
Tholaal badrru alayna, lantunan shalawat terdengar meria. Ada gadis cantik berpakain gamis. Namun tak nampak jelas wajah gadis itu. Dilihatnya, kakek absy merestui gadis itu sambil memegang kepala gadis itu. Dari kejauhan nampak laki-laki memakai baju adat india menghampiri gadis itu. Dan nampak jelas sekali, dikenalnya laki – laki itu. Ia betul sekali ia adalah khan.
“ mashaaallah” kata khan, bangun dari tidurnya. Dia megap – megap bangun dari tidurnya.
“ ya allah, aku ini kenapa.? Mimpi apa aku ya allah? Bantu aku ya allah. Beri petunjuk. Siapa gadis itu" kata khan.
lalu bangkit dari tempat nyaman nya. Diambilnya air wudhu yang membasahi wajah berewoknya. Diambilnya sajadah, ruku dan sujudlah dia. Karena mungkin dengan itu dia berbisik pada bumi namun langit mendengarnya.
...
Shubuh datang, khan pun tak tidur lagi setelah sholat istikharah. Ia menatap laptop nya. Dan betul saja, hanya tinggal beberapa lembar saja dan selesai tesisnya.
“ Alhamdulillah, kurang 1 lembar lagi" kata khan sambil menyandarkan punggungnya di kursi. Dan menarik tanganya ke atas untuk merilekskan tubuhnya. Dilihatnya jam 07.00 pagi. Khan mengambil hp yang ada disebelahnya, lalu dia menghubungi hozen.
“ Assalamualaikum, hozen. Kamu sudah siapkan berkas yang harus ku tanda tanganni dimeja.? “ tanya khan
“waalaikum salam. Iya, sudah aku siapkan semua. Aku sudah dikantor ini. Kamu kapan kesini.?” Jawab hozen
“ Inshaallah aku kesana jam 08.00 aku masih belum siap-siap" kata khan
“ Apa ada yang di perlukan lagi.?” tanya hozen
“ Ooiya, tolong. Nanti kamu siapkan sarapan yah. Aku belum sarapan” jawab khan
“Ok, siap" kata hozen
“Ya sudah ! Aku tutup dulu. Assalamualaikum “ kata khan
“Waalaikum salam" balas hozen.
Khan pun bergegas, bersiap – siap untuk menuju kantornya. Saat menggunakan dasi, hpnya berbunyi dilihatnya layar ponsel tersebut. Tertulis Iqbal.
“ asslamualaikum , ada apa iq.?” Tanya khan
“ walaikum salam, kamu ga ke kampus, ambil nomor ujian" kata iqbal teman kampus khan
“ astagfirullah, aku lupa. Terima kasih sudah mengingatkàn sob. Inshaallah aku akan kesana mungkin aga siangan, aku harus kantorku dulu" kata khan
“ makannya, cepet nikah sana biar ada yang ngingetin. Hahaha.. “ kata iqbal becanda
“ becanda aJa terus sob, kamu sendiri juga belum akad masih khitbah toh" celetuk khan
“ setidaknya, aku sudah punya calon.. hahah" celetuk iqbal
“ Hahaha, yah aku kalah denganmu 0 – 1 yah" celetuk khan tertawa renyah
“ Sudah, cepat kau kesini. Senaa sudah menunggu mu dari tadi" kata iqbal
“ assalamualaikum" kata khan tanpa merespon perkataan iqbal barusan lalu mematikan telepon tersebut.
khan tidak ingin hatinya bimbang dengan kondisi yang ada. Diambilnya tasnya dan berangkatlah khan ke kantornya. Sampailah dikantor, khan langsung menuju ruangannya. Dan mentanda tanganni berkas – berkas yang ada dimejanya. Dan lanjut sarapan pagi. Sambil melahap makanan di teringat bahwa ia harus menanyakan tentang sanee kepada kakek absy. Dicarinya kontak kakek absy, lalu ia menelponnya.
