Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
album foto


__ADS_3

Matahari pun masih belum terbit, nampak fajar dan mega -mega berjejer di langit. Khan terbangun. Segera ia mandi dan tak lupa mengambil wudhu untuk sholat shubuhnya. Setelah itu ia memakai pakaian yang telah disiapkannya tadi malam. Dan ia bergegas turun kebawah untuk memasukkan barang bawaanya kedalam mobil lalu, berpamitan kepada keluarga kakek absy.


Waktu menunjukan pukul 05.30 pagi. Di meja makan yang gabung jadi satu dengan dapur, khan melihat kakek absy, istrinya dan anaknya dinnar yang seumuran dengan dia.


“ serius mau balik sekarang?” tanya dinnar


“Iyalah, biar ga kesiangan sampai sana" jawab khan


“ sarapan dulu nak, ini nenek sudah masak nasi goreng" kata nenek absy atau istrinya


“ tidak, terima kasih. Saya sarapan dijalan saja nanti. Karena ada keperluan dengan seorang dikota" kata khan


“ khan, nanti bilang kepada sanee, aku tidak kesana karena harus bersiap ada besan datang" kata kakek absy


“ Baik kek" kata khan


“ Loh, besan.? Mertua siapa bu?” tanya dinnar


“Mertuamu, menanyakan pernikahannya jadi tanggal berapa" jawab nenek absy. Dinnar pun tersenyum malu.


“Yah Sudah, khan pamit dulu.. doain sukses yah kek , nek . Dinnar ujianku. Inshaallah, saya kalo ada waktu . Saya usahakan main kesini” pamit khan


“ ya sudah , hati – hati. Semoga lancar dan lalu menikah" kata kakek absy


“Aamiin" ucap nenek dan khan berbarengan


Setelah, mencium punggung tangan kakek dan nenek absy. Khan pulang, dan menjemput sanee dia Caffenya kakek absy.


Setelah tiba, khan langsung menuju mess belakang dimana sanee menginap. Diketoklah pintunya.


“Sanee ini aku khan, apa kau sudah siap" teriaknya


Tidak ada jawaban, tapi dibukakan pintu kamar itu oleh sanee. sanee hanya tersenyum lebar.


“Ayo, jalan. Mana barangmu sini aku bawakan" kata khan, sambil mengambil tas sanee yang di tentengnya.


Dilihatnya mba yang kemaren malam mengantarkan di seberang ruangan.


“ mba, saya pamit dulu. Terima kasih" teriak sanee bersemangat, sambil melambaikan tangan.


“ Iya mba" balas mba – mba itu sambil melambaikan tangan


Lalu, dia berjalan mengikuti khan.


“ kau kenal dengan mba itu tadi.?” Tanya khan pada sanee


“ Tidak, yang penting mba nya itu baik sudah mengantarkan aku dan melayani dengan baik" jawab sanee cepat


“Kakek absy tidak kesini karena ada keperluan dengan besannya" kata khan.


“Owh.. iya" kata sanee


Khan hanya terdiam dan mengenyitkan alis.


Mereka berdua masuk mobil dan meninggalkan caffe itu. Khan menyetir denga serius dan tidak berkata sepata-kata pun seperti tadi malam. Kehenginan dan senyap didalam mobil. radiopun tak terdengar ditelinga mereka. Sanee dari tadi menghadap kaca jendela mobil tak henti memperhatikan jalan. 2 jam mereka berkendara, namun tidak ada satupun bersuara selain mesin mobil.


“ sudah sarapan?” tanya khan, yang memang dari pagi belum sarapan. Sepertinya cacing didalam ususnya sudah minta jatah makan.


“ belum, aku dari tadi kan bersamamu. Dan kamu jemput pagi sekali" jawab sanee


“ Mau makan apa.?” Tanya khan lagi


“ aku tidak punya uang “ jawab sanee tidak


memandang khan. Yang dari tadi sembari melihat jalan.


“Hey, kalau diajak bicara tatap lawan bicaramu" kata khan, secara refleks tidak sengaja sambil menarik tangan sanee. Sanee yang kaget langsung melihat khan dan dilepaskan tangannya oleh khan.


“ Maaf, aku tidak sengaja. Aku tidak suka kamu dari tadi menghadap jendela kaca terus untuk melihat jalan. Apa kamu berat meninggalkan tempat ini?” kata khan


“ Tempat ini masa laluku, ada beberapa orang yang sudah menyakiti aku. Aku akan tetap mengingatnya. Aku tidak sedih lagi. Kamu tidak usah khawatir" kata sanee


Lalu, mereka berdua terdiam. Dan tidak ada suara lagi seperti tadi.


