
Tasya sudah membuka kedua mata nya ,yang pertama Tasya lihat adalah langit-langit dan dinding berwarna putih ,aroma desinfektan langsung menguar di indera penciuman nya .
"Sya ...."
Tasya menoleh
" ba...gas....aakkhh.....ini..dimana....." suara Tasya lemah seraya memegangi pelipis nya
"non di rumah sakit ,non pingsan dan den Bagas membawa non Tasya ke rumah sakit " ucap bi Siti
Tasya pun menengok pada bi Siti
"bibi..." lirih nya lemah
"kamu jangan banyak bicara dulu kamu baru saja bangun , kamu mau apa ,minum ?" tanya Vina , Tasya pun mengangguk
"ini mbak , pelan-pelan minum nya " Novi membantu Tasya minum
"makasih " ucap nya
"kenapa bisa sampai begini sih , kenapa kamu sampai tak tidur semalaman dan tidak menjaga pola makan ,apa ada masalah ,cerita lah siapa tahu aku bisa membantu mu ?" ucap Bagas
Tasya mengerutkan kening nya saat mendengar Bagas berbicara tak seperti biasa nya.
"siapa bilang.... gue hanya kelelahan doang , istirahat sebentar juga pasti langsung ...
"langsung pingsan " potong Bagas
"kamu itu jangan selalu menyepelekan jika sudah terasa tidak enak badan langsung istirahat jangan diforsir ,kamu kan bidan harus nya kamu sudah tahu cara menjaga kesehatan" omel Bagas
"mantan bidan " ralat Tasya
"wah mbak Tasya seorang bidan rupanya ,tapi kenapa kerja di hotel ?" tanya Novi
"panjang cerita nya " sahut Tasya sedikit meringis
"kenapa,kamu pusing ?" tanya Bagas Tasya hanya mengangguk
"kamu mending makan dulu ,nanti setelah itu baru kamu istirahat lagi" ucap Vina
"iya Tante" Tasya menurut dan mulai menyendok makanan yang baru di antar suster
melihat tangan Tasya gemetaran Novi merasa tak tega ia hendak membantu menyuapi Tasya namun kalah cepat oleh Bagas
"sini biar aku bantu suapin " Bagas mengambil alih sendok nya dan mulai menyendokan makanan nya
"buka mulut nya , makan yang banyak biar cepet gede " kelakar nya
__ADS_1
"loe fikir gue anak kecil apa " cicit Tasya
"maaf saya pamit pergi ya, pihak kepolisian mengirim pesan agar saya kembali ke hotel " ucap Novi tiba-tiba
"kapan,kenapa gak kedengeran suaranya ?" tanya Bagas
"baru saja , ponselnya aku silent takut ganggu " ucap nya lagi
"ya sudah Tante juga pulang kalau begitu ,tapi kamu sudah baik-baik saja kan ?" tanya Vina
"iya Tante aku sudah agak baikan meski masih pusing sedikit , tapi udah gak apa-apa kok , makasih ya Tante ,Novi " ucap Tasya tulus
"iya tidak masalah ,kamu sudah Tante anggap anak sendiri kok ,jadi kalau ada apa-apa hubungi Tante ,jangan sungkan ok" ucap Vina lagi
"iya Tante terima kasih" Tasya berkaca-kaca
"kami pamit ya "
Vina dan Novi pun beranjak meninggalkan kamar inap itu .
"bibi juga lebih baik pulang aja biar Tasya aku yang jagain sampai nanti papa mama nya Tasya datang " ucap Bagas
bi Siti menoleh pada Tasya yang berubah sendu
"tidak apa-apa den , bibi di sini saja ,lagipula non Tasya sudah bibi anggap anak sendiri ,jadi gak apa-apa ,terima kasih den Bagas sudah mau repot-repot bantu non Tasya jaga di sini ,kalau tak ada den Bagas entah lah" tutur Bu Siti
"hm....aku udah kenyang " ucap Tasya kemudian
"loh udah kenyang gimana ,baru aja beberapa suap ,ini bubur juga belum abis setengah nya "ucap Bagas merasa bingung
"tapi gue udah kenyang " Tasya pun meraih gelas berisi air putih di samping tempat tidur nya dengan memggunakan tangan kiri karena tangan kanan nya tertempel infusan
"sudah lah loe mending pulang aja ,gue mau tidur " perlahan Tasya merebahkan tubuh nya dan segera menutup mata nya
Bagas masih terdiam di tempat nya dengan mangkuk bubur masih di tangan nya sedangkan sebelah tangan kanan nya memegangi sendok
"dia kenapa tiba-tiba bersikap aneh gitu ,kaya sedih tapi kenapa?" fikir nya dalam hati
hingga beberapa saat kemudian terdengar suara dengkuran halus serta tarikan nafas teratur dari Tasya ,rupanya Tasya sudah masuk ke alam mimpi nya .
Bagas baru menyadari jika dari tadi dirinya masih memegangi mangkuk dan sendok, merasa sayang jika makanan nya tak habis tanpa berfikir panjang Bagas pun menghabiskan bubur itu
"mubazir " fikir nya ,padahal saat ini ia sangat lapar ,makanya saat melihat makanan ia langsung menghajar nya tak perduli jika itu bekas Tasya
bi Siti yang melihat nya pun hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala
setelah habis Bagas pun meletakan mangkuk kosong itu di meja samping tempat tidur Tasya ,ia juga meminum air bekas Tasya .
