
Novi digiring dan di satukan dengan beberapa orang yang sudah berjongkok dengan meletakan tangan di atas kepala.
"diam di sana angkat tangan mu dan letakan di atas kepala " ucap salah satu dari mereka dengan terus mengarahkan senjata api laras panjang nya pada Novi
"Bu Novi...." lirih seorang karyawan nya
"tidak apa-apa , tenang saja semua akan baik-baik saja " ucap Novi mengingat kan
"Bardo bagaimana keadaan diluar ?" tanya salah satu ******* itu pada rekan nya
"di luar semakin banyak aparat kepolisian juga pasukan TNI dan yang lain nya bos " sahut pria bertubuh tinggi besar bernama Bardo itu
"apa semua peledak sudah di sebar ?" tanya nya lagi
"sudah bos " kali ini rekan ya yang lain yang menyahut
ada sekitar sepuluh orang ,dan masing-masing memiliki peran dan tugas masing-masing
"bagus....kita tunggu saja sampai mereka masuk ,setelah itu kita kecoh mereka agar menuju tempat ini , lalu kita menyelinap keluar ,dan begitu kita keluar maka gedung ini akan hancur berkeping-keping bersama para polisi dan yang lainnya" ujar pria yang di panggil bos itu sambil memperhatikan sebuah benda hitam kecil seukuran remote tv dengan berbagai tombol di sana.
mendengar bahwa di gedung hotel ini terdapat bom para tawanan pun menjadi histeris ,mereka panik bercampur takut .
DORRRRR..........
DORRRRR..........
DORRRRR........
"aaaaaaakkkkhhh......" mereka menjerit setelah mendengar suara tembakan itu
"DIAAAAAMMMMM.......,atau ku tembak kalian satu-persatu..." bentak bos nya
rupanya salah satu rekan nya menembaki kamera cctv
mereka pun akhirnya diam dengan badan bergetar bahkan ada sebagian yang menangis saking takutnya namun masih mencoba untuk menahan tangisan nya karena takut jika nanti ditembak ,hingga meninggalkan isakan saja .
di luar keadaan nya sama mendebarkan tatkala mendengar suara tembakan yang lebih dari dua kali ,hingga kepanikan pun melanda mereka .
para wartawan juga berjibun mengambil gambar, mereka berbondong-bondong meliput berita tersebut bahkan langsung di tayang kan secara live di berbagai stasiun televisi, tak hanya itu banyak dari kalangan muda-mudi yang juga ikut memvideokan kejadian itu untuk dijadikan nya konten di sebuah akun ytub .
"astaghfirullah.......itu suara tembakan ,ya Tuhan semoga tidak ada korban " lirih Vina dengan segala ketegangan dan kecemasan di hati nya
Tasya pun tak kalah tegang nya ,apalagi ada kedua teman nya Novi dan Bima yang mungkin jadi tawanan juga ,atau mungkin suara tembakan itu .......Tasya lantas cepat menggelengkan kepala nya ,menepis segala fikiran buruk tentang kedua teman nya .
kembali ke Novi
Gadis itu memperhatikan remote yang ada di genggaman bos ******* itu dalam hati ia berfikir
"aku harus bisa mendapatkan remote itu ,tapi bagaimana caranya "
saat Novi tengah berfikir suara seseorang berteriak di balik pintu masuk ballroom
"kalian menyerahlah tempat ini sudah di kepung ,dan lepaskan mereka " suara nya sangat lantang hingga menggema di seluruh ruangan itu
__ADS_1
Rupanya tim Densus 88 beserta TNI dan polri sudah bersiap dengan posisinya masing-masing serta peralatan dan senjata yang akan mereka gunakan untuk melumpuhkan para perusuh itu .
"kalian turuti dulu kemauan kami lalu kami akan membebaskan mereka " ucap bos nya juga berteriak
"katakan apa mau kalian " suara teriakan itu lagi
Bima sudah berdiri di balik pilar ,entah bagaimana cara nya ia sudah berada di antara para perusuh itu tanpa sepengetahuan nya ,Novi yang melihat ke arah Bima hanya bisa menahan nafas,Bima yang kebetulan juga melirik ke arah Novi mengedipkan sebelah mata nya seraya memberi isyarat agar gadis itu tetap diam dengan menaruh satu jari telunjuk di bibir nya ,Novi mengerti dan mengangguk sedikit .
* kata ******* aku ganti perusuh ya ✌️ agak takut euy....manusia kan makhluk sensitif apalagi masalah agama juga hal yang berkaitan dengan kata ******* *
* tidak ada tujuan dan maksud apa pun 🙏*
Polisi muda itu tengah bersiap-siap jika saja tiba-tiba terjadi hal yang tak di inginkan .
"bebaskan Mahesa maka kami akan bebaskan juga mereka " teriak bos mereka
"Mahesa....." gumam Bima pelan ,keningnya berkerut ,hingga ia mengerjapkan mata nya beberapa kali saat otak nya mengingat seorang tahanan terduga kasus narkoba juga perdagangan manusia hingga pembunuhan tak hanya di situ bahkan orang bernama Mahesa itu juga merupakan gembong mafia yang banyak ditakuti berbagai kalangan ,selama ini Mahesa bisa lolos dari jerat hukum karena tak cukup bukti yang memberatkan nya ,namun berkat kecerdasan seorang perwira polisi mafia itu pun berhasil di bekuk dengan banyak bukti yang berhasil di dapatkan nya ,cara mendapatkan nya pun tak mudah ia bahkan harus mempertaruhkan nyawa nya demi menangkap Mahesa yang meresahkan itu .
