
Elsa menatap ibu paruh baya berjilbab itu dengan mata berkaca-kaca,begitu pula dengan ibu paruh baya itu .
"Elsa .....kamu benar-benar Elsa " ucap nya
"mama Erna ...." bibir Elsa bergetar
perlahan Elsa melangkah mendekat pada sosok ibu yang di panggil mama itu .
"ya Tuhan .....Elsa " perempuan bernama Erna itu memeluk Elsa dengan air mata yang terus mengalir dengan deras
Vano hanya memperhatikan dalam diam , ia ikut merasakan rasa rindu yang juga tengah dirasakan Elsa saat ini , hatinya mengharu , entah siapa wanita itu mungkin ia mempunyai peran tersendiri dalam hidup istri nya,itu fikir nya.
"ma....maafkan aku ya ,karena pergi begitu saja dari rumah , aku bahkan baru kali ini mengunjungi makam kak Ardi " ucap Elsa terisak
"iya sayang , mama mengerti ,kamu pasti sangat terpukul dan selalu menyalahkan diri mu atas kepergian nya ,tapi percayalah mama maupun papa sama sekali tak menyalahkan mu , kamu justru mengkhawatirkan mu , bagaimana kamu makan ,tinggal dimana , bersama siapa , kami mencari mu kemana-mana, dan kini mama akhirnya bertemu lagi dengan mu , dan kamu .....sudah menikah ?" tanya nya lalu mengurai pelukan nya dan memperhatikan perut Elsa yang sudah besar
"iya ma, maaf tidak memberi tahu mama juga papa , itu ....suami aku ma namanya Vano" ucap Elsa seraya meminta Vano mendekat dengan menjulurkan tangan nya
"hai ....Tante " sapa Vano ramah
"hai juga.... kalian pasangan serasi ,...sudah berapa bulan sayang kandungan mu?" tanya nya beralih menatap Elsa
"delapan bulan ma" jawab Elsa
"Alhamdulillah....berarti sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu , Ardi juga pasti senang melihat mu bahagia " ucap nya lagi seraya mengelus perut buncit Elsa
"padahal dulu Ardi berkeinginan menikahi mu jika usia mu sudah menginjak 20 ,tapi takdir berkata lain ajal lebih dulu menjemput nya" batin nya lirih
Elsa dan Vano tentu nya saling pandang , akhirnya Vano tahu jika wanita paruh baya yang di panggil istrinya itu dengan sebutan mama adalah ibu kandung nya Ardi.
Senagkan Elsa sendir itak menyangka ternyata kakak angkat nya itu diam-diam menaruh hati padanya .
"pantas saja selama hidupnya kak Ardi sangat baik padaku ,rupanya ..." Elsa tak melanjutkan kata hati nya karena tiba-tiba ia merasakan jemari nya di genggam oleh Vano ,Elsa pun akhirnya menoleh pada Vano .
sedangkan Vano berusaha menahan kecemburuan nya dengan bersikap tenang meskipun yang membuat nya cemburu sudah tinggal nama saja .
Elsa tentunya dapat merasakan gejolak di hati suami nya itu .
"ma,...bagaimana keadaan papa ?" tanya Elsa lagi
"papa baik-baik saja , datanglah ke rumah papa pasti senang melihat mu ,kami berdua merindukan mu Elsa " Erna mengambil alih tangan Elsa yang dari tadi di genggam Vano .
"bagaimana sayang , boleh kah aku ikut bersama mama Erna ?" Elsa meminta izin kepada suami nya ,karena bagaimana pun seorang istri memang harus meminta izin jika ingin bepergian ,apalagi di tengah kondisi Elsa yang tengah hamil besar begini.
"tentu saja boleh sayang , asal kan aku juga ikut , aku gak mau nanti kamu kenapa-napa di jalan , meskipun aku yakin kamu bisa menjaga diri sendiri,tapi keadaan mu yang tengah hamil besar membuat ku tak tenang ,bahkan ketika kamu di rumah pun saat aku kerja ,aku selalu mengkhawatirkan mu " ucap Vano
"kamu tenang saja ,saya bisa menjaga Elsa dengan baik kok " ucap Erna seakan tak ingin Vano ikut
__ADS_1
Vano tahu wanita paruh baya itu sedikit kurang welcome pada nya , meskipun dari luar terlihat ramah tapi Vano dapat merasakan jika wanita di hadapan nya kurang menyukai nya , Elsa pun demikian ,maka ia memikirkan cara agar Vano tetap bisa ikut dengan nya .
