
happy reading 😘
.
.
.
Sesuai permintaan Elsa hari ini Vano akan menemui orang tua nya dan menceritakan semuanya ,sementara Elsa sudah siap dengan segala keputusan nya nanti , ia lebih mengutamakan keselamatan Vano daripada kebahagiaan nya sendiri.
"kamu tunggu sebentar ya ,setelah aku selesai aku ke sini lagi , jangan kemana-mana,dan jangan fikirkan apa pun, aku sayang kamu" ucap Vano sebelum pergi.
"memang nya aku mau kemana,kamu gak lihat jangan kan turun dari ranjang buat ambil gelas saja aku gak bisa " sahut Elsa
"ya udah aku pergi dulu ....cup"
Vano mengecup kening Elsa lalu beranjak dan hilang di balik pintu
Vano dan Elsa , akhirnya semalam mereka sepakat untuk mengubah panggilan mereka .
........................
Tiba di depan pintu gerbang Vano dapat melihat beberapa karangan bunga yang bertuliskan turut berduka cita Elvano Darren Manuel berjajar rapih sepanjang jalan sampai pekarangan rumah ,terdapat juga beberapa mobil terparkir di sana ,rupanya beberapa kerabat, dan kolega Daddy nya yang sedang berkunjung sekedar memberi dukungan pada keluarga .
"sembarangan gue masih hidup juga " dengus Vano
"gue heran apa segitu mirip nya gue dengan nya ,wajah dan gesture tubuh boleh sama ,masa DNA juga sama , hadeeuuh mikir apa an sih gue , ya pasti DNA kita sama orang kita sodara kandung , tapi......ah sudah lah jadi pusing gue mikirin nya" Vano berbicara pada diri nya sendiri
Vano pun melanjutkan lagi laju mobil nya ,namun satpam rumah nya menghentikan mobil nya .
"halo pak Yana " ucap Vano setelah menurunkan kaca mobil nya
"den Vino?" ucap satpam itu
"aku Vano pak ,sudah ya saya mau masuk dulu " Vano berlalu dengan mobil nya meninggalkan satpam bernama Yana itu dengan wajah bingung nya
"Vano....bukan nya den Vano udah meninggal,dan seharusnya dia itu den Vino ,tapi tadi dia bilang kalau dia den Vano terus yang meninggal........" satpam itu tak lagi melanjutkan kata-katanya ia menengok ke arah Vano yang juga tengah menatap nya dengan tersenyum
"astaga " satpam itu langsung masuk kembali ke dalam pos jaga ,ia merasa terkejut melihat Vano terseyum pada nya
Vano pun kembali berjalan menuju pintu rumah ,di ambang pintu ia berhenti
"assalamualaikum........" ucap nya cukup lantang karena begitu ramai dan bising nya para tamu yang datang
semua orang menengok dan mereka melotot berjamaah, yang tak tahu Vano punya sodara laki-laki yang berwajah sama ,mereka nampak terkejut ,lain hal nya dengan mereka yang sudah tahu mereka langsung menghampiri dan menyapa nya.
"Alvino akhirnya kamu datang nak ,ayo masuk kasihan orangtuamu ,hibur lah mereka "ucap salah satu sari mereka
tanpa berkata sepatah kata Vano pun berjalan menuju mommy nya yang tengah menangis di pelukan seorang wanita paruh baya yang diyakini nya calon besan nya .
"mommy"
Marsha dan Vina pun menengok dan langsung melepaskan pelukan nya
"Vino....akhirnya kamu datang nak ,maafkan mommy ,hiks....adikmu .... Vino....adikmu " Marsha merasa tercekat tak dapat berkata banyak
"ini aku Vano mommy bukan Vino"
"a...apa maksud mu ?" tanya Marsha ,Vina pun juga orang-orang yang lain nya kini menatap pada Vano
"terjadi kesalah fahaman, yang meninggal adalah Vino ,dia yang naik pesawat menggunakan paspor dan identitas ku " jelas nya
Tentu saja hal itu membuat mereka tiba-tiba terdiam ,dan akhirnya mereka mengerti dengan keadaan yang terjadi.
...................
Berita mengenai tertukar nya identitas itu pun langsung viral banyak media memberitakan baik media cetak ,online maupun televisi.
__ADS_1
"cieee....yang jadi seleb dadakan " ejek Reno yang saat ini sudah berada di rumah sakit tepat nya di ruang rawat Elsa
"apa sih loe " ucap Vano
"gue lega ternyata loe masih nafas bro " ucap Bagas seraya menyerahkan minuman kaleng pada Vano
"thanks"
"berarti mulai saat ini kita terbebas dari tugas kita dong ,kan loe juga udah balik " ucap Reno lagi
"seneng banget loe ,kelihatan banget kepaksa nya "
"bukan nya kepaksa ,gue ngeri aja masa tiap hari gue ketemu mayat mulu ,apalagi ya kita juga pernah di kerjai hantu di rumah sakit , hiiiy.... "Reno nampak bergidik begitu juga dengan Bagas
"serius loe?" tanya Vano
"serius gue " sahut nya lagi
ngomong-ngomong masalah hantu tiba-tiba Vano kembali teringat tentang hantu cantik Regina penunggu gudang kampus .
mendengar isi hati nya Vano , tiba-tiba hati Elsa mencelos ,meskipun hanya sekedar hantu tapi Vano menyelipkan kata cantik di nama hantu itu ,itu membuat nya tiba-tiba bad mood,dan langsung berbalik memunggungi Vano yang duduk di kursi di samping nya , saat ini kondisi Elsa sudah lebih baik ,ia bisa menggerakkan tubuh nya kembali tapi rasa lemas pun masih ia rasakan .