“ assalamualikum" ucap khan
“Waalaikum salam, ada apa khan?” ucap kakek absy
“ Tidak kek, aku hanya ingin bertanya sesuatu.. tapi..” kata khan terhenti
“ Owh, tanya apa khan. Katakan" kata kakek absy
“ Begini kek, aku tak tahu harus mulai dari mana"
kata khan bingung karena harus mulai dari mana
“ apa soal sanee" kata kakek absy
“ iya kek" kata khan, kenapa kakek tau apa yang ia pikirkan .pikir khan sejenak
“ owh,.bicaralah dulu. Kakek akan mendengarkannya" perintah kakek.
Lalu, khan menceritakannya kejadian di aparment dan kejadian saat ia menemukan album itu dan mimpinya semalam.
“ hmmm..” gumam kakek absy. Yang membuat khan bingung. Kakek absy pun berkata :
“ memang, foto itu diambil sehari sebelum kejadian kecelakaan itu terjadi. Mereka difoto oleh mba ummi. pembantu ku dulu yang saat ini sudah tidak bekerja lagi. Saat itu aku diluar kota. Dan dia mampir seperti biasa dirumah. Kakekmu memang saat itu butuh supir untuk mengunjungi perkebunannya. Supir pribadinya saat itu sedang pulang kampung karena istrinya melahirkan. Lalu, dia meminta tolong kepadaku. Lalu, aku menyuruh supir pribadi ku atau bapak hasan untuk menemani sekaligus menyetir mobil itu. Kakekmu juga sempat diajak mampir ke rumahnya bapak hasan. Karena, aku menyuruhnya untuk mengantarkan mba ummi yang memang rumahnya kontra disebelah rumah bapak hasan. Memang, beberapa hari itu cuaca mendung gerimis. Dan tak lama mereka berkendara, mobil yang ditumpangi kakekmu dan bapak hasan itu ditabrak bus dan oleng ke jurang. Begitulah ceritanya , saat itu kamu memang tidak tau apa – apa. Karena memang kamu sedang kuliah di luar negeri. Tentang tulisan tersebut kakekmu pernah berkata kepadaku. Andai sanee bisa menjadi calon istri khan. Betapa bahagianya ia. Karena sanee memang anak yang baik. Tetapi, sebelum ia mengenalkan kepadamu ia telah wafat terlebih dulu.” Cerita kakek absy
Setelah mendengar penjelasan dari kakek absy, khan yang tadinya lapar dengan lahap mengunyah sarapannya. Perlahan dia merasa kenyang. Khan hanya terdiam.
“Khan" panggil kakek absy, karena tiada suara dibalik telepon itu
“ Iya kek,” jawab khan
“ kamu mendengarkannya?” Tanya kakek absy
“ Iya, kek aku mendengarkannya. Lantas aku harus bagaimana kek?” tanya khan balik
“ uhmmt. Jagalah sanee baik – baik. Lalu memang mantap hatimu, menikahlah. Memang sanee dan kamu belum mengenal lebih dalam. Kalian berdua mungkin tidak saling mencintai, tapi percayalah allah akan menumbuhkan cinta itu" kata kakek absy
Mendengar perkataan kakek absy, tiba – tiba khan menitikkan air mata. Dan menjadi sesak sekali dadanya.
Ya allah, bantu aku. Kata khan dalam hati
“ kalau memang, kamu berkenan menikahi sanee dengan ikhlas tanpa melandasi wasiat kakekmu tersebut.. Inshaallah.. Inshaallah .. allah akan menata semua degan baik. Kamu harus menjelaskan semua ini kepada sanee. Jangan paksa dia, karena sunnah rasulullah ini tidak akan diridhoi allah apabila ada rasa paska atau ketidak ikhlas. “ kata kakek absy
Semakin sesak dada khan, dan menangislah khan. Terdengar oleh kakek absy
“ tenang nak, inshaallah semua akan baik – baik saja. “ kata kakek absy menenangkan khan yang tadinya ia mendengar suara khan menangis
“ Ya sudah kek, khan tutup dulu. Khan mau ke kampus ambil nomor ujian dulu" kata khan
“ Ya sudah, hati – hati. Semoga diberi kemudahan" kata kakek absy
“ aamiin, assalamualaikum “ ucap khan
“ wa’alaikum salam" balas kakek absy
Lalu, khan masih meratapi cerita kakek absy tersebut. Perlahan ia menghapus air matanya. Dilihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan 09.30 pagi. Segera ia meninggalkan ruangannya.