"ma....aku suka mual kalau jauh dari suami ku " ucap Elsa
"ya sudah baiklah " Erna pun tak ada pilihan ,kalau alasan nya begitu
***
Di tempat lain
Tasya yang baru kembali ke hotel begitupun dengan Novi dibuat terkejut saat melihat semua orang termasuk para karyawan pada berlarian dari luar dengan wajah panik
"ya ampun ,ada apa ini ,baru ditinggal sebentar" ucap Novi
"ada apa ini ,apa terjadi kebakaran...tapi kenapa alarm nya gak bunyi" fikir Tasya
"pak maaf ini ada apa ya ,kenapa bapak dan yang lain kelihatan panik begitu " tanya Tasya menghentikan seorang bapak-bapak yang baru berlari ke luar
"itu di dalam ada beberapa orang bersenjata api ,mereka menahan beberapa pengunjung dan karyawan " ucap nya bergetar
"apa.... ,kenapa bisa orang-orang bersenjata masuk hotel ini ,kemana semua satpam?" tanya Novi
"mereka berhasil melumpuhkan semua satpam ,mereka di ikat dan di kurung di salah satu kamar hotel ini,sepertinya mereka semua para ******* " jawab nya lagi
"ada berapa banyak yang jadi tawanan ?" tanya Novi tak nampak ketegangan di wajah nya
"tapi mbak ,tadi saya sempat mendengar jika mereka juga memasang bom di beberapa titik di hotel ini " suara bapak itu terdengar sangat gemetar
"APA .....BOM" pekik kedua nya
"iya mbak "
"astaga bagaimana ini" lirih Tasya cemas
"baiklah kalau begitu segera hubungi polisi ,biar sementara saya yang urus para ******* itu " ucap Novi
"tapi Nov, mereka berbahaya " seru Tasya
"tapi ini adalah bagian dari pekerjaan saya mbak, jika orang-orang jahat itu berhasil meledakan hotel ini ,maka saya sudah gagal dalam menjalankan amanah " ucap Novi
"tapi Novi....
"sudah lah gak apa-apa, mbak percaya saja padaku ,tidak akan terjadi apapun padaku " ucap Novi lagi
"kamu yakin Nov...ini sangat bahaya lebih baik kita tunggu saja pihak berwajib yang bertindak " ucap Tasya takut
"mbak tunggu saja di sini ,aman kan orang-orang yang berhasil lolos dan selamat bawa mereka ke tempat paling aman dan jauh dari sekitar hotel ini termasuk semua yang berada di dekat hotel ini ,jangan ada yang menginjakan kaki di sekitaran hotel " Novi segera beranjak
__ADS_1
"Novi...."
Novi pun berbalik
"ya...."
"hati-hati" Novi pun mengangguk
"ya Tuhan bagaimana mungkin para ******* itu bisa masuk hotel ini,apa tujuan mereka " lirih Tasya ,ia sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada Novi , namun ia ingat ucapan Elsa jika Novi bisa berkelahi bahkan beragam jenis ilmu bela diri ia kuasai ,tapi tetap saja ia merasa khawatir,ia hendak menghubungi Elsa ,namun ia ingat jika Elsa tengah hamil dan tak ingin terjadi sesuatu pada kandungan nya .
"astaga Tante Vina ,apa Tante Vina juga jadi tawanan mereka " Tasya jadi tambah khawatir dengan kondisi pemilik hotel ini .
"apa aku cari dulu ke ruangan nya , mana tahu Tante Vina berada di ruangan nya " gumam nya
namun baru saja beberapa langkah kaki nya seseorang menarik tangan Tasya .
"Bima ...."
"pergi dan cari tempat yang aman ,biar aku dan anggota TNI dan polri yang mengatasi " Bima menarik Tasya keluar hotel itu
"tapi Tante Vina bagaimana ?" ucap Tasya frustasi
"aku akan menolong nya , kamu jangan khawatir " Bima mencoba menenangkan Tasya lalu meninggalakan Tasya setelah dirasa aman bersama yang lain dengan di bawah perlindungan anggota polisi .
Ternyata banyak juga anggota TNI dan polri yang turun tangan bahkan tim penjinak bom pun sudah bersiap untuk mencari keberadaan bom yang kemungkinan sudah di pasang.
Di saat Tasya sedang dilanda kekhawatiran tiba-tiba seseorang memeluk nya .
"Tasya .....ya Tuhan kamu selamat ,syukurlah ,Tante fikir kamu berada di dalam "
"Tante ....aku bahkan juga berfikir Tante di dalam , makanya aku berniat untuk mencari Tante,tapi teman ku menyuruh ku untuk menunggu di sini , syukurlah Tante tidak ikut jadi tawanan para ******* itu " ucap Tasya sedikit lega
"teman mu ?"
"dia seorang polisi " ucap Tasya
"sebenarnya apa yang sudah terjadi kenapa para ******* itu bisa sampai masuk hotel kita" tanya Tasya
"Tante juga tidak tahu , tadi Tante baru sampai di rumah saat dapat kabar ,makanya Tante langsung ke sini " jawab Vina
"semoga mereka dapat menangkap para ******* itu " lirih Tasya
"ya semoga saja tidak ada korban " timpal Vina
keduanya menunggu di luar hotel dengan harap-harap cemas ,sedangkan di dalam Novi yang tengah mengendap masuk akhirnya tertangkap ,mau tidak mau Novi mengikuti para ******* itu yang membawa nya dengan menodongkan senapan laras panjang ,padahal jika ia mau Novi bisa saja melawan nya namun gadis itu tak ingin gegabah ,ia ingin tahu dulu apa alasan mereka masuk ke hotel ini membuat kekacauan dengan menahan orang-orang juga memasang bom segala .
***
__ADS_1