Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
rencana Marsha


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


Keadaan di dalam rumah itu kian mencekam manakala semua mata menatap tajam Reno yang tak juga berbicara


hingga sebuah gebrakan membuat Reno juga yang lain berlonjak kaget


Braakk


"aduh Gusti ...." Bagas terperanjat sampai meloncat dari tempat duduk nya


"siapa sih tutup pintu kenceng amat ?" seru Jay


memegangi dada nya


"sebentar aku lihat dulu " Elsa beranjak untuk melihat nya namun Vano menarik tangan nya


"biar aku saja " Vano pun berjalan menuju ke arah kamar Elsa ,karena memang dari kamar Elsa lah suara pintu tertutup itu asal nya


"emang ada siapa Sa?" tanya Bagas


"gak tahu , gak ada siapa-siapa yang tinggal di rumah ini selain gue " sahut nya


ckleek


Vano membuka kamar Elsa


ini kali pertama nya dia melihat isi kamar nya ,ia mengedarkan pandangan nya dan matanya berhenti di dekat lemari pakaian


"kak..." ucap Vano saat melihat sosok Vino sudah berdiri di depan Shema


"sosok Vino menghilang dan kemudian muncul lagi di samping Vano


"wajah kalian sama "ucap Shema


"ya dia kakak ku , tapi bukan kembar " sahut Vano


"kamu bisa melihat ular aneh itu juga ?" tanya Vino


"iya kak ,dia Shema penjaga nya Elsa ,dan ini kakak kandung ku ,dia baru saja meninggal " ucap Vano mencoba mengenalkan mereka


"oh begitu rupanya " sahut Shema


"penjaga nya Elsa , berarti calon istri mu itu bukan gadis sembarangan,lalu kenapa gue selalu ngerasa tak nyaman hingga kepanasan jika berdekatan dengan nya ?" tanya nya


"benarkah,gue baru tahu " ucap Vano


"udahan belum kalian ngobrol nya ?" seru Elsa di belakang Vano


"tuh kan gue pergi dulu " Vino pun langsung menghilang begitu saja

__ADS_1


"Puteri " Elsa tersenyum menatap Shema yang menundukan kepala nya ,


"ada apa ,apa tadi kakak mu ?" tanya Elsa menatap Vano


"iya ,tapi katanya dia kepanasan kalau dekat kamu ,kenapa bisa begitu ?" tanya Vano


"entah lah aku juga gak tahu , bukan hanya kakak mu tapi semua makhluk astral takut ketemu sama aku " jawab Elsa


"itu karena energi yang berada di tubuh Puteri sama-sama besar hingga membuat mereka tak nyaman berdekatan dengan Puteri,seperti dua kutub yang sama jika di dekat kan maka akan semakin menolak " tutur Shema hingga membuat mereka berdua mengerti


"ya sudah lebih baik kita kembali ,gak enak juga sama yang lain karena terlalu lama" ajak Elsa


..................................


Keesokan harinya


"enggak Dad,pokok nya mommy gak mau ,dan gak akan merestui mereka , kita gak tahu seperti apa gadis itu ,asal usul nya , bibit bebet dan bobot nya ,semua harus jelas " ucap Marsha yang tetap kekeuh tidak mau menghadiri dan tak ingin merestui


"kan sudah Daddy bilang semalam ,Elsa itu anak nya teman ku ,dia gadis cantik dan baik " ucap Jay bersikukuh menjelaskan tentang Elsa meski ia belum tahu banyak tentang calon menantu nya tapi ia sudah merasa yakin jika Elsa adalah gadis baik-baik


"terserah Daddy , pokok nya sampai kapan pun mommy gak akan setuju "


"ya sudah kalau begitu" Jay sudah kehilangan kata-kata menghadapi istri nya ,ia pun memilih untuk segera beranjak karena sebentar lagi acara akad akan segera di laksanakan


namun ketika Jay berjalan ia menabrak Vino dan menebus nya ,ia pun berhenti sejenak saat merasakan sesuatu yang aneh barusan .