....
Setelah sampai di kampus, khan langsung menemui bagian administrasi. Diambilnya nomor ujiannya. Lalu, khan berjalan menuju papan informasi untuk mencari informasi terbaru mengenai waktu ujiannya. Dilihatnya papan informasi tersebut. Ternyata ia mendapatkan waktu 10.00 pagi . Langsung khan berjalan menuju parkiran. Saat menuju parkiran ia bertemu dengan teman – temannya.
“ Khan” panggil iqbal
Lalu, khan menoleh. Dilihatnya iqbal, farid, hafiz, aulia dan senaa. Khan pun menghampiri mereka.
“ Mau kemana khan buru – buru amat" kata farid
“ mau ke KUA kali, ngurus surat nikah" celetuk iqbal
Khan hanya tersenyum renyah. Dan mendengar iqbal berkata KUA khan teringat bahwa ia harus bertanya kepada temannya yang bernama ahmad yang bekerja dikantor kua.
“ kamu sudah lihat waktu kapan kamu ujian khan?” kata senaa perhatian
Khan hanya, mengangguk.
“ sudah dulu yah, aku ada urusan penting. Kalo ada waktu inshaallah aku akan kumpul dengan kalian semua. Assalamualaikum" kata khan
“ waalaikum salam" ucap semua temannya. Perlahan khan berjalan menjauh meninggalkan mereka.
“ khan kenapa yah, sewaktu aku telepon dia baik- baik saja" kata iqbal kepada teman – temannya
“ Mungkin ada masalah dikantornya" kata senaa
__ADS_1
“ tapi, dia tak pernah seperti itu" kata farid, memang farid tahu betul sifat khan yang periang. Tiba – tiba seperti itu.
“ Hey, kalian semua. ayo kita belajar lagi 2 hari kita akan ujian" kata hafiz
Lalu, mereka semua melanjutkan kembali pekerjaannya.
...
Di hotel, ada yang sedang menunggu telepon dari khan. Bagaimana tidak, dari pagi tadi sanee khawatir dan takut kalau khan meninggalkannya ditempat ini. Sanee mondar- mandir kesana kemari. Bingung dengan sendirinya. Dan peninglah kepala sanee dari tadi menunggu telepon dari khan dengan harap- harap cemas. Ingin sekali sanee menghubungi khan, tapi sanee tidak mengetahui nomornya khan. Bodohnya dia tidak meminta balik nomor khan selagi waktu itu. Kepalanya pening, dan akhirnya ia memutuskan untuk istirahat.
...
Dibunyikan bel kamar, namun tiada yang membukakan pintunya. Sampai khan pun tiba di depan kamarnya. Ternyata pramusaji yang mengantarkan jatah makan siang sanee telah mencoba memencet tombol bel tersebut tapi tidak ada respon. Lalu khan menyuruh pramusaji itu pergi.
Sanee kemana, apa dia tidak ada dikamar.? Batin khan. Sambil mencari kontak sanee. Diteleponnya sanee. Menyambung namun tidak diangkat. Di telepon ulang lagi. Ditelepon ulang lagi hingga 3 kali. Akhirnya sanee mengangkat telepon itu.
“ iya hallo, siapa?” tanya sanee dengan nada khas bangun tidur
“ Khan, aku ada didepan. Bukakan pintunya” perintah khan
Mendengar suara itu sanee langsung terjungkal bangun dan dengan terburu – buru dia membukakan pintu.
