Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
curhat ( part 4)


__ADS_3

khan dan hozen memasuki ruang meeting, ada beberapa orang yang berkumpul di meja besar itu. mereka saling berhadapan, dan khan tepatnya berhadapan dengan seorang wanita. wanita itu nampak melihat khan yang ada di hadapannya, tapi khan tidak memperhatikannya.


" zen, nanti jangan lupa catat apa yang penting. " kata khan kepada hozen yang ada di sampingnya.


" sipa bos" kata hozen, sambil membuka buku agenda.


meeting berlangsung selama 3 jam, khan fokus pada meeting tanpa diketahui wanita di hadapannya memperhatikan disela - sela meeting. meeting telah selesai dan kontrak sudah ditanda tanganni. khan berjalan menuju caffe di ujung gedung itu. khan duduk sendiri, hozen masih sedang mengurusi berkas - berkas diruangan meeting tadi. saat khan meneguk secangkir kopinya.


" boleh aku duduk disini.?" kata wanita itu. khan menghentikan minumnya dan menaruhnya dimeja.


" silahkan" kata khan, sembari berpikir.


kenapa, duduk denganku.? kursi disana banyak yang kosong. batin khan


" halo, aku lisa. aku tadi juga meeting seruangan denganmu" kata lisa sambil menyodorkan tangannya.


" aku khan, ooh,. pantas seperti pernah melihatmu" kata kham sambil menyalami tangannya sebentar, lalu melepaskannya.


" kau asli orang sini.?" tanya lisa sambil menyeruput kopi


" owh, bukan. aku indonesia" kata khan


" aku dari brunei" kata lisa tanpa ditanya


"owh" kata khan pendek


" boleh tuker nomor hp.? kata lisa tanpa bosa basi

__ADS_1


" untuk apa.?" tanya khan menyelidik, karena tidak pernah memberikan nomor hpnya kepada orang yang tidak dekat dengannya. pertanyaan itu tidak langsung di jawab oleh lisa. lisa mencari alasan agar dia tidak ketahuan kalau ingin dekat dengan khan.


" uhmmt, untuk bekerja sama. melihat kenaikan saham" kata lisa menutupi niatnya.


" owh, cepat catat 081******" kata khan menyebutkan nomornya


" sudah, aku save yah" kata lisa. khan hanya mengangguk.


" kamu disini menginap berapa hari.?" tanya lisa


" rencana, besok mau balik atau nanti malam" jawab khan


" yah, kenapa cepat balik sich. happy fun dulu disini" kata lisa. khan hanya tersenyum tidak menggubris omongan wanita di depannya.


yah, batal dech. rencana jalan berduanya. padahal kalau lebih lama lagi disini nanti sore aku whatsapp ku ajak jalan.batin lisa


khan melihat hozen berjalan memasuki caffe itu. saat itu khan dan hozen saling melihat dari kejauhan. khan memberikan isyarat dengan menaikan satu alisnya. hozen paham dengan isyarat itu, khan meminta tolong hozen untuk mengurus wanita didepannya. hozen mendekat dan duduk di samping wanita yang bernama lisa itu.


" ukhgt, genit. khan aku pergi dulu yah. nanti chat yah" kata lisa pergi karena digoda oleh hozen. lisa pun menjauh dari mereka.


yes, akhirnya aku bisa dapatkan nomor cowok ganteng itu dengam muda. batin lisa


lisa sudah tidak nampak dari pandangan mereka.


" dia mendekatimu.?" tanya hozen sambil menyeruput kopi yang dipesan oleh khan tadi.


" ya" kata khan sambil menyeruput kopinya juga

__ADS_1


" minta nomormu lagi kan" tebak hozen, yang sudah tau kelakuan wanita kalau dekat dengan khan.


" seperti biasa, aku kasih nomor kantor" kata khan


" hahaha, asyik dapat teman chat baru" kata hozen, yang selalu membalas pesan chat dari wanita yang iseng mendekati khan.


" seperti biasa, jangan terlalu digubris dan ditanggapi dengan serius. jangan membuat namaku tercemar" kata khan mengingat kan


" baik bos" kata hozen


...


sanee dan keluarga kakek absy sedang berkumpul diruang tengah. ada yang sedang melihat televisi, ada yang sedang baca buku dan ada yang sedang bermain monopoli. sanee duduk di sofa dengan kakaknya dinaar , yang bernama lia. mereka sedang mengobrol.


" khan pulang kesini hari apa sanee.?" tanya kak lia


" belum tau kak, kalau tidak besok yah jum'at" jawab sanee


"aku mendengar dari nenek, tentang bagaimana kamu menikah dengan khan" kata kak lia


" benarkah.?" tanya sanee tak percaya


" iya, lucu yah kalian. tapi salut dengan kalian" kata kak lia, sanee tercengang.


"salut kenapa kak.?" tanya sanee penasaran


" anak muda sekarang kan, jarang mau dijodohkan. apalagi menuruti perjodohan lewat wasiat. dan kamu sama sekali tidak mengenal khan sedikitpun tapi langsung menerimanya" jawab kak lia

__ADS_1


" aku juga tidak tahu kak, semua terjadi secara spontan. aku jalanin saja dengan khan" kata sanee dengan tersenyum


" yah, mungkin memang kalian sudah ditakdirkan bersama. khan sudah ku anggap sebagai adik laki - laki ku. memang dia sejak masih duduk dikelas smp banyak yang mengaguminya, salah satunya temanku. Hahaha. tapi khan itu tidak pernah merespon wanita yang mendekatinya yah mungkin fokus sekolah kali yah. tapi sekarang aku lega, ku kira cowo setampan khan, sedingin khan, tidak bisa menikahi wanita secantik kamu" cerita kak lia, sanee hanya tersenyum mendengar kak lia bercerita tentang khan.


__ADS_2