penasaran tapi rasa takut nya lebih besar hingga gadis itu hanya bisa diam bersembunyi di balik selimut tebal nya
keringat mulai membasahi tubuh nya ,jantung nya pun berdetak cepat,sambil menutup mulut nya dengan telapak tangan nya Riska menahan diri nya untuk tidak mengeluarkan suara .
tiba-tiba sepasang tangan keluar dari dalam lemari
namun sepasang tangan itu kembali masuk ke dalam lemari saat pintu kamar mandi terbuka
Reno yang sudah selesai menuntaskan hajat nya pun perlahan berjalan ke arah tempat tidur , ia mengira jika Riska sudah tidur
"bisa sesak nafas kalau tidur nya seperti itu " Reno pun menarik selimut itu ,namun tak di duga nya tiba-tiba Riska menjerit hingga membuat Reno terkejut sampai terpelanting ke belakang
"aaaaakkkkkhhhh......."
"KAMPRETO.....aduh " Reno mengaduh saat bokong nya mendarat di lantai keramik
"Reno.....gue fikir hantu,sorry..." Riska pun beranjak lalu membantu Reno bangun
"iya gak apa-apa, kamu kenapa lagi?" tanya Reno duduk di tepi ranjang
"tadi gue denger ada suara gitu di dalam lemari " ucap Riska
"benarkah ?" Reno beranjak ingin melihat nya namun di larang oleh Riska
__ADS_1
"gak ,jangan di buka ,gue takut " ucap nya memohon
"baiklah ,ya udah sekarang kamu tidur "
"baiklah ,tapi loe janji gak ninggalin gue jika gue udah tidur ,loe tidur di sini aja " tunjuk Riska pada sisi tempat tidur nya
"baiklah " Reno menurut keduanya pun kini berbaring satu ranjang
"ya salam .....moga aja gue gak khilaf Tuhan..." jerit nya dalam hati
terdengar suara helaan nafas yang teratur dari Riska ,rupanya ia sudah tidur
"cepet juga tidur nya ,mimpi apa gue semalam bisa bobok bareng sama bidadari gue" batin nya terkekeh
"andai kamu tahu ,aku menyukai mu dari dulu, aku fikir perasaan ku padamu sudah hilang namun ternyata aku salah ,aku malah semakin berharap jika kamu mau buka hati mu untuk ku,bukan hanya untuk menjauhkan mu dari Vano tapi karena aku sangat tergila-gila pada mu " ucap Reno sambil mengusap pucuk kepala Riska
Reni terkesiap saat Riska tiba-tiba membuka mata nya
"kamu belum tidur ?" tanya nya gelagapan
"udah ,tapi gue merasa ada yang nyentuh kepala gue ,makanya gue bangun " sahut nya
"kamu ada denger sesuatu tadi ?" Reno merasa malu jika ucapan nya barusan di dengar oleh Riska ,Riska pun mengangguk pelan , Reno pun menggaruk tengkuk nya yang tak gatal
"apa keputusan gue udah bener ya, mungkin akan lebih baik di cintai daripada mencintai namun hanya sakit yang kurasa , cinta akan datang karena terbiasa kan " batin nya menatap mata Reno tajam
"ada apa?" tanya Reno gugup
"bantu gue buat ngelupain Vano, bantu gue buat bisa buka hati gue lagi untuk laki-laki yang akan benar-benar mencintai gue " ucap nya
"bagaimana cara nya ?" tanya Reno
"entah lah " sahut Riska lemas
"iiih kenapa gak peka banget sih " batin nya kesal
Reno menyunggingkan senyum lalu berucap
"kalau begitu,mau tidak jadi pacar nya aku , akan aku buat kamu lupa pada Vano ,dan akan aku gantikan dengan nama ku di sini " tunjuk Reno pada diri Riska
"jika itu yang terbaik buat gue ,why not "
"terima kasih ,akan ku buat kamu jatuh cinta padaku ,terima kasih aku cinta kamu " Reno pun reflek memeluk Riska ,hingga keduanya tertidur dalam posisi saling berpelukan
Dari luar tepatnya di balkon kamar nampak sepasang suami istri saling bertatapan dengan senyum di bibir masing-masing.
"rencana kalian berhasil " ucap Shema di belakang mereka ,hingga mereka berdua pun menoleh
"iya Shema , aku tahu Reno sudah memendam perasaan nya cukup lama , kalau tidak di bantu mau sampai kapan dia berani mengutarakan nya " ucap Vano
tiba-tiba sosok hantu wanita yang tadi menakuti Riska pun datang menghapiri mereka
"aku sudah membantu kalian kan ,kalau begitu aku mau kembali ke tempat ku ,aku takut " ucap nya seraya melirik sepintas pada Elsa
"iya, makasih ya mbak Rossi atas bantuan nya" ucap Vano ,hantu bernama Rossi itu pun pergi melayang
Sebenarnya ponsel Reno yang tertinggal juga karena ulah Vano dan Elsa
"huh sebenar nya yang hantu itu siapa sih " Elsa berdecak kesal karena hantu Rossi ketakutan pada nya,Vano hanya terkekeh melihat Elsa yang tengah kesal
"kalau begitu ayo kita juga pulang , Dede utun mau di tengokin kata nya" Vano mengerling genit seraya mengusap perut buncit Elsa
"iisshh....kamu ya"
Kedua nya pun langsung menghilang setelah menyatukan kedua telapak tangan mereka ,diikuti Shema yang juga langsung menghilang .
__ADS_1
🌺🌺🌺