Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
masuk jebakan


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


.


Sudah dua hari semenjak Elsa pergi ,Vano benar-benar merasa bingung harus mencari kemana lagi ,ibu Sri juga Kenan pun mereka selalu mencemaskan nya ,bahkan Kenan sampai sakit demam karena memikirkan Elsa yang tiada kabar ,dan Vano yang kini tinggal bersama ibu Sri,turut merawat Kenan .


"kak....kak Elsa ....." gumam Kenan dalam tidur nya


"astaga segitu sayang nya kamu pada Elsa ,kamu sabar ya kakak akan bawa kembali kakak mu " ucap Vano lirih


"bagaimana Kenan nak ?" tanya ibu Sri saat Vano keluar dari kamar nya


"dia sudah tidur , Bu aku pamit ya ,mau coba cari Elsa lagi ,kabari aku jika Kenan kenapa-kenapa" ucap Vano yang di angguki ibu Sri


"ya Tuhan ....Elsa kemana kamu nak " lirih ibu Sri dalam hati nya


Kini Vano kembali menyusuri jalan ,ia mencoba bertanya pada orang yang ia temui di jalan dengan menunjukan foto Elsa di ponsel nya ,bahkan para pedagang keliling pun tak luput dari pertanyaan nya ,meskipun tak yakin namun Vano tetap bertanya pada mereka .


Vano berhenti sejenak di depan sebuah counter hp ,dengan menenggak air minum kemasan botol ,namun seseorang menepuk pundak nya ,Vano pun menoleh


"senang bertemu dengan mu di sini " sapa nya berbasa-basi


"hm..." Vano yang memang sedang tak ingin banyak bicara pun hanya menanggapi nya dengan deheman saja


"seperti nya ada masalah " tanya nya


"Elsa hilang " ucap nya


"apa....bagaimana bisa ....sejak kapan , terus kenapa tidak lapor polisi?" tanya nya


"sudah , tapi laporan nya ditolak karena belum 24 jam katanya , huh....peraturan macam apa itu , apa mereka gak pernah berfikir bagaimana jika sebelum 24 jam Elsa ...dia ....." Vano tak mampu lagi melanjutkan kata-kata nya , meskipun ia yakin Elsa pasti baik-baik saja saat ini ,dia hanya ingin menghindari nya .


"jangan pernah berfikiran buruk ,itu memang sudah peraturan nya begitu ingat saya juga polisi " ucap Bima


"kalau begitu aku akan mengerahkan anak buahku buat mencari Elsa " Bima merogoh ponsel nya hendak menghubungi seseorang


"gak perlu" tolak Vano


"kenapa ?" Bima mengkerutkan kening nya


"dia pasti baik-baik saja saat ini ,mungkin dia hanya ingin menenangkan diri dan menjauh sementara dari gue " ucap Vano


"ko gitu ,memangnya kalian ada masalah apa ?" tanya nya mulai penasaran


"bukan masalah penting " Vano pun beranjak hendak pergi meninggalkan nya


namun langkah ia terhenti saat mendengar Bima membatin


"ya bagus lah mereka seperti itu ,gue akan mencari nya dan mendapatkan simpatik nya , siapa tahu dia jadi luluh dan mau menerima ku "


"jangan pernah berani mendekati nya " ucap Vano dengan nada dingin tanpa menoleh ia pun kembali melangkahkan kakinya


"kenapa tiba-tiba dia berkata seperti itu ,memangnya dia bisa tahu apa yang aku ucapkan dalam hati " gumam nya menatap heran punggung Vani yang semakin menjauh


.......................


"gimana Van,udah ketemu belum ?" tanya Bagas di sebrang telpon


"belum Gas....." sahutnya lemas


"sabar bro ....gue juga akan terus bantu nyari " ucap Bagas


"iya , thanks ya " ucap Vano lagi lalu memutuskan sambungan telepon nya


"huuuuh..... mesti cari kemana lagi gue ....Elsa ....loe dimana sih ?" Vano meremas dada nya sendiri saat merasa sesak di hati nya


Namun kemudian ia terdiam saat menyadari sesuatu


"astaga .... jangan-jangan ....." Vano dengan cepat beranjak untuk segera pergi ke tempat yang memungkin kan Elsa datangi

__ADS_1


"gak....kamu gak boleh pergi ke sana "


namun saat Vano baru saja Vano melangkah kan kaki nya seseorang memanggil nya


"Vano ...."