Melihat itu Vano menyunggingkan senyum nya , ia tahu jika Elsa saat ini tengah cemburu .
"sama hantu aja kamu cemburu gimana kalau nanti kamu lihat aku sama perempuan lain, apa kuat hati kamu,so so an nyuruh aku nurutin kemauan mommy aku " ucap Vano dalam hati nya
"diam lah aku mau tidur ,siapa juga yang cemburu " kilah nya
Vano terkikik melihat Elsa yang jelas-jelas berbohong ,Vano pun bangkit dan membisikan sesuatu di telinga Elsa ,padahal tidak perlu berbisik pun mereka bisa bicara lewat batin .
"Gas lebih baik kita balik yuk, gak baik buat kita yang masih jomblo jika terus berada di sini " celetuk Reno saat melihat Vano yang tengah membisikan sesuatu, namun yang di kira nya Vano tengah mencium Elsa .
"emang kita lagi ngapain ,orang gue cuma bisikin sesuatu ko"ucap Vano yang tahu apa yang di fikirkan Reno
"haaah....ya sudah deh apapun itu ,gue mau keluar engap gue kalau di sini terus " Reno beranjak
"gue juga balik deh ,gue ada janji sama nyokap " ucap Bagas pula
"udah dong Sa, jangan cemberut gitu ,jadi jelek tahu gak " bujuk Vano
"siapa yang cemberut " sangkal nya
"nah itu bibir sampai kriting gitu " ucap Vano seraya menujuk bibir nya
"iisshh...."
saat Vano tengah membujuk Elsa yang masih saja cemberut akut pada nya karena rasa cemburunya , tiba-tiba pintu terbuka
"kakak....."
Elsa dan Vano pun menengok
"Kenan , ibu ,kalian tahu darimana aku disini?" tanya Elsa
"dari nak Vano ,kemarin ke rumah" jawab ibu Sri
"oh....terus kalian kesini naik apa?"
"aku yang jemput pake taksi online" sahut Vano
"oh.." lagi-lagi Elsa menjawab nya dengan oh
drtt....drrt.....
tiba-tiba ponsel Vano berbunyi dan Vano pun langsung mengangkat nya ,Vano berjalan ke luar ruangan untuk bisa berbicara leluasa.
"gue harus lakuin ini.... maafkan gue Van,gue melakukan ini buat loe juga " batin Elsa menatap lirih pada pintu yang tertutup
__ADS_1
gadis itu tahu apa yang mereka obrolkan di telpon dan itu masalah pertunangan nya dengan Riska
Vano yang juga mendengar isi hati nya pun menjadi tertegun , cepat-cepat ia mematikan sambungan telepon nya sepihak,dan langsung menuju ke dalam ruangan .
"kakak sebenarnya sakit apa?" tanya Kenan
"kakak cuma kecapean " sahut nya
"ibu bawa apa itu?" tanya Elsa mengabaikan keberadaan Vano yang berdiri di depan pintu
"pepes ikan mujair kesukaan mu "
"waah....makasih Bu"Elsa nampak berbinar
drrrtt...... drrrtt.....
ponsel Vano kembali berbunyi
"pergilah ,temui keluarga mu ,ada ibu juga Kenan yang jagain aku di sini " ucap Elsa tersenyum
perlahan Vano melangkah mendekat
"jangan berfikir yang macam-macam, ingat itu " ucap Vano seraya menggenggam tangan Elsa
ibu Sri yang melihat itu pun hanya tersenyum
"apa sih , udah sana pergi" usir Elsa
"Bu titip Elsa ya " ucap Vano lalu berlalu meninggalkan ruangan itu
setelah kepergian Vano
"Bu ,sebaik nya ibu dan Kenan pulang saja ,aku gak mau kalian kelelahan menunggu ku di sini, apalagi Kenan kasihan dia gak baik buat anak kecil jika terlalu lama berada di rumah sakit " ucap Elsa
"tapi nanti kamu gimana ,kamu sendirian di sini " ucap ibu Sri
"gak apa-apa ko Bu, kan ada suster juga dokter yang bolak-balik ke ruangan ini "
"tapi nak ....
"Bu ....
"ya sudah kamu hati-hati ya , kabari ibu jika ada apa-apa" akhirnya ibu Sri pun bersedia untuk pulang
kini diruangan itu hanya ada diri nya
"Shema ....datanglah "
"ada apa Puteri ?"
"bawa aku ke hotel ku , aku mau tinggal di sana beberapa hari sampai keadaan ku benar-benar pulih,setelah itu aku mau pergi mengucilkan diri ku ,aku tidak mau ada orang lain lagi yang terluka " ucap Elsa datar
"Puteri yakin dengan keputusan ini?" tanya Shema
"ehm....sangat yakin "
"baiklah Puteri " Shema pun langsung membawa Elsa pergi dengan sekali kedipan mereka pun menghilang.
.
.
.
.
to be continued
__ADS_1
Aku sudah memutuskan untuk kembali membuat cerita yang kemarin hilang karena ulah anak ku, jadi....mohon dukungan nya ya ....