“Khan!” kata sanee bersemangat
“ Ya, kemana aja. Rambutnya itu berantakan sekali. “ celetuk khan
“ Iya, maaf habis tidur" kata sanee
“ sudah ku duga" kata khan sambil menyeret kereta hidangan. Sanee keheranan karena khan datang dengan membawa kereta hidangan.
“ kamu yang membawanya.?” Tanya sanee
“ Kamu berani membayarku berapa.?” Tanya khan gemas
“ hahaha, kamu marah yah.. “kata sanee sambil tertawa
“ sudah, ayo makan. Kasian pramusaji tadi menunggu lama sekali didepan pintu. Ayo cepat makan. keburu dingin." perjelas khan
“ iya, maaf" kata sanee
Ditutupkan pintu itu, lalu khan bergegas menuju kamar mandi. Sanee duduk di sofa sambil melahap nasi di depannya. Sanee melihat khan kebingungan seperti mencari sesuatu.
“ cari apa?” tanya sanee
“ sajadah” jawab khan
“Owh, ambillah di atas meja rias itu" kata sanee sambil menunjukkannya
Diambilnya, lalu khan mengerjakan sholat dzuhur. Diam – diam sanee memperhatikan khan yang sedang sholat.
Mashaallah, adem sekali. Batin sanee sambil tersenyum
Lalu sanee melanjutkan makannya, dan khan pun telah menyelesaikan sholat nya. Dikembalikannya sajadah ditempat semula. Lalu, khan duduk di sebelah sanee. khan melihat sanee makan. Tiba – tiba sanee melihat khan. Mereka saling berhadapan.
“ mau makan?” tawar sanee
“ tidak” kata khan
“ Ya sudah, aku tidak akan menawari lagi.” Kata sanee sewot
“ Hahaha..” tertawa khan
“ kenapa tertawa?” Tanya sanee
“ Kalau mau makan. Cuci muka dulu napa, siapa tau ada bekas air liur di pipi" becanda khan
“ Apa.??” Kata sanee malu, sambil mengusap pipinya
“ hahaha, aku becanda sanee. Makanlah" kata khan
“ Hahaha” tertawa khan semakin lepas. Mulutnya terbuka lebar. Lalu, sanee menyuapinya dengan siomay disendok yang dipegangnya. Tiba-tiba khan berhenti tertawa dan mengunyah siomay tersebut. Sanee hanya menahan tertawanya. Tiba – tiba suasana hening, sambil khan mengunyah siomay itu. Sanee pun berdiri, terasa perutnya sudah kenyang.
“ mau kemana?” tanya khan
“ as sholat tu khoirul mi nam naum" celetuk sanee sambil menciutkan bibir
Khan hanya menggeleng- gelengkan kepalanya. Sanee bergegas untuk sholat dzuhur. Diam – diam juga khan memperhatikan sanee sholat
Ya rabb, apakah ini yang tak terduga. Dalam bisikan doaku. Batin khan
Memang, selesai sholat khan selalu berdoa untuk diberikan jodoh yang bisa berjalan bersama untuk menggapai surganya allah. Tapi, khan tidak menyangkah dan apa mungkin sanee mau menikah dengannya. Khan menghembuskan nafas panjang. Lalu, dilihatnya oleh sanee.
“ Memikirkan Apa?” tanya sanee
Khan pun, kaget karena sanee bertanya seperti itu. Seakan tau kalau ada yang ia pikirkan.
“ tidak" jawab khan
“Kamu tidak lapar, makan saja itu makanan di depanmu masih banyak” kata sanee
“ Iya,” lalu khan memasukkan siomay kedalam mulutnya. Khan melihat sanee duduk di ranjang. Sambil mengutak ngutik hpnya
“ Kenapa.?” Tanya khan
“ apa?” tanya sanee balik
“ hp mu?”jawab khan
“ owwh, aku belum mengesave nomormu" kata sanee
“Oowh,” kata khan. Lalu mereka diam tanpa sepata kata lagi. Khan melahap siomay sambil menyiapkan penjelasan untuk sanee perihal tentang kalau mereka menikah.
