Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
Akhir yang bahagia


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


.


Di sebuah tempat yang gelap seorang pria paruh baya berjalan terseok-seok , sudah beberapa hari ini ia berjalan ke sana kemari untuk mencari jalan keluar ,namun sampai saat ini ia tak juga keluar dari tempat aneh itu .


Keringat nya sudah membasahi seluruh pakaian yang ia kenakan , dengan nafas tersengal-sengal ia berhenti di bawah pohon randu alas ,ia menyeka keringat di kening nya dengan punggung tangan nya.


krucuukkk....


Suara perut nya berbunyi ,dan sial nya sudah beberapa hari ini tak ada sesuatu makanan atau minumaan pun yang masuk ke dalam tubuh nya , tubuh nya bergetar tentu saja,ia sudah sangat ingin keluar dari tempat itu ,karena rasa nya sudah tak tahan lagi ,tubuh nya lemas ,mual ,dan pusing .


"itulah akibatnya jika kau menyakiti Puteri kami ,maka nikmati saja sisa hidup mu di tempat ini" suara nya menggelegar ,hembusan angin dingin menerpa tubuh nya membuat bulu roma nya merinding seketika


"siapa kau....tunjukan wujud mu ,jangan hanya berani bersembunyi di balik suara mu yang jelek itu " teriak Darwin meski dia merasa takut tapi ia masih bisa mengendalikan rasa takut nya


"suatu saat kau pasti akan tahu siapa aku , hanya saja sekarang bukan saat kau mengetahui " suara itu terdengar lagi


"huh ....persetan dengan mu ,aku tak peduli " umpat nya


Darwin pun kembali menggerakan tubuh nya dengan harapan bisa keluar dari tempat aneh itu .


****


Kini ......


Vina berdiri di belakang Wira yang duduk di kursi roda , di samping nya ada Vano ,Kenan dan ibu Sri,tak tertinggal Jay dan Marsha yang baru keluar dari mobil nya .


Mereka menatap gedung tinggi di depan nya yang bertuliskan Vinelsa hotel . Gedung hotel berlantai dua puluh itu bertengger indah dengan desain yang unik ,tak seperti gedung kebanyakan .


"ini.... benar-benar mirip dengan desain yang pernah ku buat dulu " Vina berucap lirih


"pantas saja saat itu aku benar-benar menyukai gedung hotel ini,rupanya aku sendiri yang membuat desain nya " batin nya


"ini ....maksud nya apa ,kenapa kita harus ikut ke sini ,apa kita akan menginap di hotel ini ,atau kita akan menghadiri sebuah acara?" Marsha menatap Jay di samping nya


"aku juga tak tahu ,Vano juga tak memberi tahu ku ,kita ikutin saja mereka " ucap Jay yang juga sama tak tahu


Tak beberapa lama Handri keluar dari dalam hotel itu bersama seorang wanita yang mengenakan topeng yang menutupi sebagian wajah nya ,hanya bibirnya yang terlihat menyunggingkan senyum nya


Handri pun membawa mereka masuk ,semua karyawan hotel dari yang jabatan nya tinggi sampai cleaning servis pun semua berjajar rapi menyambut kedatangan Vina dan yang lain .


Elsa berjalan di samping Handri kemudian di belakang nya Vina dan Vano yang mendorong kursi roda , di ikuti ibu Sri yang menggandeng Kenan , dan paling terakhir Jay dan Marsha .

__ADS_1


Mereka di arahkan menuju sebuah ballroom di sana sudah tersaji beberapa menu masakan hasil masakan para koki terbaik di hotel itu .


"ini ....ada apa sih , kenapa kita semua di bawa ke sini,terus mana Elsa ,katanya dia sudah berada di sini " batin Marsha bertanya


"khem...." Elsa berdehem


"minta perhatian nya semuanya, saya ingin mengumumkan sesuatu pada kalian semua , selama ini pasti kalian bertanya-tanya kan tentang siapa saya ,kenapa saya menyembunyikan identitas saya , maka hari ini saya akan memberi tahu kalian tentang ku" ucap Elsa ,keheningan tercipta mereka semua yang sudah penasaran sejak lama pun hanya diam tak bergeming .


