Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
no ajudan, no latihan


__ADS_3

setelah 1 hari sanee dirawat, kini tiba saatnya sanee pulang.


" mulai saat ini, ada bibi susi dan bibi yanti yang akan mengerjakan tugas rumah tangga. ini pak budi, dia yang akan menjaga keamanan rumah ini" kata khan memperkenalkan pada sanee


" saya sanee pak, bi" kata sanee memperkenalkan diri kepada mereka


" iya nyonya sanee" jawab mereka serempak


" jangan" ceplos sanee, membuat mereka dan khan heran


" panggil sanee saja" kata sanee, khan mendengarkannya tersenyum.


" tapi kan" kata bibi susi


" khan, aku tidak mau dipanggil nyonya" kata sanee menatap khan, khan hanya tersenyum.


" panggil dia nona atau mba saja bik" kata khan memberi saran


" nah, betul" kata sanee sambil sumringah


" baik, non kalau begitu kami memannggil nona saja" kata bibi yanti. sanee mengangguk


" ya sudah, kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian. mohon bantuannya yah pak, bik" kata khan


" baik tuan, kami permisi dulu. mari" kata pak budi, lalu mereka pergi melanjutkan pekerjaan mereka


sekarang hanya ada sanee dan khan.


" ayo ikut aku kekamar" kata khan, sanee tidak menjawabnya. namun ia berjalan di belakang khan. sesampai kamar, mereka masuk kedalam rumah olah raga yang berseberangan dengan ruang kerja khan. sanee masih nampak bingung.


kenapa aku disini.? batin khan


" cepat, lepas cardiganmu. naik keatas papan lari itu" kata khan dengan wajah serius sambil menunjukkan alat olahraga yang dimaksud.


apa dia mengajak latihan aku sekarang.? padahal aku baru fit. batin sanee


kali ini sanee tidak berani menolak, karena ia sudah buat keputusan untuk tidak menggunakan ajudan wanita. sanee sudah berada diatas papan itu, khan mengatur kecepatannya.


" kamu akan lari dengan kecepatan 10km/jam. dengan jarak waktu 30 menit. atur nafasmu. nanti alat ini akan berhenti otomatis sesuai timer " kata khan, sanee hanya mengangguk saja.


" baiklah, mulai berlarilah. Aku akan melihatmu dari meja sambil mengecek e-mail masuk" kata khan, lalu sanee berlari dan khan menatapnya dari mejanya sambil memeriksa e-mail.


dibuka e-mailnya ada pesan masuk. dari hozen. dia memeriksanya. ternyata surat kepolisian, yang membahas tentang kejadian 1 hari yang lalu. saat itu khan menelepon hozen.


" waalaikum salam, sudah beres.? lalu, apa tindakan polisi.? owh, jadi tahanan kota.? Jadi masih bisa berkeliaran.? apa ada jaminannya kalo dia tidak mengusik kehidupanku lagi.? oowh, baiklah. Aku ikuti proses hukum yang berlaku saja. intinya bilang saja kepada keluarganya dan pihak kepolisian. kalau dia berulah lagi, aku akan membawa masalah ini kemeja hijau. iya baiklah. terima kasih, yah sudah menghandel semua. ini aku masih sibuk menjadi guru pelatih. hahahaha, dasar.! ya sudah sekali lagi terima kasih. waalaikum salam" kata khan panjang, sanee hanya memandanginya.


" ada apa khan.? " tanya sanee penasaran


" senaa sudah menjadi tahanan kota, karena keluarganya mau menjamin, dan dia sedang posisi hamil dan terganggu sikisnya" jawab khan


" hamil.?" tanya sanee


" iya" jawab khan

__ADS_1


" dengan siapa.?" tanya sanee


" mana aku tau" jawab khan, lanjut membuka e-mail berikutnya. sanee tetap fokus dengan latihannya.


sanee berlari sambil melirik khan, yang sedang fokus menatap layar komputernya.


meskipun dengan wajah serius dia tetap terlihat cool dan gantelman . entah dia seolah memiliki aura kharismatik. batin sanee


sanee tersenyum sendiri, melihat khan. khan menyadarinya. dia melihat sanee sedang tersenyum sendiri.


" hey., fokus sama latihannya, kamu jangan senyum -senyum sendiri" kata khan


sanee langsung menahan senyumnya.


barusan saja aku sanjung, sekarang galak lagi. batin sanee


Sanee masih berlari dalam jangka waktu 20 menit sudah, nafasnya tersengal- sengal.