__ADS_1
"oh iya Bi , tadi aku kan tanya tentang Tasya ,apa bibi bisa menceritakan masalah yang tengah dihadapi Tasya?" tanya Bagas
lagi bi Siti menghela nafas mendengar pertanyaan Bagas
"ikut bibi , kita bicara di luar " bi Siti pun berjalan mendahului ke arah pintu
Saat kedua baru keluar Reno dan Riska datang
"nah kebetulan kalian datang bisa kalian jaga dulu Tasya ,ada yang mau gue bicarakan dengan bi Siti, kebetulan Tasya sedang tidur " ucap Bagas
"ok ,tenang saja" sahut Reno
Dan di sini mereka sekarang di taman belakang rumah sakit ,Bu Siti dan Bagas duduk di kursi panjang
"jadi bagaimana bi,apa masalah Tasya ?" tanya nya
"kasihan non Tasya"
"kenapa ?" tanya Bagas berkerut kening
"sejak kecil non Tasya sudah kehilangan figur orangtua karena kesibukan mereka "
"maksud bibi?"
"dulu bibi di percaya menjaga ,mengasuh dan mengurus non Tasya ,lain kata bibi ini baby sitter nya non Tasya ,dari usia bayi non Tasya memang sering di tinggalkan bekerja oleh kedua orang tua nya , namun masih bisa meluangkan waktu meski hanya di hari libur tapi menginjak usia 7 tahun non Tasya mulai kehilangan perhatian ,dan kasih sayang mereka" sejenak Bu Siti berhenti bicara untuk sekedar mengambil nafas lalu kembali melanjutkan cerita nya
"hari-hari nya non Tasya selalu kesepian,dulu ada non Ririn yang selalu menemani dan menghibur non Tasya ,bahkan sering menginap , tapi setelah kepergian non Ririn ke luar negeri hari-hari non Tasya kembali datar , seperti tak bersemangat ,tak ada canda tawa nya lagi di rumah , tuan dan nyonya memang sering pulang namun pulang di jam nya non Tasya sudah tertidur lalu berangkat pagi-pagi buta sebelum non Tasya bangun , mereka hidup satu atap tapi tak pernah bertemu " tutur Bu Siti
"memang nya om dan Tante bekerja apa sih bi sampai tak ada waktu sama sekali dengan anak nya,semata wayang pula " tanya Bagas
"mereka masing-masing memiliki perusahaan , itu adalah warisan dari masing-masing orang tua nya ,karena mereka sama-sama anak tunggal jadi semua tanggung jawab perusahaan tuan dan nyonya yang kelola " jawab Bu Siti
"meskipun begitu bibi tetap bersyukur karena non Tasya tak seperti kebanyakan anak-anak lain yang kurang perhatian ,yang cenderung berulah dengan gaya hidup bebas dan berbuat sesuka hati demi menarik perhatian"
"selama ini hanya pada bibi non Tasya berkeluh kesah ,bibi masih ingat pada saat .... maaf pada saat non Tasya baru pertama kali mengalami menstruasi orang pertama yang dibikin pusing adalah bibi ,non Tasya begitu histeris karena baru pertama kali " bi Siti tertawa kecil mengingat moment itu
ya saat itu Tasya masih SMP kelas tiga ,dimana semua teman-teman nya sudah mengalami menstruasi di kelas satu dan dua bahkan ada yang masih SD sudah dapat . Malam itu Tasya berteriak histeris saat melihat ****** ***** nya ada bercak merah yang lumayan banyak , ia menangis hingga membuat bi Siti kelimpungan , setelah di beri penjelasan barulah Tasya tenang ,namun pada saat hendak mengenakan pembalut ia kembali di buat bingung karena tak tahu cara menggunakan nya,dan kembali bi Siti yang mengajari nya .
"bibi selalu menjadi teman curhat nya ,sebelum tidur pasti non Tasya suka datang ke kamar bibi dan menceritakan semuanya tentang sekolah nya , teman-teman nya bahkan saat ia baru pertama kali menyukai lawan jenis bibi lah yang selalu jadi pendengar setianya saat itu dia baru masuk SMA ,katanya laki-laki yang ia sukai berbeda kelas , namun bibi juga turut sedih karena sampai saat ini non Tasya masih setia dengan perasaan nya meskipun non Tasya tidak bercerita tapi bibi bisa melihat dari sorot mata nya " tutur bi Siti
"kenapa mesti sedih seharusnya bibi senang dong karena Tasya masih setia dengan perasaan nya?" tanya Bagas nampak heran
"karena laki-laki yang di sukai non Tasya malah menyukai gadis lain ,bagaimana itu tak menjadi beban fikiran nya , apalagi dengan perasaan nya yang merasa terabaikan oleh kedua orang tuanya , non Tasya bahkan pernah berkata buruk terhadap diri nya sendiri ,bibi sakit mendengar nya , dan bibi yakin non Tasya hanya sengaja menyiksa dirinya sendiri untuk meluapkan kekecewaan nya "
***
*maaf beribu maaf di part yang sudah bahkan yang ini dan mungkin kedepannya tidak ada mistis atau horor nya , kenapa.... aku juga entahlah ,mungkin karena kejar target masalah Reno dan Bagas jadi horor nya terabaikan begitu saja ,tapi nanti aku usahakan ada horor nya deh ☺️ masalah Reno sedikit lagi menuju bahagia ya gengs ,tinggal masalah Bagas saja yang masih lieur , ngerti lieur kan ,pusing ...... karena si Bagas yang belum sadar dengan perasaan nya , ada Novi juga yang membuat Bagas bercabang hati nya , jadi ........ tunggu episode selanjut nya ya.....
__ADS_1
by.....