"oh jadi mereka melakukan ini demi orang jahat itu , ternyata aku melupakan orang-orang nya yang begitu setia pada nya " batin nya
Ya Bima lah perwira polisi yang berhasil mendapatkan bukti itu dan menangkap Mahesa langsung dengan tangan nya , berkat keberhasilan nya kini Bima naik pangkat menjadi komisaris polisi ,namun dengan kenaikan pangkat nya itu Bima sama sekali tidak merasa tinggi hati .
saat para petugas keamanan tengah bernegosiasi dengan bos perusuh itu ,salah satu tawanan yang merupakan tamu di hotel itu melihat Bima yang tengah berdiri sejajar dan nempel di pilar tiba-tiba berseru
"pak polisi tolong saya ...."
sontak para perusuh itu pun menengok pada arah wanita paruh baya itu lalu mengalihkan pandangan pada arah yang di lihat ibu itu .
"haduh....lemes amat tuh mulut Bu" keluh Bima menepuk jidatnya
"astaga ibu....kenapa teriak " ucap Novi berbisik
"maaf, saya reflek " jawab nya menunduk
Bos dari para perusuh itu mengkode dengan gerakan mata agar anak buah nya menghapiri seseorang yang berdiri di balik pilar .
perlahan kedua perusuh itu mendekat ,tatapan Novi pun beralih pada Bima,nafas nya tertahan manakala kedua orang itu sudah berada dekat dengan posisi Bima .
"angkat tangan di atas kepala " teriak salah satu nya sambil menodongkan senjata api nya bersama rekan nya
Bima menurut
"huh....seragam saja gaya ,kau takut juga heh" cibir bos mereka menganggap remeh
"kalian ingin kami membebaskan atasan kalian itu kan .....?" tanya Bima
"ya ,lepaskan dia dan kau beserta mereka akan kami lepaskan ,itu pun kalau kalian bisa terbebas dari bom di gedung ini.... hahahaha....."
"tidak akan semudah itu kau meledakan hotel yang sudah susah payah istri ku bangun " seru seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Vano
Semua menoleh pada asal suara .
Vano... laki-laki itu sudah berada bersama para tawanan lain nya
__ADS_1
"dia kan ..." gumam Bima ,ia masih ingat jika laki-laki itu adalah suami Elsa
"siapa kau ,bagaimana kau bisa tiba-tiba berada di sini " tanya bos perusuh itu ia yakin betul jika laki-laki yang tadi berseru itu tak ada di disana, dan benar saja setelah dihitung lagi jumlah para korban tawanan bertambah selain Bima tentunya
"siapa pun saya ,itu tak penting...." dengan santai Vano berdiri dan hendak beranjak dari tempat nya
"diam ditempat atau ku tembak kepalamu "
"tembak saja kalau bisa " Vano tak menghiraukan ancaman itu dan terus saja melangkah ,hingga salah satu perusuh itu menarik pelatuk senjata api nya
DOR
DOR
DOR
"aaaakkkhhhh......"
"kalian diam lah ,jangan berisik " seru Vano pada para korban tawanan itu
"a...apa .....mana mungkin ..." mereka ternganga dengan mata terbelalak karena Vano tak terluka sedikit pun ,semua peluru yang mengenai tubuh nya jatuh berserakan di lantai marmer yang mengkilap itu
Salah satu rekan nya yang paling dekat dengan Vano mencoba memukul Vano dari belakang namun aksinya dapat di gagalkan oleh Novi yang menendang keras tepat di ulu hati nya
dug
brugghh
"aauuhh..." orang itu merintih seraya menekan ulu hati nya ,nampak darah segar keluar dari mulut nya
"waw....keren " gumam Bima
"kuat juga tendangan nya sampe keluar darah begitu " gumam nya lagi
"kurang ajar " salah satu rekan nya tak terima langsung menyerang Novi ,namun Bima tiba-tiba menyergah dan terjadilah baku hantam kedua nya.
"kenapa kalian diam ,cepat bantu dia ,kalahkan polisi itu " seru sang pimpinan
"baik bos " seru mereka
Melihat Bima terkepung Vano pun tak mau kalah ia bertarung bersama Bima ,keduanya saling membantu saat salah satu nya lengah ,saat ini Vano bertarung hanya menggunakan tenaga nya yang biasa tanpa kekuatan apapun agar tak ada yang curiga ,namun saat ada kesempatan Vano menggunakan kekuatan nya.
begitupun dengan Novi ,ia turut dalam pertarungan sengit itu , tiga lawan sepuluh memang tak sebanding ,namun ketangkasan mereka dalam menghindar dan kegesitan mereka dalam menyerang tak dapat di ragukan lagi ,Novi yang pandai bela diri ,Bima yang memang sudah terlatih ,apalagi Vano dengan kemampuan yang ia miliki mustahil dapat di kalahkan .
Mengetahui telah terjadi perkelahian para tim Densus 88 dibantu polri mereka masuk dan langsung mengamankan situasi, termasuk para tawanan, satu persatu mereka di evakuasi.
Novi yang berhasil meraih remote di saku jaket pemimpin kelompok bersenjata tajam itu tanpa sepengetahuan nya pun membuat pemimpin nya itu marah .
buk
Sebuah pukulan mengenai pergelangan tangan Novi hingga benda itu terjatuh dan tak di sia-sia kan oleh pemimpin nya itu dan langsung meraih nya ,ia tak memikirkan lagi akan apa yang akan terjadi ,ia sudah hilang akal ,daripada membusuk di penjara ia memilih menekan tombol itu ,dan otomatis dia dan semua yang ada di hotel itu akan musnah bersama hancur nya bangunan hotel itu .
Novi yang melihat nya pun sontak berteriak
__ADS_1
"TIDAKKKKKK......."
***