"khan" panggil sanee, namun khan tidak mendengarnya


"khan!" panggil sanee lagi dengan nada lebih tinggi, khan menoleh.


" aku capek khan" kata sanee, khan bangkit dari kursinya dan menghampiri sanee yang sedang berlari. khan mematikan alatnya. Sanee turun dari alat tersebut.


" sekarang minum dulu sana, terus kembali lagi kesini" perintah khan


" tapi.." bantah sanee


dasar khan, aku benci khan. kadang dia lembut kadang galak. aku benci. batin sanee


setelah ambil botol minum, sanee berlarian kembali ke ruangan tadi. dilihatnya khan sedang menyiapkan sarung tangan tinju.


" sudah minum.?" tanya khan


" heem" jawab sanee seenaknya


" mana tanganmu" perintah khan, sanee menyodorkan tangannya. khan membalut tangan sanee dengan kain lalu memasangkan sarung tangan tinju. khan berjalan menuju bantalan besar.


" pukul" perintah khan, sanee masih nampak bingung.


" pukul, bagaimana.?" tanya sanee bingung,


"pukul saja sebisanya. nanti aku tunjukan cara yang benar" jawab khan


dug, dug, dug . bunyi bantalan itu dipukul sanee. lalu khan menghentikan bantalan besar itu yang bergoyang kenanan dan kiri.


" sanee coba tanganmu begini, dan lihat bantalan itu fokus. pukulanmu harus sekuat tenaga yah, tanganmu dengan posisi begini" kata khan sambil menggerakan tangan sanee. Sanee hanya mendengarkan dan mengikuti apa yang diinstruksikan khan.


" sekarang coba, lagi. pukul" perintah khan


dug dug dug, bunyi bantalan lagi.


" bagus, lakukan 10 kali" kata khan, kali ini sanee tidak membantah. setalah itu, lanjut khan mengajari beberapa ritme pukulan.

__ADS_1


...


Tak terasa khan dan sanee berlatih kurang lebih 1 jam. sanee duduk selonjoran di lantai. khan duduk di sampingnya


" capek.?" tanya khan


" humm" jawab sanee


" kalau begitu pakai ajudan seperti perintahku" kata khan


" mengertilah aku khan , aku tidak ingin ajudan dan tidak ingin latihan" kata sanee berkaca - kaca tapi tidak berani menatap khan.


hiks.. hiks suara sanee menangis


Sanee menangis, dan berlari menuju kamarnya. khan melihatnya jadi merasa salah. khan mengikuti sanee , dan ia masuk kedalam kamar sanee.


" sanee, kamu marah.? maaf, bukan maksudku membuat mu sedih. membuat mu tidak bebas" kata khan duduk disampingnya, sanee hanya diam.


" sanee, jangan seperti ini. aku hanya tidak ingin kau terluka lagi. aku tidak ingin ada orang yang menyakitimu" kata khan


" khan, aku bisa jaga diri. itu kemarin hanya kebetulan saja. aku tidak selemah itu. khan" kata sanee


" aku khawatir" kata khan


" aku bisa jaga diri khan, percayalah" kata sanee


" Hummt baiklah kalau mau mu begitu. no ajuda no latihan" kata khan lalu berdiri


" kau marah dengan keputusan ku.? tanya sanee


" tidak, aku tidak marah. kamu juga berhak menolak tentang hal yang tidak kamu sukai" jawab khan


" maaf yah khan" ucap sanee


khan tersenyum tipis, dan mengusap kepala sanee


" jaga dirimu baik - baik selagi aku tidak ada di sampingmu" kata khan


" terima kasih khan sudah mengerti keinginanku" ucap sanee, refleks sanee memeluk tubuh khan.


" maaf, aku tidak sengaja" kata sanee, khan hanya membalas dengan senyum.


" nanti malam setelah sholat isya' kita bersiaplah, aku akan mengajakku kebioskop" kata khan, sanee menganggukkan kepalanya.


khan kembali kekamar dengan senyum lebar.


...


kenapa, aku deg - dengan seperti ini.? apa ini kencan.? batin sanee


dikamar khan, dia sedang mentapa foto sanee diponselnya.


ya allah, tumbuhkan cinta diantara kami. batin khan.

__ADS_1


__ADS_2