Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
luka


__ADS_3

hari ini matahari sangat terik, ada beberapa turis berjemur di pantai.


" masih jam setengah 8 pagi, tapi Sudah banyak yang berjemur" kata sanee


" kau mau berjemur.?" tanya khan


" aku tidak suka berjemur" jawab sanee


" owh, mau jalan - jalan.? berkeliling daerah sini.?" tanya khan


" apa boleh.?" tanya sanee


" tentu saja" jawab khan


lalu, mereka mulai mengelilingi area tersebut. mereka mulai masuk hutan kecil nan indah, saat sanee dan khan sampe di puncak bukit, mereka melihat view yang indah dari atas sana.


" khan kau bawa kamera.?" tanya sanee


" tidak, aku tidak bawa kamera ataupun hp" jawab khan


" sayang sekali, padahal disini pemandangannya sangatlah indah" kata sanee


" haha, semua kau bilang sayang. aku jadi iri dengan pemandangan disini" celetuk khan


" yee, makanan yang jatuh tidak lebih dari 5 menit aku juga bilang sayangkan" kata sanee


" hahaha, skak maat" celetuk khan


" khan, terima kasih yah" ucap sanee


" untuk apa.?" tanya khan tidak mengerti karena sanee tiba - tiba berkata seperti itu


" Hummt... terima kasih untuk semuanya, semua kebaikanmu" kata sanee


khan tidak membalas ucapan terima kasih sanee, tapi hanya di melapangkan kedua tangannya ke samping. sanee pun heran.


" kau sedang apa.?" tanya sanee heran


" jadi, tidak yah?" jawab khan

__ADS_1


" apa.?" tanya sanee belum mengerti


" sudahlah" jawab khan lalu mendekap kedua tangannya kedalam dadanya


" maaf, khan aku tidak paham.? kenapa kamu seperti itu.? kau marah.?" tanya sanee khawatir takut dia salah


" Hummt, seharusnya kau belajar lebih peka, aku melapangkan kedua tanganku disamping , siapa tau kau mau memelukku lagi" jawab khan


" hahaha, maaf yah.. " kata sanee sambil tersenyum


" haha, sudahlah.. aku lagian yang kepedean" kata khan


cuaca mulai panas, angin pun mulai kencang berhembus. dan angin pun lewat melalui rambut - rambut panjang sanee.


lihatlah, meskipun angin menerpa rambut mu kau masih tetap cantik. batin khan sambil tersenyum


sanee melihat khan tersenyum, khawatir.


" kau baik - baik saja khan, kenapa kau tersenyum ??apa ada yang lucu.?" tanya sanee


"oowh, tidak. mataku silau sanee. sanee ayo kita balik saja, cuaca semakin panas" jawab khan mengeles


" hati -hati .. turunnya pelan saja, batuannya licin ada beberapa lumut" perintah khan yang duluan memimpin jalan


" iya" balas sanee, namun sanee yang berpegangan kurang kuat akhirnya tangannya tidak berpegangan dan kakinya tergelincir.


"aaaaaakh" teriak sanee sambil tubuhnya tergelincir kebawah


" sanee.!!!" teriak khan melihat sanee tergelincir dan sampai jatuh ke bawah bukit


dengan cepat khan menyusul sanee.


" kau tak apa.?" tanya khan khawatir sambil memeriksa sanee


" aaaau, sakit khan,." jawab sanee sambil melihat luka robek di sebelah mata kakinya sebelah kanan


" luka robek, tahan yah sanee" kata khan


" iya luka robeknya lumayan dalam dan panjang.. kakiku sakit sekali khan" kata sanee sambil merengek menahan sakit

__ADS_1


" ayo ku gendong, naik ke punggung ku" perintah khan sambil jongkok di depannya. sanee melihat punggung khan.


kenapa aku jadi deg - dengan begini. batin sanee


" hey, sanee ayo cepat naik kepunggungku atau aku berubah pikiran" perintah khan yang membubarkan lamunan sanee. mendengar perkataan khan, sanee memindahkan badannya bersandar di punggung khan. saat berjalan beberapa meter khan merasakan dentak jantung sanee nampak lebih cepat.


ini suara jantungku yang berdebar atau sanee yang gugup aku gendong.? batin khan


" sanee, kau gugup.?" tanya khan


hey, kenapa dia bisa tau kondisiku perasaanku saat ini. batin sanee


" kau deg - deg an.? kau gugup karena aku memggendongmu" tanya khan sambil tersenyum


" ha, apa.? Aku deg- deg an.? sotoy" kata sanee bete


" jantungmu berdetak lebih kencang" perjelas khan


sanee tidak menjawabnya, sanee pipinya memerah.


Aku pura - pura tidur saja, aku malu. batin sanee


" sanee, kau mendengakanku.? " tanya khan


" Hummt, apa ngomong apa tadi.? Aku Ngantuk" jawab sanee ngeles mencari alasan


" sudah, tidurlah" perintah khan


akhirnya sanee pura - pura tidur, khan menggendong sanee menyusuri hutan, dan sampailah mereka di klinik kecil yang merupakan fasilitas resort. sampai di depan klinik khan membangunkannya.


" sanee bangun" perintah khan


sanee yang pura - pura tidur bangun dari kepura- puraannya. khan menurunkan sanee di tempat periksa. dokter laki - laki paru baya itu datang dan memeriksa.


dokter memeriksa..


" ini harus dijahit, lukanya cukup dalam" kata dokter itu melihat luka sanee.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2