Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
menyambut kedatangan jenazah


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


Dengan perlahan Bagas membuka pintu kamar Elsa,namun begitu ia melihat isi kamar nya ,betapa terkejutnya ia ,bahkan Reno pun sama terkejut nya


"ba...bagaimana mungkin " gumam ke dua nya


Karena sekarang keadaan kamar nya sangat rapih tidak ada barang berserakan satu pun kursi dan kasur yang tadi sempat berpindah posisi pun kini nampak kembali ke tempat nya ,bahkan cermin yang hancur pun kini kembali utuh .


"E....Elsa ...." Reno mencoba untuk mendekat namun karena kaki nya yang gemetaran membuat langkah nya terhenti .


"biar saya saja, siapa tadi nama nya ?" ucap Nuri


"E....Elsa ...." sahut Reno terbata


"hah .... E Elsa ?" dahi Nuri berkerut


"Elsa maksud nya " timpal Bagas


"oh ...baiklah " Nuri pun mencoba mendekat


"Elsa.....kamu baik-baik saja ?" tanya Nuri dengan menyentuh pundak Elsa


Nuri nampak terhenyak saat ia merasakan seperti sengatan di telapak tangan nya saat menyentuh pundak Elsa , ia pun menarik tangan nya


"ada apa?" tanya Bu Laras


"tidak apa-apa ko Bu" sahut nya mencoba tenang


Nuri memejamkan mata ,dan ia bisa melihat dengan jelas siapa gadis di hadapan nya ini , Nuri pun nampak terkejut , namun ia pun akhirnya mengerti dengan apa yang di alami gadis yang tengah tidur menyamping ini setelah melihat masa lalu dan kisah nya , ia pun merasa terenyuh .


"maaf jika kedatangan kami mengganggu mu , kami tidak ada maksud apa-apa, mereka sangat mengkhawatirkan mu ,aku tahu apa yang kamu alami dan rasakan , kamu wanita hebat dan kuat , kamu pasti bisa melewatinya , dan jangan menyalahkan diri mu terus " ujar Nuri mencoba untuk lebih dekat dengan gadis di hadapan nya itu


"apa yang dia katakan , seperti nya dia bukan gadis sembarangan" guman Elsa dalam hati nya , Elsa memang sengaja berpura-pura tidur karena mata nya yang masih berubah jadi mata ular,ia tak ingin mereka melihat mata nya itu ,meskipun Nuri dan Bu Laras sudah tahu


"baiklah kami permisi , kamu istirahat lah " ucap Nuri ,lalu beranjak


Bu Laras yang juga tahu tentang Elsa melalui penerawangan nya pun mengangguk pada Nuri


dan mereka beranjak undur diri .


"jadi teman kami itu kenapa Bu,mbak ,dia kesurupan kan ?" tanya Bagas setelah mereka berada di luat kamar nya Elsa


"tidak sama sekali " sahut Bu Laras


"tapi tadi kami berdua melihat kedua mata nya berubah " seru Bagas sedangkan Reno dia nampak diam memandangi wajah Nuri


"mungkin teman kalian itu sedang memakai lensa kontak " sahut Nuri


"apa benar begitu ?" gumam Bagas lagi


"kami tidak akan memberi tahu siapa pun tentang mu " batin Nuri yang langsung di dengar oleh Elsa


"jadi mereka berdua tahu siapa gue " batin nya

__ADS_1


"baiklah kami berdua harus pergi , assalammualaikum" ucap Nuri


tapi pas baru keluar dari rumah nampak mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan pintu


"mas Rifki...." Nuri senang bukan kepalang saat melihat suami nya melambaikan tangan nya dari dalam mobil


"Bu , maaf ya aku pulang bersama mas Rifki" ucap nya


"iya ,sana ,saya juga mau langsung pulang "


Akhirnya dua wanita berbeda usia dan gaya busana pun berpisah .


"gue gak nyangka dia udah merrit punya anak lagi" ucap Reno dengan masih menatap mobil yang menjauh


"kenapa memang nya ,loe naksir ya... bini orang tuh..." seru Bagas mendorong pelan tubuh Reno dari belakang hingga Reno sedikit terhuyung ke depan


"kira-kira umur nya berapa ya, ko kelihatan nya umur nya di bawah kita " gumam nya lagi


" dia seumuran kita " sahut Bagas seraya meninggalkan Reno


"serius loe dia seumuran kita ,ko gak kelihatan seumuran , mana udah merrit lagi ?" tanya nya lagi


"ya mana gue tahu , tanya aja sendiri sama orang nya tapi menurut gue ya , mending loe jangan terlalu penasaran deh sama Nuri , sebab teman-teman nya nyeremin , loe mau diganggu sama mereka ?" tanya Bagas


"nyeremin gimana maksud loe?" tanya Reno nampak bingung


"loe kebayang gak kalau punya temen seperti genderuwo , kuntilanak merah, pocong ,dan Kelong Wewe /Wewe gombel, nah mereka itu temen nya ,mau loe di gangguin tiap malam " Bagas mencoba menakuti


"loe tau dari mana ?"


"ya ....banyak yang bilang begitu sih " sahut Bagas


"hahaha.....emang enak " Bagas tergelak menertawakan Reno yang nampak kecewa


"sudah lah masih banyak cewek di luaran sana, lupakan yang bukan muhrim loe " ucap Bagas setelah puas tertawa


Namun Bagas terhenti saat melihat Elsa keluar dari kamar nya ,nampak nya kini perasasaan Elsa jauh lebih baik dari sebelum nya ,terlihat dari kornea mata nya yang sudah kembali normal .