“ sanee, berapa usianya?” tanya khan sambil makan tidak memandang sanee. Karena dia tidak berani memandang yang bukan muhrim lama – lama.
“ Kenapa.?” Tanya sanee balik
“ kamu itu yah, selalu saja kalo ditanya mesti tanya balik. Jawab saja .. kenapa harus tanya balik" kata khan kesal
“ hahaha, iya maaf. Usiaku 21 tahun” jawab sanee
“Owh” kata khan
ternyata lebih mudah 4 tahun dari aku. batin khan
Lalu tiada obrolan kembali, khan bingung harus memulai dari mana.
“Khan” panggil sanee
“ hem?” balas khan yang sedang asyik menikmati siomay
“ aku tinggal dimana?”tanya sanee
“ Dirumahku" jawab khan
“ apa.?” Kata sanee kaget
Khan tidak berani memandang sanee. Padahal sanee melihat khan dengan tatapan jengkel. Karena pertanyaannya selalu dijawab seenaknya.
“ Khan, aku serius. Aku tinggal dimana" kata sanee
“ Di rumahku” kata khan cepat
“Khan,seriusan" kata sanee meyakinkan
__ADS_1
“ serius, kamu tinggal dirumahku" kata khan sambil memakan siomay
“ hey, boro boro di sana di usir warga “ kata sanee.
Khan hanya terdiam. Memikirkan kata apa yang harus ia ucapkan kepada sanee. Memang khan sudah memikirkan jauh – jauh waktu. kalau seumpama sanee tinggal di rumahnya tanpa ikatan suami istri. Bisa – bisa di diusir warga dari rumahnya sendiri. Oleh sebab itu dia mencarikan tempat tinggal untuk sanee. Tapi, setelah tau tentang album itu khan harus cerdas memikirkan bagaimana cara dia bisa menikahi sanee. Tapi, pikiran khan sudah diubun- ubun. Khan mau tidak mau harus menjelaskan kepada sanee tentang sebenarnya. Meskipun ada pahitnya jika sanee tidak mau menikah dengannya, dia berat hati tidak dapat mewujudkan wasiat kakeknya.
Sanee melempar bantal kepada khan yang dari tadi melamun. Saat dipanggil nya tidak merespon. Dan bantal itu mengenai punggungnya, dan khan sadar kalu sendari tadi ia tidak merespon panggilan sanee.
“ aaaau sanee" kata khan kesakitan
“ Kamu sich, dari tadi di panggil tidak merespon" kata sanee sebel
“Sanee kemarilah. Aku ingin bicara serius dengan kamu" perintah khan dengan wajah serius. sanee yang melihatnya pun was – was. Lalu sanee duduk di soffa, di samping khan.
“ Begini, sanee.. “ kata khan, lalu menceritakan kondisi sebenarnya. Sanee mendengarkan khan bercerita sambil menunjukkan foto yang ada di galeri hpnya. disana ada foto ayah, kakeknya dan sanee juga. Dan khan menunjukkan video saat khan membuka album itu tertulis “tasanee sunne calon untuk cucuku" dengan seksama sanee berpikir, kalo kakeknya khan adalah orang yang baik. Meskipun ia hanya bertemu dengannya sekali. Saat kakeknya mampir sebentar di rumahnya. Sanee mendengarkan cerita khan sambil menangis. Lalu, mereka terdiam.
“ jikalau kamu mau menjadi istriku. aku ikhlas menikahimu" kata khan terakhir sebelum menyudahi cerita panjang itu.