Perlahan Elsa meraba bagian bekalang kepala nya ,menarik tali pengait topeng nya ,semua mata nampak tak berkedip,mereka sangat menantikan dimana topeng itu terbuka dan memperlihatkan wajah wanita di balik nya .


Perlahan tapi pasti


saat topeng itu terlepas sempurna semua mata memandang tak berkedip


"ya Tuhan ,Elsa ....me..menantuku ,dia pemilik hotel ini" pekik Marsha dalam hati


"sudah kuduga " Jay memang sudah menyelidiki siapa Handri ,dan hubungan nya dengan Elsa , hingga ia mendapat menyimpulkan jika Elsa ada sangkut paut nya dengan hotel ini ,dan dugaan nya tepat .


Sedangkan untuk yang pernah melihat Elsa di hotel ini mereka nampak terkejut apalagi untuk seorang cleaning servis yang pernah dimintai tolong tapi ia menolak bahkan menyebut jika pemilik hotel ini merupakan orang yang menyeramkan ,badan nya pun menggigil ketakutan ,Elsa melirik ke arah nya pun hanya tersenyum .


"jangan takut ,aku gak gigit ko, untuk masalah yang kemarin aku sudah melupakan nya" ucap Elsa membuat mereka yang tak mengerti pun menautkan alis mereka ,dan bertanya-tanya dalam hati nya ,masalah apa ,begitu lah kira-kira.


"aku sangat menyayangi kedua orang tua ku ,meskipun kita harus terpisah karena sesuatu hal ,tapi itu tidak mengikis rasa sayang dan cinta ku pada mereka " Elsa berhenti dan menjeda kalimat nya


sementara semua orang kini menatap pada nya


" aku menyimpan gambar desain yang pernah mama buat dulu ,hingga pada saat aku memiliki cukup uang aku memutuskan untuk membangun sebuah hotel yang akan aku persembahkan buat mereka terutama mama , karena beliau lah yang sangat menginginkan nya,dan aku berjanji hanya dari tangan ku lah mama menerima nya " Elsa menatap Vina dengan mata berkaca-kaca


setelah Vina menanda tangani surat pengalihan nama kepemilikan nya ,maka saat itu juga Vinelsa hotel itu menjadi milik nya .


"dan mulai sekarang sampai kedepan nya saya harap kalian tetap bekerja dengan baik ,tetap tingkatkan kinerja kalian meskipun bukan aku lagi pemilik nya,namun meskipun begitu aku bukan berarti lepas tangan begitu saja , aku tetap akan memantau pekerjaan kalian ,dan ....jangan coba-coba menjadi duri dalam daging ,karena sedikit apapun penghianatan kalian aku akan langsung mengetahui nya "Elsa menekankan setiap perkataan nya


"baik nona ,kami akan bekerja dengan sungguh-sungguh " ucap mereka serempak


"bagus " gumam Elsa


setelah itu mereka pun menikmati jamuan makan siang bersama


"jadi ini punya nya kakak " tanya Kenan dengan mulut penuh dengan makanan


"telan dulu makanan nya nanti kesedak " ucap Elsa memperingati


"ehm....jadi ini punya kakak,kenapa kakak gak pernah bilang " tanya Kenan setelah menelan makanan nya


"karena kakak tidak mau di bilang sombong " Elsa terkekeh sambil mengacak rambut nya


Sedangkan Marsha nampak diam ,ia merasa malu karena ternyata gadis yang dulu ia anggap biasa saja ternyata diluar ekspektasi nya ,dia makan dalam diam ,Vano yang menyadari nya pun melirik dan menyentuh tangan nya seraya tersenyum


Dari sini Marsha mulai sadar jika ia telah salah selama ini ,ia yang selalu memandang orang lain dari apa yang mereka punya pun kini akan mengubah cara pandang nya .