Maafkan aku sanee seharusnya aku tidak menarik tanganmu. Batin khan, menyesal.


“ Khan..” kata sanee


“ Iya,” kata khan sambil menengok sanee sebentar. Lalu fokus mengendarai


“ Aku pengen ke toliet" kata sanee

__ADS_1


“ Iya, ini aku cari tempat makan sekalian toliet buat kamu" kata khan


Lalu, khan berhenti di restoran cepat saji. Tanpa bisa basi sanee cus ke toliet. Dimeja, khan sudah menyiapkan makanan dan minuman. Lalu, duduklah sanee.


“ khan, kamu makan sebanyak ini?” tanya sanee terngiang


“ bukan aku saja, kamu juga akan makan. Ayo makan" perintah khan


Dilahapnya, ayam goreng kentuky , burger, kentang goreng, pizza dan minuman soda yang tak pernah ketinggalan air putih. Setelah kenyang. Mereka melanjutkan perjalanan lagi.


“ Khan, apa masih jauh?” tanya sanee


“ mungkin kurang 1 jam lagi, kenapa?” tanya khan balik


“ Aku mengantuk” jawab sanee


“ Tidurlah" perintah khan


“ kamu tidak apa, menyetir sendiri.?” Tanya sanee khawatir


“ hahaha, sudah tidurlah. Aku sudah biasa" jawab khan tertawa renyah


Lalu, khan menyalahkan radio. Dan sanee lama kelamaan tertidur juga. Khan melihat sanee tertidur pun tiba – tiba tersenyum sendiri. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam. Sampailah di kota. Khan pun langsung menuju lokasi. Sanee masih tertidur didalam mobil. Khan pun membangunkannya.


“ Sanee, kita sudah sampai” kata khan. Tetapi sanee belum bangun


“ sanee" panggil khan, tapi dia belum bangun lagi.


“ Sanee” panggil khan, tapi dia belum bangun juga.


Khan pun geleng- geleng kepala. Dan akhirnya khan meninggalkannya di mobilnya. Lalu, khan menemui marketing aparment itu. Dan khan ingin melihat ruangan dan ingin berkeliling aparment itu. Lalu, khan mengajak sanee. Khan bergegas ke mobil. Dan saat membuka pintu mobil. Sanee sudah bangun.


“ kamu sudah bangun? Dari tadi aku bangunkan tidak sadar - sadar" kata khan


“ maaf,.” Kata sanee dengan nada khas bangun tidur


“ Ayo berkeliling, aparment" ajak khan


“Iya, ayo.. “ sahut sanee sambil menguncir rambutnya


Mereka keluar mobil, dan sanee terpukau. Dengan aparment di hadapannya.


“ Khan, tinggi sekali aparment ini. Aku takut" kata sanee


Lalu, mereka melalui lobby dan naik lift. Sampailah mereka di lantai 12. Tiba- tiba khan lupa tidak mematikan mobilnya.


“ Sanee, kamu masuk dulu yah ke ruangan nomor 265 nanti kamu lihat, kamu suka atau tidak. Nanti kalau suka yah kita deal, aku mau ke bawah. Mobil ku belum aku matikan mesinnya" kata khan


“ iya, segera kembali yah" kata sanee


“Iya" balas khan, lalu meninggalkannya. Di lorong aparment.


265, mana yah. Apa ini? Batin sanee


Lalu, dibukanya dia masuk ke ruangan kosong itu. Dilihatnya ruangan. Saat sanee melihat seluruh ruangan. Tiba – tiba pintu tertutup sendiri. Padahal tadi ia tidak menutup pintunya. Lalu, sanee menyadari suara pintu tertutup dikira khan.


“Khan" panggil sanee


Tapi, bukan khan. Melainkan orang laki – laki yang tidak diketahui namanya.


“ khan" panggil sanee


“ kamu mencari siapa, disini hanya ada kita berdua" kata orang tersebut. Lalu, tiba- tiba lelaki itu.


dia membuka bajunya dan celana panjangnya.


Ya tuhan, ada apa ini. Aku takut. Orang ini tak beres. Batin sanee


“ sini cantik, kemarilah. Biar aku peluk tubuhmu" kata lelaki itu


Sanee berlari dan menuju ruangan kosong disebelahnya dan menutup pintu rapat- rapat. Sanee ketakutan, terlebih lagi lelaki itu mendorong pintu yang di baliknya ada sanee dengan sekuat tenaga sanee menahan pintu itu.