Kini keadaan berbalik, sanee yang bingung harus menjawab apa. Meskipun khan lelaki yang baik. Dia tidak ingin salah memilih lelaki yang ia jadikan imam. Karena sanee tau pernikahan bukanlah main – main. Dan sanee tau betul, khan dan ia bagaikan batu dan permata. Keheningan saat itu terpecah saat mendengar adzan dari hp khan. Yang memang sudah terpasang aplikasi penggingat sholat. Lalu, khan masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil air wudhu. Sanee hanya duduk melihat khan sholat.
Ya allah, bingung hati ini. Ya allah bantu aku. Batin sanee
Setelah meletakkan sajadah, khan berpamitan untuk keluar. Sebentar. Kembali lagi nanti malam untuk menjemput sanee.
“ nanti aku tunggu kabar dari mu, cepat atau lambat aku tidak memaksa . Aku kekantor dulu. Ambil laptop ku yang ketinggalan" kata khan
“Iya, hati - hati" kata sanee
“ Assalamualaikum “ ucap khan
“ waalaikum salam" balas sanee
Khan meninggalkan hotel menuju kantornya. Sanee segera mandi dan mengambil wudhu untuk sholat ashar. Dalam sholat nya. Ia menangis , memohon allah membantunya. Lalu dia berdoa.
“ ya allah, bantu aku. Beri petunjuk agar hidupku ini mendapat ridhomu. Aamiin" ucap sanee lalu mengusap wajahnya. Hpnya berbunyi. Lalu dia membuka aplikasi instagram dilihat gambar post pertama.ada gambar yang bertuliskan
“ obat bagi orang jatuh cinta adalah menikah. Dan beruntunglah mereka yang menikah dengan orang yang dicintai. Bahagia sekali, bagi orang yang menikah tetapi mereka tidak saling mencintai. Karena mereka beriman dan meyakinni allah akan menumbuhkan cinta dikeduanya"
Postingan tersebut membuat sanee terasa ditusuk hatinya hingga berbekas dipikirkannya.
“Ya allah , apa ini.? Tak terduga untukku" batin sanee
Ia hanya bisa menangis sedih.
...
Di kantor
“ jadi kau ambil, aparment itu?” tanya hozen
“ tidak, aku tidak menyukainya" jawab khan sambil mengutak ngatik laptop nya
“ owh, memangnya rumahmu kurang besar sehingga kamu mencari aparment?” tanya hozen
“ Bukan tidak buat aku" kata khan
“ Lalu.?” Tanya hozen heran
“ Untuk sane” Jawab khan
“ siapa itu sanee?” tanya hozen penasaran
“ mau taHu banget apa tahu bulet?” tanya khan becanda. Sendiri pikirannya suntuk sendiri karena sanee
“ tahu genjrot bang" jawab hozen
“ Hahaha, kepo" kata khan
Tiba – tiba whatsapp khan berbunyi, dilihatnya pesan dari sanee
Sanee : khan, aku mau menikah denganmu. Tapi, ada dua syarat. Kemarilah, akan ku jelaskan.
Tanpa basa- basi, khan langsung membereskan laptop nya.
“ aku pulang dulu yah sob, kalo ada berkas penting taruh dimeja Dan E-mail saja yah. Assalamualaikum “ kata khan sambil berlari
“ ok bos, wa'alaikum salam" balas hozen
...
Dengan perasaan was was, bercampur senang. Ia berjalan menuju kamar sanee. Ditekankan tombol bel tersebut. Lalu, dibukakan pintu oleh sanee.
“ asslamualaikum" ucap khan
“ waalaikum salam" balas sanee
Mereka berdua duduk di soffa seperti tadi.
“ Jadi, apa syaratnya.?” Tanya khan
Sanee menunjukkan sebuah kertas. Didalamnya ada isi syarat tersebut disitu juga terdapat materai 6000. Dibacanya oleh khan. khan terkejut dan tertawa.