__ADS_1


"terima kasih Tuhan kau sudah memberikan kebahagiaan ini pada ku , keluarga ku sudah kembali , tak peduli mereka mau kembali bersama atau tidak yang penting aku bisa melihat kedua orangtua ku dan bisa memeluk mereka tanpa ada yang menghalangi lagi" batin nya seraya melihat kedua orang tua nya yang masih terlihat canggung ,Kenan yang terus saja mencoba makanan yang dirasa asing baginya , ibu Sri yang selalu mengambilkan makanan yang Kenan tunjuk , Marsha dan Jay yang saling menyuapi ,terlihat sangat manis di usia mereka yang tak lagi muda , Elsa melihat nya dengan senyum


Vano menarik Elsa ,mendekap nya seraya berbisik


"I love you"


***


Dua bulan telah berlalu kini Elsa tengah memeriksa laporan yang masuk ke email nya ,pesan yang dikirim kan salah satu anak buah nya tentang pembangunan hotel di daerah Bandung yang sudah siap untuk di lakukan pembangunan , Elsa di haruskan ke sana untuk peletakan batu pertama sebagai pondasi cikal bakal bangunan itu berdiri, besok rencana nya Elsa akan menuju Bandung tentu saja bersama Vano .


Vano pun kini sudah bergabung bersama Jay untuk mengurus perusahaan nya , meskipun ia ingin jadi dokter dan sudah dapat gelar sarjana kedokteran,mengingat kini hanya tinggal ia sendiri makanya ia melupakan mimpi nya itu ,dan membantu Daddy nya .


Untuk Vino kini ia sudah pergi dengan tenang setelah bertemu dengan Regina hantu cantik penunggu kampus ,rupanya Vino merupakan cinta pertama nya ,namun ia malah tewas mengenaskan di tangan teman nya sendiri yang juga menyukai Vino, jasad nya di kubur di dalam gudang. Vino yang dulu merasa kehilangan pun merasa frustasi karena tak bisa menemukan Regina ,ditambah kedua orangtua nya yang terus mengekang nya ,ia pun pergi ke Jerman ,namun meskipun begitu ia tetap berusaha mencari Regina dengan menyewa detektif ,namun di saat detektif itu sudah mengetahui kenyataan tentang Regina, Vino sudah menjadi korban kecelakaan pesawat.


***


Keesokan harinya


Elsa sudah bersiap bersama Vano untuk berangkat ke Bandung ,namun baru saja Elsa membuka pintu ,perut nya tiba-tiba merasa mual, ia pun berlari menuju wastafel dan memuntahkan isi perut nya


"hhuuueekkk....."


"sayang ,... kamu tak apa-apa" Elsa menggeleng saat Vano memijit tengkuk nya


"aku lupa " Elsa tersenyum seraya merogoh sesuatu dalam tas nya dan menujukan pada Vano .


"I...ini....kamu serius" tanya nya merasa tak percaya ,Elsa pun mengangguk


"Alhamdulillah.... thanks God..." Vano memeluk Elsa dengan terus mendaratkan ciuman nya di seluruh wajah Elsa


"kamu sudah periksa ke dokter?" tanya nya lagi


"sudah, dokter bilang usia nya sudah empat Minggu " Elsa lagi-lagi mendapat ciuman di seluruh wajah nya


"terima kasih ....terima kasih...."


Keharuan itu pun terhenti setelah dua orang yang tak diundang tiba-tiba menerobos masuk


"hadeuuuh.....kita datang di saat yang tidak tepat " lirih nya


"kalian ....ada apa ?" tanya Vano menatap Bagas dan Reno tajam


"kalian lihat ini " Bagas memberikan ponsel nya


"astaga.....ini....."


Elsa dan Vano terkejut saat melihat foto di layar ponsel milik Bagas .


"tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada nya " sahut Reno

__ADS_1


Darwin di temukan tewas di rumah nya ,tak ada yang tahu jika selama ini Darwin menghilang dan berada di alam lain.


...SELESAI...


__ADS_2