Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
breaking news


__ADS_3

Happy reading 😘


.


.


.


Elsa nampak gelisah ,yang ia lakukan hanya berbaring di tempat tidurnya, ,berguling ke kiri berguling ke kanan ,sama sekali tak dapat tidur .


"ada apa dengan anda Puteri?" tanya Shema yang sedari tadi memperhatikan nya


"Shema ....aku curiga jika dokter Arya adalah Aryopati,jika itu benar maka aku benar-benar dalam bahaya " ucap Elsa akhirnya menceritakan kegelisahan nya


"darimana Puteri bisa mengira jika dokter Arya adalah Aryopati?" tanya Shema lagi


"Bima memberikan ku beberapa foto korban kecelakaan yang meninggal dua tahun yang lalu , dan dari foto kartu identitas nya nama nya Arya, dia juga seorang dokter ,dan menurut Bima , dokter Arya tidak memiliki kembaran " tutur Elsa


"dan satu lagi keanehan pada nya , aku sama sekali tak bisa mendengarkan isi hati nya ,sangat tidak mungkin kan jika dia tidak pernah membatin apa pun " tambah nya


"sepertinya Puteri harus lebih waspada jika berada dekat dengan dokter Arya , bisa saja dia memang menyamar jadi sosok Arya ,saya akan mencari tahu tentang nya " ucap Shema


Tak ada sahutan lagi dari gadis itu , hatinya benar-benar merasa tidak nyaman , ditambah ucapan Riska tadi siang , menambah beban fikiran nya.


Ingin ia tak menganggap serius ucapan Riska tapi jauh di lubuk hati nya ,ia merasa sakit saat mendengar nya .


"ada apa lagi Puteri ,apa ada hal lain yang mengganjal di hati ?" tanya Shema saat melihat Elsa malah melamun


"tidak ada ko, hanya saja mungkin aku terlalu lelah " sahut nya


Shema diam, sebenarnya ular itu tahu jika Elsa kini tengah galau memikirkan kisah asmara nya , namun ia tak ingin ikut campur masalah percintaan Puteri nya , ia selalu mendukung apapun yang menjadi keputusan nya.


"baiklah kalau begitu Puteri istirahat lah ,saya akan pergi " Shema nampak menundukan kepala nya lalu menghilang kemudian


Elsa mencoba untuk memejamkan mata nya, dengan menyetel musik klasik agar ia bisa cepat tertidur ,namun baru saja ia masuk ke alam mimpi getaran ponsel membangunkan nya


"ya .... halo" ucap nya dengan nada malas


"ko gelap "


"gelap" gumam Elsa ,ia pun memicingkan mata nya melihat ponsel nya


"oh loe ,ternyata " ucap Elsa


"ko nada nya begitu , kaya males banget dapat panggilan dari gue ,kenapa apa ada masalah?" tanya Vano menatap wajah Elsa yang terlihat murung


"gak apa-apa ko,gak ada masalah apa-apa" sahut Elsa mencoba bersikap biasa


"tuh kan sekarang malah diem ,ada apa sih ,cerita dong ?" tanya Vano


"gue cuma mau bilang .....


"bilang apa ?" tanya Vano saat Elsa tak melanjutkan kata-katanya


"gue udah ngantuk " jawab nya namun setetes air mata lolos dari mata nya , cepat-cepat ia mengusap pipi nya


"loe nangis ? kenapa ,apa terjadi sesuatu ?" tanya Vano ,namun Elsa lagi-lagi menggeleng


"lalu loe kenapa ,jangan bikin gue khawatir deh ,ayo katakan kenapa?" desak nya


"gue gak apa-apa" lagi Elsa menyangkal


"gak apa-apa tapi wajah loe terlihat ada apa-apa"


"udah dulu ya ,gue udah ngantuk banget, sorry ...dan ... selamat " Elsa pun mematikan sambungan video call nya .


"gue gak nyangka rasanya akan sesakit ini" lirih nya


"enggak ,gue gak boleh kalah dengan perasaan ini, sebelum nya gue juga bisa hidup bertahun-tahundengan rasa sakit ,kali ini gue juga pasti bisa melewati nya,dan mungkin akan lebih baik begini, gue gak mau dia kenapa-napa jika harus terus bersama gue " Elsa berucap pada diri nya sendiri


Sementara itu

__ADS_1


"kenapa dengan nya, dan apa tadi kata nya .... selamat ?" Vano pun merasa bingung dengan kata yang diucapkan Elsa sebelum mengakhiri video call nya


"apa maksud nya , tapi kenapa dia seperti sedih begitu , sebenarnya apa yang sudah terjadi?"