“ Jadi syarat pertama , tidak berlaku spontan talak tiga bagiku. Dan syarat kedua tidak berlaku malam pertama, karena kita tidur dikamar terpisah" kata khan meyakinkan sambil tersenyum. Sanee hanya terdiam serius. Lalu, khan mengambil pen yang ada didepannya. Tanpa basa - basi. Ia menanda tanganninya. Lalu, sanee lipat kertas itu dan menyimpannya.
“ Sudah? Kamu boleh pulang" kata sanee kesal. Karena khan sudah mentertawakannya.
“ Ya sudah aku pulang, nanti kalo kamu diusir dari sini jangan cari aku yah" goda khan
“ Khan, becandamu keterlaluan" kata sanee sambil memukul lengan khan
“ hahaha, siapa suruh kamu ngusirku.? Apa kamu lupa kamu disini hanya sampai malam ini saja.” Kata khan sambil tertawa balas dendam
Lalu, sanee ngambek. Dan pergi mengambil barang- barangnya. Di gendong tas ranselnya dan tas jinjingnya. Memang dari tadi sanee telah siap membereskan barangnya. Khan pun tertawa kembali. Membuat sanee bingung.
“ kenapa kamu mebawa tasmu, memang kamu mau kemana.?” Tanya khan geli melihat tingkha sanee
“ katamu, waktuku sudah habis Di hotel ini.” Celetuk sanee
“ Terus kamu mau kemana?” goda khan
“ Kerumahmu" salut sanee jengkel
“ Hahaha, hey.. kamu belum jadi istriku" kata khan sambil tertawa geli
Sanee menepuk jidatnya sendiri, sekarang ia paham kalau dia sedang dikerjai oleh khan. Dilihatnya khan tertawa. Sanee duduk di tepi ranjang. Mendekatlah khan, sambil berkata
“ Kamu tetap disini saja, setelah kita akad. Aku akan membawamu dirumah" kata khan. Sanee tidak menjawab karena masih kesal. Ia hanya mengangguk mengerti.
“ mana ktpmu, kk , ijazah dan fotomu. Aku pinjam untuk menyiapkan berkas akad kita" kata khan. Sanee pun mencari ditas ranselnya. Lalu menyodorkannya ke khan.
“ Kapan kita akad?” Tanya sanee
“ inshaallah, besok sore” jawab khan
“ apa.? Memang bisa secepat itu?” kata sanee
“ Bisa saja, asal mudin nikahnya jadi temanku.. hahah" jawab khan sambil tertawa
“ hummt” gumam sanee bete dari tadi khan bencanda terus.
“ besok pagi, inshaallah sudah siap berkasnya. Mudin nikahnya itu temanku sendiri. Ia menjabat jadi kepala kua diwilayahku. Aku sudah bertanya tadi pagi melalui whatsapp. Kalau memang berkasnya lengkap besok siap akad, (perjelas khan) Besok siang, kamu akan dijemput dinnar dan nenek absy. Anak dan istrinya kakek absy. Besok juga ada Penata rias yang datang kesini untuk meriasmu. Kakek absy, dan istrinya akan hadir. Sebagai saksi pernikahan kita dan menjadi wali nikahmu. Maaf, pernikahan ini aku segerakan dan memang aku belum sempat merencanakan resepsi kita. Inshaallah, lain waktu aku akan merencanakan resepsi kita. Kamu istirahatlah yang cukup dan berdoalah supaya pernikahan ini dimudahkan" kata khan panjang
“ aaamiin" ucap sanee
__ADS_1
Lalu, khan pergi meninggalkan sanee. Khan bergegas menuju rumahnya ahmad temannya yang menjabat kepala kua di wilayahnya. Hingga jam 22.00 malam khan baru pulang di rumahnya. Lalu, khan menelepon sanee. Untuk menanyakan mas kawin untuk pernikahannya. Tapi, sanee tidak mengangkatnya. Mungkin sanee sudah tertidur. Khan tau betul bagaimana sanee kalau sudah tertidur. Khan pun bergegas menuju ranjangnya yang empuk untuk istirahat melepas penatnya.