Vano pun nampak menghela nafas nya karena tahu siapa yang memanggil nya


"ada apa ?" tanya nya dingin tanpa menoleh


"Vano ,kamu kemana aja sih aku cariin kamu dari kemarin ,mommy Daddy kamu juga nyariin kamu ?" tanya Riska dengan nada manja


"sejak kapan loe manggil aku kamu ?" tanya Vano sinis


"sejak saat ini , kamu kan tunangan aku , aku senang banget tahu saat tahu kamu masih hidup ,tapi aku sedih karena kamu tiba-tiba pergi tak tahu kemana " ujar nya


"jangan sembarangan kalau ngomong " ucap Vano


"sembarangan gimana ?" Riska nampak bingung


"siapa juga yang mau tunangan sama loe ,gue gak cinta sama loe " Vano langsung pergi meninggalkan Riska yang sudah mengepal kan tangan nya , ia kesal karena Vano secara terang-terangan menolak nya


"lihat saja, gue akan buat loe jatuh ke tangan gue " ucap Riska penuh yakin


"coba saja kalau bisa " gumam Vano lirih


Setelah Vano pergi meninggalkan nya , Riska nampak menghubungi seseorang


"gue butuh bantuan loe "


hanya itu kata-kata yang diucapkan Riska ,saat seseorang menerima telpon nya , setelah itu Riska pun memutuskan panggilan telpon nya tanpa mendengar apapun dari lawan bicara nya .


Sore menjelang ,Vano sudah siap akan pergi ke tempat yang ia yakin dimana Elsa saat ini , hutan angker desa K , ya itu yang terlintas di fikiran nya .


Setelah berpamitan pada ibu Sri juga Kenan , Vano pun pergi meninggalkan rumah itu ,saat ini Vano menggunakan sepeda motor milik tukang kebun yang Elsa pekerjakan di rumah ibu Sri .


Saat dalam perjalanan tiba-tiba motor nya berhenti karena seseorang menghalangi jalan nya ,Vano sudah tahu jika orang itu berniat jahat pada nya .


Tanpa ingin membuang waktu Vano mengibaskan tangannya kearah orang jahat itu.


tubuh orang itu terpental hingga menubruk tiang listrik ,Vano juga mengangkat motor yang di gunakan orang itu tanpa menyentuh nya


Tentu saja hal itu membuat orang itu shock ,ia hanya ternganga dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya .


Tanpa menghiraukan orang yang kesakitan itu Vano pun kembali melajukan motornya .


"a....apa....itu tadi ..si ...siapa dia ..." orang itu pun pingsan


Perjalanan Vano ternyata tak semulus yang ia harapkan, lagi-lagi ia harus menghentikan motor nya saat sebuah mobil menyalip dan memaksanya untuk menepi .


"ck ngapain sih " Vano berdecak saat mengetahui siapa pemilik mobil itu


"maaf,jika saya mengganggu perjalanan mu , tapi bisakah kita bicara sebentar ?" tanya nya


"bicara saja om , saya buru-buru soal nya " ucap Vano


"tak enak lah kalau bicara di sini , bagaimana kalau kita bicara di sana restoran hotel *** saja ,tenang saya yang traktir" ucap Darwin


"baiklah tapi aku tidak bisa lama " ucap Vano ,ia mencoba membaca raut wajah Darwin yang tak lain adalah papa nya Riska ,karena seperti nya Darwin tak membatin apapun , hanya ekspresi wajah nya saja yang terlihat mencurigakan .