Karena merasa penasaran akhirnya Vano pun menghubungi Reno namun tak ada jawaban hingga panggilan ke tiga , Vano pun beralih menghubungi Bagas ,tapi ternyata sama saja tak ada jawaban .


"mungkin mereka sudah tidur " gumam Vano saat melirik jam di dinding nya yang sudah menujukan pukul 7 malam yang berarti di indo saat ini sudah pukul satu malam


"masih ada waktu empat jam lagi buat ke bandara "Vano menyambar jaket nya ,ia hendak ke pusat perbelanjaan untuk membelikan sesuatu buat gadis nya


Sesampai nya di pusat perbelanjaan, Vano langsung berjalan ke sebuah toko perhiasan , ia melihat-lihat cincin yang terpajang di etalase .


"selamat malam sir , ada yang bisa saya bantu ?" sapa pelayan toko dengan senyum nya


"saya ingin mencari cincin couple , keluarkan yang paling bagus dan terbaru " pinta Vano


"cincin tunangan atau cincin nikah ?" tanya pelayan toko itu


"cincin tunangan" sahut nya


"baiklah tunggu sebentar sir" pelayan itu pun meraih sebuah baki yang berisi beberapa model cincin keluaran terbaru


"karena Elsa yang tidak pernah neko-neko jadi seperti nya yang ini lebih cocok di jari nya " ucap Vano berbicara sendiri dan menujuk sebuah cincin berlian putih dengan model nya yang sederhana namun terlihat elegan ,sedangkan untuk cincin pasangan nya hanya bulat saja tanpa adanya berlian .


pelayan toko itu pun segera membungkus kan cincin itu ,dan Vano pun segera memberikan kartu kredit nya pada pelayan toko itu .


Setelah selesai Vano berajak setelah mengantongi sepasang cincin itu pada saku jaket nya .


Namun pada saat di parkiran ia tak sengaja melihat seseorang yang ia kenal tengah berjalan ke arah nya


"hai kak sedang apa di sini ?" tanya Vano pada laki-laki yang satu tahun lebih tua dari nya


"biasa lah mau jalan ma cewek ,kita janji ketemuan di dalam " sahut nya


"jalan apa jalan " ledek Vano , pasal nya laki-laki yang di sebut nya kakak tadi ini adalah seorang casanova yang setiap malam suka bergonta-ganti pasangan


"ya....biasa lah nama nya juga cowok , loe gak mau juga kaya gue , enak loh "


"ya pake pengaman lah " jawab nya


"loe itu ya kak ,bisa aja jawab nya , cepet tobat deh kasian Daddy mikirin loe mulu" ucap Vano


"iya nanti gue mau tobat ,tapi nanti " jawab nya


"oh ya ngomong-ngomong kapan loe balik ke indo ,bukan nya semingguan lagi loe tunangan ?" tanya nya


"tunangan ?" dahi Vano berkerut ,pasal nya ia tak tahu menahu soal itu


"iya ,loe kan mau tunangan sama Riska"


"kata siapa,ko gue gak tahu " tanya Vano lagi


"ah yang bener loe gak tahu , gue aja tahu dari mommy ko"


"seriusan loe gak tahu ?" tanya nya


"serius lah "


"kenapa loe?" tanya nya


"gak apa-apa,gue cabut dulu,thank infonya" Vano pun pergi meninggalkan kakak nya , ya laki-laki itu adalah kakak kandung dari Vano , meskipun usia mereka terpaut satu tahun tapi wajah kedua nya sangat lah mirip ,saking mirip nya orang sampai mengira jika mereka kembar ,bahkan sering juga saat Vano keluar selalu ada beberapa wanita yang pernah tidur dengan kakak nya mengira jika ia adalah Vino .


selepas kepergian Vano , Vino tak henti-hentinya menatap tajam pada mobil yang di kendarai Vano


