Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
extra part tiga hati dua cinta


__ADS_3

Merasa Tasya tak kembali juga dari toilet akhirnya Riska memutuskan untuk menyusul nya ,namun baru saja Riska beranjak terdengar seorang pengunjung lain mengatakan pada pelayan kafe jika ada orang pingsan di toilet .


Riska dan Bagas saling pandang


"kita lihat " ucap Riska diangguki Bagas , Novi pun turut mengikuti


mereka bertiga berjalan bersama pelayan kafe menuju toilet


sesampainya di toilet mereka melihat seorang wanita tengah tertelungkup di lantai tak sadarkan diri


"Tasya ...." seru mereka bersama


"Sya .....Tasya ....bangun ...." Riska menepuk pipi nya namun Tasya tak kunjung sadarkan diri


"Gas ....tolong bantu Tasya ke luar " seri Riska


tanpa menjawab Bagas lalu membopong tubuh Tasya keluar ,untuk mendapatkan privasi Bagas membawa Tasya ke ruang VIP di kafe itu .


dengan pelan Bagas membaringkan Tasya di sofa , Riska lalu memijat kaki dan sedangkan Bagas hendak membuka satu kancing baju Tasya ,namun sebelum Bagas berhasil meraih kancing baju nya Novi berseru


"kamu mau apa ?"


"mau membuka satu kancing baju nya " jawab nya sambil berusaha membuka nya ,namun sial nya entah karena panik atau apa tiba-tiba Bagas sangat kesusahan membuka nya .


"sini gue aja " Riska mengambil alih


"loe ada minyak angin " Riska menggeleng


"ini aku ada " Novi meraih minyak kayu putih ukuran kecil di dalam tas nya


"sini gue bantu bagian kaki nya " Riska menggosok bagian telapak kaki Tasya dengan minyak kayu putih sedangkan Bagas mengusap kan nya pada pelipis dan bagian bawah hidung nya


"loe kenapa sih Sya ...." gumam Bagas , ia kemudian mengipasi wajah Tasya dengan tangan nya sedangkan tangan satu nya lagi memijat lembut telapak tangan Tasya


terlihat jelas dari raut wajah nya jika Bagas sangat mengkhawatirkan keadaan Tasya


"jika setengah jam lagi Tasya gak sadar kita bawa saja kerumah sakit " ucap Riska tiba-tiba


"iya mbak Riska benar " ucap Novi yang sedari tadi hanya menonton ,karena ia bingung harus berbuat apa


"heeeeehhh.....bangun dong Sya.....jangan bikin gue khawatir..." lirih Bagas


Novi yang melihat Bagas se khawatir itu pun merasa jika Bagas mempunyai perasaan lain pada Tasya.


hingga beberapa menit kemudian akhirnya Tasya membuka mata nya


"Alhamdulillah....syukurlah loe udah bangun Sya ...gue khawatir banget " ucap Bagas lega ,namun ia tiba-tiba terperanjat saat tiba-tiba Tasya menjerit ketakutan dan langsung memeluk Bagas


"aaaaakkkkkhhhh....."


Bagas yang terkejut hanya bisa diam menerima pelukan itu , ia bisa merasakan tubuh gadis itu bergetar hebat di pelukan nya terdengar isakan dari mulut gadis itu.


Laki-laki itu jadi teringat saat malam dimana ia menemukan Tasya di jalanan pada malam hari ,dan langsung memeluk nya karena ketakutan , kembali ada gelenyar aneh dalam hati nya saat Tasya memeluk nya .


Tanpa ragu Bagas kemudian mengusap punggung dan kepala Tasya pelan seraya berkata


"loe gak usah takut ,ada gue ,Riska sama Novi juga , bisa ceritakan apa yang terjadi " ucap Bagas


Mendengar nama Novi Tasya pun mengurai pelukan nya

__ADS_1


"maaf " lirih nya


Ia merasa tak enak pada Novi ,karena ia yakin hubungan Bagas dan Novi lebih dari sekedar teman.


