
happy reading 😘
.
.
.
.
Jika kini Elsa sudah pergi dari rumah sakit tanpa sepengetahuan siapapun lain hal nya dengan Vano ,ia saat ini tengah berdebat hebat dengan kedua orangtua nya terutama dengan sang mommy .
"tidak mommy ,berapa kali aku katakan aku tidak mau bertunangan dengan Riska ,aku tidak mencintai nya mom" tolak Vano tegas
"Vano,tapi ini demi kebaikan mu ,mommy mohon mau ya" pinta nya
"tidak ,ini bukan kebaikan ku tapi demi kebaikan mommy sendiri " ucap Vano dengan nada tinggi
"Vano , yang sopan lah pada mommy mu " Jay memperingatkan
"maaf " ucap nya menunduk
"kenapa kamu menolak Riska? apa kamu sudah mempunyai gadis yang kamu cintai ?" tanya Jay
mendengar itu Vano mengangkat wajah nya seraya berkata
"iya dad , apa Daddy masih ingat waktu dulu saat Daddy bilang ingin aku ke Jerman ? hingga saat ini perasaan ku masih sama Dad,aku masih sangat mencintai nya " sahut Vano
"siapa dia ,gadis mana ,apa bibit bebet bobot nya terjamin ?" tanya Marsha
"mom,apa yang di fikiran mommy hanya itu ?, dia gadis baik mom " ucap Vano ,ia selalu kesal jika mommy nya selalu mengungkit status sosial seseorang
"baik saja tidak cukup Vano , dia harus jelas asal usul nya ,keluarga nya dan yang paling penting dia setara dengan kita "
"itu saja yang di fikiran mommy" lirih Vano sambil menunduk dan memijat pangkal hidung nya
"mommy mohon ....
"mom,dad ,apa kalian pernah berfikir jika kalian selama ini selalu mengatur hidup ku sesuka kalian , bukan aku tak mau di atur tapi kalian sudah sangat kelewatan " Vano mulai memberanikan diri mengutarakan pendapatnya , karena selama ini ia begitu menghormati kedua orang tua nya hingga apapun ia lakukan untuk membuat mereka bahagia termasuk memenuhi keinginan mereka.
"apa maksud mu mengatur ?" Jay mulai terpancing emosi,karena baginya ini pertama kali Vano membantah
"sebelum nya aku minta maaf bukan aku membangkang dengan menolak keinginan mommy and Daddy untuk bertunangan dengan nya ,tapi aku benar-benar tidak mau ,selama ini aku selalu menuruti apa yang kalian katakan baik buat ku , tanpa kalian fikir bagaimana perasaan ku , apa mommy and Daddy lupa apa yang terjadi dulu hingga Vino kabur ke Jerman , dia hanya ingin meraih cita-cita nya tapi Daddy dengan egois melarang apa yang jadi kesukaan dan keinginan nya , dia jadi laki-laki brengsek yang suka gonta-ganti ganti wanita tiap malam itu karena dia yang ingin mencari kasih sayang dia ingin mendapat perhatian , selama aku di sana aku sering bertemu dengan nya ,tanpa dia mengatakan sepatah katapun jelas di hatinya sangat merindukan kalian ingin merasakan perhatian kalian ,tapi kalian seolah menutup mata ,hanya karena dia mempunyai hoby lain ,apa yang salah dengan hoby nya, bahkan sekarang setelah kepergian nya untuk selamanya apa kalian pernah mengungkit nya, tangis kalian langsung terhenti saat tahu aku masih hidup , apa kalian tak menyayangi nya,apa segitu benci nya kalian pada nya?" ucap Vano seraya melirik sosok arwah yang menatap sendu pada kedua orang tua paruh baya itu
"Vino adalah kakak ku ,kalian boleh mencoret nama nya di daftar keluarga kita,tapi ingat satu hal ikatan darah tidak akan pernah putus sampai kapan pun" Vano kemudian beranjak namun ia berhenti dan berbalik
" aku mohon Mom,Dad untuk kali ini saja aku ingin menentukan pilihan ku sendiri,menentukan kabahagiaan ku sendiri" ucap Vano lirih kemudian kembali melanjutkan langkah nya
"jika itu yang kau inginkan ,maka pergilah datangi wanita itu tapi tinggalkan semua fasilitas yang Daddy mu berikan pada mu " ancam Marsha tegas
"Mom " tegur Jay
"diam lah "
__ADS_1
ia meyakini jika Vano tidak akan mau hidup tanpa fasilitas apapun, tapi di luar dugaan nya Vano melepas semua barang seperti kartu kredit , kunci mobil beserta SIM ,dan semua yang melekat di tubuh nya termasuk jam tangan mahal yang pernah di hadiahkan Jay beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Jerman .
Melihat itu tentu saja membuat Marsha terkejut
"segitu besarkah pengaruh wanita itu sampai dia jadi pembangkang seperti ini " batin Marsha
"mommy salah jika berfikiran aku begini karena dia , asal mommy tahu dia sudah menyuruhku untuk meninggalkan nya dan menuruti kemauan mommy ,tapi aku dengan tegas menolak nya ,karena apa , karena cinta tidak bisa dibeli dengan harta dan status sosial " ucap Vano
tentu saja Marsha di buat shock karena Vano bisa tahu apa yang di fikiran nya ,hingga dia tidak bisa berkata apa-apa.
