Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
extra part ternyata Novi


__ADS_3

Mentari pagi bersinar dengan terik meski waktu masih menunjukan pukul 06:30 ,seorang wanita cantik dengan perut buncit nya tengah berjemur sambil melakukan olahraga khusus ibu hamil.


Keringat mengucur deras dari kening nya meluncur tanpa hambatan di kedua pipi mulus nya hingga jatuh ke tanah .


Tubuh nya pun sudah basah oleh keringat nya .


"sayang ....sudah cukup berjemur dan olahraga nya jangan terlalu kecapean " Vano menghampiri Elsa yang tengah melakukan gerakan senam ringan .


Vano pun meraih handuk kecil yang ia sampirkan di bahunya lalu mengelap keringat di wajah cantik istrinya.


"baiklah " Elsa pun menurut saat Vano menggendong nya ke dalam rumah.


Vano mendudukan Elsa di kursi sudut di ruang keluarga


"ini susu nya di minum dulu" ucap Vano


"ini kamu yang bikin susu nya ?"


"iya ,sesuai yang kamu mau "Vano tersenyum manis


"uuuhhh.....makasih ya " Elsa meraih susu itu lalu meminum nya hingga tandas


"ya sudah nanti mandi kalau keringat nya sudah kering , sekarang kamu aku pijitin dulu " Vano duduk di samping Elsa di kursi sudut lalu meraih kaki Elsa dan meletakan nya di paha nya ,lalu mulai memijit nya pelan


cukup lama Vano memijat kaki Elsa yang terlihat sedikit bengkak ,ia pun beralih mengusap perut buncit istri nya lembut


"dia nendang " pekik Vano terharu ,ia pun menciumi perut buncit itu


" tumbuh lah sehat di dalam ya nak , papa menyayangi mu ,kelak kita akan bermain bersama ,sabarlah sebentar lagi untuk melihat dunia " bisik Vano pada perut Elsa , seolah-olah Vano berbisik pada bayi nya ,yang memang seperti itu hanya saja terhalang kulit perut yang memberi jarak .


"mau kemana ?" tanya Vano saat melihat Elsa hendak beranjak


"aku haus mau ambil minum "


"biar aku saja ,kamu tunggu sebentar" Vano melarang Elsa sebagai gantinya ia yang mengambilkannya


"ini minum nya " ucap Vano seraya memberikan segelas air putih hangat kuku ,karena semenjak hamil Elsa lebih menyukai minum air hangat-hangat kuku , entah itu pagi ,siang lagi panas terik pun minum nya harus air hangat kuku ,apalagi malam ,Vano bahkan sampai menyimpan dispenser di kamar nya ,agar kalau nanti tengah malam Elsa mau minum tak usah pergi ke dapur .


"kenapa kamu selalu memanjakan ku begini , kan aku jadi terharu " ucap Elsa lirih setelah meletakan gelas yang sudah kosong di meja


"tak perlu aku jelaskan karena kamu pun sudah tahu jawaban nya " ucap Vano seraya tersenyum


"terima kasih untuk semua nya Vano, untuk cinta dan kasih sayang mu yang begitu tulus , aku pun sama "


"sama apa ?" tanya Vano


"cinta dan menyayangi mu " ucap Elsa


"kalau cinta dan sayang panggil aku dengan sebutan sayang dong ,masa aku terus yang manggil sayang "ucap Vano


Elsa menunduk


"kenapa mesti malu sih ,ayo aku mau denger kamu manggil aku sayang " pinta Vano


"baiklah sayang terima kasih pijitan nya ,sekarang aku mau mandi dulu ....muach..." Elsa mencium pipi Vano lalu segera beranjak ke kamar nya


tinggal lah Vano dengan seulas senyum di bibirnya.


dari ambang pintu kamar nampak ibu Sri tersenyum melihat begitu sayang dan perhatian Vano pada Elsa


"semoga kalian selalu dilimpahkan kebahagiaan " batin nya


Vano melirik ke arah ibu Sri sambil tersenyum begitu pun dengan ibu Sri.