"mereka memang lebih sayang ke loe Van, bahkan saking sayang nya mereka ke loe ,jodoh loe pun mereka carikan,sedangkan gue ,...dari dulu gue gak pernah di lirik mereka karena loe yang selalu lebih pintar dan unggul dari gue , loe selalu bisa bikin mereka bangga" ucap nya lirih


Alvino Ferril Manuel atau kerap di panggil Vino ini selalu merasa iri dan cemburu pada Vano ,adik nya , karena kepintaran Vano di akademis membuat kedua orangtua nya selalu membangga kan nya ,sedangkan ia sendiri lebih menonjol di bidang seni , kecintaan nya terhadap seni membuat nya di pandang sebelah mata oleh kedua orang tua nya , makanya setelah lulus kuliah Vino lebih memilih pergi ke Jerman ,itu pun bukan untuk mengurusi perusahaan melainkan untuk sebuah band yang ia naungi , ia juga mempunyai sebuah galeri lukisan yang mana di dalam nya terdapat beberapa lukisan dari pelukis terkenal .


"gue penasaran seperti apa cewek yang di jodohkan dengan nya , pasti cewek itu bukan cewek sembarangan, mana mungkin mereka menjodoh kan nya dengan sembarang cewek "


Vino tersenyum menyeringai ,entah apa yang ia rencanakan

__ADS_1


.....................


telah terjadi kecelakaan pesawat rute Jerman -indo pada pukul 02:00 waktu setempat ,diperkirakan terjadi kerusakan mesin hingga menyebabkan pesawat**** jatuh di ketinggian 35.000 kaki atau setara dengan 10.600 meter ,dan diperkirakan tak ada korban yang selamat .


Sebuah breaking news siang ini menggemparkan seluruh negeri, media pun kini berbondong-bondong menyiarkan berita jatuh nya pesawat tujuan Jerman indo .


"tidak mungkin " Elsa menonton berita itu dengan perasaan cemas dan gelisah pasal nya ia tahu jika Vano pun sedang dalam perjalanan pulang


"semoga saja itu bukan pesawat yang ditumpangi Vano " batin nya lirih


"Elsa ...." Bagas dan Reno menghampiri Elsa yang tengah terpaku di depan televisi di rumah nya ,hari ini ia izin tak masuk karena ia merasa tidak enak badan


" loe udah lihat berita nya ?" tanya Reno pelan ,ia melihat berita itu masih berlangsung


"Sa....Vano ....dia...juga berada di pesawat itu " ujar Bagas lirih


"gak mungkin ,dari mana loe tahu ?" Elsa mencoba untuk tak percaya


"ini....dia ngasih foto ini sebelum keberangkatan nya " Reno menunjukan sebuah foto di ponsel nya yang menampilkan sebuah tiket juga nama dan nomor pesawat nya .


"tidak mungkin " Elsa menggeleng pelan ,lalu berlari ke arah kamar nya , ia mengunci diri nya di kamar ,Reno dan Bagas pun tak bisa berbuat apa-apa,mereka sama shock nya dengan Elsa.


"tidak .... ini tidak boleh terjadi lagi ,pasti ada kesalahan , lebih baik melihat Vano bersama wanita lain daripada harus mati , ini semua salah gue ,jika saja gue gak berhubungan dengan nya ,pasti dia tidak akan mengalami hal buruk ini " lagi-lagi Elsa menyalahkan diri nya


"aaaakkkhhhh" Elsa melempar semua barang yang ada di atas meja rias nya


PRAANNNNGGGG


"kenapa ....kenapa ini harus terjadi lagi " ia menagis ,berteriak dan meluapkan emosi nya pada apapun di dekat nya


"kenapa kutukan ini harus ada "


BRUKKK


sebuah kursi pun jadi amukan nya


mata nya pun kini telah berubah , ia jadi tak terkendali


di luar Reno dan Bagas mengetuk pintu ,mereka mencemaskan nya ,berkali-kali mereka menggedor pintu namun tak di bukakan oleh Elsa


tok tok tok


"Sa....Elsa buka ...." teriak Bagas


"kita dobrak aja " seru Reno


"ok ,satu .... dua.....tiga....." kedua nya mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar nya


brukkk


"aaahhh.....sakit " keluh Reno


"sekali lagi ....satu....dua ....tiga...."


braakk ' pintu pun terbuka


"ASTAGA ......"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2