"sebaiknya aku segera pergi ,dan mungkin ini terakhir kali nya aku menginjakan kaki ku di rumah ini , maaf kan aku mommy , Daddy " Vano langsung pergi dengan berjalan kaki ,para pelayan di rumah itu pun merasa sedih karena
lagi-lagi mereka harus kehilangan tuan muda mereka
"ya ampun kasihan sekali tuan muda Vano, mereka sungguh egois " batin seorang pelayan yang menyaksikan nya
"lagi-lagi karena status sosial " gerutu pelayan satu nya
"mommy puas , lihat sekarang Vano pun pergi meninggalkan kita , apa tidak cukup kita kehilangan Vino,Daddy saja sangat merasa menyesal karena sudah berlaku tidak adil pada nya dan sekarang mommy malah membuat dia pergi tanpa membawa apapun pula ,bagaimana dia akan bertahan di luar sana tanpa fasilitas apapun " Jay nampak emosi dengan sikap Marsha ,padahal diri nya sudah akan mengalah dan membiarkan Vano dengan pilihan nya karena dia sudah sadar dengan apa yang dia lakukan selama ini tidak membuat anak-anak nya bahagia ,dari kematian Vino ia sadar dengan kesalahan nya ,makanya ia ingin memperbaiki kesalahannya dengan membiarkan Vano memilih pilihan nya ,tapi karena Marsha yang tetap kekeuh ingin menjadikan Riska menantu hingga mengancam nya ,Vano terlanjur pergi dengan membawa penyesalan di hati ayah dua anak itu .
Sosok Vino yang sedari tadi ada di antara mereka pun hanya bisa menyaksikan dengan tatapan sendu
"mom...dad....aku merindukan kalian" ucap nya
Sementara itu Vano yang sudah merasa lelah karena terus berjalan kaki pun memutuskan untuk istirahat sejenak ,karena matahari pun lagi terik-teriknya hingga membuat ia ke hausan .
Namun baru saja ia duduk ponsel nya tiba-tiba berdering
"Elsa ....pergi kemana kamu ,sudah aku katakan untuk jangan pergi kemanapun" Vano hendak menyetop taksi namun ia lupa karena tak membawa uang cas ,sedangkan semua kartu kredit nya sudah ia tinggalkan di rumah nya ,untuk berteleportasi juga tak bisa jika melakukan nya sendiri , akhirnya ia berlari dengan cepat menyusuri jalan ,namun pada saat menyebrang ia tak memperhatikan keadaan hingga sebuah mobil menuju ke arah nya
tiiiiinnnn............
supir mobil itu pun terkejut karena Vano menyebrang tiba-tiba tidak pada jalur penyeberangan .
Untung saja supir mobil itu cekatan ia membanting setir ke kiri dan langsung menginjak rem, beruntung kendaraan lain di belakang nya berada dalam jarak aman hingga tak menimbulkan tabrakan .
"woy nyebrang sembarangan " dan supir itu keluar dari dalam mobil nya
"maaf ...maaf pak saya buru-buru ,maaf " Vano pun kembali berlari dan dalam sekejap ia sudah tak terlihat membuat si supir tadi merasa heran .
Sesampai nya di depan rumah sakit, Vano langsung mencari ke kamar inap nya
" Elsa kamu kemana ?" lirih nya ,ia menduduki ranjang tempat Elsa terbaring sebelum nya
''maaf tuan tapi kami sudah mencari keseluruh sudut rumah sakit,bahkan cctv pun sudah kami cek namun tidak ada tanda-tanda kepergian nya " ucap dokter yang bertugas merawat Elsa
Tak ada sahutan dari nya ,ia nampak bingung sekarang hingga suara Reno dan Bagas terdengar menyapa nya
"loh muka loe kenapa,terus mana Elsa ,dia di kamar mandi ?" tanya Reno
"dia pergi ,gue gak tahu pergi kemana " jawab nya lesu
"serius loe?" tanya Bagas
__ADS_1
"seperti nya dia tertekan ,apalagi saat tahu nyokap gue mau jodohin gue sama Riska " jawab Vano
"What.......dijodohin?" seru Reno dan Bagas
"loe udah cari ke rumah nya ,atau ke rumah ibu Sri?" tanya Bagas
"belum sih " sahut nya
"ya udah kalau gitu loe cari kerumah nya ,sedangkan gue cari ke rumah ibu Sri " usul Reno
"ok ,tapi kalian bicara pelan-pelan jangan sampai ibu Sri atau Kenan merasa cemas " pinta Vano
"kalau gitu ayo kita berangkat " ajak Bagas
mereka pun kini pergi
"eh ...tapi gue nanti naik apa " gumam nya
"heh kalian ke sini bawa mobil masing-masing kan ?" tanya Vano
"iya ,kenapa ?" Bagas menyahut
"gue pinjam mobil loe" ucao Vano
"emangnya mobil loe kemana ?" tanya Reno
"udah gue serahin sama yang beliin nya , kartu kredit semua nya gue serahin ,sekarang gue miskin " lirih nya
"ya ampun segitu nya orangtua loe , ya udah pake aja mobil gue " Bagas dengan suka rela memberikan kunci mobil nya
"ok thanks ya ,kalian emang selalu bisa diandalkan''
"ya udah ayok kita bergegas,sebelum cewek loe berfikiran ingin pergi lebih jauh lagi "
deg.....
Vano merasa apa yang di katakan Reno barusan memang benar ,ia pun langsung pergi membawa mobil milik Bagas ke arah rumah Elsa
"Elsa ,....gue mohon tetap lah di tempat mu berada saat ini ,jangan pergi "
.
.
.
.
.
.
to be continued
__ADS_1