***

__ADS_1


Siang ini Tasya dan Riska yang tak sengaja bertemu di mini market memutuskan untuk pergi ke kafe bersama .


"oh ya Ris....gimana hubungan loe sama Reno ?" tanya Tasya


"baik-baik aja kok " sahut Riska seadanya


"kalian belum ada niatan untuk melanjutkan ke jenjang lebih lanjut ,seperti pernikahan ?" tanya Tasya lagi hingga Riska terbatuk-batuk karena tersedak jus alpukat yang ia minum


"uhhukk.... uhhukk...."


"eh..... pelan-pelan minum nya " seru Tasya menepuk pelan punggung nya


"lagian loe ngapain nanya nya gitu ,gue sama sekali belum kefikiran ke arah sana " ucap Riska setelah batuk nya reda


"iya sorry ,gue kan hanya kepo ,hehehe......" Tasya nyengir


"eh iya gimana kabar nya Ririn ,sudah lama juga gak tahu kabar nya " tanya Riska ingin mengalihkan topik


"gak tahu " Tasya mengedikan bahu


"loh kok gak tahu?" dahi Riska berkerut


"udah lama kita gak tukeran kabar , jarak dan perbedaan waktu yang membuat kita sulit berkomunikasi" jawab Tasya sendu


"oh gitu ,..." Riska mengangguk kecil


mereka pun lantas kembali menikmati makanan mereka ,dengan berbagai obrolan seputar masa kuliah dulu .


"gak nyangka ya kita yang dulu kuliah di kedokteran malah tak jadi dokter " ucap Riska


"ehm....loe bener gue juga yang dulu pengen banget jadi bidan sampe sekolah di kebidanan ketika udah jadi bidan malah berhenti dan jadi asisten manager di hotel " Tasya terkekeh


"emang nya kenapa loe harus berhenti segala sih ,kan itu cita-cita loe ?" tanya Riska


"ada masalah lah dikit tapi justru karena yang sedikit itu gue takut nanti malah meleber kemana-mana"


"malam itu.....gue mau pulang setelah selesai memeriksa pasien terakhir , tapi tepat setelah gue keluar dari ruangan gue , sepasang suami istri paruh baya mendatangi gue , dia mengatakan ingin gue ngebantu aborsi terhadap anak perempuan nya yang hamil di luar nikah ,bukan karena usia kandungan nya yang sudah besar tapi karena rasa takut yang akan gue tanggung ke depan nya,aborsi berarti membunuh,sedangkan gue yang sudah mengucap sumpah untuk selalu menjaga amanah , menjadi bidan yang membantu dan menolong orang ,bukan malah membunuh ,gue gak mungkin mengingkari sumpah gue sendiri ,gue bisa kena hukum ,hukum dunia mungkin tergolong ringan karena hanya mendapat kurungan penjara dan denda tapi hukuman di akhirat gue gak bisa membayangkan nya , tapi sepasang suami istri itu mengancam akan membuat gue dikeluarkan dan gak akan di terima di rumah sakit manapun bahkan membuka praktek sendiri pun tak akan bisa ,mereka memang pemilik rumah sakit itu tapi mereka gak bisa mengancam gue seenak nya , dan akhirnya gue memutuskan untuk berhenti dan keluar dari rumah sakit itu ,daripada mengikuti kemauan mereka untuk membunuh bayi tak berdosa ,dan akhir nya lagi lisensi gue sebagai bidan dicabut ,mereka berdua berdalih gue tidak bisa bekerja dengan profesional ,itu karena mereka tak terima dengan keputusan gue " Tasya menceritakan alasan berhenti nya jadi bidan


"ih nyebelin banget itu pasangan suami istri , mentang-mentang mereka kaya mereka bisa bertindak semaunya" Riska merasa geram namun akhir nya ia terdiam setelah menyadari sesuatu


"astaga ,kenapa gue jadi merasa kata-kata itu buat gue ,gue juga dulu sama seperti itu , selalu berbuat semau gue " batin nya lirih


"Riska ....loe kenapa ?" tanya Tasya menepuk punggung tangan nya


"euh....enggak kok ,eh itu bukan nya si Bagas sama siapa tuh ?" Riska menujuk ke arah Bagas yang baru memasuki kafe bersama seorang wanita cantik


"mana " Tasya pun ikut melihat pada arah yang ditunjukkan Riska


Tasya mengerutkan keningnya melihat wanita yang bersama Bagas ,lalu bergumam


"itu kan .... Novi ,mereka saling kenal ,atau jangan-jangan Novi itu...."


