
happy reading 😘
.
.
.
.
Sepasang mata menatap penuh amarah pada sebuah rumah mewah yang terhalang dengan pintu gerbang yang tertutup rapat .
"pak saya mohon izinkan saya bertemu mama saya pak " ucap Elsa dengan terisak
"maaf nona ,tapi tuan tidak mengizinkan ,sebaiknya nona pergi" usir seorang satpam membawa nya menjauh dari area rumah megah dan mewah itu
"pak saya mohon pak " alih-alih merasa iba satpam itu malah menyeretnya dan mendorong Elsa hingga terjatuh dan meninggalkan luka di kedua lutut nya karena membentur permukaan jalan
Ingatan itu pun kembali terlintas di benak nya saat menatap pintu gerbang yang tertutup .
hembusan nafas terdengar begitu berat , Elsa memejam kan mata nya berharap jika ingatan buruk itu segera pergi dari benak nya ,namun bukan nya menghilang ,ingatan itu seolah menari-nari di benak nya seakan mengejek nya saat ini .
"sudah saya peringatkan untuk tidak menemui nya lagi ,dia istri ku bukan ibu mu lagi ,pergi kamu "
"ini peringatan terakhir ,pergi ..."
Hingga ingatan nya itu pun hilang saat sebuah mobil berhenti di depan gerbang dengan suara klakson yang di bunyikan pengemudi nya , di susul dengan terbuka nya pintu gerbang itu dan mobil itu pun langsung masuk seiring dengan tertutup nya kembali pintu gerbang itu .
"kau harus membayar semua kejahatan mu pada keluarga ku " gumam Elsa yang terus menatap tajam ke rumah itu
suara dering ponsel membuat nya mengalihkan perhatian nya ,ia menoleh pada ponsel nya yang ia letakan di dashboard depan mobil nya ,terlihat nama Vano memanggil nya
"ya ....benarkah ,....baiklah aku kesana sekarang " Elsa mengulas senyum di bibir nya ,wajah yang tadi terlihat penuh amarah pun kini berubah sumbringah dan sangat senang saat mendengar kabar jika adik nya sudah sadar
Elsa pun segera menjalankan mobil nya menuju rumah sakit ,tak lupa ia juga memberi tahu kabar baik ini pada ibu Sri ,namun tidak mengizinkan nya datang ke rumah sakit karena mengingat malam sudah semakin larut .
Sesampai nya di rumah sakit Elsa berlari begitu saja membiarkan mobil nya di depan rumah sakit tanpa memarkirkan nya dengan benar , Elsa memberikan kunci mobil nya pada petugas rumah sakit yang berpapasan dengan nya .
"parkirkan mobil ku " tanpa menunggu kata iya Elsa langsung berlalu begitu saja
Orang itu hanya bisa melongo melihat punggung Elsa yang semakin menjauh
__ADS_1
"yang benar saja , apa dia sudah tidak waras ,siapa dia berani memerintah ku " gumam nya sembari memperhatikan kunci mobil di tangan nya
Rupanya ia bukan lah petugas rumah sakit biasa ,nama nya William dia merupakan dokter juga anak dari pemilik rumah sakit itu .
"tapi seperti nya aku pernah melihat gadis itu ,tapi dimana ?" fikir nya ,ia memang pernah bertemu beberapa kali dengan Elsa itu pun hanya sebatas pekerjaan, meskipun mereka berada di rumah sakit yang sama ,dan rumah sakit ini pun memang tempat Elsa bekerja,juga karena Elsa yang hanya bertugas khusus mayat jadi tak memungkin kan nya bertemu setiap saat ,apalagi jika Elsa harus terjun ke TKP ,berbeda dengan nya yang setiap hari berada di ruangan nya dan hanya keluar masuk kamar inap guna memeriksa pasien nya .
