Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
penyelamatan Wira


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


.


.


Setelah tertangkap nya Darwin ,Elsa pun langsung pergi menuju tempat dimana Wira di sekap ,dengan bantuan Shema Elsa pun berteleportasi ,sebab meskipun Elsa dan Vano sudah bersatu tapi tetap saja salah satu nya tak bisa melakukan teleportasi sendiri, hanya ikatan batin mereka yang semakin kuat ,bahkan jika salah satu nya berada di ujung dunia sekalipun kedua nya tak lagi membutuh kan ponsel untuk saling bertukar kabar .


Di depan sebuah rumah tua di tengah hutan , kini Elsa berada ,entah sengaja kah Darwin membangun rumah di tengah hutan begini ,Elsa tak ingin tahu,saat ini yang menjadi tujuan utama nya hanyalah Wira ,sang papa.


Perlahan ia membawa kaki nya melangkah pelan menuju rumah itu , ada beberapa orang di sana ,seperti nya orang yang sengaja di bayar Darwin untuk berjaga di sana .


Ia merotasi kan pandanganya ke setiap titik untuk mencari keberadaan Vano , namun ia sama sekali tak menemukan nya


"Vano....kamu dimana ?" batin nya


"aku disini ,di atas mu"


Elsa pun mendongak


Rupanya Vano sudah berada di atas dahan pohon yang paling tinggi dan tertutup dedaunan ,ia tersenyum dan melambai kan tangan nya


"kau mencari ku?" tanya Vano seraya melayang turun dengan keren nya


"kamu ....bisa melakukan itu?" tanya Elsa takjub


"iya, aku juga baru tahu , gimana keren kan ?"


tak menjawab Elsa malah tersenyum


Kemudian Elsa memanggil ular-ular yang berada di hutan itu dengan menepuk-nepukan telapak tangan nya di atas permukaan tanah ,dan tidak menunggu lama ular-ular itu pun berdatangan,bahkan dari kaum siluman pun turut hadir .


berbagai jenis ular yang datang ,dari mulai ular yang tak berbisa seperti ular sanca dan piton sampai dengan yang paling mematikan seperti king kobra pun ada .


"aku butuh bantuan kalian untuk menolong papa ku " ucap Elsa


"kami akan siap membantu Puteri " jawab ular-ular itu


Padahal bisa saja ia berdua bersama Vano menghadapi orang-orang itu ,tapi Elsa tak ingin mengotori tangan nya dan merasa waktu nya juga tak cukup jika harus mbereskan dulu orang-orang itu


"baiklah ,ayo kita ke sana " Elsa berjalan bersama Vano di ikuti para ular di belakang nya


"siapa kalian...." tanya salah satu orang yang berjaga


"tak penting siapa kami ,yang jelas aku ingin membebaskan orang yang kalian sekap" ucap Elsa seraya menerobos masuk , namun langkah nya terhenti karena di hadang.

__ADS_1


"eeeiiit...... mau kemana hah ,hahaha....kalian datang mengantarkan nyawa ya ,kalian ingin bergabung dengan orang yang di dalam itu ,baiklah kau saja , sedangkan untuk mu nona cantik kami akan memberikan mu kompensasi kami tidak akan menyakiti mu asal kau mau memuaskan kami " seringai nya sambil memperhatikan dua gundukan daging kenyal milik Elsa yang selalu menggoda


"kurang ajar ,berani kau macam-macam terhadap istriku kucincang kalian " teriak Vano


"oh...dia istrimu kah...hahaha....tak masalah bagi kami " orang itu tergelak


Rupanya mereka tidak sadar jika di bawah kaki nya ada banyak jenis ular yang siap menyerang mereka,hingga Elsa berseru ,membuat dahi orang-orang itu pun berkerut


"habisi mereka " ucap Elsa dengan suara lantang dan tegas


Namun sepersekian detik mereka menunduk karena merasakan ada yang bergerak di kaki mereka


"huaaaa......" mereka sontak berteriak , dan berusaha untuk menghindar dari ular-ular itu


semua ular itu menyerang mereka dengan membabi buta , beberapa bagian tubuh nya sudah beberapa kali kena gigitan ular itu juga ular yang tak memiliki bisa pun ikut andil degan membelit kaki dan tubuh mereka.


teriakan-demi teriakan terus keluar dari mulut mereka ,tapi Elsa dan Vano tak ingin memperdulikan nya ,kedua nya memilih untuk bergegas masuk dan mencari keberadaan Wira .


Ada empat ruangan di sana ,satu ruang depan dua kamar dan kamar mandi tanpa air ,hanya ada satu galon yang terisi setengah nya saja di samping bak penampung air .


dengan insting nya Elsa memasuki kamar yang paling dekat dengan kamar mandi ,pintu nya nampak terkunci terlihat dari gembok yang terpasang rapat .