"duduklah " ucap Darwin ketika mereka sudah berada di dalam restoran sebuah hotel


"ada apa om,apa yang mau om bicarakan ,apa tentang penolakan ku ?" tanya Vano


"ya .....saya hanya ingin tahu alasan nya saja ,karena jujur saya merasa heran ,anak saya itu cantik dan berpendidikan tapi kenapa kamu menolak nya , saya sebagai orang tua nya merasa tak terima jika anak kesayangan nya di tolak " Darwin mengungkapkan isi hati nya


"sebelum nya saya minta maaf om, bukan saya mau membuat om merasa sakit hati ,tapi sungguh saya tidak pernah mencintai Riska " ucap Vano jujur


"kenapa ? apa ada gadis lain ?" tanya nya


namun Vano hanya menampilkan senyum nya


"kurang ajar , berani sekali dia bicara terang-terangan jika tidak menyukai Putri ku ,aku merasa terhina sekali , lihat saja akan aku lenyapkan gadis itu ,dan menbuat mu jatuh ke pelukan putri ku " batin nya


tentu saja itu membuat Vano terkesiap

__ADS_1


"ternyata benar apa yang di katakan Elsa tentang nya " Vano mengepalkan tangan nya di bawah kolong meja


"ini silahkan minum nya " ujar pelayan yang baru saja datang dan meletakan minuman itu di depan nya


Karena di rasa tenggorokan nya sangat kering dan ia juga butuh air untuk mendinginkan hati nya agar tak termakan amarah Vano pun langsung meraih minuman itu dan meminum nya sampai habis tanpa berfikir apapun .


"bagus " ucap Darwin dalam hati nya


"om memasukan apa ke minuman nya " tanya Vano saat melihat senyum dan isi hati Darwin


Namun tak ada jawaban dari Darwin


"apa ini ...kenapa badan gue terasa panas ....sial dia memasukan obat perangsang , gue harus cepat pergi " batin nya


"mau kemana ,......" tanya Darwin saat melihat Vano beranjak


Vano tak menyahut namun langkah Vano terhenti saat Riska sudah berdiri di hadapan nya


"minggir " suara Vano sudah semakin berat


"ayo aku bantu kamu " Riska mencobaa untuk meraih Vano namun Vano menepis tangan nya dengan kasar


"aku hanya ingin menolong mu, kamu tidak akan kembali normal jika hasrat mu itu tak tersalurkan " Riska mencoba kembali untuk merayu Vano


Riska meraih tangan Vano yang mulai gemetar ,peluh bercucuran menahan sesuatu yang ingin segera dituntaskan.


perlahan Riska menjelajahi wajah Vano dengan jemari lentik nya , di usap-usap pipi nya ,Vano yang masih bisa menahan nya pun mencoba untuk menghindar ,namun akal sehat nya seperti nya kalah dengan efek dari obat perangsang itu


tiba-tiba wajah Riska terlihat mirip sekali dengan wanita yang tengah ia cari keberadaan nya


"Elsa ....." ucap Vano tanpa sadar


"apa ..." Riska terkesiap saat mendengar nama itu disebut nya


"kurang ajar jadi ternyata wanita aneh itu yang ada di hati nya , tapi tak apa sebentar lagi kau akan menjadi milikku" Riska menyeringai ,ia melirik Darwin Darwin pun mengangguk


dalam keadaan sadar dan tak sadar Vano berjalan mengikuti langkah Riska yang memapah nya


"Elsa .....


"pergi ....loe bukan Elsa .....


"Elsa ....


Vano yang sudah tak bisa lagi membedakan siapa yang berada di dekapan nya saat ini pun mulai liar


Vano menggedong Riska ke kamar yang sudah sengaja Riska dan Darwin pesan .


begitu pintu kamar tertutup


"bayaran mu karena sudah sukses membantu ku dan putri ku " Darwin memberikan segepok uang pada seorang yang berseragam karyawan hotel itu


Orang yang di telpon Riska tadi adalah karyawan hotel ini ,yang merupakan salah satu kepercayaan Darwin ,yang ia selinap kan sebagi mata-mata di sana .


.


.


.


.


.


.


to be continued


Holllaaa........hallloooo.......


author kaleng-kaleng bawa cerita baru ,itu tuh yang aku bilang hilang itu , nah aku sudah buat ulang , baru 4 episode ,semoga kalian penasaran ....


mampir ya hehehe.........


__ADS_1


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2