Khan berjalan dilobby dan naik lift. Setelah sampai lantai 12 ia mencari ruangan nomor 265 dan sampailah di pintu itu. Lalu, dibukanya ada orang laki – laki hanya memakai boxer. Khan melongo, dia bingung dimana sanee.


“ Sanee" panggil khan


“ Khan.! Aku disini.. tolong aku. Ada pria disitu aku tak tau itu siapa" kata sanee


“ Hey, keluar. Pergi dari sini” perintah khan kepada lelaki itu. Tapi, lelaki itu malah menyerang khan. Untung saja dia bisa membalas tinju lelaki itu. Tangannya memukul mengenai wajah lelaki itu hingga mimisan. Lalu, lelaki itu berlari keluar. Ingin sekali khan mengejarnya, tapi ada yang lebih penting dari orang itu.


“Sanee keluarlah, orang itu sudah pergi" kata khan meyakinkan

__ADS_1


Lalu, sanee keluar dari pintu itu dan langsung memeluk khan. Sambil menangis.


“ aku takut khan" kata sanee


Saat sanee memeluknya khan,memeluknya dengan refleks juga. Ia takut sanee kenapa – kenapa. Dan saat itu khan merasakan getaran aneh yang tak pernah ia rasakan.


“ tenang, ayo kita pergi dari sini" ajak khan, sanee dan khan tersadar. merekapun berdua melepaskan pelukannya.


Lalu, khan mengantarkan sanee kedalam mobil. Khan masih harus bertemu manager aparment ini. Karena dia membatalkan transaksinya. Setelah 15 menit berlalu. Akhirnya khan keluar berjalan menuju mobil.


“ kamu 2 hari ini tinggal di hotel apa mau?” tanya khan


“ bagaimana kita cari kost aja. Lebih murah" jawab sanee


“Tidak, aku tidak berani ambil resiko" kata khan


Lalu, khan melanjutkan perjalanannya untuk mencarikan sanee hotel. Lalu, sampailah mereka di sebuah hotel bintang lima.


“ permisi, apa masih ada kamar yang kosong?” tanya khan pada resepsionis


“ ada tuan, butuh berapa?” tanya resepsionis itu balik


“ Satu, beri kami fasilitas vip yah" kata khan


“ baik tuan, silahkan regrestrasi dan administrasi terlebih dahulu “ kata resepsionis itu.


Lalu, khan menyelesaikan proses itu dan resepsionis memberikan kartu kamar. Lalu, khan dan sanee berjalan menuju kamar 107. Sampailah mereka di lantai 7. Dibukakan pintu kamar oleh khan. Sanee masuk ke dalam kamar itu.


Mashaaallah, kamar ini besar sekali. Indah. Batin sanee


Kamu bermalam disini 2 hari yah, kamu jangan pergi kemana – mana. Kalo mau makan nanti pergi aja ke kantin. Ada di lantai 2, kalo ada yang mengganggu langsung hubungi resepsionis atau telepon saja aku. Sanee hanya mengangguk.


“ Berapa nomor mu?” tanya khan


“ 081 xxxxxxxx" jawab sanee


“ sudah aku save, nanti kalo kamu butuh apa – apa telepon saja aku yah" kata khan, lalu dia mengambil


dompet. Dan mengeluarkan uang 500.000 rupiah.


“ ini untukmu, pakai uang ini untuk memenuhi kebutuhanmu selama berada disini. nanti akan ku pesankan makan siang. Agar bisa makan disini tanpa harus ke kantin. Kantin buka mulai pukul 06.00 pagi – 19.00 malam. Tapi, akan ku usahakan mereka setiap waktu makan . Mereka mengirim makanan ke kamar ini" perjelas khan panjang


“ Iya, terima kasih khan" ucap sanee.


“ Ya sudah, aku mau pulang dulu dirumah. 4 hari lagi aku ujian tesis, ada beberapa yang belum aku ketik. jadi aku hari ini dan besok mengusahakannya sebelum menjemputmu sudah selesai. Lalu, kita cari tempat yang aman buat kamu tinggali" kata khan


“ Iya, terima kasih khan. Semoga dimudahkan urusanmu.” Kata sanee


“ Aamiin, aku pergi dulu yah. Jaga dirimu baik – baik. Assalamualaikum “ kata khan


“ Iya, waalaikum salam" balas sanee


Lalu khan pergi meninggalkannya. Dan sanee menutup pintu kamarnya. Dia segera rebahan di ranjang. sambil melihat langit – langit kata sanee.