"kenapa minta maaf , Riska bisa loe bawakan air minum?" pinta Bagas


"ini saya baru saja membawa kan nya " seru salah satu pelayan kafe yang tadi ikut ke toilet .


"terima kasih mas " Bagas meraih air minum itu dan langsung memberikan nya pada Tasya


"makasih " ucap Tasya setelah meminum air putih itu


"loe kenapa Sya , loe sakit ?" tanya Riska ,Tasya menggeleng


"lalu kenapa mbak sampai pingsan di toilet ,apa mbak jatuh ,mana yang sakit mbak ?" tanya Novi ,kembali Tasya menggeleng


"terus loe kenapa ?" tanya Bagas ikut gemas karena dari tadi Tasya terus menggeleng saat di tanya


"gu...gue.....gue...lihat hantu " ucap Tasya tergugu


"hah ....hantu , yang bener ?" tanya Bagas dan Riska bersama,Tasya mengangguk


"mana ada hantu mbak ,apalagi di kota macam ini , masih siang pula " ucap Novi tak percaya


"kalau di kampung mungkin banyak hantu mbak" ucap nya lagi


"yang nama nya hantu mau di mana aja pasti ada Nov,bukan hanya di kampung ,bahkan di rumah sakit pun banyak hantu nya " ucap Bagas


"serius loe ,emang loe pernah lihat ?" tanya Riska


"gue sama Reno menyaksikan nya langsung , habis gue sama Reno dikerjai itu para hantu, sampe tiga hari tiga malam badan gue meriang , hiiiiy.....jangan sampe deh gue ngalamin lagi hal nyeremin kaya dulu " ucap Bagas seraya bergidik ngeri


"masa sih " Novi masih tak percaya


"duh mati gue nanti malam pasti gue susah tidur lagi ,apa gue pergi ke rumah Reno aja ya nginep eh tapi bukan nya tuh anak lagi di luar kota " batin nya


"loe kenapa ?" tanya Tasya


"enggak gue cuma kefikiran Reno aja , malam ini dia pulang kan " tanya nya melirik Riska


"katanya sih iya"


"bagus lah gue mau nginep aja deh kaya nya" gumam nya pelan namun masih dapat terdengar oleh ketiga wanita cantik di dekat nya


"ih kamu penakut juga ya ternyata " cibir Novi


"manusiawi lah " sambung Bagas


"lalu loe tadi lihat hantu apa , kuntilanak,pocong atau ...."


"gue gak tahu ,yang jelas hantu itu nongol dari dalam kloset matanya melotot melihat gue tajam sambil memperlihatkan deretan giginya, iih....tuh kan gue takut lagi " ucap Tasya ,ia yang sudah merasa tenang pun kembali merasa ketakutan


"loe sih Gas ngapain pake nanya hantu apa ,jadi keinget lagi kan gue " Tasya memukul bahu Bagas sampai Bagas memekik kesakitan


"aduh ...sakit tahu ,kenceng amat mukul nya " Bagas mengusap bahu nya yang merasa sakit itu


"sorry sakit ya ...." Tasya reflek mengusap-usap tangan nya pada bahu yang ia pukul tadi


deg

__ADS_1


"kenapa jantung gue jedag jedug " batin nya seraya memandangi wajah bersalah Tasya


"yeee....malah bengong " Tasya mendorong tubuh Bagas ,Bagas yang tak siap pun akhirnya oleng dan terdorong ke belakang ,namun dengan sigap Novi bergeser tubuh nya dan menahan tubuh Bagas yang hampir terjengkang ke belakang


"eh makasih ya " ucap Bagas menoleh pada Novi


"hem.... reflek kok " ucap Novi


"duh sorry Gas ,gue gak nyangka loe bakal ngejengkang saat gue dorong tadi " ucap Tasya kembali merasa bersalah


"iya ,gak apa-apa ,gue juga gak jadi ngejengkang kok ,untung ada Novi yang sigap " ucap nya