Meskipun terlihat menggerutu William pun memarkirkan mobil nya di tempat parkir yang semestinya lalu memberikan kunci nya pada satpam
Ceklek
pintu terbuka
Dengan berurai air mata Elsa memasuki kamar inap Kenan, ia langsung memeluk adik nya
"kakak..." ucap Kenan masih lemah
"iya sayang ....ini kakak, Alhamdulillah kamu sudah bangun sayang ,maafkan kakak yang baru mengetahui kenyataan nya ,kau adik ku ,adik kandungku " ucap Elsa seraya menangkup wajah Kenan lalu menciumi pipi dan kening nya
"apa kata mu , Kenan adik kandung mu ?" tanya Vano menatap nanar istri nya itu ,Elsa mengangguk ,dan menghambur memeluk Vano
sedangkan Kenan ia masih merasa bingung dengan ucapan Elsa
"iya ,dia adik ku , laki-laki itu sudah memisahkan kami , dia membuang nya saat masih bayi ,dia tidak punya hati ,mungkin aku bisa menerima perlakuan nya pada ku ,tapi dia masih sangat bayi saat itu ,kenapa dia begitu tega membuang bahkan ingin melenyapkan nya untung saja ibu dan mendiang suami nya mengetahui nya dan langsung membawa nya ke desa " ucap Elsa terisak di pelukan nya ,Elsa pun menceritakan apa yang ibu Sri ceritakan tadi pada nya
"apa maksud kakak,kenapa kakak bilang aku adik kandung kakak?" tanya kenan ,Elsa pun melepaskan pelukan ya dan mendekat pada Kenan
"kamu masih belum mengerti , tapi nanti kakak akan jelaskan ketika kamu sudah dewasa dan dapat mengerti semua nya , yang terpenting sekarang kamu harus ingat kakak adalah kakak mu ,jangan berfikir terlalu keras ,gunakan saja otak mu untuk belajar ,kamu mengerti " Kenan mengangguk
"bagus ...dan mulai sekarang kita akan tinggal bersama , boleh kan ?" Elsa beralih pada Vano
"tentu saja ,akan lebih menyenangkan jika di rumah tidak hanya ada kita ,rumah akan terasa semakin hidup " ucap Vano yang memang sama sekali tidak merasa keberatan
"apa nanti rumah nya bisa bergerak?" tanya Kenan polos
"bukan begitu maksud nya ,tapi....ah....kenapa kamu polos sekali hah ,sebaiknya kamu tidur lagi ,ini sudah larut malam tak baik buat kondisi mu " ucap Vano mengusap kepala anak itu
Kenan mengangguk dan dalam hitungan detik Kenan pun langsung terjun ke dunia mimpi , itu karena setelah bangun tadi Kenan langsung meminta makan ,dan meminum obat nya makanya ia mudah sekali tidur.
"kamu juga istirahat kamu pasti lelah " ucap Vano menatap Elsa yang di jawab 'iya" dan lagsung menuju kasur busa yang sudah tersedia di sana ,Vano pun mengikuti dan ikut berbaring di sisi nya
"ini malam kedua dimana aku tidur satu tempat tidur dengan mu " ucap Vano menoleh pada Elsa
__ADS_1
"hm...iya ,..." Elsa terkekeh membuat Vano mengerutkan kening nya
"kenapa ?" tanya nya
"tidak apa-apa,aku hanya merasa lucu saja ,aku tidak menyangka sama sekali jika aku sudah menikah dengan mu , mempunyai seorang pasangan seakan menjadi mimpi buruk bagiku , aku selalu takut dengan sebuah kedekatan dan hubungan ,tapi kamu selalu meyakin kan ku jika aku tak perlu mengkhawatirkan nya ,terima kasih sudah ada untuk ku " Elsa berucap dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"jangan berterima kasih ,sudah seharusnya seperti itu ,karena aku menyayangimu mencintai mu maka aku harus ada bersama mu " ucap Vano sembari mengusap pipi mulus Elsa
"kenapa kamu mencintai wanita aneh seperti ini ?" tanya Elsa tiba-tiba
"entahlah aku sendiri juga tak tahu , tapi jujur saat pertama melihat mu di kampus aku selalu ingin melihat mu ,tapi aku gengsi saat itu , di kampus aku sering memperhatikan mu , dan aku jadi merasa sesuatu banget saat tahu kamu satu kelompok dengan ku , di tambah kamu dengan keren nya menolong ku dari gigitan ular itu ,dan dari sana aku menjadi semakin ingin terus di dekat mu " ujar Vano jujur
"benarkah ,...pantas saja aku selalu ngerasa ada yang memperhatikan ku ,jadi kau pelaku nya " Elsa berdecak
"memangnya apa yang kamu lihat dari ku , bahkan di mata orang lain aku itu aneh "
"karena kamu sangat cantik dan akan semakin cantik kalau kamu tersenyum"ucap Vano mengecup pelan bibir Elsa
"gombal " Elsa bersemu dan mencoba menyembunyikan senyum nya
"sejak kapan kamu pintar menggombal ?" tanya Elsa menahan bibir nya agr tak tersenyum
"aku tidak gombal ,kamu memang cantik , tuh kan jadi tambah cantik kalau tersenyum seperti ini " ucap Vano saat Elsa tak lagi dapat menahan senyuman nya
"iiih....apa sih " Elsa terlihat malu
"hahahaha....sudah lah ayo kita tidur " Vano menarik Elsa ke dalam pelukan nya ,Elsa pun dengan senang hati bersandar di dada nya , sangat nyaman itu yang di rasakan Elsa saat ini.
Seharusnya malam ini adalah malam panjang yang biasa di lewati pasangan pengantin baru ,namun tidak bagi Elsa dan Vano ,mereka nampak nya melupakan hal itu yang ada di fikiran mereka saat ini adalah Kenan .
Di sudut lain nampak Marsha yang tidak dapat memejamkan mata nya , ia tidak bisa tidur saat suami nya tak mengabari nya ,ia kesal ,kecewa dan juga ingin berteriak meluapkan kemarahan nya .
"keman dia? kenapa ponsel nya juga gak aktif? awas saja jika dia macam-macam ,tau sendiri akibat nya " Marsha sudah berfikiran buruk tentang suami nya ,ia mengira mungkin saja Jay saat ini tengah bersama wanita lain ,padahal sebenarnya dia berada di villa bersama Reno
.
.
.
.
__ADS_1
.
to be continued