Khan itu baik sekali, aku barusan mengenalnya tapi aku percaya dia pria yang baik dan bertanggung jawab. Aku tak punya cara untuk balas budi kepada khan. Ya allah semoga cepat atau lambat aku bisa membalas kebaikan nya. Aamiin. Kata sanee dalam hati


Terdengar suara pintu mengantuk, dilihatnya dari layar di dinding. Ternyata pelayan yang mengantar makan siang. Lalu sanee membukakan pintu. Lalu, dia memasukan makanan itu kedalam kamarnya. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih.


Dilihatnya jam dinding waktu sudah masuk siang, segera ia mengerjakan sholat dzuhur sebelum ia makan siang.


.....


Mobil sudah masuk garasi, khan segera mengangkat barang bawaanya ke dalam rumah. Dan dia mandi untuk menyegarkan tubuhnya dan tak lupa sholat dzuhur dikerjakannya. Setelah itu, khan melahap pizza dan kentucky yang ia belinya di arah perjalanan menuju rumahnya. Untuk mengganjal perutnya, karena ia akan segera mengerjakan testisnya. Perut sudah terisi saatnya beraksi. Dikerjakan tesis itu dengan semangat. Dan tak terasa ia mengetik di depan laptop nya, sampai pukul 4 sore. Dilihatnya jam dinding, waktu sudah menunjukkan sore hari, bergegas ia untuk melaksanakan sholat ashar. Dan dia mengerjakan tesisnya lagi. Sampai bertemu sholat maghrib dan isya'. Tetap dilanjutkannya tugasnya tersebut. Hingga waktu menunjukkan 22.00 malam.


“ Alhamdulillah, hampir selesai tinggal beberapa halaman lembar lagi" kata khan pelan.


Lalu, dicarinya buku referensi untuk penunjang tesisnya di sebelahnya. Tetapi, isi dari buku tersebut sepertinya belum lengkap. Khan pun turun kebawah untuk mencari buku. Setelah menuruni anak tangga rumahnya, sampailah ia diruang perpustakaan yang berdampingan dengan ruang tamu. Nampak rapi, bersih dan tertata apik buku – buku itu. Khan mencari buku, namun entah kenapa tangannya berhenti di salah satu album foto. Ia tak tau kalau ada album foto yang belum pernah ia buka. Nampaknya album itu masih asing, karena khan belum pernah melihat album itu. Khan pun membuka album itu, dan benar saja. Ada foto kakeknya, yang sedang bekerja di kantor, di rumah , di luar negeri mengunjunginya, dan di perkebunan. Tiba – tiba ia melihat foto kakeknya dengan lelaki berbaju nampak seperti supir dan di lihatnya gadis cantik berwajah manis dan lugu seperti bunga desa. Seperti wajah itu tidak asing, ia pun melihat secara seksama.


“ apa ini, bapak hasan .. dan ini sanee" kata khan


sambil berpikir.


Di buka kembali halaman album foto itu dan tidak ada foto lagi, tetapi ada tulisan kakek yang ia paham betul bentuk dan lekuk tulisan tangan kakeknya. Khan membacanya


“ tasanee sunee calon untuk cucuku"


Khan pun semakin berdebar jantungnya, dan dia bingung apa yang dimaksud dengan tulisan terakhir kakek ini. Ia pun mengusap kepalanya. Lalu, menempatkan album itu ketempat semula. Ia pun tidak jadi mencari buku yang dicarinya. Ia bingung dan langsung bergegas ke kamarnya, di masuk ke kamar mandi, mengambil air wudhu dan melakukan sholat tahajjud. Sesampai salam, ia mendengar bunyi nada whatsapp dari hpnya. Lalu, dibuka hp itu.


Kakek absy : khan, bagaimana sanee.?


Khan: alhamdulillah, dia baik kek. Kakek tidak usah khawatir.

__ADS_1


Lalu, dilihat chat tersebut sudah dibaca oleh kakek. Tapi kakek tidak membalasnya. Khan pun rebahan sofa depan tempat tidurnya. Ia nampak masih bingung dengan tulisan kakeknya. Lalu, terlintas ia berpikir apa kakek absy tau tentang sanee.? Ingin sekali khan menelepon kakek absy. Tapi, waktunya kurang tepat. Ini sudah malam sekali. Pukul 23.45 malam. Khan pun memutuskan untuk tidur, karena ia seharian tidak istirahat.


__ADS_2