"Sa....loe mau kemana ?" tanya Bagas saat melihat Elsa sudah rapih dengan rambut yang ia kuncir , jaket kulit hitam serta celana jeans ,tak lupa sepatu sneakers warna putih nya .


"gue mau keluar ,kalian jangan ikuti gue " ucap Elsa datar


Elsa pun meraih kunci yang tergantung di dinding dekat kemar nya ,lalu melangkah menuju garasi .


Brummmm......Bruummmmm.....


Elsa pun melesat dengan motor gede nya ,membuat Reno dan Bagas terpana melihat nya .


"buseet....itu cewek ...." gumam Reno


Sedangkan Bagas ,ia terdiam saat diri nya kembali teringat berita tentang jatuh nya pesawat yang ditumpangi Vano.


Dia berharap sahabat nya itu tidak menaiki pesawat itu , tapi setelah mengingat jika Vano pernah mengirimkan foto tiket pesawat di detik sebelum ia take off ,ia pun merasa kalut .


Dengan kecepatan maksimal Elsa terus membawa motor nya ke bandara **** karena ia mendapat kabar dari Bima ,yang juga tengah mengatur keamanan di area bandara saat penyambutan jenazah korban pesawat jatuh itu , yang katanya sudah teridentifikasi sebagai warga negara indo,maka dari itu tak ingin membuang waktu, Elsa langsung tancap gas dan motor pun kini sudah terparkir cantik di depan bandara ****


Elsa berjalan begitu tergesa , hingga ia kini sudah di lapangan landas ,dan rupanya pesawat yang membawa jenazah nya itu belum sampai .


dengan nafas terengah-engah ia menghampiri Bima

__ADS_1


"dokter Elsa , anda kemari?" tanya nya


namun Elsa hanya menanggapi nya dengan senyum tipis


"ada berapa jenazah yang akan datang ?" tanya Elsa


"menurut data yang saya terima sekitar lima jenazah" ucap nya


mendengar itu Elsa pun terdiam.Hati nya benar-benar merasa was-was ,ia takut jika salah satu jenazah itu adalah Vano


Di tengah rasa khawatir nya tiba-tiba sebuah suara terdengar memanggil nya


"Elsa ....loe ngapain di sini ?" tanya Riska nyalang ,namun Elsa tak memperdulikan nya ,fokus nya kini hanya pada Vano , ia berharap Vano tidak ada di salah satu jenazah itu


"heh loe tuli ,gue tanya ngapain loe di sini?" tanya nya lagi, namun Elsa tetap diam , ia diam karena tengah menahan diri , ia tak ingin lepas kendali,karena saat ini hati nya benar-benar kalut


"Riska ,kamu sedang apa di sini, ayo kita kesana " suara lembut seorang wanita membuat Elsa sontak menengok ,dan tanpa sadar Elsa menghambur memeluk wanita paruh baya itu


Vina nampak terkejut namun entah mengapa ia tak merasa risih dengan pelukan Elsa , sebalik nya ia malah merasa sudah sangat dekat dan seakan ada rasa rindu di hati nya ,Vina pun membalas pelukan nya, diusap nya lembut punggung Elsa yang ternyata sudah terisak di pelukan nya .


Elsa merasa lemah ,tak berdaya ,hati nya hancur ,remuk bagai kepingan kaca ,saat ini ia butuh sandaran ,ia butuh seseorang untuk menjadi penenang nya , dan dialah penenang itu , wanita yang telah melahirkan nya ,wanita yang sangat ia rindukan , seorang ibu yang bisa ia lihat namun tak bisa ia peluk apalagi menjadi teman bicara nya .


"heh apa-apaan loe main peluk-peluk nyokap gue" sentak Riska menarik Elsa dari pelukan Vina


"Riska gak boleh begitu ,itu tak sopan "


"ada apa , kenapa kamu menangis ,apa ada sesuatu yang terjadi, apa ada yang menyakiti mu ?" tanya Vina dengan lembut sembari menghapus air mata Elsa


Elsa tak menjawab ,namun ia menatap tajam kedua mata wanita paruh baya itu .


Vina tersentak saat sebuah bayangan melintas di ingatan nya , bayangan anak kecil memanggil nya mama sambil berlari ,dan ia merentangkan tangan nya, awal nya ia beranggapan jika anak itu adalah Riska ,tapi setelah anak itu berada di pelukan nya seorang laki-laki juga turut memeluk nya namun bukan Darwin suami nya ,melainkan pria lain .


"mama ..." seru Riska membuat Vina yang terdiam pun menoleh pada nya


"ayo kita pergi ke sana , papa pasti mencari kita " ajak Riska menarik tangan Vina


"dokter Elsa ,anda tidak apa-apa?" tanya Bima yang melihat Elsa hanya memperhatikan Vina dan Riska


"ada apa ?" Elsa bertanya balik


"ini ,saya sudah mendapatkan informasi,berikut daftar nama pada jenazah yang akan tiba sesaat lagi " Bima menyerahkan sebuah map yang isi nya data diri korban ,dari nama ,alamat , umur dan jenis kelamin.


dengan tangan bergetar Elsa meraih map itu dan dengan menarik nafas Elsa segera membaca nya dengan sangat teliti


Dari daftar satu sampai empat Elsa masih bisa bernafas lega, namun pada saat melihat daftar no lima ,reflek tangan nya menjatuh kan map itu.


Pluk


Map pun terjatuh seiring tubuh nya yang ikut luruh, ia menangis setelah melihat nama yang tercantum itu adalah nama Elvano Darren Manuel .


"dokter Elsa ...."


.


.


.


.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2