"biar aku yang buka " ucap Vano dan langsung menggenggam kuat gembok itu ,hingga muncul asap dari genggaman itu ,dan gembok pun terlepas dengan gembok yang sudah nampak hancur sebagian


"waw ...." Elsa berdecak kagum namun ia tak ingin terlalu membuang waktu ia pun langsung membuka pintu itu kasar


Brakkk ' pintu pun terbuka


"papa..." Elsa berteriak dan langsung berlari mendekati Wira


"uuhh...si...siapa kamu....?" tanya nya terbata sebelum kehilangan kesadaran nya


Elsa dan Vano pun bergegas membuka ikatan pada kedua tangan dan kaki nya .


keadaan Wira sangat mengenaskan sekujur tubuhnya penuh dengan luka sayatan dan tusukan ,banyak juga luka lebam,diperkirakan itu bekas pukulan benda tumpul ,darah kering dan yang masih segar bersatu padu memenuhi tubuhnya


Setelah ikatan terbuka Vano langsung membawa Wira di punggung nya dengan saling berpegangan tangan keduanya pun langsung berpindah tempat .


Sedangkan di luar rumah itu nampak orang-orang atau anak buah Darwin semua nya sudah tergeletak dengan tubuh membiru dan dari mulut nya mengeluarkan busa .


Tak ada lagi ular-ular tadi ,semuanya sudah menghilang bersamaan dengan perginya Elsa dan Vano .


Kini Vano dan Elsa udah berada di depan rumah sakit ,tak ada yang tahu dan memperhatikan kedatangan keduanya.


"dokter......suster...." Elsa berteriak memanggil para petugas di sana


"dokter Elsa " seru salah satu suster yang mengenali nya


"tolong papa saya "


suster bernama Wika itu pun segera membawakan blankar bersama petugas lain nya

__ADS_1


setelah Wira diletakan ,blangkar pun segera didorong menuju ruang IGD


sedangkan Vano segera menuju meja administrasi untuk melakukan pembayaran agar Wira bisa segera ditangani


Elsa duduk di kursi tunggu lalu merogoh saku nya ,ia berniat menghubungi ibu Sri ,setelah itu Elsa menatap Vano yang baru saja selesai dan duduk di samping nya


"apa papa akan selamat " tanya nya lirih


"kita berdoa saja ,semoga papa mu baik-baik saja " ucap Vano seraya membawa Elsa dalam dekapan nya


"hiks....pantas saja semua orang tidak tahu keberadaan papa ,rupanya selama ini dia...."Elsa tak melanjutkan kata-katanya , hatinya begitu sakit saat ini ,sungguh ia tak mengira sama sekali jika papa nya di sekap dan di siksa hingga keadaan nya sangat mengenaskan .


Jay, Vina ,ibu Sri dan Kenan pun baru saja datang ,Vina menangis dengan kedua tangan nya menutupi wajah nya ,Elsa pun tak kuasa menahan diri untuk tak memeluk wanita yang telah melahirkan nya .


"maafkan mama...ini semua salah mama...."


"tidak ma,ini bukan salah mama " Elsa menatap Kenan dan meninta nya mendekat ,walau ragu akhirnya anak itu pun mendekat


Ketiga nya pun langsung berpelukan ,Vano ,Jay dan ibu Sri pun turut menitikan air mata nya.


"kalian anak-anak mama ,maafin mama hiks.."


meskipun masih ada kebingungan di hati nya, Kenan tetap diam mendapat pelukan itu ,karena pelukan itu terasa sangat nyaman.


Cukup lama mereka berpelukan sampai pintu terbuka ,dan memperlihatkan dokter yang menangani Wira .


terdengar helaan nafas dari dokter paruh baya itu , namun kemudian ia terseyum


"bagaimana papa saya dokter?" tanya Elsa


" Alhamdulillah, papa anda masih bisa diselamatkan meskipun tadi sempat kritis, beruntung anda segera membawa papa anda ke rumah sakit ,sebab telat sedikit aja akan berakibat buruk terhadap kesehatan nya, luka-luka di sekujur tubuh nya pun cukup membuat saya tertegun tadi , tapi syukurlah papa anda ,dia begitu kuat dan semangat nya berjuang untuk tetap bertahan sangat tinggi ,sekarang papa anda akan segera di pindahkan ke ruang rawat , mohon tunggu sebentar ya untuk bisa menjenguk nya " ucap dokter itu panjang lebar


"makasih dok, tolong tempatkan papa saya di tempat yang terbaik " pinta Elsa yang di angguki dokter itu


"tentu dokter Elsa "


Meskipun Elsa sudah mengundurkan diri tapi sebutan dokter masih saja melekat pada nya.


.


.


.


.


.


.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2