"loe kenal cewek itu?" tanya Riska


"ya, dia karyawan baru di hotel " sahut Tasya


"Gas....." Riska memanggil


mendengar nama nya di panggil Bagas pun menengok


"hai kalian disini juga rupanya , Reno mana ,kalian cuma berdua?"tanya Bagas


"dia lagi ada kerjaan ke luar kota " jawab Riska


"oh....eh iya kenalkan ini Novi , Nov...kenalkan teman-teman ku, ini Riska dan ini Tasya " ucap Bagas

__ADS_1


"hai gue Riska "


"Novi "


"hai mbak,ternyata mbak teman nya Bagas ya " sapa Novi


"kalian berdua sudah kenal rupanya " ucap Bagas


"ya, mbak Tasya ini atasan ku di hotel " sahut Novi


"oh....iya kah ,kenapa kamu gak bilang hotel Vinelsa tempat kamu kerja ?" tanya Bagas


"kamu yang gak nanya "


"hehe...iya juga ya....." Bagas menggaruk kepalanya


"kalian gabung aja di sini ,biar lebih rame " ajak Tasya


"boleh tuh " Bagas kemudian menarik kursi


"ayo duduk " ternyata Bagas menggeser kursi itu untuk Novi


"makasih " ucap Novi tersipu


Tasya memperhatikan Bagas yang begitu perhatian terhadap Novi ,entah kenapa muncul rasa tidak suka di hati nya


"gue ke toilet bentar ya" Tasya lantas beranjak tanpa mendengar jawaban yang lain


di dalam toilet


"ada apa dengan gue,kenapa rasa nya sakit sekali" lirih nya


tuk tuk tuk


Tasya menengok saat mendengar suara sesuatu yang mengetuk-ngetuk dari dalam bilik toilet


"suara apa itu " gumam nya


"ah mungkin ada orang lagi buang hajat " Tasya tak ingin menghiraukan nya


Tasya membasuh wajah nya ,lalu ia kembali menoleh saat suara itu kembali terdengar


tuk tuk tuk


karena penasaran akhirnya Tasya mendekat ke arah pintu yang tertutup itu ,dilihat nya bagian bawah pintu yang sedikit mengambang ,bisa terlihat jika bilik toilet itu ada orang nya atau tidak


"sepertinya gak ada orang deh ,tapi itu suara apa?" gumam nya ,karena suara ketukan itu masih terdengar


dengan perlahan Tasya membuka pintu itu ,terdengar suara berderit timbul rasa takut di hatinya mengingat ia tak melihat apa pun dari bawah pintu , dengan gemuruh di hati nya Tasya terus mendorong pintu itu


krieeeettttt........


"eh ....kenapa dengan tutup kloset nya ,rusak kali ya " ucap Tasya saat melihat tutup kloset nya bergerak-gerak


perlahan Tasya menjulurkan tangannya hendak membuka tutup kloset itu, namun sebelum tangan nya menyentuh tiba-tiba kloset nya terbuka sendiri


brak


"astaga....bikin kaget saja , bener rusak nih ,belum juga di sentuh udah kebuka duluan" Tasya mengusap-usap d*da nya


akan tetapi Tasya kembali dibuat terkejut manakala tiba-tiba muncul sebuah wajah dari dalam kloset itu ,dengan menatap Tasya sosok itu tersenyum menampilkan deretan gigi nya ,Tasya pun sontak berteriak


"aaaaaaakkkkhhh......."


__ADS_1


***


Omegot 😱 kok aku geli ya lihat hantu nya 🤭😁


__ADS_2