Dari tadi Riska hanya menyimak ketiga nya dengan berbagai pemikiran di benak nya


"seperti nya Novi menyukai Bagas , Tasya juga kalau di perhatiin kaya nya suka juga sama Bagas , tapi kaya nya Bagas juga suka sama Novi ,terlihat dari cara ia bersikap pada nya , tapi melihat perhatian nya dia juga seperti nya ada feel juga sama Tasya , ah pusing gue ....masalah gue aja belum kelar gue malah di bikin pusing sama mereka duh " batin Riska meringis


"tiga hati dua cinta ini judul nya " gumam Riska dalam hati


***


Di siang hari yang masih terik ,matahari sudah bergeser sedikit ke arah barat Vano tengah berjongkok di samping istrinya yang tengah membelai lembut sebuah nisan .


"kak Ardi ....ini aku Elsa maaf baru datang mengunjungi mu setelah sekian lama ,aku datang bersama suami aku ,nama nya Elvano, bagaimana tampan kan suami ku" Elsa terkekeh sambil terus mengusap-usap nisan itu ,ia berbicara seolah lawan bicara nya berada di hadapan nya


"aku kangen tahu kak, kakak yang selalu ada buat aku ,kakak yang selalu menuruti kemauanku , pokok nya aku rindu dengan semua perlakuan manis kakak terhadapku , meskipun aku bukan adik kandung kakak ,tapi kakak memperlakukan ku seperti layaknya adik kandung, maaf kan aku ya kak , aku lah penyebab meninggalnya kakak" Elsa terisak pilu ,dan Vano selalu sigap di samping nya ,ia menenangkan istrinya


"sudah ku katakan ini adalah takdir ,bukan salah mu sayang " Vano menarik bagi Elsa menyandarkan nya pada dada bidang nya


Entah mengapa sebenarnya muncul rasa kecemburuan di hati Vano saat tadi Elsa mengatakan jika ia sangat merindukan sosok kakak angkat nya .


Elsa dapat merasakan nya ,ia menengok pada suami nya itu seraya berkata


"jangan cemburu , aku menyayangi nya sebagai kakak ku ,tidak lebih ,begitupun sebaliknya "


"aku gak cemburu kok " kilah Vano


"jangan berbohong , aku bisa merasakan nya " sahut Elsa


"hehehe.....iya deh , maaf lahir batin ya sayang "


"idih emangnya lagi lebaran "


"gak mesti lebaran juga minta maaf lahir batin nya sayang , kapan pun bisa diucapkan asalkan niat dan tulus insyaallah hati damai " ucap Vano


"hm....sejak kapan kamu jadi religi begini hem" goda Elsa


"sejak saat ini " ucap Vano lagi


"isshh.....kamu nih" Elsa mencubit pelan lengan Vano lalu kembali menatap nisan kakak angkat nya itu


Ini adalah kali pertama nya Elsa menginjakan kaki nya di pemakaman itu setelah dulu di hari pemakaman kakak angkat nya itu ,rasa bersalah lah yang membuat nya takut dan enggan untuk berjiarah .


" oh iya kak aku juga tengah mengandung , aku harap kakak bahagia di sana , maaf jika selama hidup mu ,aku sering merepotkan kakak " ucap Elsa lagi


setelah puas bercerita Elsa dan Vano kemudian mendoakan alm Ardi ,Vano memimpin doa dengan membaca surah Yasin dan tahlil ,meskipun doa nya cukup panjang ,namun kedua nya senang dan ikhlas melakukan nya ,setelah nya barulah kedua nya menaburkan bunga dan air sebagai sarat jika sudah berkunjung dan mendoakan pemilik rumah abadi itu .


"kita pulang " ajak Vano sambil merengkuh tubuh Elsa yang mengangguk dan turut beranjak


namun saat kedua nya berbalik seorang wanita paruh baya berjilbab berdiri dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Elsa .......kamu Elsa.......


***


__ADS_2