"tadi apa ya ,kaya aku nabrak sesuatu tapi apa ko dingin ,bikin merinding " gumam nya


"ah , perasaan ku saja kali ,aku harus segera bergegas " gumam nya lagi dan langsung meluncur dengan mobil nya


"sorry Van, gue sempat salah menilai loe " lirih nya ia kemudian menatap mommy nya yang tengah bertelepon dengan seseorang , tiba-tiba raut wajah nya berubah saat mengetahui rencana mommy nya untuk menggagalkan akad nikah Vano ,dan tentu saja Vino tidak akan tinggal diam


"gue harus bisa gagalin rencana mommy " ucap nya


Vino pun langsung pergi menghilang menuju rumah Elsa


Setiba nya di rumah Elsa Vino langsung menemui Shema yang rupanya sudah ada di sana bersama puluhan bahkan ribuan ular memenuhi pekarangan rumah Elsa ,namun karena ular itu merupakan ular ghaib maka orang biasa tidak akan bisa melihat nya


Vano pun menceritakan tentang rencana mommy nya


"baiklah, terima kasih atas informasinya" Shema lalu mengerahkan ular-ular itu berjaga di sekitar rumah .


sebuah mobil kijang Innova berwarna putih berhenti di pekarangan


"itu Daddy , ayah ku "ucap Vino


"iya aku tahu " Shema menyahut


Jay berjalan menuju meja yang sudah di siapkan untuk melakukan akad ,di sana sudah ada Vano duduk dengan jas berwarna putih senada dengan celana nya ,sedangkan Elsa masih di dalam kamar karena penghulu nya juga yang belum datang


"maaf ya ,Daddy belum bisa meyakinkan mommy mu " ucap Jay menyesal


"tak apa Dad,aku sudah menduga nya jika mommy tidak akan mudah menerima Elsa " sahut Vano


"ehm ... ngomong-ngomong jam berapa akad nya di langsungkan ,kenapa penghulu nya belum datang ?" tanya Jay melirik jam di dinding yang menunjukan pukul 10:25

__ADS_1


pernikahan nya sangat-sangat sederhana , tak ada hiasan atau apapun , sebelum pulang kemarin,Jay mengusulkan untuk menyewakan hotel buat melangsungkan resepsi,dan mendekorasi rumah nya namun Elsa menolak nya ,baginya pernikahan itu sakral tidak perlu banyak orang yang tahu ,yang penting pernikahan nya sah dimata hukum dan agama itu sudah lebih dari cukup .


Elsa malah mengusulkan merayakan pernikahan nya dengan mengunjungi panti asuhan dan mendonaturkan uang nya ,tentu hal itu menjadi nilai plus dari Jay ,ia jadi merasa Vano sangat beruntung menikahi Elsa ,karena tak banyak gadis seperti nya ,yang berfikiran seperti itu.


"harus nya sih sudah datang Dad ,tapi ini udah lewat 15 menit dari yang sudah di sepakati " sahut Vano


"ya sudah mungkin masih di jalan atau kejebak macet , kita tunggu aja sebentar lagi " ucap Jay


Reno dan Bagas pun mendekat ke Vano yang tengah berbincang dengan Jay


"woy bro ,gimana nih deg deg gan gak ?" tanya Reno


"ya gitu deh ,lihat telapak tangan gue sampe keringetan begini " sahut Vano


"oh iya dingin " ucap Bagas tertawa


"ini ko penghulu nya belum datang juga ya ,apa nyasar kali ya?" celetuk Reno


"ngaco loe mana mungkin nyasar pe'ak " Bagas menoyor kepala Reno


Sementara itu


Mobil yang di dalam nya membawa seorang laki-laki paruh baya berpeci tiba-tiba berhenti karena adanya sejumlah preman menghalangi jalan nya


"ada apa ko berhenti ,eh siapa mereka ?" tanya nya pada supir


"seperti nya mereka preman pak " sahut sang supir


" preman ,mau apa mereka?" gumam nya


tok tok tok


"buka ..." salah satu preman menggedor kaca mobil


"cepat turun " teriak nya saat laki-laki berpeci itu menurunkan kaca mobil nya


"ada apa ya, duh saya harus menikah kan orang nih " ucap nya yang tak lain adalah seorang penghulu


"justru itu tugas kita,untuk membawa mu agar pernikahan mereka batal hahaha....." ucap preman yang tadi berteriak pada nya


"iya jika perlu kita habisi saja dia " teriak satu nya lagi


"hah ...apa ...ta...tapi apa salah saya " penghulu bernama Sarno itu terperanjat


.


.


.


.


.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2