
Sampai ditempat parkiran, khan masih menggandeng tanga sanee. Lalu, hendak memasuki mobil, khan melepaskan tangan sanee. Mereka masuk mobil, sampai keluar parkiran mall mereka tidak saling mengobrol. Hanya suara radio saja, lalu sanee mencoba berbicara
“ khan, besok kamu kerja.?”tanya sanee
“ Iya, besok ada meeting dengan klien.” Jawab khan
“ uhmmt “ gumam sanee
Lalu, diamlah lagi mereka.
“ sanee” panggil khan
“ ya.?” Respon sanee
“ kamu apa tidak kewalahan mengerjakan pekerjaan rumah.?” Tanya khan
“ tidak, kenapa.?” Tanya sanee balik
“ kalau kamu kewalahan, akan ku carikan pembantu" jawab khan
“ Tidak usah khan, insaallah aku masih sanggup" kata sanee. Khan hanya mengangguk. Setelah menelusuri jalanan kota, sampailah mereka dirumah.
Diangkatnya barang belanjaan itu dari bagasi mobil ke dapur, dan diletakkan sesuai tempat disimpannya. Kham dan sanee nampak bersemangat membereskan barang belanjaan didapur, sehingga cepat selesai pekerjaan itu. Lalu, khan dan sanee berjalan menuju kamarnya. Seperti biasa khan dan sanee sholat berjamaah, setelah sholat sanee kembali ke kamarnya. Begitu dengan khan, ia rebahan dirancangnya yang empuk.
...
Dibukanya kotak besar berbalut kertas kado pemberian khan tadi, sanee penasaran.
__ADS_1
“Ya allah, isinya baju gamis hitam cantik, tas, mukena, sajadah, dan al-quran. Mashaallah, cantik dan bagus sekali. “Kata sanee
Sambil melihat baju gamis dan bordiran yang ada dikenalnya.
Ini pasti mahal, batin sanee
Sanee pun membereskan barang- barang tersebut. Karena, dia sudah beberapa kali menguap.
Terima kasih khan, semoga allah membalas kebaikan. Ucapan sanee. Sambil menyimpan baju itu dilewatinya. Ia bergegas tidur dirancangnya yang empuk.
Sang fajar menyinari mega - mega dilangit. Kemarin menjadi sekarang. Dan sanee terbangun kesiangan. Dilihatnya sinar cahaya yang menembus jendela kacanya, matanya perlahan- lahan terbuka. Sanee pun terduduk belum sadar benar, dilihatnya jam dinding.
“ Astaghfirullah, aku telat shubuhan" kata sanee
yang terkejut karena jam menunjukkan pukul 05.30 pagi. Sanee berangkat ke kamar mandi, dan ternyata dia sedang menstruasi. Akhirnya, sanee pun tidak melaksanakan sholat karena halangan. Sanee pun berjalan ke dapur, sanee juga belum mandi. Nampak rambutnya masih berantakan. Di dapur ia melihat khan yang sedang memasak. Sanee terkaget.
“ Apa.? Khan sudah bangun. Dan masak.?” Kata sanee dalam hati
“ Iya, maaf yah aku kesiangan.” Jawab sanee meminta maaf
Khan hanya tersenyum." duduk lah,Biar aku yang siapkan.” perintah khan
Lalu, sanee menuruti perintah khan . Sanee duduk sambil melihat aksi khan memasak. khan pun menyajikan masakannya dipiring lalu, diletakkan dihadapan sanee. dilihatnya kwetiu goreng, sanee pun menyuapkannya ke mulutnya.
"aaauw panas" lalu dikeluarkannya kwetiu itu dari mukutnya. khan tersenyum.
" kamu itu kelaparan atau memang terpesona melihat aku masak. sudah tau itu panas kenapa tidak ditiup" kata khan. sanee hanya menciutkan bibirnya. khan pun duduk menikmati kwetiu masakannya sendiri.
__ADS_1
" bagaimana, enak.?" tanya khan pada sanee yang mengunyah makanannya.
"he.em" jawab sanee mengunggulkan kepala, khan pun tersenyum.
ternyata enak juga makanan khan ,batin sanee
mereka melahap kwetiu goreng itu dengan nikmat, kali ini khan makannya lebih cepat dari sanee. sanee masih menikmati masakan khan dengan santai. Lalu, khan memberikan susu kepada sanee. sanee pun bengong saat khan meletakkan susu disampingnya.
" untukku.?" tanya sanee, khan mengangguk sambil menyeruput susu yang sama dengan sanee.
" terima kasih khan" jawab sanee, khan mengangguk sekali lagi.
" khan.?" panggil sanee, saat khan meletakkan gelas yang kotor itu ke tempat cuci piring
"yah.?" tanya khan
" maaf aku bangun kesiangan, alhasil kamu yang kerepotan memasak" kata sanee
" hahaha, tidak apa - apa. Aku juga terbiasa melakukannya. santai aja. ga usah merasa bersalah begitu" kata khan sambil mencuci piring. sanee pun meletakkan piring itu ketempat cuci piring
" khan, biar aku aja yang cuci piring" kata sanee
" sudahlah, kamu duduk saja" perintah khan
" khan, jangan buat aku tidak enak. aku sudah menumpang dirumahmu, aku sudah mumpang makan juga dirumahmu, menggunakan fasilitas rumahmu. jangan.. jangan biarkan aku merasa aku telah membebannimu" kata sanee sambil berkaca - kaca
" hey, kamu jangan berkata seperti itu sanee.. Aku sekaramg suamimu dan kamu juga istriku. aku melakukan ini dengan ikhlas. aku tidak merasa terbebani. Aku juga senang sekarang aku ada temannya dirumah. tidak seperti dulu selalu sendiri. " kata khan menenangkan sanee, sambil menatap sanee. mereka saling bertatapan, khan pun melihat sanee yang mewek menggodanya.
__ADS_1
" sanee kamu belum mandi yah, tuh lihat ada bekas air liurmu dipipi" kata khan menggodanya. sanee pun cepat - cepat mengulapnya dengan tangannya.
" khan!" tariak sanee, lalu sanee pergi ke dalam kamarnya